Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PRINSIP DAN KODE ETIK DALAM BISNIS

No description
by

KRS

on 12 March 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PRINSIP DAN KODE ETIK DALAM BISNIS

Hak atas pekerjaan yang layak
Hak atas upah yang adil
Hak untuk berserikat dan berkumpul
Hak atas perlindungan keamanan dan kesehatan
Hak untuk diproses hukum secara sah
Hak untuk diperlakukan secara sama
Hak atas rahasia pribadi
Hak atas kebebasan suara hati
PRINSIP DAN KODE ETIK DALAM BISNIS
Bisnis Sebagai Profesi
Bisnis dianggap sebagai profesi karena memenuhi ciri-ciri berikut:

Profesi adalah pekerjaan dan didalam bisnis terdapat banyak jenis pekerjaan.

Sebagian besar jenis pekerjaan didalam perusahaan terutama yang dilakukan oleh jajaran manajemen menuntut pengetahuan dan ketrampilan tinggi baik melalui pendidikan formal maupun melalui berbagai jenis pelatihan dan proposal.

Profesi menuntut penerapan kaidah moral/etika yang sangat ketat. Begitu pula didalam bisnis, saat ini telah disadari bahwa semua pelaku bisnis khususnya para eksekutif/manajemen juga harus dituntut mempunyai tingkat kesadaran/kaidah moral yang tinggi.

Tuntutan kaidah moral yang tinggi menjadi keharusan dalam bisnis karena pengalaman membuktikan bahwa perilaku para pelaku bisnis menentukan kinerja perusahaan yang akan berpengaruh besar bagi kehidupan ekonomi masyarakat dan Negara baik secara positif, maupun secara negatif.

Etika Lingkungan Hidup
Kode Etik Di Tempat Kerja
Pengertian Profesi
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Menurut Hidayat Nur Wahid dalam Economics Business, Accounting Review, edisi II April tahun 2006
Menurut Kanter (2001)
Menurut Sonny Keraf (1998)
Menurut Brooks (2004)
Menurut Prof. Dr. Widjojo Nitisastro
Untuk menekuni profesi diberlakukan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan tinggi
Pengetahuan, keahlian dan keterampilan dapat diperoleh dari pendidikan formal, pelatihan, praktik/pengalaman langsung.
Memerlukan komitmen moral (kode etik) yang ketat
Profesi ini berdampak luas bagi kepentingan masyarakat umum
Profesi ini mampu memberikan penghasilan
Ada organisasi profesi untuk bertukar pikiran, pengembangan program, dan lain-lain.
Suatu pekerjaan mulia
Ada izin dari pemerintah untuk menekuni profesi
Akumulasi Bahan Beracun
Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect)
Perusakan Lapisan Ozon
Deforestasi dan Penggurunan
Keanekaragaman Hayati
Isu Lingkungan Hidup
Integritas
Menurut Cloud, pengertian integritas yaitu bukan hanya sekadar berarti jujur, tetapi juga menyiratkan :

Pertama:
utuh dan tidak terbagi

Kedua:
menyatu

Ketiga:
kokoh dan konsisten
Whistleblowing
Menurut Sonny Keraf :
Tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain.

Internal Whistleblowing
External Whistleblowing
Kompetensi
Kompetensi berarti kecakapan dan kemampuan dalam menjalankan suatu pekerjaan atau profesinya.

Orang yang kompeten berarti orang yang dapat menjalankan pekerjaannya dengan kualitas hasil yang baik.
Objektifitas dan Independensi
Objektif berarti: sesuai tujuan, sesuai sasaran, tidak berat sebelah, selalu didasarkan atas fakta atau bukti yang mendukung.
Independensi mencerminkan sikap tidak memihak serta tidak dibawah pengaruh atau tekanan pihak tertentu dalam mengambil keputusan dan tindakan.

Dalam profesi akuntan publik, istilah independensi dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu :
Independent in fact
artinya secara mental, yang bersangkutan bersifat independen.
Independent in Appearance
artinya menurut pandangan orang lain – terutama dilihat dari sudut pandang hubungan secara fisik – yang bersangkutan diragukan independensinya, walaupun mungkin secara mental yang bersangkutan tetap bersifat independen.
BAB
6

Prinsip-Prinsip Etika Bisnis
Prinsip-Prinsip Etika Bisnis
Menurut Caux Round Table (Dalam Alois A. Nugroho, 2001)

Tanggung jawab bisnis
Dampak ekonomis dan social dari bisnis
Perilaku bisnis
Sikap menghormati aturan
Dukungan bagi perdagangan multilateral
Sikap hormat bagi lingkungan alam
Menghindari operasi-operasi yang tidak etis
Fungsi akuntansi dan keuangan dalam suatu perusahaan mempunyai keterkaitan kerja yang sangat erat.
Pelanggaran etika di bidang keuangan yang dilakukan dan melibatkan oknum pejabat yang terkait di bidang keuangan.
Pekerjaan di bidang keuangan sudah menjadi suatu profesi karena sudah memenuhi syarat-syarat untuk dapat dianggap sebagai profesi
Paradigma Etika Lingkungan
Etika Kepentingan Generasi Mendatang

Etika Lingkungan Biosentris

Etika Ekosistem
Kode Etik Fungsi Lainnya
O
rganisasi perusahaan adalah suatu sistem.
Setiap elemen di dalam perusahaan akan berinteraksi satu dengan yang lainnya yang akan memengaruhi perusahaan secara keseluruhan.


Prinsip-prinsip etika: kejujuran, keadilan, rasa kasih (compassion), integritas, prediktabilitas, Responsibilitas.
Penghormatan terhadap hak dan kewajiban setiap pemangku kepentingan (stakeholders).
Visi, misi dan kebijakan pokok yang terkait dengan hal di atas.
Kerangka proses keputusan etis.
Kapan perlu nasehat dan kepada siapa meminta nasehat.
Topik-topik khusus untuk temuan di atas 5% yang berhubungan dengan karyawan, pemasok dan kode usaha patungan (joint venture codes)
Berdasarkan studi oleh Weaver, Trevino, dan Cochran (dalam Brooks, 2003: 149), diperlukan paket program implementasi dengan memperhatikan sedikitnya enam dimensi program etik agar suatu kode etik dapat dipatuhi. Enam dimensi tersebut adalah sebagai berikut:
Kode etik formal
Komite Etika
Sistem komunikasi etika
Pejabat etika (ethics officers, ombuds persons)
Program pelatihan etika
Proses penetapan disiplin

Prinsip etika bisnis menurut Sonny Keraf (1998)
Prinsip saling menguntungkan
Prinsip keadilan
Prinsip integritas moral

Prinsip etika bisnis menurut Lawrence, Weber, dan Post (2005)
Prinsip etis merupakan tuntunan perilaku moral

Prinsip etika bisnis menurut Weiss (2006)

Martabat/hak (rights)
Kewajiban (duty)
Kewajaran (fairness)
Keadilan (justice)

Prinsip otonomi
Prinsip kejujuran

Hujan Asam (Acid Rain)
Dilihat dari sejarah perkembangannya, A.M. Lilik Agung (2007) mencatat setidaknya ada empat peran yang melekat pada Departemen SDM, yaitu:

Peran administratif
Peran Kontribusi
Peran Agen Perubahan
Peran Mitra Strategis

Topik-topik yang Dijumpai dalam Kode Etik Perusahaan
Lawrence, Weber, Post (2005) mengungkapkan bahwa di AS telah terbentuk organisasi profesi di bidang pemasaran yang bernama American Marketing Association (AMA). Organisasi profesi ini telah mempunyai kode etik bagi anggotanya, yang pada intinya mencakup hal-hal sebagai berikut:
Tanggung jawab (Responsibilities)
Kejujuran dan kewajaran (Honesty and Fairness)
Hak (Rights) dan kewajiban (Duties)
Hubungan Organisasi (Organizational Relationships)

Kode Etik Keuangan
Kode Etik Teknologi Informasi
Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dan komunikasi telah mendongkrak kegiatan bisnis yang terkait dengan sistem informasi dan komunikasi untuk tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat.
Penemuan dan pengembangan jaringan internet serta teknologi telepon seluler makin mendukung pertumbuhan bisnis di bidang teknologi dan informasi. Namun, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memunculkan berbagai isu etika.
Menurut Julian M dan Alfred, mengatakan bahwa integritas merujuk pada segala hal yang membuat seseorang bisa dipercaya.
Berdasarkan kedua pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa integritas:
Menyiratkan pengertian keutuhan dan keseimbangan (dalam hal kecerdasan/kesehatan fisik, mental, dan spiritual; atau pengetahuan, keterampilan, serta sikap dan perilaku)
Menjadi dasar/fondasi untuk membangun kepercayaan
Meliputi banyak atribut atau kualitas terkait untuk membangun karakter/pribadi yang utuh, antara lain: pengetahuan, keterampilan, kejujuran, kekukuhan, konsistensi, dan sebagainya.


Perbandingan Kode Etik
Ciri- Ciri Pengertian Profesi
Hak-hak karyawan menurut Sonny Keraf (1998) yang harus diperhatikan, antara lain:
Kode Etik Pemasaran
Kode Etik Sumber Daya Manusia (Human Resources)
Kode Etik Akuntansi
Menurut Duska & Duska (2005), kode etik akuntan manajemen setidaknya harus meliputi empat standar perilaku etis, yaitu:

Kompetensi (Competence)
Kerahasiaan (Confidentiality)
Integritas (Integrity)
Objektivitas (Objectivity)
Resolusi atas Konflik Etis
Full transcript