Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

MERAKIT TANAMAN KAPAS TAHAN HAMA PENGGEREK KAPAS

No description
by

Rara Risanti

on 17 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of MERAKIT TANAMAN KAPAS TAHAN HAMA PENGGEREK KAPAS

MERAKIT TANAMAN KAPAS TAHAN HAMA PENGGEREK KAPAS
design by Dóri Sirály for Prezi
Klasifikasi Tanaman Kapas
Divisi Spermatophyta
Kelas Angiospermae
Subkelas Dicotyledonae
Ordo Malvales
Famili Malvaceae
Genus Gossypium
Spesies Gossypiumsp.

Penyabaran Tanaman Kapas
Tanaman kapas pun menyebar ke berbagai daerah dan menyesuaikan diri dengan keadaan iklim dan tanah serta tata cara pertanaman di daerah tersebut.
Jenis-jenis kapas tersebut tidak dikembangkan lagi,kapas yang berkembang saat ini merupakan spesies Gossypium hirsutum yang banyak berasal dari Amerika dan India.
Pengembangan kapas (Gossypium hirsutum) di Indonesia sebagian besar dilakukan di lahan tadah hujan yang ketersediaan airnya sangat terbatas
Pemuliaan Tanaman Kapas dengan Melakukan Persilangan
Prospek Pengembangan ke Depan
Pelaksanaan persilangan menggunakan metode persilangan kembali ini dapat memberikan hasil yang cepat dan areal lahan yang diperlukan juga lebih sempit.
Varietas unggul yang telah dirakit pemulia selanjutnya agar dapat dimanfaatkan, haruslah secara resmi dilepas melalui siding oleh Tim Penilai dan Pelepas Varietas (TP2V) atau dilindungi dan atau didaftarkan di Pusat PVT.
Simpulan
Pengembangan kapas (Gossypium hirsutum) di Indonesia sebagian besar dilakukan di lahan tadah hujan yang ketersediaan airnya sangat terbatas, sehingga sering mengalami hambatan dan hasilnya kurang memuaskan.
Oleh karena itu perlu di kembangkan Teknologi Produksi Tanaman untuk mendukung produksi tanaman kapas agar memenuhi kebutuhan industri tekstil.
Penggunaan kapas varietas Kanesia 10 dan Kanesia 15 diperkirakan dapat mendukung peningkatan produksi tanaman kapas karena varietas ini mempunyai produksi yang tinggi dan mudah dibudidayakan di berbagai areal pengembangan.
Oleh karena itu persilangan kapas Kanesia 10 dan kapas Kanesia 15 akan menghasilkan tanaman kapas yang produksi tinggi dan tahan terhadap hama wereng kapas Amrasca biguttula.
kelompok 8

langkanya modal petani,
ketiadaan benih bermutu,
kekeringan dan
serangan hama utama yaitu wereng kapas
Amrasca biguttula,

Helicoverpa armigera
dan
Pectinophora gossypiella.
Banyak kendala yang lain seperti
Penggunaan kapas genjah tahan wereng,
Penggunaan benih bermutu,
Teknologi budidaya yang sesuai, dan
Penerapan teknologi pengendalian hama terpadu.
Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan pengembangan kapas di wilayah kering adalah
Penentuan Tetua
Penggunaan kapas varietas Kanesia 10 dan Kanesia 15 diperkirakan dapat mendukung peningkatan produksi tanaman kapas
Kapas varietas Kanesia 15 yang merupakan kapas yang dapat tahan terhadap kekeringan dan rentan terhadap hamaAmrasca biguttula.
Kapas varietas Kanesia 10 dapat menghasilkan mutu serat yang baik dan produktivitasnya stabil
Rancangan Persilangan
Varietas kapas Kanesia 15 dan 10 ini potensial dikembangkan secara komersial oleh agroindustri perseratan
Tetapi Varietas Kanesia 15 berasal dari hasil persilangan antara ISA 205 A dengan ALA 73-2M.
Spesies tanaman menyerbuk sendiri kadang-kadang dapat melalukan penyerbukansilang.
Persilangan kapas Kanesia 10 dan kapas Kanesia 15 akan menghasilkan tanaman kapas yang produksi tinggi dan tahan terhadap hama wereng kapas Amrasca biguttula.
Metode Seleksi
Metode persilangan kembali (back cross method), yaitu dilakukannya persilangan F1 dengan salah satu tetuanya.
Langkah pertama, kapas Kanesia 10 disilangkan dengan kapas Kanesia 15 sehingga menghasilkan keturunan F1 yang akan mempunyai komposisi gen dari kedua tetua, termasuk gen pengendali sifat yang baiknya.
Kapas Kanesia 10 ini disebut recurrent parent, sedangkan varietas Kanesia 15 disebut donor parent. Sifat atau gen dari kapas Kanesia 15 yang dimasukkan ke dalam kapas Kanesia 10 disebut gen under transfer atau gen yang dipindahkan.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar metode persilangan kembali ini memberikan hasil yang baik, yaitu:
Recurrent parent merupakan varietas atau kultivar yang baik;
Pengulangan back cross dapat mengakumulakikan sifat baik dari donor parent kepada keturunannya;
Selama proses gen under transfer dengan beberapa kali back cross, sifat baik yang dimiliki oleh recurrent parent tetap terakumulasi pada keturunannya.
Pelepasan Varietas Tanam
Tanaman yang telah disetujui untuk dilepas dapat diperjualbelikan secara syah.
Balai sertifikasi benih dapat melakukan sertifikasi terhadap benih sebar sesuai SK pelepasan dari Menteri Pertanian.
Varietas yang diajukan untuk dilepas harus pada sidang pelepasan varietas oleh Tim Penilai dan Pelepas Varietas sesuai dengan komoditas, ada TP2V Pangan, TP2V Hortikultura dan Biofarmaka, serta TP2V Perkebunan.
Perlindungan Varietas Tanaman
Perlindungan Varietas Tanaman diatur oleh :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Perlindungan Varietas Tanaman.
2. Peraturan Pemerintah :
Nomor 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendaftaran, dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial.
Nomor 14 Tahun 2004 Tentang Syarat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas yang dilindungi oleh Pemerintah.
3. Keputusan Menteri Pertanian dan Peraturan Menteri Pertanian
Nomor 442/Kpts/HK.310/7/2004 Tentang Syarat dan Tata Cara Permohonan dan Pemberian Hak Perlindungan Varietas Tanaman.
Nomor 443/Kpts/KU.330/7/2004 Tentang Biaya Pengelolaan Hak Perlindungan Varietas Tanaman.
Nomor 444/Kpts/OT.160/7/2004 Tentang Pembentukan Komisi Perlindungan Varietas Tanaman.
Nomor 445/Kpts/OT.140/7/2004 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Cara Kerja Komisi Banding Perlindungan Varietas Tanaman.
Nomor 446/Kpts/HK.310/7/2004 Tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Konsultan Perlindungan Varietas Tanaman.

Full transcript