Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

TATALAKSANA PEMELIHARAAN AYAM BROILER DI PT CIOMAS ADISATWA

No description
by

Firman nurdiansyah

on 2 November 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of TATALAKSANA PEMELIHARAAN AYAM BROILER DI PT CIOMAS ADISATWA

Interests
Education
Skills
Experience
References
Education:
TATALAKSANA PEMELIHARAAN AYAM BROILER DI PT CIOMAS ADISATWA II REGION BALI UNIT NEGARA KABUPATEN BULELENG
Persiapan Kandang
BAB 1. Pendahuluan
Magang Kerja Industri (MKI) merupakan salah satu cara untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman sehingga lebih siap kerja di lapangan. Program MKI bertujuan untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai secara teori yang didapat di perkuliahan dengan praktek di perusahaan sehingga mahasiswa memiliki keahlian sesuai dengan bidang masing-masing

Ditinjau dari gizinya, daging ayam broiler tidak kalah dibandingkan dengan daging ternak lain. Selain itu daging ayam broiler mudah didapatkan dan harganya relatif murah, karena pemeliharaan ayam broiler relatif singkat yaitu 35 hari

Manajemen pemeliharaan yang belum baik dan efektif menjadi salah satu hambatan dalam peningkatan populasi ayam broiler

Hanya sebagian kecil dari peternakan rakyat yang sudah menerapkan manajemen pemeliharaan yang sesuai dan diikuti dengan penerapan teknologi

Tujuan
Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai hubungan antara teori dengan pemerapan di dunia kerja serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga menjadi bekal bagi mahasiwa setelah terjun di masyarakat.
Meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja di bidang agribisnis peternakan
Meningkatkan wawasan mahasiswa tentang berbagai kegiatan agribisnis
Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi dengan instansi pemerintah, perusahaan swasta dan masyarakat

Tujuan Khusus
Memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja dalam bidang peternakan ayam broiler yang dilakukan
Melihat dan memahami secara langsung sehingga dapat menumbuhkan motivasi untuk mengembangkan insdustri peternakan di daerah sendiri.


Lokasi dan Jadwal
Lokasi
Kegiatan Magang Kerja Industri bertempat di PT. Ciomas Adi Satwa II Region Bali

Jadwal Kerja
Kegiatan Magang Kerja Industri dilakukan selama 32 hari, mulai tanggal 17 April 2015 hingga 18 Mei 2015


Struktur Organsiasi
Jaminan dan Fungsi Sosial
Pemberian BPJS (Badan Peleyenggara Jaminan Sosial

THR ( Hari Raya Galungan dan Kuningan)

Mess dan fasilitas lainnya.

Kondisi Lingkungan
Lingkungan Fisik
Kabupeten Buleleng merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Bali, yang terdiri dari 9 kecamatan yaitu: Kecamatan Gerokgak, Seririt, Busungbiu, Banjar, Buleleng, Sukasada, Sawan, Tejakula dan Kubutambahan. Topografi daerah Kabupaten Buleleng adalah daerah perbukitan, dimana hanya sebagian dari seluruh wilayahnya merupakan dataran rendah yang dikeliling oleh pantai

Lingkungan Non Fisik
Penduduk di Desa Sanggah Langit berprofesi sebagai buruh bangunan, petani palawija dan holtikultura seperti kelapa, jagung, kacang-kacangan dan buah-buahan. Mayoritas masyarakat menganut ajaran Hindu

BAB 3. Tatalaksana Perusahaan
Struktur Populasi

PT. Ciomas Adisatwa Region II Bali merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang peternakan unggas salah satunya budidaya ayam broiler dengan sistem kemitraan melalui PT. Japfa Comfeed Indonesia. Tbk. Populasi yang dipelihara pada perusahaan ini adalah 30.000 ekor dengan Gallur bibit ayam atau DOC (Day Old Chick) yang dibudidaya yaitu MB 202 V dengan strain New Lohman great Platinum yang diproduksi oleh Poultry Breeding PT. Japfa Indonesia


Tatalaksana Rutin
Perkandangan
Kandang sistem close house (tertutup merupakan perkandangan dengan sisitem ventilasi yang bisa diatur dengan tujuan agar faktor lingkungan seperti panas, angin, cuaca, hujan dan sinar matahari tidak berpengaruh banyak pada saat pemeliharaan.

Sistem yang mengatur udara bersih dalam kandang dengan cara membuang kelebihan panas, uap air, dan gas berbahaya yang mungkin dihasilkan dengan cara mengalirkan udara segar melalui Cell dek serta mengeluarkan panas yang berlebihan, menghilangkan kelebihan kelembaban, serta mengurangi gas beracun melalui Ex house


Sistem Perkandangan
Panjang 109 Meter (102 Meter)
Lebar 12 Meter (10 Meter )
Luas 1.020 m2 dengan kepadatan 10 ekor/m2
Tinggi Bangunan 4.84 m

Atap kandang tipe Monitor bahan atap seng serta plafon terbuat dari bilah bambu dan tirai sebagai penutup.

Sistem Litter/Lantai kandang Kandang bawah menggunakan lantai semen dan kandang atas menggunakan bilah bambu yang disusun secara rapat kemudian ditutup degan terpal.
Sistem Peralatan Kandang
Pembersihan Kandang
Pengeluaran Kotoran
Pencucian Kandang
Penambahan kaporit sebanyak 2 kg ke dalam air pencucian 1.600-1800 litter. dengan tujuan untuk mematikan bakteri/mikroorgansme yg merugikan.

Penyemprotan kandang dengan menggunakan BKC 50 % dengan dosis pemakaian 6 ml BKC untuk 5 liter air. 1 kandang menggunakan 1 liter BKC 50% dan air ± 1600 liter. BKC 50 % merupakan bahan Bacterisida atau desinfektan yang dapat membasmi bakteri-bakteri berbahaya bagi ayam dengan komposisi benzaklorium chlorida 50 %.

Pencucian Peralatan Kandang
Pencucian peralatan kandang menggunakan teknik dipping yaitu dengan melakukan pencelupan dan perendaman menggunakan didisinfektan sampai semua bagian terendam, diamkan beberapa saat kemudian diangkat. ( 1 liter desigrin + 500 liter air)
Sanitasi Kandang dan Peralatan
Bertujuan membasmi bibit penyakit yang masih tersisa di dalam kandang dan peralatan. Pertama menggunakan desigren dengan dosis 4 ml/1 liter air, 1 liter desigren untuk 1 kandang dengan campuran air ± 500-700 liter. Kedua menggunakan formalin 100% dengan air ± 1600-1700 liter. . Dosisi penggunaan tersebut dilakukan untuk kandang atas dan bawah
Penaburan Sekam
Ketebalan sekam 7-8 cm kandang bawah, 11-13 cm untuk kandang atas.
Lakukan penyemprotan ulang menggunakan desigren dan formalin (sanitasi ulang) prosedurnya sama dengan sanitasi kandang
Pembuatan Brooder/Induk Buatan
Pemasangan Plenum
Pemasangan Chick Guard
Pemasangan Koran
Pemasangan Peralatan Kandang
Pemasangan Pemanas
Pengaturan Exhause Fan Direct

Penerimaan DOC
Pemeriksaan Truk, dokumen ( waktu keberangkatan, jumlah DOC dan kondisi umum)
Pemeriksaan kesehatan pada DOC
Pemeriksaan Identitas Ayam (strain, perusaahn breeder, galur, tanggal tetas, berat tetas, jumlah.

Sistem Pemeliharaan
Sistem pemeliharaan ayam broiler yang dilakukan di PT. Ciomas Adi Satwa adalah pemeliharaan secara intensif. Pemeliharaan secara intensif adalah pemeliharaan didalam kandang dari awal penerimaan DOC, produksi sampai panen. Pemeliharan ayam broiler meiliki dua fase diantaranya fase starter dan fase finisher.
Fase Pemeliharaan
Fase Starter

1. Pengontrolan Suhu (29-33 °C)
2. Pemberian Pakan (Kandang Bawah)
Pakan jenis pre-starter dengan bentuk fine crumble dengan merek BR 0 miggu ke- 1
Pakan jenis starter dengan bentuk crumble dengan merk BR 1 minggu ke-2
Pakan jenis finisher dengan bentuk pellet dengan merk BR 2 pada minggu ke-3 sampai panen.
3. Pemberian Pakan (Kandang Atas)
Pakan jenis pre-starter dengan bentuk fine crumble dengan merek MS 40 Hg miggu ke- 1
Pakan jenis starter dengan bentuk crumble dengan merk MS 42 HG minggu ke-2
Pakan jenis finisher dengan bentuk pellet dengan merk bermerk MS 44 HG pada minggu ke-3 sampai panen


Pemberian pakan dilakukan secara terus menerus (Adlibitum) dengan jumlah konsumsi pakan yang dihitung berdasarkan konsumsi pakan perhari/ekor (Feed Intake) pada minggu pertama kandang bawah adalah 167.8 gram/ekor dan kandang atas sebesar 201 gram/ekor sedangkan minggu kedua adalah 334.2 gram/ekor pada kandang bawah dan 362.5 gram/ekor pada kandang atas

Menghitung Bobot Badan Mingguan
Pertambahan bobot badan merupakan tolak ukur dari kemampuan sel melakukan pertumbuhan dengan suplai makanan, minuman, dan keadaan brooder yang sesuai
Sampling 10 ekor, rata-rata hasil sampling adalah 2.20 kg. Kemudian hasil tersebut dibagi dengan jumlah sampel sehingga menghasilkan 220 gram/ekor.
Mengetahui pertambahan bobot badan mingguan maka dilakukan pengurangan hasil sampling mingguan dengan bobot awal DOC, yaitu 220-42 gram = 178 gram.
Sehingga diketahui pertambahan bobot badan pada minggu pertama kandang atas adalah 178 gram/ekor, 282 gram/ekor minggu ke-2. Pada kandang atas bobot minggun pertama 181 gram/ekor dan minggu ke-2 287 gram/ekor.

Pemberian Air Minum

Pemberian air gula 2% (2 kg gula dengan 20 ltr air)
Sorbitol 15 ml dengan air 666 liter air yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan, menghilangkan stress, memperbaiki FCR, dan mengurangi kematian
Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari pagi dan sore.
Jumlah konsumsi pakan pada kandang bawah dalam minggu ke-3 adalah 527 gram/ekor, minggu ke-4 673,4 gram/ekor dan minggu ke-5 851 gram/ekor.
Kandang atas minggu ke-3 360 gram/ekor, minggu ke-4 690 gram/ekor dan minggu ke-5 873,2 gram/ekor.
Pembrian air minum dilakukan secara adlibitum dengan penambahan vitamin (vitakur) dengan dosis 1 gram untuk 2 liter air selama 3-5 hari. Vitakur berfungsi meningkatkan nafsu makan, memperbaiki pencernaan, memulihkan kesegaran tubuh.

Fase Finisher
Grading
Grading merupakan proses pemilihan atau seleksi ayam sesuai dengan pertumbuhan ayam yang terbagi menjadi tiga yaitu berat, normal, dan ayam kecil
Tujuan grading adalah untuk memperoleh kesegaraman pertumbuhan ayam (Uniformity) dan memberikan perlakuan khusus terhadap ayam yang sakit dan pertumbuhannya lambat
Ayam dengan pertumbuhan yang lambat dipindahkan kedalam kandang karantina, sedangkan ayam yang mati atau yang memiliki kesehatan yang sangat buruk akan dilakukan culling yang bertujuan untuk memutus rantai penyakit

Sistem Penanganan Limbah dan Kesehatan
Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara pemberian obat pencegah dan obat penyembuh

Penanganan limbah seperti, botol bekas obat, vitamin, botol vaksin, koran bekas dilakukan proses pembakaran, limbah bangkai ayam diberikan kepada ternak babi, serta limbah kotoran (feses dan sekam) dijual

Sistem Pemanenan
Persiapan alat (Timbangan gantung, tali, buku catatn, keranjang.
Pengangkatan tempat pakan dan tempat minum
Penyekatan ruangan.
Keranjang yang telah terisi, ditimbang dan dicatat, kemudian dimasukan kedalam keranjang yang telah tersedia di dalam mobil bak terbuka.

Penanganan Hasil
Bobot panen yang dihasilkan dari pemeliharaan di PT. Ciomas Adisatwa Region II Bali adalah 59.760 kg dengan jumlah ayam yang dipanen sebanyak 29.875 ekor dari 30.459 ekor ayam sehingga didapatkan bobot rata-rata hasil panen adalah 2 kg/ekor dengan tingkat mortalitas sebesar 2%. Pakan yang dihabiskan dalam satu periode pemeliharaan yaitu sebesar 93.650 kg sehingga menghasilkan FCR (Feed Convertion Ratio) sebesar 1.56
PEMASARAN
Peternak - Marketing/DO - Technical Service - Broker

BAB 4. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Pemilihan bibit Strain New Lohman dalam pemeliharaan di PT. Ciomas Adisatwa Region II Bali memilki tujuan bahwa bibit ayam Lohman dapat memperbaiki FCR, mudah beradaptasi dengan lingkungan tropis, dan memiliki Performance yang baik
Pemberian pakan pada perusahaan Ciomas Adisatwa Region II Bali telah memenuhi kebutuhan yang ditunjukkan dari tercapainya bobot badan panen yang baik dengan tingkat FCR yang rendah
Pencegahan dan pengendalian penyakit dilakukan dengan penerapan Biosecurity dan pemberian antibiotika. Biosecurity yang diterapkan PT. Ciomas AdisatwaRegion II Bali meliputi Biosecurity lingkungan dan kandang. Antibiotika yang digunakan adalah antibiotika untuk penyakit CRD, Snot, Cholera, dan Coccidiosis.

Saran
Kelembaban sistem alas lantai lebih diperhatiakan guna meningkatkan pengendalian terhadap penyakit serta memberikan rasa nyaman pada ayam sehingga dapat meningkatkan Performance ayam, dan lebih meningkatkan Biosecurity karyawan



TATALAKSANA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR FASE LAYER DI CV. MITRA PRAYOGA AGRISATWA KABUPATEN JEMBER
BAB. 1 Pendahuluan
Dewasa ini perkembangan ternak unggas berkembang sangat pesat dibandingkan dengan ternak yang lainnya dan salah satunya adalah ayam petelur.

Telur merupakan hasil ternak unggas yang mempunyai nilai gizi yang tinggi, lengkap dan mudah dicerna. Telur merupakan hasil sumber protein hewani di samping daging, ikan dan susu.

Ayam ras petelur merupakan hasil persilangan berbagai perkawinan silang dan seleksi yang sangat rumit dan diikuti dengan upaya perbaikan manajen pemeliharaan secara terus menerus, akibatnya ayam ras petelur bisa disebut hewan yang rentan, kesalahan dari segi pemeliharaan akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit (Abidin, 2004 dalam Sumarno, 2009)

Lokasi dan Jadwal Kerja
Lokasi
Kegiatan Magang Kerja Industri dilaksanakan selama 36 hari, mulai tanggal 21 Juli 2016 sampai dengan tanggal 27 Juli 2016 yang bertempat di Cv. Mitra Prayoga Agrisatwa Desa Gambirono Kec. Bangsalsari Kabupaten Jember
Jadwal Kerja
Kegiatan praktek kerja lapang dilakukan selama 36 hari, mulai tanggal 21 Juni 2016 hingga 27 Juli 2016

BAB. 2 Keadaan Umum Perusahaan

Metode Pelaksanaan
Pengamatan secara umum mengenai keadaan umum dari perusahaan diantaranya sejarah perusahaan, kondisi perusahaan, dan struktur organisasi di PT. Ciomas Adi Satwa II Region Bali (CF Cakra)

Mengikuti seluruh kegiatan dari masa persiapan kandang sampai pemanenan ayam broiler.

BAB. 2 Keadaan Umum Perusahaan
Sejarah Perusahaan
PT. Ciomas Adisatwa II merupakan anak perusahaan dari JAPFA yang bergerak di bidang pengolahan unggas dan komersial broiler.
Pola Kemitraan PT. Ciomas Adisatwa adalah kemitraan Inti-Plasma

UJIAN PRAKTEK KERJA LAPANG
Full transcript