Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Inayah Oktaviana

on 28 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

Perhitungan Pembahasan Results II.Tujuan :

1. Menentukan Rasio kombinasi unsure zink dan oksigen dalam senyawa zink oksida
2. Mendemonstrasikan hukum perbandingan tetap
I.Judul : Penentuan Rasio Kombinasi Zink dan Oksigen dalam zink Oksida Percobaan ini bertujuan untuk menentukan rasio kombinasi unsur zink dan oksigen dalam senyawa zink oksida. Selain itu untuk mendemonstrasikan hukum perbandingan tetap.

Prinsip dasar pada percobaan ini yaitu menggunakan hukum perbandingan tetap atau hukum Proust yang menyatakan bahwa suatu senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu tepat sama, dengan kata lain setiap suatu senyawa memiliki komposisi unsur-unsur yang tetap. Hukum perbandingan tetap adalah hukum dasar Stokiometri.
Prinsip kerja percobaan ini adalah menimbang cawan porselen kosong, memasukkan 0.1gr logam zink murni kedalam cawan porselen lalu timbang. Menambahkan 0.5ml air dan 0.5ml larutan HNO3 6M. Setelah reaksi selesai, memindahkan larutan kedalam waterbath biarkan menguap. Jika zink nitrat sedikit, panaskan dengan api kecil dan terus panaskan sampai endapan kering. Mendinginkan endapan yang diperoleh dan timbang. Panaskan endapan yang diperoleh dan dinginkan dan timbang kembali hingga berta konstan (data yang paling konstan). III. Data Pengamatan Zink dan zink oksida adalah dua zat yang dapat ditentukan beratnya secara akurat, oleh kare na itu banyaknya oksigen yang terikat dalam senyawa oksida dapat diperoleh melalui cara-cara yang berbeda. Seng atau Zn adalah unsur kimia dengan lambing kimia Zn, memiliki nomor atom 30 dan massa atom relative 65,39 gr/mol. Zn merupakan unsur pertama pada golongn 12. Sedangkan oksigen adalah unsur kimia yang memiliki nomor atom 8 dn massa atom relative 16 gr/mol. Untuk mengkonversi secara kuantitatif jumlah zink ke oksida zink secara langsung memerlukan perhitungan yang sukar, tetapi hasilnya akan sama. Secara langsung logam zink dapat direaksikan dengan asam nitrat untuk memperoleh garam nitratnya. Garam nitrat yang diperoleh kemudian diuraikan lewat pemanasan sehingga diperoleh senyawa residu yang tidak lain adalah zink oksida. Secara umum, rumus empiris suatu senyawa, misal AxBy. dapat ditulis sebagai berikut:
x : y = (massa atom A)/(Ar A) : (massa atom B)/(Ar B)
Dalam percobaan digunakan aquades yang berfungsi sebagai media yang akan mempermudah terjadinya reaksi Zn dengan HNO3. Jika reaksi selesai sebelum logam zink habis bereaksi maka perlu dilakukan penambahan HNO3 sampai logam zink larut semua. Pada saat semua logam zink larut, warna menjadi kuning muda. Pada saat asam nitrat dimasukkan ke dalam cawan porselen menghasilkan gas yang menyengat, gas itu adalah H2¬. Reaksi:
Zn+ 2 HNO3 Zn (NO3)2 + H2
Setelah reaksi selesai memindahkan ke ruang asap dan dibiarkan menguap, kemudian memanaskan dengan api kecil dan terus menerus sampai diperoleh berat konstan. Pada saat pemanasan ini terjadi reaksi penurunan garam nitrat.
Zn(NO¬3¬)2 ZnO + 2 NO2 + ½ O2
Setelah dipanaskan terbentuk endapan zink oksida. Berdasarkan perhitungan. Rasio kombinasi unsur zink dan oksigen = 5:2. Padahal berdasarkan teori perbandingannya 1:1. Perbedaan hasil percobaan dengan teori tersebut disebabkan oleh : adanya zat pengotor, penimbangan belum stabil.
Full transcript