Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KONSEP KETUHANAN

No description
by

Penjelajah Ilmu

on 7 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KONSEP KETUHANAN

Siapakah Tuhan itu?
Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai olehnya.


Tuhan itu bisa berbentuk apa saja, yang dipentingkan oleh manusia. Yang pasti ialah tidak mungkin atheis, tidak mungkin tidak bertuhan.
Sejarah Pemikiran ManusiaTentang Tuhan
Pemikiran Barat
Ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didadasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah.

Teori Evolusionisme, yaitu teori yang menyatakan bahwa kepercayaaan yang sederhana akan berubah menjadi kepercayaan yang sangat sempurna

Definisi Teologi Islam
Selesai!
KONSEP KETUHANAN
DALAM ISLAM

DAN ALIRAN-ALIRAN TEOLOGI
Teori EVOLUSIONISME
Dinamisme: Manusia pada zaman primitif percaya bahwa benda dapat memberikan pengaruh pada kehidupan mereka.
Animisme: Selain dinamisme, masyarakat primitif juga percaya akan adanya roh yang berperan dalam hidup mereka.
Politeisme: Disaat dinamisme dan animisme tidak lagi memberikan kepercayaan, lalu munculah Dewa yang mempunyai tugas-tugas tertentu sesuai dengan bidangnya.
Henotisme: Cendikiawan tidak puas dengan Politeisme. Lalu dewa-dewa dari Politeisme di pilih kembali karena tidak mungkin dewa memiliki keuatan yang sama.

Monoteisme: Lalu setelah Tuhan bertingkat Nasional pada Henoteisme, munculah Monoteisme dimanaTuhan menjadi satu untuk seluruh bangsa dan bersifat Internasional.
Pemikiran Umat Islam
Adanya pemikiran-pemikiran mengenai Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid, Ilmu Kalam, atau Ilmu Ushuludiin telah memunculkan beberapa aliran yang bersifat liberal, tradisional, ataupun gabungan dari keduanya. Karena banyaknya aliran tersebut maka sangat sulit untuk membedakan metodologi dalam memahami Al-Qur’an atau hadits.
Aliran Pemikiran Ketuhanan
Mu’tazilah
: Dalam pemahaman ajaran dan keimanan, Mu’tazilah memakai logika dalam menganalisis ketuhanan.


Qadariah
: Pada pemahaman ini, manusia harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya.
Jabariah:
Berbeda dengan Qadariah, Jabariah berpaham bahwa manusia tidak dapat berkehendak dan berbuat.


Asy’ariyah dan Maturidiyah
: Merupakan pendapat yang berada diantara Qadariah dan Jabariah.



Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu
Inti dari surat Al-Anbiya ayat 92 menjelaskan bahwa sejak zaman dahulu hingga sekarang tidak ada perbedaan tentang ajran ketuhanan. Agama satu-satunya yang hanya diturunkan Allah, yaitu agama Tauhid. Konsep Tauhid ini sudah ada sejak datangnya nabi Adam di muka Bumi. Allah tidak dapat disejajarkan dengan yang lainnya.
Tuhan
Pembuktian
Wujud
Metode Pembuktian Ilmiah
agama dan ilmu pengetahuan
kedua-duanya berlandaskan pada keimanan pada yang ghabib(hakikat).
Keberadaan Alam

Membuktikan Adanya Tuhan
Segala sesuatu bagaimanapun ukuranya,pasti ada penyebabnya.oleh karena itu bagaimana akan percaya bahwa alam semesta demikian luasnya,ada dengan sendirinya tanpa pecipta?
Pembuktian Adanya Tuhan
dengan Pendekatan Fisika
Seandainya alam ini azali,maka sejak dulu alam sudah kehilanganenerginya.
Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Astronomi
Logika manusia dengan memperhatikan sistem luar angkasa yang luar biasa,akan bekersimpulan bahwa di balik semuanya itu ada kekuatan Maha Besar yang mengaturnya.
Teologi merupakan ilmu yang membicarakan tentang Tuhan dan hubunganya dengan manusia,baik berdasarkan kebenran wahyu mapupun berdasarkan penyelidikan akal murni,dengan tujuan untuk memantapkan keyakinnan manusia terhadap Tuhan,yang bersumber kepada Al Quran dan Al Hadist
Sejarah Teologi Islam
Teologi Islam baru muncul beberapa masa kemudian,setelah ilmu-ilmu ke islaman mulai lahir dan setelah orang banyak suka membicarakan sosal-soal metafisika.
Aliran-Aliran dalam Teologi Islam
Teologi Islam bermula dari persoalan –persoalan politik kemudian bergeser ke masalah agama/Teologi yang pada akhirnya memunculkan berbagai aliran/mahzab dalam. Berbagai mahzab dalam Islam,yaitu :

SYI’AH
Berarti pengikut. Sy’iah merupakan mahzab yang pertama muncul dalam Islam. Syi’ah mulai muncul pada akhir masa pemerintahan Utsman bin Affan dan berkembang pad masa Ali bin Abi Thalib. Syi’ah sangat mengagumi Ali bin Abi Thalib dalam berbagai hal dan mereka percaya bahwa Ali bin Abi Thalib dan keluarganya yang paling berhak menjadi khalifah.

Pada perkembangan selanjutnya./, Syi’ah terpecah menjadi banyak sekte antara lain: Saba’iyyah, Ghurabiyyah, Kaisaniyyah,Zadiyyah, dan Imamiyah Itsna’asyariyah

KHAWARIJ
Berasal dari kata Kharaja yang berarti keluar, karena keluar dari barisan Ali setelah peristiwa arbitrasi antara Ali dengan Mu’awiyah pada pertempuran Shiffin.
Kaum Khawarij umumnya berasal dari kaum Arab Badawi yang tinggal di gurun pasir yang tandus sehingga watak mereka berani,keras hati ,bebas , sederhana, dll, menyebabkan mahzab mereka tidak mentolerir penyimpangan sedikitpun dalam agama Islam. Mahzab ini mengakui kekhalifahan Abu Bakar dan Umar bin Khattab namun menolak kepemimpinan akhir Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Sekte dalam Khawarij yaitu : Azariqah, Najdah, Ibadahiyah Shaffariyyah, Ajaridah, Yazidiyyah dan Maimuniyyah
.

MURJI’AH
Berasal dari kata arja’a,artinya menunda karena mereka berpendapat bahwa perbuatan dosa tidak lah merusak kieimanan, sebagaimana ketaatan tidak memberi manfaat bagi orang kafir. Mereka memandang lebih baik menunda (arja’a) persoalan ini ke hari Perhitungan di depan Tuhan .
Kelompok Murji’ah muncul sebagai pihak yang netral atau tidak ingin ikut campur dalam permasalahan pelaku dosa besar maupun kafir mengkafirkan . Mereka menyerahkan penentuan hukumnya kepada Allah di hari kiamat kelak.

MUKTAZILAH
Pada perkembangannya,Muktazilah tampil sebagai aliran teologi bersifat rasional Liberal.Dalam merumuskan segala sesuatu ,mereka berpegang pada premis-premis logika.
Beberapa prinsip ajaran paham Muktazilah terangkum dalam al-Ushul-al-Khamsah,atau pancasila Muktazilah,yaitu:
At-Tauhid (pengesaan Tuhan )
Al-Adl (keadilan)
Al-Wa’d wa al-Wa’id (janji dan ancaman)
Al-manzilah Bain al-Manzilatain (posisi menengah diantara dua posisi)
Al-Amr bi al-Ma’ruf wa al-Munkar (menyuruh berbuatv baik dan mencegah kemungkaran

ASY’ARIYAH
Merupakan mahzab yang muncul setelah mahzab Muktazilah yang mulai menurun kedudukannya.
Beberapa inti ajaran Asy’ariyah:
Asy’ariyah mengakui sifat-sifat Tuhan yang sesuai dengan dzat Tuhan itu sendiri dan sama sekali tidak menyerupai sifat makhluknya.
Manusia tidak berkuasa apapun dalam berbuat sesuatu tetapi berkuasa untuk memperoleh (kasb) sesuatu perbuatan
Pada hari akhir,Tuhan bisa dilihat tetapi tidak menuntut cara tertentu dan tidak pula arah tertentu.
Pelaku dosa besar tetaplah Mukmin, karena imannya masih ada, namun ia menjadi fasik karenanya

MATURIDIYAH
Diambil dari nama pendirinya,Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud yang dikenal dengan nama Abu Manshur Al-Maturidi.Maturidiyah menggunakan metode yangmemberikan otoritas besar kepada akal manusia tanpa berlebihan.Al Maturidiyah berpegang kepada keputusan akal pikiran dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syara’ .Jika hal itu bertentangan dengan syara’,lakal harus tetap tubduk kepada keputusan syara


QADARIYAH DAN JABARIYAH
Menurut paham Qadariyah(berasal dari kata qudra,artinya mampu,dalam bahasa Inggris disebut free will atau free act), manusia mempunyai kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatan-perbuatannya.Sebaliknya, menurut paham Jabariyah,manusia tidak memiliki kekuasaan untuk berbuat apa-apa , ia tidak memiliki kehendak dan pilihan sendiri,karena semuanya telah ditentukan dan diciptakan Tuhan dalm diri manusia.

DINAMIKA TEOLOGI DI INDONESIA
Mayoritas umat Islam di Indonesia penganut mahzab fiqh Syafi’iyah.Jika mahzab Hanafi terkenal sebagai mahzab rasional yang memberikan porsi cukup besar terhadap akal maka mahzab Syafi’iyah memberikan porsi yang cukup sedikit terhadap akal.
Dua organisasi massa keagamaan terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) namun juga ada beberapa kelompok-kelompok intelektual yang memiliki pemikiran-pemikiran rasional-Liberal.Diantara mereka ada yang diberi label Neo Muktazilah atau bahkan ada yang mendeklarasikan kelompoknya sebagai kelompok Islam Liberal.Namun pemikiran-pemikiran mereka tidak sepenuhnya diterima oleh mayoritas umat Islam di Indonesia,dan hanya bisa diterima oleh sekelompok kecil intelektual umat Islam

KRITIK TERHADAP TEOLOGI
Dikarenakan kajian Islam yang luas yang juga menyangkut tentang sejarah, filsafat, dan sebagainya membuat teologi sebagai kajian ilmu mempunyai pengikut atau jamaah.

Sebenarnya, Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk berfikir rasional, mencerna, dan menggunakan akal dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Saat teologi bersinergi dengan filsafat, terkadang teologi itu tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunah jika tidak dicermati. Sementara itu, paham-paham teologi dapat membahayakan aqidah Islam hingga memunculkan sikap antipati terhadap teologi Islam dan ulama-ulamanya
.

Sosiologi Pembangunan A Tahun 2014

Nama Anggota:
1.Bayu Saputra
2.Ryandika Yoki Wiranata
3.Tri H. Utomo
Full transcript