Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kemampuan Resiliensi pada Penderita Penyakit Systemic Lupus

No description
by

pandita manggala

on 22 August 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kemampuan Resiliensi pada Penderita Penyakit Systemic Lupus

Gejala Penyakit


5juta penduduk dunia



Amerika serikat 100rb/thn



Indonesia kurang lebih 1,5 juta
Dimensi Resiliensi :
regulasi emosi
pengendalian impuls
Optimis
self-efficacy
analisis kausal
empati
reaching out.


Faktor yang mempengaruhi Resiliensi
Grotberg (1994)
I Am,
I Have,
I Can.

Penyakit systemic Lupus Erythematosus
suatu penyakit yang menyerang berbagai organ dalam tubuh penderitanya,tidak hanya organ-organnya namun juga sel-sel dan jaringannya yang mengakibatkan peradangan pada beberapa multi-organ.

Nyeri / bengkak pada sendi dan nyeri pada otot.
Demam yang tidak diketahui denga jelas penyababnya.
Ruam merah pada bagian wajah.
Nyeri pada area pernapasan seperti dada.
Kerontokan pada rambut.
Pucat atau jari tangan dan kaki berubah warna menjadi ungu akibar stress yang dialami (Raynaud fenomena).
Sensitivitas yang tinggi terhadap cahaya matahari.
Pembengkakan (edema) di kaki atau sekitar mata.
pembengkakan kelenjar.
Kelelahan yang berlebihan.
-
Systemic Lupus Erythematosus
Diagnosa Lupus
Melakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan
atau lebih di kenal dengan General Check-up.



Tes laboratorium :
Hitungan darah lengkap.
Tingkat sedimentasi eritrosit (ESR).
Urinalisis.
Kimia darah.
Kelengkapan tingkat Antibodi antinuclear test (ANA).
Tes autoantibody tes(anti-DNA, anti-Sm, anti-RNP, anti-Ro [SSA],anti-La[SSB]).
Tes sifilis atau antibodi anticardiolipin.
Kulit atau biopsi ginjal.
Penanganan penyakit SLE

a. Secara Medis



b. Secara Psikologis

penderita-->stress--->Depresi-->Terapi kognitif perilaku.
Menurut Daniel J. wallace, MD (2009), beberapa pemeriksaan psikologis telah dilakukan untuk mendeteksi disfungsi kognitif terhadap depresi penderita, mulai dari pemeriksaan MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory), Luria-Nebraska, uji Halsted-Reitan, sampai pada Adult Intelligence Wechsler Scale (WAIS).
Pemeriksaan neuropsichologists-pun dirancang sedemikian rupa oleh para neuropsikiatri untuk melihat penyebab dari depresi yang di alami penderita dengan menggunakan pemeriksaan kategori spesifik C.



-Drug Induced Lupus

Kemampuan

Resiliensi
pada Penderita Penyakit

Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

-
Cuntaneus Lupus Erythematosus
1. Bagaimana kemampuan resiliensi pada penderita penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) ?

2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan penderita penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) memiliki kemampuan resiliuensi ?
Tujuan Penelitian


Manfaat Penelitian
Faktor Penyebab Penyakit SLE
Penderita SLE
VS
Resiliensi
Penderita SLE
& Resiliensi
Resiliensi

Metode Penelitian

KUALITATIF




Pandita Mangala
UNIV. GUnadarma
Depok ,2013

Terimakasih
atas Perhatiannya
Full transcript