Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

a. 2-metil 2 butanol

No description
by

aulia zahara

on 12 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of a. 2-metil 2 butanol

a. 2-metil 2 butanol
b. 2,4-dimeti 3 pentanol
c. Isopropil alkohol
d. Etil butil eter
e. Etoksi butana
Isopropil butanoat
Metil asetat
Asam 2-metil pentanoat
2,4-dimeti 3-pentanon
Butil asetat.

Tuliskan rumus struktur dari :

Keisomeran Alkohol
Alkohol mempunyai tiga macam keisomeran sebagai berikut.
1) Keisomeran Posisi
Keisomeran posisi, yaitu keisomeran yang terjadi karena perbedaan letak gugus –OH dalam molekul alkohol. Keisomeran posisi dalam alkohol mulai terdapat pada propanol yang mempunyai dua isomer, yaitu 1–propanol dan 2–propanol.
CH3– CH3– CH2– OH CH3– CH(OH) – CH3
1–propanol 2–propanol

Tuliskan nama senyawa alkohol berikut.

Urutan Penamaan Senyawa Alkohol menurut IUPAC
1) Menentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus – OH
selain itu atom karbon lain sebagai cabang.
2) Memberi nomor pada rantai induk yang dimulai dari salah satu ujung rantai, sehingga posisi gugus – OH mendapat nomor terkecil.
(Perhatikan tidak harus nomor satu!!!)
3) Urutan penamaan:
• nomor atom C yang mengikat cabang
• nama cabang: - CH3 metil
- C2H5 etil
• nama rantai induk (alkanol)

e) Reaksi Dehidrasi Alkohol
Alkohol jika dipanaskan dengan asam kuat, maka akan terjadi
alkena dan air.
Contoh:
CH3– CH2 – CH2 – OH CH2 – CH = CH2 + H2O
n – propanol 1 – propena

a. Reaksi dengan logam Na (reaki pengenal alkohol)
C2H5-OH + Na C2H5ONa + H2

b. Reaksi oksidasi
Alkohol primer Aldehid asam karboksilat
Alkohol sekunder Keton
Alkohol tersier
c. Reaksi dengan Hidrogen Halida
R-OH + HCl R-X + H2O
d. Reaksi esterifikasi
R-OH + R-COOH R-COOR + H2O

Sifat Kimia

Semakin besar massa relatif alkanol titik didih semakin tinggi.Untuk alkanol dengan rumus molekul sama alkanol bercabang mempunyai titik didih lebih rendah daripada rantai lurus. Kelarutan alkanol berkurang seiring dengan bertambah panjangnya rantai karbon.

Sifat – sifat Alkohol
1) Sifat Fisis

2) Keisomeran Optik
Keisomeran optik berkaitan dengan sifat optik, yaitu kemampuan suatu senyawa untuk dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi.
Keisomeran optik terjadi karena adanya atom C asimetrik, yaitu atom C yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Banyaknya isomer optik dapat dicari dengan rumus 2n, dengan n = jumlah atom C asimetrik.

2–butanol mempunyai 1 atom C asimetrik, sehingga isomer optik 2–butanol adalah:

1. Penulisan nama cabang sesuai urutan abjad: etil mendahului metil.
2. Apabila posisi gugus –OH ekivalen dari kedua ujung rantai induk, maka penomoran dimulai dari salah satu ujung sehingga cabang-cabang mendapat nomor terkecil.

Tata nama Alkanol/alkil alkohol

Keduanya Isomer fungsi

Apa perbedaan dan kesamaan antara kedua rumus umum dan rumus strukturnya

BEBERAPA HOMOLOG SENYAWA TURUNAN ALKANA

Latihan!

Tuliskan semua isomer posisi dari pentanol dan heksanol!

Cara menentukan jumlah isomer posisi alkohol:
a) Membuat kemungkinan kerangka atom C.
b) Menentukan kemungkinan letak gugus –OH pada posisi yang berbeda pada setiap bentuk kerangka atom C.

Dari rumus struktur senyawa berikut, tentukan atom mana yang berkedudukan sebagai atom C primer, atom C sekunder, atom C tersier, dan atom C kuartener serta hitunglah jumlah masing-masing atom C tersebut!

3) Alkohol tersier, yaitu alkohol yang gugus fungsinya (–OH) terikat pada atom C tersier.
Contoh:

2) Alkohol sekunder, yaitu alkohol yang gugus fungsinya (–OH) terikat
pada atom C sekunder.
Contoh:

Berdasarkan letak gugus fungsinya, alkohol dibedakan menjadi tiga jenis :
1) Alkohol primer, yaitu alkohol yang gugus fungsinya (–OH) terikat pada atom C primer.
Contoh: CH3– CH2–OH

Jenis-jenis alkohol

Keduanya Isomer fungsi

Apa perbedaan dan kesamaan antara kedua rumus umum dan rumus strukturnya

O

O

O

O

O

O

BEBERAPA HOMOLOG SENYAWA TURUNAN ALKANA

Zat optis aktif adalah zat yang dapat memutar bidang cahya terpolarisasi

Zat optis aktif

Cahaya terpolarisasi

Polarimeter



Isomer Optik Yaitu zat yang rumus molekulnya sama tetapi kemampuan memutar bidang cahaya terpolarisasi berbeda.

Zat Optis aktif

Keisomeran Optik

Keisomeran Geometri

Keisomeran gugus fungsi

Keisomeran posisi

Keisomeran kerangka

Keisomeran Struktur

Keisomeran Ruang

KEISOMERAN

Asam 2-metil propanoat

O

CH3

CH3 –CH-C –OH

Asam etanoat /Asam asetat Asam cuka

O

CH3 –C -OH

Asam metanoat /Asam formiat

O

H – C – OH

Alkanoat

Asam

O

R – C – O – H

Asam alkanoat / As. Karboksilat

2-Butanon (Butanon)

O

CH3 – CH2 -C-CH3

2-pentanon

O

CH3 –C –CH2–CH2- CH3

Propanon

O

CH3 -C-CH3

3-metil 2-butanon

O

CH3

CH3 –CH-C –CH3

Tata nama alkanon (Keton)

Amil -C5H11

Ters.butil

Sek.butil

Isobutil

butil

isopropil

Propil

CH3

CH3

–C - CH3

CH3

–CH- CH2- CH3

CH3

- CH2–CH- CH3

–CH2–CH2- CH2- CH3

CH3

–CH–CH3

–CH2–CH2- CH3

Keduanya Isomer

Apa perbedaan dan kesamaan antara kedua rumus umum dan rumus strukturnya

O

O

O

O

O

O

BEBERAPA HOMOLOG SENYAWA TURUNAN ALKANA

Bagian senyawa
inilah yang menentukan
sifat kimia senyawa.
Bagian senyawa ini
Yang akan berubah
Jika bereaksi dengan
Senyawa lain

O

CH3-CH2-C – CH3

O

CH3-CH2- C -OH

CH3-CH2-CH2 -OH

Atom atau gugusan atom bagian dari senyawa yang
menentukan sifat kimia senyawa tersebut disebut : GUGUS FUNGSI

SENYAWA TURUNAN ALKANA

CH3-CH2

H

OH

CH3

C

CH2-CH3

H

OH

CH3

C

CONTOH:
2-Butanol

Sifat optis aktif hanya dimiliki zat yang memiliki atom C Asimetris (atom C yang mengikat 4 atom /gugus yang berbeda)

2-Etoksi Butana etil sek.butil eter

Butana

Etoksi terikat pada atom C no 2

CH3

CH3 -CH2-CH- O – CH2-CH3

Etoksi propana
Etil propil eter

propana

Etoksi

Rantai yang lebih pendek di pakai sebagai Alkoksi (alkana dengan akhiran oksi.

Rantai yang lebih panjang di pakai sebagai Alkana

CH3 -CH2-CH2- O – CH2-CH3

Tata nama alkoksi alkana (Eter)

ISOMER FUNGSI

CnH2n O2

Alkil alkanoat R-COOR

Asam.Alkanoat R-COOH

O

O

CnH2n O

Alkanon R-C-R

Alkanal R-C-H


CnH2n +2O

Alkoksi alkana R-OR

Alkanol R-OH

Senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi gugus fungsinya berbeda.

KEISOMERAN FUNGSI

etil 2-metil propanoat

O

CH3

CH3 –CH-C –O-CH3- CH3

metil etanoat /metil asetat

O

CH3 –C –O-CH3

metil metanoat /metil formiat

O

H – C – O-CH3

Alkanoat

Alkil

O

R – C – O – R

Alkil alkanoat / Ester

propanal; propionaldehid

O

CH3 – CH2 -C-H

etanal; Asetaldehid

O

CH3 -C-H

Metanal; formaldehid

O

H-C-H

3-metil butanal

O

metil

2

4

3

1

CH3

CH3 –CH-CH2-C -H

Sebutkan nama ranyai karnobnya sesuai dengan nama alkana dengan akhiran nal

Tata nama alkanal (Aldehid)

Untuk membedakan maka diberi awalan cis dan trans

Karena berbeda maka namanya harus berbeda

Cis-2,3-dikloro 2-butena

Trans-2,3-dikloro 2-butena

2,3-dikloro butana

2,3-dikloro butana

H –C – C –H

C = C

CH3

Cl

CH3

Cl

C = C

CH3

Cl

CH3

Cl

CH3

Cl

CH3

Cl

H –C – C –H

CH3

Cl

CH3

Cl

Isomer geometri hanya dimiliki oleh senyawa turnan alkena

Isomer Geometri

CH3

O

8.

H-O-C –CH-CH3

O

7.

CH3

CH3 –CH-O-C –CH2-CH3

O

6.

CH3

CH3 –CH-CH2-C -H

5.

CH3

CH3 –CH-O-CH2-CH3

O

CH3

4.

CH3

CH3 –CH-CH-C –CH2-CH3

O

3.

CH3

CH3 –CH-CH2-C –O-CH3

O

CH3

2.

CH3

CH3 –CH-CH-C -OH

CH3

1.

CH3

CH3 –CH-CH-CH2-OH

Tuliskan nama dari:

Penamaan secara trivial
dengan menyebut nama gugus alkil yang terikat pada gugus –OH
kemudian diikuti kata alkohol : R-OH Alkil Alkohol
Contoh:
CH3–CH2-–OH Etil alkohol
CH3–CH2–CH2–OH Propil alkohol
2) Penamaan secara sistem IUPAC
dengan mengganti akhiran a pada alkana dengan akhiran ol (alkana menjadi alkanol)
Contoh :
CH3–CH2–OH Etanol
CH3–CH2–CH2–OH Propanol
Full transcript