Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Sejak abad ke-17, para pedagang Inggris sudah berdagang samp

No description
by

Jonathan Sebastian

on 30 August 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sejak abad ke-17, para pedagang Inggris sudah berdagang samp

Kolonialisme Inggris Menuju Indonesia
Perjalanan Inggris ke India
Sejak abad ke-17, para pedagang Inggris sudah berdagang sampai di daerah India.

Awal kedatangan Inggris di Indonesia
Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas Cavendish. Dengan mengikuti jalur yang dilalui Magellan, pada tahun 1579 Francis Drake berlayar ke Indonesia.
Armadanya berhasil membawa rempah-rempah dari Ternate dan kembali ke Inggris lewat Samudera Hindia. Perjalanan beriktunya dilakukan pada tahun 1586 oleh Thomas Cavendish melewati jalur yang sama.
India
Perdagangan Bangsa Inggris di India
Tujuan Bangsa Inggris ke India :
Mencari rempah-rempah digunakan sebagai obat-obatan dan bumbu makanan.
Menyaingi perdagangan Bangsa Spanyol.
Di India timur, para pedagang Inggris mendirikan kongsi dagang yakni East India Company (EIC) pada tahun 1600, dengan daerah operasinya adalah India. Pusat kekuatan EIC adalah Kalkuta (India), dan dari kota inilah Inggris meluaskan wilayahnya ke Asia Tenggara.
Kelompok 4 :
Aldo Kris B. (1)
Bambang Budiyanto (4)
Esther Lita W. (8)
Jonathan Sebastian M. (15)
Kevin Chandra G. (16)
Myla Karina S. (21)

Sir Thomas Cavendish (atau Candish) (1560 - 1592) adalah pengelana Inggris. Ia dijuluki "Navigator" karena ia memimpin ekspedisi ketiga mengelilingi dunia. Dua orang pendahulunya adalah Magellan dan Francis Drake. Cavendish meninggal dalam perjalanan kedua mengelilingi dunia.
Laksamana Muda Sir Francis Drake (sekitar 1540 – 28 Januari 1596) adalah seorang pelaut kapal perang, navigator, pahlawan angkatan laut, politikus, dan insinyur sipil berkebangsaan Inggris pada masa Elizabethan. Ia adalah orang Inggris pertama yang mengelilingi bumi, dari 1577 sampai 1580 dan sepulangnya dilantik menjadi ksatria oleh Ratu Elizabeth I. Ia adalah wakil pimpinan armada Inggris yang mengalahkan Armada Spanyol pada 1588.
Kota Ambon merupakan kantor-kantor dagang yang didirikan Inggris
Selat Malaka
Ambon
Aceh
Aceh merupakan kota tempat didirikannya kantor-kantor dagang EIC.
Ratu Elizabeth I kemudian memberi hak istimewa kepada EIC (East Indian Company) untuk mengurus perdagangan dengan Asia.
EIC kemudian mengirim armadanya ke Indonesia. Armada EIC yang dipimpin James Lancestor berhasil melewati jalan Portugis (lewat Afrika). Namun, mereka gagal mencapai Indonesia karena diserang Portugis dan bajak laut Melayu di selat Malaka.
Awal abad ke 17, Inggris telah memiliki jajahan di India dan terus berusaha mengembangkan pengaruhnya di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.
Kolonialisme Inggris di Hindia Belanda dimulai tahun 1604. menurut catatan sejarah, sejak pertama kali tiba di Indonesia tahun 1604, EIC mendirikan kantor-kantor dagangnya.
Kolonialisme Inggris di Indonesia
Banten
Jayakarta
Pada tahun 1684 Inggris mendirikan Port York di Bengkulu. Inilah daerah kekuasaan Inggris yang tetap bertahan terhadap ancaman Belanda
Bengkulu
Pada tahun 1628 kantor dagang Inggris dipindahkan dari Jayakarta ke Banten bahkan pada tahun 1628 Inggris di usir dari Banten oleh Belanda.

Jayakarta juga merupakan tempat kantor-kantor dagang EIC.
Walaupun demikian, armada Inggris tidak mampu menyaingi armada dagang barat lainnya di Indonesia , seperti Belanda. Mereka akhirnya memusatkan aktivitas perdagangannya di India. Mereka berhasil membangun kota-kota perdagangan seperti Madras, Kalkuta, dan Bombay.
Pada tahun 1811, tentara Inggris melancarkan serangan terhadap daerah-daerah yang diduduki oleh Belanda, termasuk Hindia Timur atau yang lebih dikenal dengan Hindia-Belanda (sekarang Indonesia). Inggris tidak mengalami kesulitan karena Belanda pun mendapat perlawanan dari raja-raja Jawa.
Belanda akhirnya menyerah kepada Inggris melalui Kapitulasi Tuntang. Oleh sebab itu, sejak tahun 1811 Hindia Timur menjadi jajahan Inggris dengan kongsi dagang EIC nya yang dipimpin oleh Gubernur-Jenderal Lord Minto. Lord Minto kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Jawa dengan pangkat Letnan Gubernur Jenderal

Isi kapitulasi tuntang adalah :
Pulau jawa dan sekitarnya di kuasai inggris
Semua tentara belanda menjadi tawana inggris
Orang belanda dapat menjadi pegawai inggris
Banjar
Banjar merupakan tempat didirikannya kantor-kantor dagang EIC yang digunakan untuk berdagang.
Sir James Lancaster VI 1554 meninggal 6 Juni 1618 adalah seorang pedagang Elizabethan terkemuka dan privateer.

Lancaster datang dari Basingstoke di Hampshire. Dalam kehidupan awal, ia adalah seorang prajurit dan seorang pedagang di Portugal.
Pendudukan Inggris atas wilayah Indonesia tidak berbeda dengan penjajahan bangsa Eropa lainnya. Raffles banyak mengadakan perubahan-perubahan, baik di bidang ekonomi maupun pemerintahan. Raffles bermaksud menerapkan politik kolonial seperti yang dijalankan oleh Inggris di India. Kebijakan Daendels yang dikenal dengan nama Contingenten diganti dengan sistem sewa tanah (Landrent).

Sistem sewa tanah disebut juga sistem pajak tanah. Rakyat atau para petani harus membayar pajak sebagai uang sewa, karena semua tanah dianggap milik negara. Berikut ini pokok-pokok sistem Landrent.
a. Penyerahan wajib dan wajib kerja dihapuskan.
b. Hasil pertanian dipungut langsung oleh pemerintah tanpa perantara bupati.
c. Rakyat harus menyewa tanah dan membayar pajak kepada pemerintah sebagai pemilik tanah.

Pemerintahan Raffles didasarkan atas prinsip-prinsip liberal yang hendak mewujudkan kebebasan dan kepastian hukum. Prinsip kebebasan mencakup kebebasan menanam dan kebebasan perdagangan. Kesejahteraan hendak dicapainya dengan memberikan kebebasan dan jaminan hukum kepada rakyat sehingga tidak menjadi korban kesewenang-wenangan para penguasa.

Dalam pelaksanaannya, sistem Landrent di Indonesia mengalami kegagalan, karena:
a. sulit menentukan besar kecilnya pajak untuk pemilik tanah yang luasnya berbeda
b. sulit menentukan luas sempit dan tingkat kesuburan tanah
c. terbatasnya jumlah pegawai
d. masyarakat pedesaan belum terbiasa dengan sistem uang



Tindakan yang dilakukan oleh Raffles berikutnya adalah membagi wilayah Jawa menjadi 16 daerah karesidenan. Hal ini mengandung maksud untuk mempermudah pemerintah melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang dikuasai. Setiap karesidenan dikepalai oleh seorang residen dan dibantu oleh asisten residen.

Di samping itu Thomas Stamford Raffles juga memberi sumbangan positif bagi Indonesia yaitu:
a. membentuk susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pengadilan Inggris
b. menulis buku yang berjudul History of Java
c. menemukan bunga Rafflesia-arnoldii
d. merintis adanya Kebun Raya Bogor

Perubahan politik yang terjadi di Eropa mengakhiri pemerintahan Raffles di Indonesia. Pada tahun 1814, Napoleon Bonaparte akhirnya menyerah kepada Inggris. Belanda lepas dari kendali Prancis. Hubungan antara Belanda dan Inggris sebenarnya akur, dan mereka mengadakan pertemuan di London, Inggris.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan yang tertuang dalam Convention of London 1814. Isinya Belanda memperoleh kembali daerah jajahannya yang dulu direbut Inggris. Status Indonesia dikembalikan sebagaimana dulu sebelum perang, yaitu di bawah kekuasaan Belanda.

Penyerahan wilayah Hindia Belanda dari Inggris kepada Belanda berlangsung di Batavia pada tanggal 19 Agustus 1816. Inggris diwakili oleh John Fendall dan Belanda diwakili oleh Mr. Ellout, van der Capellen, dan Buyskes.

Sir Thomas Stamford Bingley Raffles (lahir di Jamaica, 6 Juli 1781 – meninggal di London, Inggris, 5 Juli 1826 pada umur 44 tahun) adalah Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang terbesar. Ia adalah seorang warganegara Inggris. Ia dikatakan juga pendiri kota dan negara kota Singapura. Ia salah seorang Inggris yang paling dikenal sebagai yang menciptakan kerajaan terbesar di dunia.
Jepara
Jepara merupakan kota dimana kantor-kantor dagang EIC didirikan.
Makassar
Makassar merupakan tempat dimana kantor-kantor dagang EIC didirikan.
Full transcript