Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGG

No description
by

Dinda Luthfiani Tjahjanto

on 2 February 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGG

Desa Batuanten memiliki pertumbuhan jumlah rumah tangga sasaran PPLS terbanyak di Kecamatan Cilongok dari tahun 2008 ke 2011.
Latar Belakang
UU no. 18 tahun 2012 tentang pangan, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara keberlanjutan.
THANKS FOR YOUR ATTENTION
Pertanyaan Penelitian
DINDA LUTHFIANI TJAHJANTO - C1A012014
Berdasarkan hasil penelitian terakhir dari
Food and Agriculture Organization
(FAO) pada tahun 2013 diperkirakan sebanyak 19,4 juta penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan yang penyebab utamanya adalah kemiskinan.
Kecamatan Termiskin di Kabupaten Banyumas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DESA BATUANTEN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
Rumah Tangga Penerima PPLS se Kecamatan Cilongok
Berdasarkan data BPS (2014), pada tahun 2013 Desa Batuanten bukanlah desa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Cilongok.
Kepadatan penduduk di Desa Batuanten hanya sebesar 1.125,50 jiwa/km2
Sumber : Kecamatan Cilongok dalam Angka 2014
Bagaimana tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Desa Batuanten Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas berdasarkan Tingkat Kecukupan Energi (TKE)?
Bagaimana pengaruh ukuran rumah tangga, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, tingkat pendidikan ibu rumah tangga, pengeluaran rumah tangga, dan pengetahuan gizi ibu rumah tangga dengan ketahanan pangan rumah tangga?
Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Tengah
hIpotesis
Berdasarkan teori yang ada, yang dijabarkan dengan logika berpikir dan didukung dengan penelitian terdahulu maka dapat disusun hipotesis penelitian sebagai berikut :
(1)
Ukuran rumah tangga berpengaruh negatif terhadap ketahanan pangan rumah tangga.
(2)
Tingkat pendidikan kepala rumah tangga berpengaruh positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga.
(3)
Tingkat pendidikan ibu rumah tangga berpengaruh positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga.
(4)
Pengeluaran rumah tangga berpengaruh positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga.
(5)
Pengetahuan gizi ibu rumah tangga berpengaruh positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga.
kerangka pemikiran
UKURAN RUMAH TANGGA
TINGKAT PENDIDIKAN KEPALA RUMAH TANGGA
KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA
TINGKAT PENDIDIKAN IBU RUMAH TANGGA
PENGELUARAN RUMAH TANGGA
PENGETAHUAN GIZI IBU RUMAH TANGGA
SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN
Metode penelitian
Teknik Pengambilan Data
Kuisioner dan wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan variabel yang diteliti
Jenis dan Sumber Data
Data Primer : data sosial ekonomi rumah tangga yang diperoleh dari hasil pencarian informasi dari sampel yang dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuisioner yang relevan dengan variabel yang diteliti.
Populasi dan Sampel
Pada tahun 2013 di Desa Batuanten terdapat 1254 rumah tangga. Penentuan sampel dilakukan dengan cara
simple random sampling
dengan teknik pengundian. Batas minimum dari jumlah responden berdasarkan rumus Slovin sebanyak 92,61 dengan demikian akan diambil 100 rumah tangga responden.
Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah rumah tangga di Desa Batuanten
Lokasi Penelitian
Desa Batuanten
Kecamatan Cilongok
Kabupaten Banyumas
Jenis Penelitian
Definisi Konseptual dan Definisi Operasional
Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif, dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2003)
Data Sekunder : gambaran umum lokasi penelitian dan data-data demografi yang diperoleh dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas.
Studi dokumentasi dilakukan dengan mempelajari dokumen atau data yang berhubungan dengan penelitian
Studi pustaka dilakukan dengan melihat penelitian-penelitian terdahulu yang sejenis.
TEKNIK ANALISIS DATA
Analisis deskriptif merupakan teknik analisis yang berisi tentang pembahasan secara deskriptif mengenai tanggapan yang diberikan para responden pada kuisioner yang telah diberikan. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud untuk membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2006). Dalam analisis deskriptif pada penelitian ini menggunakan metode tabulasi
1. Analisis Deskriptif
2. Analisis Induktif
Untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan digunakan parameter Tingkat Kecukupan Energi (TKE). Tingkat Kecukupan Energi rumah tangga dihitung dengan rumus :
Angka Kecukupan Energi (AKE) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2013 yaitu sebesar 2150 kkal/kapita/hari.
Model analisis regresi logistik biner dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (Gujarati, 2003):

Logit=Ln(Pi/(1-Pi))=α+β1X1+β2X2+β3X3+β4X4+β5X5+e

3) Uji Hipotesis
Model logit menggunakan
Wald Statistic
untuk mengukur tingkat signifikansi dari tiap parameter. Interpretasi dari
Wald Statistic
mirip dengan uji t statistik yang digunakan untuk mengukur tingkat signifikansi dalam regresi linier.
2) Pseudo R Square
Untuk model regresi dengan variabel dependen kategorik, tidak dimungkinkan untuk menggunakan R square. Oleh karena itu digunakan Pseudo R square sebagai pengganti R square.
1) Chi Square (X2) Hosmer and Lemeshow
Hipotesis untuk menilai model fit adalah:
H0: Tidak ada perbedaan antara model dengan data yang diamati
H1: Ada perbedaan antara model dengan data yang diamati

Apabila nilai Hosmer and Lemeshow signifikan atau lebih kecil dari 0,05 hipotesis nol ditolak dan model dikatakan tidak fit. Sebaliknya jika tidak signifikan maka hipotesis nol tidak dapat ditolak yang berarti data sama dengan model atau model dikatakan fit.
Pada penelitian ini, yang digunakan adalah model
Negelkerke’s R square
karena lebih mudah untuk diinterpretasikan.
Full transcript