Loading presentation...
Prezi is an interactive zooming presentation

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pilihan Kata ( Diksi )

No description
by

zulfahmi hammam

on 21 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pilihan Kata ( Diksi )

Namun jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).
Diksi dalam artian yang pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis dan pembicara.

Artinya yang kedua adalah enusiansi kata, yakni kemampuan untuk menemukan kata yang tepat yang sesuai dengan situasi dan rasa.

Lalu, menurut Wikipedia, Diksi adalah seni bicara yang jelas sehingga dapat di pahami oleh pendengar.
Diksi menurut.....
Mengetahui Makna
1. Berdasarkan Bentuk Maknanya
Makna Lesikal
: adalah makna kamus atau makna yang terdapat di dalam kamus. Makna ini dimiliki oleh kata dasar. Contohnya : makan, tidur, ibu, adik, buku
Makna Gramatikal
: adalah makna yang dimiliki kata setelah mengalami proses gramatikal, seperti proses afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi(pengulangan), dan komposisi(pemajemukan).
Contoh : Proses afiksasi awalan me- pada kata dasar kotor
Adik mengotori lantai itu.
Proses reduplikasi pada kata kacang
Kacang-kacangan merupakan salah satu sumber protein nabati.
Proses komposisi pada kata rumah sakit bersalin
ia bekerja di rumah sakit bersalin
Selesai
Terimakasih atas perhatiannya
sampai jumpa pada Presentasi berikutnya

^_^
Persyaratan Diksi
1. Tepat
Contohnya : Makna kata
lihat
dengan kata
pandang
biasanya bersinonim, tetapi kelompok kata
pandangan
mata tidak dapat digantikan dengan
lihatan
mata.

Oleh Kelompok 5
Pilihan Kata ( Diksi )
Bolivia
Tirza Putri
Siti Rukmini
Zulfahmi Hammam
2. Seksama
Contohnya : Kata besar, agung, akbar, raya, dan tinggi termasuk kata-kata yang bersinonim. Kita biasanya mengatakan
hari raya
serta
hari besar
, tetapi kita tidak pernah mengatakan
hari agung
,
hari akbar
ataupun
hari tinggi
. Begitu pula dengan kata jaksa agung tidak dapat digantikan dengan jaksa besar ataupun jaksa raya, atau pun jaksa tinggi karena kata tersebut tidak seksama.
3.Lazim
Lazim adalah kata itu sudah menjadi milik bahasa Indonesia. Kata yang tidak lazim dalam bahasa Indonesia apabila dipergunakan sangatlah akan membingungkan pengertian saja. Contohnya,
Kata makan
dan santap bersinonim. Akan tetapi tidak dapat mengatakan
Anjing bersantap
sebagai sinonim
anjing makan
. Begitupula dengan kata
Santapan Rohani
tidak dapat digantikan dengan
Makanan Rohani
. Kedua kata ini mungkin tepat pengelompokannya, tetapi tidak seksama serta tidak lazim dari sudut makna dan pemakaian-nya.
2.
Berdasarkan sifatnya
Denotasi
: adalah makna kata yang sesuai dengan hasil observasi panca indra dan tidak menimbulkan penafsiran lain. Makna denotasi disebut juga sebagai makna sebenarnya.
Contoh : Kepala: organ tubuh yang letaknya paling atas
Besi: logam yang sangat keras

Konotasi
: adalah makna kata yang tidak sesuai dengan hasil observasi pancaindra dan menimbulkan penafsiran lain. Makna konotasi disebut juga sebagai makna kias atau makna kontekstual.
Contoh : Ibu kota : pusat pemerintahan
Ibu jari : jari yang paling besar atau jempol
Jamban : kamar kecil
3. Berdasarkan Wujudnya
Makna referensial
adalah makna kata yang mempunyai rujukan yang konkret.
Contoh : meja, baju, membaca, menulis
Makna inferensial
adalah makna kata yang tidak mempunyai rujukan yang konkret.
Contoh : baik, indah, sedih, gembira

Terakhir, namun bukan yang terakhir
Pemakaian Diksi membuat kalimat menjadi lebih Efektif
1.
Penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat :
Sejak dari usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.
(Sejak usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.)

2. Penggunaan kata berlebih yang ‘mengganggu’ struktur kalimat :
Kepada yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.
(Yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.)

3. Penggunaan imbuhan yang kacau
Yang meminjam buku di perpustakaan harap dikembalikan.
(Yang meminjam buku di perpustakaan harap mengembalikan/ Buku yang dipinjam dari perpustakaan harap dikembalikan)

4. Kalimat tak selesai :
Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial yang selalu ingin berinteraksi.
(Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial, selalu ingin berinteraksi.)

5. Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku :
Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.
(Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.)



Kata-kata lain yang sejenis dengan itu antara lain menyolok, menyuci, menyontoh, menyiptakan, menyintai, menyambuk, menyaplok, menyekik, menyampakkan, menyampuri, menyelupkan dan lain-lain, padahal seharusnya mencolok, mencuci, mencontoh, menciptakan, mencambuk, mencaplok, mencekik, mencampakkan, mencampuri, mencelupkan.
6. Penggunaan tidak tepat kata ‘di mana’ dan ‘yang mana’ :
Saya menyukainya di mana sifat-sifatnya sangat baik.
(Saya menyukainya karena sifat-sifatnya sangat baik.)

7. Penggunaan kata ‘daripada’ yang tidak tepat :
Seorang daripada pembatunya pulang ke kampung kemarin.
(Seorang di antara pembantunya pulang ke kampung kemarin.)

8. Pilihan kata yang tidak tepat :
Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan waktu untuk berbincang bincang dengan masyarakat.
(Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan masyarakat.)

9. Kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti :
Sopir Bus Santosa yang Masuk Jurang Melarikan Diri
Judul berita di atas dapat menimbulkan salah pengertian. Siapa/apa yang dimaksud Santosa? Nama sopir atau nama bus? Yang masuk jurang busnya atau sopirnya?
(Bus Santoso Masuk Jurang, Sopirnya Melarikan Diri)

10. Pengulangan kata yang tidak perlu :
Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku setahun.
(Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku.)

11. Kata ‘kalau’ yang dipakai secara salah :
Dokter itu mengatakan kalau penyakit AIDS sangat berbahaya.
(Dokter itu mengatakan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya.)
Full transcript