Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Bisnis, Lingkungan Hidup, dan Etika

No description
by

Aflizal Arafianto

on 1 December 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Bisnis, Lingkungan Hidup, dan Etika

Bisnis, Lingkungan Hidup, dan Etika
KELOMPOK 5
1. Kevin Keisha (2012200255)
2. Aflizal Arafianto (2012410029)
3. Hans Adriel (2012410066)
4. Leonardo (2012410072)
5. Edward Suharli (2012410086)
6. Gregorius Maria Bravado (2012410150)
7. Reva Ayu (2012410175)
8. Maudy Rentina (2012410202)


Landasan Teori
Krisis Lingkungan Hidup
ANALISIS KASUS
Hidup manusia tidak dapat terpisahkan dari lingkungan alam, termasuk dalam melakukan usaha / berbisnis.

Bisnis. Secara langsung / tidak langsung menciptakan pengaruh terhadap lingkungannya.

Timbul kerusakan lingkungan hidup karena pelaku bisnis hanya mengeksploitasi alam tanpa memenuhi kewajiban moralnya.


Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Kerusakan Lingkungan hidup yang terjadi berdampak pada seluruh manusia.

Diperlukan pengingatan kembali bagi manusia,
bahwa yang dibutuhkan bagi pembangunan lingkungan hidup, bukanlah hanya teknologi, namun juga etika dan moralitas.

Krisis Lingkungan Hidup

Adapun, inti masalahnya ada 3, yaitu:

Pertama
, bisnis modern yang memanfaatkan iptek telah membebani alam diatas ambang toleransinya.

Kedua
, meningkatnya standar hidup masyarakat, sehingga menimbulkan sampah yang semakin banyak pula.

Ketiga
, semakin banyaknya juga polutan.


Penyebab Masalah Lingkungan Hidup semakin luas :
1. Bumi dianggap sebagai barang umum, sehingga boleh dipakai seenaknya.

2. Pemanasan global.

3. Penghancuran dan pembabatan hutan besar-besaran.

4. Hujan asam.

5. Akumulasi bahan beracun.

Lingkungan Hidup dan Ekonomi
Pada awalnya lingkungan hidup dianggap sebagai lahan tak bertuan, oleh sebab itu manusia dapat secara bebas memanfaatkan lingkungan hidup.

Untuk pembatasan secara subjektif manusia melakukan privatisasi sumber daya.

Lingkungan Hidup sebagai the commons
Lingkungan hidup bukan eksternalitas lagi


Karena pada awalnya pemanfaatan sumber daya tidak dibatadi, maka manusia cenderung melakukan eksploitasi untuk kepentingan pribafi tanpa memperhitungkan dampak yang dibebankan bagi pihak lain.

Oleh karena itu perlu disadari bahwa dampak dari pemanfaatan sumber daya perlu diperhatikan, karena efek yang ditimbulkan bukan aspek eksternal.

Pembangunan Berkelanjutan
Merupakan sistem Pembangunan yang menguntungkan di masa kini namun tidak merugikan di masa depan.

Kekurangan :
1. Parameter waktu tidak jelas.

2. Alam cenderung menjadi objek eksploitasi tanpa batasan yang jelas.

3. Konsep ini tidak diuji secara kritis

Solusi : Keberlanjutan Ekologi.
Hubungan Manusia dengan Alam
Ada dua paradigma:

1. Paradigma antroposentris
2. Paradigma ekosentris

Antroposentris manusia dianggap sebagai pusat dari sistem alam semesta.

Beberapa sifat paradigma antroposentris:
1. Instrumentalistis pola hubungan manusia dengan alam dilihat hanya dalam relasi instrumental.

2. Teleologis, mendasarkan pertimbangan moral pada akibat dari tindakan tersebut bagi manusia.

3. Egositis, hanya mengutamakan kepentingan manusia sehingga kepentingan makhluk hidup lain tidak jadi pertimbangan moral manusia.


Paradigma antroposentris
Paradigma Ekosentris
Makhluk hidup dan benda-benda abiotis lainnya saling terkait.

Salah satu versinya adalah Deep Ecology.

Deep ecology dibagi menjadi 2:
a. shallow ecological movement
b. deep ecology

Deep ecology menyatakan 2 hal penting:

1. Manusia dan kepentingannya bukan lagi ukuran bagi segala sesuatu yang lain.
2. Deep Ecology sebagai etika praktis/gerakan.


Paradigma Ekosentris
Mencari Dasar Etika untuk Tanggung Jawab terhadap LH
Hak dan Deontologi
Menurut William T. Blackstone, setiap manusia berhak atas lingkungan berkualitas yang memungkinkan dia untuk hidup dengan baik, atau ‘the right to a livable environment.’

Ini berdasarkan teori deontologi → ‘manusia harus selalu diperlakukan sebagai tujuan pada dirinya, dan tidak pernah menjadi sarana belaka’.

Adanya perdebatan untuk mengakui adanya hak untuk generasi-generasi yang akan datang. Pernyataan ini ditanggapi oleh ahli etika dalam 2 cara yang berbeda, yaitu pro dan kontra.


Kontra oleh Velasquez :

Generasi-generasi mendatang tidak berhak, karena mereka belum ada, bahkan mungkin tidak ada.

Generasi mendatang hanya ada dalam imajinasi, dan hanya ada dalam pikiran.

Jika generasi mendatang sungguh ada, mungkin kita harus mengorbankan seluruh peradaban kita demi kepentingan mereka.

Generasi sekarang tidak mengetahui banyak mengenai generasi mendatang, apa yang mereka perlukan, berpa banyak keperluan mereka.


Pro oleh Guenter Altner :

Generasi mendatang berhak atas hidup.

Generasi mendatang berhak untuk tidak dimanipulasi, dan mewarisi sesuatu yang belum diubah oleh manusia.

Generasi mendatang berhak atas dunia yang punya banyak keanekaragaman hayati.

Generasi mendatang berhak atas udara yang bersih, Didukung oleh Robert Mellert dengan 4 pertimbangan, yaitu:

- Pertama, generasi mendatang pada hakikatnya sama dengan kita.
- Kedua, seseorang dilahirkan dalam suatu generasi tertentu karena kebetukan sejarah.
- Ketiga, kehidupan kita sebagai spesies jauh lebih penting dibanding kehidupan kita sebagai individual.
- Keempat, dampak kehidupan kita akan terus berlanjut.


Suatu perbuatan adalah baik kalau membawa kesenangan paling besar untuk jumlah orang paling besar atau kalau mengoptimalkan manfaat. Pelestarian lingkungan hidup terlihat merupakan keadaan paling menguntungkan bagi seluruh umat manusia, termasuk generasi yang akan datang. Karena itu, lingkungan hidup tidak lagi boleh diperlakukan sebagai suatu eksternalitas ekonomis.


Utilitarisme

Ada 3 cara untuk mengaitkan keadilan dengan masalah lingkungan hidup.

Persamaan

Jika dunia bisnis tidak berupaya untuk melestarikan lingkungan, akibatnya tidak akan sama bagi semua orang. Bagi para pengusaha tersebut, mereka akan mendapatkan untung dan semakin maju dengan mengeksploitasi alam. Namun, bagi penduduk sekitar, justru akibatnya akan sangat merugikan, karena daerahnya menjadi tercemar oleh polusi yang berat. Lngkungan hidup harus dilestarikan, karena akan mengakibatkan persamaan, penduduk sekitar tidak mendapat pencemaran yang berarti, sementara para pebisnis tetap menjalankan usahanya dengan mengolah terlebih dahulu limbahnya, dan ikut merevitalisasi lingkungan hidup di sekitarnya.


Keadilan
Prinsip Penghematan Adil
Menurut John Rawls, kita bersikap adil ketika kita mewariskan lingkungan yang baik kepada generasi yang akan datang. Berarti, kita harus menghemat dalam memakai SDA sehingga masih cukup bagi generasi mendatang. Kita wajib mewariskan lingkungan yang utuh kepada generasi yang akan datang, agar mereka bisa hidup lebih pantas dari kita saat ini.

Keadilan Sosial
Masalah lingkungan hidup merupakan masalah global, bukan masalah nasional ataupun individu. Maka itu, dapat diselesaikan pada taraf global. hal itu yang mendasari berdirinya LSM yang aktif di bidang lingkungan hidup yang berdimensi global, seperti greenpeace. Ada juga kegiatan internasional dibawah naungan PBB, seperti Earth Summit, protokol Kyoto, Protokol Kanada, dsb.




Prinsip Penghematan Adil dan Keadilan Sosial
Implementasi Tanggung Jawab terhadap Lingkungan Hidup
1. Siapa yang harus membayar

2. Bagaimana Beban dibagi

Implementasi Tanggung Jawab terhadap Lingkungan Hidup
1.Siapa yang harus membayar
Pengaturan

Pemberian insentif

Mekanisme harga

Pembagian beban
Dunia bisnis harus menaati hukum dan peraturan yang berlaku di lingkungan hidup.

ETIKA DAN LINGKUNGAN HIDUP
Si pencemar atau pihak yang mencemari lingkungan hidup

Yang menikmati lingkungan bersih
(-) sulit untuk menentukan siapa
yang mencemari lebih banyak.

(-) bukan sesuatu yang harus dibayar
untuk mendapatkan lingkungan
bersih

Etika Lingkungan Hidup
Pengertian Etika Lingkungan Hidup
Batasan perilaku manusia thd alam

Relasi antar makhluk hidup

Dampak berakibat pd semua elemen makhluk hidup

Prinsip Etika Lingkungan Hidup
Pegangan dan tuntutan bagi perilaku manusia dalam berhadapan dengan alam.

Keraf memberikan minimal ada Sembilan prinsip dalam etika lingkungan hidup, yaitu:

a. Prinsip sikap hormat terhadap alam
b. Prinsip Tanggung Jawab
c. Solidaritas Kosmis
d. Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian terhadap Alam
e. Prinsip tidak merugikan
f. Prinsip Hidup Sederhana dan Selaras Dengan Alam
g. Prinsip keadilan
h. Prinsip demokrasi
i. Prinsip integrasi moral


Kasus Hambalang
Dirjen Olahraga hendak membangun P3OPN

Dibentuk tim verifikasi untuk mencari lahan
Syarat:
- Luas lahan >20 hektar
- Jarak < 70km dari Jakarta
- Kemiringan topografi tanah max 15%
- Harga tanah tidak lebih dari Rp.30.000/m2
- Kondisi lahan bukan lahan produktif

Pilihan lokasi:
Karawang - Cariu
Cikarang
- Hambalang - Cibinong



Dirjen Olahraga Depdiknas mengajukan permohonan penetapan lokasi kepada Bupati Bogor.

Bupati Bogor menyetujui dengan mengeluarkan Keputusan Bupati Bogor pada Juli 2004.

Mei 2004, Dirjen Olahraga telah menunjuk PT LKJ untuk melaksanakan pematangan lahan dan pembuatan sertifikat tanah.

Lokasi Hambalang masuk zona kerentanan gerakan tanah menengah tinggi

PVMBG menyarankan untuk tidak mendirikan bangunan di lokasi tersebut


PENYIMPANGAN - PENYIMPANGAN YANG TERJADI
Bupati bogor menandatangani site plan dan Kepala Badan Perizinan Terpadu Kabupaten Bogor sudah menerbitkan IMB, meskipun Kemenpora belum melakukan studi amdal

Diduga telah terjadi perekayasaan pelelangan untuk memenangkan KSO AW( Kerja Sama Operasi Adhi Karya & Wijaya Karya)

KSO-AW menerima proyek yang direncanakan oleh Kemenpora padahal pihak KSO-AW tahu bahwa kondisi tanah di Hambalang tidak layak untuk bangunan sekelas P3SON

Perencanaan infrastruktur tidak menunjukkan adanya kegiatan untuk penanganan kondisi tanah yang labil terlebih dahulu

PRINSIP ETIKA LINGKUNGAN HIDUP YANG DILANGGAR
1. Prinsip tanggung jawab

2. Prinsip integrasi moral

3. Prinsip keadilan

4. Prinsip demokrasi

5. Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam

KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Pemberlakuan hukum lingkungan hidup yang sebenar-benarnya dan dilaksanakan tanpa kompromi.

Kebijakan-kebijakan pro-lingkungan yang sudah ada juga perlu diawasi lagi dalam pelaksanaannya.

Perlu ditingkatkan rasa peduli kita terhadap lingkungan.


1. Setiap orang yang akan membuka usaha di suatu lahan, memiliki kewajiban moral untuk memperhatikan apa dampak yang terjadi pada lingkungan setelah usahanya dijalankan.

2. Manusia dalam konteks ekonomi dan bisnis berkewajiban untuk memanfaatkan SDA dengan sedemikian rupa sehingga kualitasnya tidak berkurang, tapi tetap bermutu sama seperti sebelumnya.

3. Untuk tetap menjaga keasrian lingkungan hidup, diperlukan penegakan hukum dengan tegas oleh pemerintah untuk para pelaku bisnis yang tidak melaksanakan kewajiban moralnya untuk ikut serta menjaga keasrian lingkungan hidup.



KESIMPULAN
SESI TANYA JAWAB
TERIMA KASIH
Full transcript