Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

ANALISIS KASUS PRITA MULYASARI DENGAN RS. OMNI INTERNASIONAL

No description
by

Dwamy Junansyah

on 3 December 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ANALISIS KASUS PRITA MULYASARI DENGAN RS. OMNI INTERNASIONAL

Kesimpulan dan saran
Dalam proses pengadilan, menurut kami putusan yang dijatuhkan oleh pengadilan kepada Prita Mulysari adalah tepat, karena putusan tersebut sudah berdasarkan bukti yang kuat. Bukti tersebut berupa konten dari surat elektronik(e-mail). Kasus ini juga telah melalui proses hukum yang sesuai dengan prosedur. Berdasarkan e-mail yang dikirim oleh Prita Mulysari kepada kerabatnya tentang RS. Omni Internasional, maka Prita dianggap bersalah karena secara sengaja dan telah terbukti melakukan pencemaran nama baik.
LATAR BELAKANG
Kasus pencemaran nama baik yang dilakukan secara lisan dan tulisan maupun melalui media elektronik mulai banyak menjadi sorotan masyarakat dalam beberapa tahun ke belakang.
rumusan masalah
1. Bagaimana kronologi terjadinya kasus tersebut?
2. Apa fakta hukum yang terjadi dalam kasus tersebut?
3. Bagaimana putusan pengadilan dalam kasus Prita Mulyasari?
4. Bagaimana analisis hukum dari kasus tersebut?

Kronologi Kasus
Putusan Pengadilan
Menyatakan Terdakwa PRITA MULYASARI terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “DENGAN SENGAJA DAN TANPA HAK MENDISTRIBUSIKAN DAN/ATAU MENTRANSMISIKAN DAN/ATAU MEMBUAT DAPAT DIAKSESNYA INFORMASI ELEKTRONIK DAN/ATAU DOKUMEN ELEKTRONIK YANG MEMILIKI MUATAN PENGHINAAN DAN/ATAU PENCEMARAN NAMA BAIK”
Menghukum Terdakwa Prita Mulyasari dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan. Menetapkan pidana tersebut tidak usah dijalankan kecuali dalam waktu masa percobaan selama 1 (satu) tahun, Terdakwa melakukan tindak pidana yang dapat dihukum.

ANALISIS KASUS PRITA MULYASARI DENGAN RS. OMNI INTERNASIONAL
Contohnya kasus Prita Mulyasari yang “curhat” melalui media elektronik berupa surat elektronik (e-mail) terhadap RS. Omni Internasional. Kejadian ini dapat terjadi setelah Prita Mulyasari menjadi Pasien dari rumah sakit tersebut dan mengalami kesalahan diagnosis terhadap penyakitnya. Prita berasumsi bahwa terdapat kesengajaan dari pihak rumah sakit dalam memberikan diagnosis, namun hal ini dibantah dengan keras oleh pihak RS. Omni Internasional. “Curhatan” Prita inilah yang dianggap oleh pihak rumah sakit sebagai pencemaran nama baik.
Tujuan pembahasan
1. Menganalisis kasus pencemaran nama baik Prita Mulyasari.
2. Memberikan gambaran kepada pembaca tentang kasus Prita Mulyasari.


Fakta Hukum
Pencemaran nama baik atau penghinaan yang dilakukan dengan sengaja oleh Prita Mulyasari lewat media elektronik maupun dokumen elektronik secara langsung melanggar Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Pasal 27 ayat (3) yang berbunyi: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan Berdasarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.
Permasalahan yang ada pada kasus Prita Mulyasari yaitu adalah isi dari surat ektronik (e-mail) yang dikirimkan oleh Prita Mulyasari yang berisi “curhatan” setelah ia menjadi pasien dari rumah sakit tersebut. Namun pihak rumah sakit menganggap hal tersebut sebagai pencemaran nama baik karena kontennya yang menyudutkan pihak RS. Omni Internasional dan konten tersebut disebarluaskan kepada beberapa kerabatnya, oleh karena itulah pihak rumah sakit membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
Pada awalnya Prita mulyasari dijerat dengan 3 (tiga) tuntutan alternatif oleh jaksa penuntut umum yaitu pasal 45 ayat (1) jo. Pasal 27 ayat (3) UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE, pasal 310 ayat (2) dan pasal 311 ayat (1). Sebagaimana diketahui, 3 (tiga) pasal tersebut dirancang untuk menjerat bagi pelaku yang diduga melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan. Tetapi dinyatakan Prita Mulyasari bersalah atas pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (1) UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE.

Analisis Hukum
Pada putusan hakim tersebut, Prita dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sesuai Pasal 27 ayat (3) Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 yaitu melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat di aksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
Putusan hakim dalam kasus Prita Mulyasari menurut analisa kami telah sesuai memenuhi unsur-unsur pada Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE pasal 27 ayat (3) tersebut, dimana pasal ini memiliki 2 unsur, yaitu;
unsur yang pertama “mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat di aksesnya informasi elektronik” hal ini terbukti karna Prita Mulyasari mengirim e-mail tersebut kepada kerabatnya.
Unsur yang kedua “muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik” hal ini juga terbukti, terlihat dalam judul e-mail prita “Penipuan Omni Internasional Hospital Alam Sutera Tangerang" yang isinya antara lain "Saya informasikan juga dr. Hengky praktek di RSCM juga , saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati - hati dengan perawatan medis dari dokter ini” dan “tanggapan dr . Grace yang katanya adalah penanggung jawab masalah complaint saya ini tidak profesional sama sekali " dan " tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer "

Saran yang dapat kami sampaikan adalah kita sebagai seseorang yang terdidik dan terpelajar hendaknya dapat menggunakan dan memanfaatkan kemajuan teknologi serta berbagai aplikasi sosial media yang ada saat ini dengan baik dan bijaksana. Kita hendaknya dapat memanage akun pribadi kita dengan baik agar tidak memicu tindakan kejahatan yang dapat merugikan diri kita sendiri atau pun orang lain.
Selain itu kita juga harus memiliki batasan dalam menyampaikan pendapat, kita juga harus bertanggung jawab atas pendapat yang kita sampaikan. Hal tersebut dikarenakan agar tidak menimbulkan masalah seperti kasus yang sudah disampaikan diatas. Ada sebuah pepatah yang menyampaikan bahwa “mulutmu,harumaumu”.
Full transcript