Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

dilatasi

No description
by

Raihan Nabil

on 29 September 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of dilatasi

dilatasi
?

macam macam
dilatasi
1. Dilatasi dengan
2 kolom
2. Dilatasi dengan
balok kantilever
• Dilatasi juga bisa dilakukan dengan struktur balok kantilever.
• Bentang balok kantilever maksimal 1/3 dari bentang balok induk.
• Pada lokasi dilatasi bentang kolom dirubah ( diperkecil ) menjadi 2/3 bentang kolom yang lain

3. Dilatasi dengan
balok gerber
• Sistem ini dipergunakan apabila diinginkan jarak kolom tetap sama.
• Sistem ini memiliki kelemahan apabila ada beban horizontal yang cukup besar ( akibat gempa bumi ) akan berakibat fatal ( lepas dan jatuh ).

beb
a
n
gaya
Suatu bangunan yang panjang tidak dapat menahan deformasi akibat penurunan pondasi, yang menyebabkan timbulnya retakan atau keruntuhan struktural.

Oleh karenanya, suatu bangunan yang besar perlu dibagi menjadi beberapa bangunan yang lebih kecil, di mana tiap-tiap bangunan dapat berekasi secara kompak dan kaku dalam menghadapi pergerakan bangunan.

dila
tasi

adalah sebuah sambungan atau pemisahan pada bangunan karena sesuatu hal memiliki sistim struktur berbeda. Hal ini dilakukan agar pada saat terjadinya beban (gaya vertikal dan horizontal, seperti pergeseran tanah atau gempa bumi) pada bangunan tidak menimbulkan keretakan atau putusnya sistim struktur bangunan tersebut.
Dilatasi ini umumnya ditempatkan pada diskontinutas mendatar atau tegak pada masa bangunan tersebut, di tempat dimana retak akan paling mungkin terjadi
Dilatasi (Sambungan) ini juga di tempatkan pada slang 150 hingga 200 kaki (40 hingga 60 m) pada bangunan yang sangat panjang

Dilatasi bangunan
biasanya di
terap
kan pada :
· Bangunan yang mempunyai tinggi berbeda – beda. ( pertemuan antara bangunan yang rendah dengan yang tinggi ).
· Pemisah bangunan induk dengan bangunan sayap.
· Bangunan yang memiliki kelemahan geometris.
· Bangunan yang memiliki panjang >30m.
· Bangunan yang berdiri diatas tanah yang kurang rata.
· Bangunan yang ada didaerah gempa.
· Bangunan yang mempunyai bentuk denah bangunan L, T, Z, O, H, dan U.

pemakaian pondasi yang
berbeda
difference

settlement
• Dilatasi dengan 2 kolom biasanya digunakan untuk bangunan yang bentuknya memanjang ( linier ).
• Dengan adanya dilatasi maka jarak kolom akan menjadi pendek.

4. Dilatasi dengan
konsol
• Dengan sistem ini jarak kolom dapat dipertahankan sama.
• Umumnya dipergunakan pada bangunan yang menggunakan material prefabrikasi.

Dalam penerapan sistem dilatasi perlu diperhatikan jaraknya. Jarak dilatasi harus benar – benar diperhitungkan. Dilatasi yang terlalu sempit apabila terkena pergeseran akibat gaya vertical maupun horizontal akan timbul banyak masalah, mulai dari dilatasi itu sendiri yang rusak, kebocoran yang sulit diperbaiki, sampai kerusakan – kerusakan di bagian lain akibat saling bertabrakannya blok bangunan satu dengan yang lainnya.
studi
kasus
Retakan yang tampak membelah di Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat itu rupanya sengaja dibuat untuk mengantisipasi terjadinya gempa.
penempatan
Core
&

pembalokan

pengertian
Core
(inti bangunan)
Core atau inti bangunan menurut Schueller (1989) adalah suatu tempat untuk meletakan transportasi vertikal dan distribusi energi ( seperti lift, tangga, wc dan shaft mekanis ). Dari sumber modul perkulihan teknologi bangunan 5, inti adalah tempat untuk memuat sistem-sistem transportasi mekanis dan vertikal serta menambah kekakuan bangunan.

Jadi kesimpulannya bahwa inti bangunan (core) suatu tempat untuk meletakan sistem transportasi vertikal dan mekanis dengan bentuk yang disesuaikan dengan fungsi bangunan serta untuk menambah kekakuan bangunan diperlukan sistem struktur dinding geser sebagai penyalur gaya lateral (seperti tiupan angina tau gempa bumi) pada inti.
Bentuk inti
bangunan
Untuk bentuk dan ukuran inti bangunan tidak ada batasannya tetapi inti bangunan mempunyai beberapa ciri khas yaitu : (Schueller ,1989)
 Bentuk inti :
o Inti terbuka (N)
o Inti tertutup (B)
o Inti tunggal dengan kombinasi inti linear (A)
 Jumlah inti :
o Inti tunggal
o Inti jamak
 Letak inti :
o Inti di dalam (C)
o Inti di sekeliling (J)
o Inti di luar (M)
 Susunan inti :
o Inti simetris (F)
o Inti asimetris (J)
 Geometri bangunan sebagai penentu bentuk bangunan :
o Langsung (K)
o Tidak langsung (P)
Menurut Juwana (2005), letak inti bangunan tinggi yang berbentuk menara (tower) berbeda dengan bangunan yang berbentuk memanjang (slab) yaitu :



1. Inti pada bangunan bentuk bujur sangkar
Bentuk bujur sangkar banyak digunakan untuk bangunan perkantoran dengan koridor mengelilingi inti bangunan. Contoh : Gedung Blok ‘G’ DKI, Gedung Indosat, Wisma Bumi Putera di Jakarta dan One Park Plaza di Los Angleles Amerika Serikat.




2. Inti pada bangunan bentuk segitiga
Contoh dari inti bangunan dengan bentuk segitiga adalah Hotel Mandarin di Jakarta, Gedung US Steel di Pittsburg Amerika Serikat, Riverside Development di Brisbane Australia dan Central Plaza di Hongkong.
3.
Inti pada bangunan bentuk lingkaran
Menara berbentuk lingkaran biasanya digunakan pada fungsi hunian (apartemen dan hotel) dengan koridor berada di sekeliling inti bangunan sebagai akses ke unit-unit hunian. Contoh dari inti bangunan dengan bentuk lingkaran adalah Shin-Yokohama Hotel di Jepang, Marina City di Chicago Amerika Serikat dan Gedung Tabung Haji di Kuala Lumpur Malaysia.

4.
Inti pada bangunan dengan bentuk memanjang
Bangunan dengan bentuk memanjang biasanya digunakan untuk fungsi hotel, apartemen atau perkantoran. Seperti Gedung Central plaza di Jakarta, Gedung Inland Steel di Chicago Amerika Serikat merupakan bangunan memanjang dengan inti di luar bangunan.

5.
Inti pada bangunan dengan bentuk silang
Bangunan dengan bentuk ‘silang’ dan ‘Y’,’T’,’H’ atau ‘V’, merupakan variasi dari bangunan bentuk memanjang. Bentuk seperti ini dimaksudkan untuk mendapatkan luas lantai tipikal yang cukup luas tetapi bangunan tetap dapat memanfaatkan paencahayaan alamiah. Bangunan dengan bentuk ini banyak digunakan untuk fungsi hotel, apartemen dan perkantoran. Salah satu contohnya adalah Gedung Patra Jasa di Jakarta.
6. Inti pada bangunan bentuk Y
Contoh dari inti bangunan dengan bentuk Y adalah Gedung Unilever di Hamburg jerman, Gedung Unesco di Paris dan Hotel Duta Merlin di Jakarta.
7. Inti pada banguanan dengan bentuk acak
Bangunan dengan inti bangunan yang terletak di luar titik berat massa bangunan dan ditempatkan secara acak kurang menguntungkan bagi perencanaan bangunan tahan gempa. Contoh bangunan yang menggunakan bentuk inti tersebut adalah Gedung MBf Tower di Penang Malaysia dan Conrad International Centennial di Singapura.
pembalokan
instalasi menggunakan
NPS system

hubungan pencahayan terhadap
perletakan core
terima
k
a
sih
Full transcript