Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kerajaan Islam di Pontianak

No description
by

yulia krisanti

on 3 May 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kerajaan Islam di Pontianak

Kerajaan Islam di Pontianak
Kesultanan Pontianak
Peta Kerajaan Pontianak
Awal Mula Berdirinya
Pendiri kesultanan ini adalah Syarif Abdurrahman Alkadrie
Kesultanan ini awalnya berdiri karena keinginan Syarif Alkadrie dan saudara-saudaranya beserta para pengikutnya untuk mencari tempat tinggal setelah ayahnya meninggal pada tahun 1184 H di Kerajaan Mempawah
Mereka menggunakan 14 perahu untuk menyusuri Sungai Peniti, dan lalu Sungai Kapuas untuk mencari tempat tinggal
Pada tanggal 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1184 H), tepatnya menjelang subuh, mereka akhirnya sampai di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.
Syarif Abdurrahman Alkadrie
Kesultanan Pontianak / Kadriah

Berdiri pada 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H)

Pendiri sekaligus raja pertama :
Syarif Idrus Abdurrahman al-Alydrus / Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie

Letak :
Persimpangan antara Sungai Landak, Kapuas Kecil dan Kapuas Besar, di Kalimantan Barat

Kehidupan Politik
Tahun 1778, VOC datang ke Kalimantan Barat mengganggu kestabilan Kerajaan Pontianak.
Tahun 1808, Syarif Idrus Abdurrahman al-Alydrus meninggal dan terjadilah perebutan kekuasaan antara kedua putranya, yaitu Syarif Kasim dan Syarif Usman

Setelah Sultan Syarif Kasim wafat pada 25 Februari 1819, Syarif Usman Alkadrie naik tahta sebagai Sultan Pontianak. Sultan Syarif Usman mengeluarkan banyak kebijakan bermanfaat
Anak tertua Sultan Syarif Usman, Syarif Hamid Alkadrie (1855-1872), lalu dinobatkan sebagai Sultan Pontianak pada 12 April 1855.
Dan ketika Sultan Syarif Hamid wafat pada 1872, putra tertuanya, Syarif Yusuf Alkadrie (1872-1895) naik tahta beberapa bulan setelah ayahnya wafat. Sultan Syarif Yusuf dikenal sebagai satu-satunya sultan yang paling sedikit mencampuri urusan pemerintahan. Sultan Syarif Yusuf lebih aktif dalam bidang keagamaan, sekaligus merangkap sebagai penyebar agama Islam.
Kesultanan Kadriah dipimpin oleh delapan sultan, yaitu sejak tahun 1771 hingga tahun 1950 sebagaimana berikut ini :
1. Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie (1771-1808)
2. Sultan Syarif Kasim Alkadrie (1808-1819)
3. Sultan Syarif Usman Alkadrie (1819-1855)
4. Sultan Syarif Hamid Alkadrie (1855-1872)
5. Sultan Syarif Yusuf Alkadrie (1872-1895)
6 Sultan Syarif Muhammad Alkadrie (1895-1944)
7. Sultan Syarif Thaha Alkadrie (1944-1945)
8. Sultan Syarif Hamid II Alkadrie (1945-1950)
Kehidupan
Sosial Budaya
Kesultanan Kadriah merupakan kerajaan terbesar di wilayah Kalimantan
Kesultanan Kadriah berkembang pesat karena didukung dengan adanya jalur pelayaran dan perdagangan
Proses ini juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat
Tidak sedikit dari para pendatang yang kemudian bermukim di daerah ini

Kegiatan perdagangan di Pontianak berkembang pesat karena letak Pontianak yang berada di persimpangan 3 sungai.
Pontianak memiliki hubungan dagang yang luas
Komoditas utamanya antara lain :
Garam
Berlian
Emas
Lilin
Rotan
Tengkawang
Karet
Tepung Sagu
Gambir
Pinang
Sarang Burung
Kopra
Lada
Kelapa

Kehidupan Ekonomi
Daniel A.G, Rebeka M, Yulia K (X mipa 3)
Full transcript