Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Adam Smith

No description
by

Indah Lutfianah

on 10 July 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Adam Smith

Theory of Value
An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, buku karangan Adam Smith dibagi ke dalam 5 “buku”, yang membicarakan secara umum, produksi dan distribusi dengan spesial referensi mengenai tenaga kerja, modal, pembangunan ekonomi, sejarah ekonomi, dan keuangan publik. 2 Buku pertama mengenai tenaga kerja dan modal menjelaskan hal yang paling penting mengenai the division of labor dan theory of values, price, wages, profits, and interest, yang kesemuanya tercakup dalam buku tersebut.

An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth (1776) of Nations, buku karangan Adam Smith dibagi ke dalam 5 buku, yang membicarakan secara umum, produksi dan distribusi dengan spesial referensi mengenai tenaga kerja, modal, pembangunan ekonomi, sejarah ekonomi, dan keuangan publik. 2 Buku pertama mengenai tenaga kerja dan modal menjelaskan hal yang paling penting mengenai the division of labor dan theory of values, price, wages, profits, and interest, yang kesemuanya tercakup dalam buku tersebut.

Landasan dasar berpikir Smith dapat dilihat dalam Theory of Moral Sentiments. Di dalam buku ini, Adam Smith menekankan pada perilaku, tingkah laku manusia, permasalahannya dan metode solusi pemecahan masalahnya. Diterangkan juga mengenai keinginan sosial dan nonsosial, mengenai manusia tidak dapat hidup sendiri dan harus bersosialisasi dan manusia saling bergantung dan terkait serta memerlukan bantuan sesama dan masyarakat. Di dalam buku itu terdapat juga pandangan Smith tentang human conduct (perilaku manusia). Menurut Smith di dalam human conduct terdapat enam hal yaitu: self love, sympathy, freedom desire, proprierty sense, labour habit dan exchange. (rasa cinta pada diri sendiri, simpati, keinginan untuk bebas, indera kesopanan, kebiasaan bekerja, dan kecenderungan untuk , barter dan tukar menukar satu sama lain.) Dengan enam dasar ini setiap orang secara natural memiliki kewenangan terhadap keputusan diri sendiri dan menjalankan hidup bebas sesuai jalannya.

Political
Phylosophy
Intervensi dalam urusan manusia yang dilakukan pemerintah pada umumnyamerupakan hal yang negatif. System alamiah tahu bahwa hanya ada 3 kewajiban yang pantas dipenuhi pemerintah melalui kepentingan besar, adalah memperjelas dan menegaskan pemahaman umum. Pertama adalah kewajiban penyediaan dalam pertahanan dari serangan asing, yang kedua, kewajiban menetapkan administrasi keadilan, dan yang ketiga pemeliharaan barang publik dan lembaga yang tidak bisa dipelihara oleh individual atau kelompok untuk mengurangi keuntungan/laba yang tidak cukup. Keamanan di dalam negeri dan di luar negeri, keadilan, pendidikan, dan perusahaan public, seperti jalan, jembatan, kanal, dan pelabuhan, dapat dibuat pemerintah. Di balik itu “invisible hand’’ lebih efektif. (laissez-faire)
Ketika smith menerapkan aturan-aturan dari tatanan alami untuk masalah-masalah ekonomi ia menjadi lawan yang kuat dari semua bentuk campur tangan negara dengan bisnis industri dan perdagangan. Motif keseimbangan alami adalah yang paling efektif bekerja dalam urusan ekonomi. Tiap individu adalah yang paling ingin mendapatkan keuntungan terbesar bagi dirinya sendiri
Self- reliance ekonomi Smith dibangun berdasarkan “keinginan untuk memperbaiki keadaan kita,” sebuah keinginan yang “datang kepada kita sejak dalam kandungan, dan tidak pernah meninggalkan kita sampai akhir hayat.” Untuk merealisasikan keinginan ini, beberapa akan mengharapkan pertolongan kebaikan sesama.
“Dia akan lebih mudah untuk menang jika ia bisa menarik cinta-diri mereka di pihaknya, dan menunjukkan kepada mereka bahwa itu untuk keuntungan mereka sendiri dalam melakukan apa yang ia minta dari mereka.…Bukanlah kebaikan dari tukang daging, tukang bir, atau tukang roti yang kita harapkan pada makan malam kita, tetapi kepedulian mereka pada kepentingan mereka sendiri. Kita mengenalkan diri kita, tidak pada kemanusiaan mereka tetapi pada kecintaan mereka pada diri sendiri, dan tidak pernah bicara pada mereka atas keperluan kita tetapi untuk keuntungan mereka.”
Dengan mengejar kepentingan mereka sendiri, orang-orang secara umum akan mendorong kepentingan masyarakat dengan lebih efektif daripada ketika mereka benar-benar bermaksud untuk mendorong ini [interest]. “Saya tidak pernah tahu seberapa banyak kebaikan”, yang dikatakan Smith, “oleh seseorang yang berdagang untuk kepentingan publik”. Masyarakat pada umumnya lebih baik menilai kepentingan diri mereka sendiri daripada kepentingan masyarakat, tapi walau penilaian kepentingan mereka sendiri itu jauh dari sempurna. Contoh, bahwa orang cenderung menilai terlalu tinggi kesempatan mereka dalam memperoleh keuntungan, dan meremehkan kesempatan mereka dalam hal kehilangan (rugi) “sebuah praduga yang tidak masuk akal dalam kekayaan milik mereka” yang sejajar dengan “kesombongan yang besar sekali dan memiliki bagian yang lebih besar dari kemampuan yang mereka miliki.” Rasionalitas ekonomi jauh dari sempurna, tapi ketidaksempurnaan ini membawa ke dalam sistem ekonomi sebuah optimism yang bias

Perhatian Smith pada produksi membedakan kedua karyanya dari ekonomi Medieval, yang berorientasi konsumen juga, tapi tidak mengembangkan sebuah doktrin produksi, dan dari merkantilis, yang pertama kali menerangkan tentang perdagangan luar negeri dan akumulasi kekayaan hasil dari hal itu [produksi]. Perbedaan antara Smith dan merkantilis adalah penekanan lebih lanjut dalam keterangan yang membuka acuan besar Smith, dimana ia [Smith] membuat pendapatan nasional per kapita sebagai kriteria kesejahteraan ekonomi daripada pendapatan agregat atau kesejahteraan nasional,

.
The Division of Labor
Smith melihat bahwa pendapatan perkapita ditentukan oleh dua faktor, produktifitas tenaga kerja, dan proporsi tenaga kerja produktif terhadap tenaga kerja nonproduktif. Ide bahwa adanya tenaga kerja tidak produktif ternyata Smith dapatkan dari Physiocrat, dan Smith menafsirkan ini untuk memasukkan semua yang berhubungan dengan hal tersebut ke dalam teori division of labor ini. Seperti untuk produktifitas tenaga kerja, Smith terutama menganggap hubungan ini (produktifitas) dengan division of labor, yang muncul sebagai kondisi yang paling penting untuk meningkatkan produktivitas.
Pemikirannya tentang pembagian pekerja diilustrasikan dalam contoh pembuat peniti. Pekerja yang tidak berpendidikan, atau tidak mengenal penggunaan mesin, hanya dapat menghasilkan satu peniti sehari, dan tidak mungkin 20. Tetapi, pembagian (divisions) kerja akan menghasilkan peningkatan produktivitas kerja, kemampuan dan kecekatan tenaga kerja serta ketangkasannya, pun kualitas dan kuantitas produksi. Misalnya, yang satu khusus menarik kawat, yang lain meluruskan kawat, yang lain memotong, meruncingkan ujung peniti, dan memasangkan kepala peniti.
“Saya telah melihat sebuah pabrik kecil semacam ini di mana hanya sepuluh orang yang bekerja, dan di mana beberapa dari mereka menjalankan dua atau tiga operasi yang berbeda. Tetapi meskipun mereka sangat miskin, dan karena itu tidak diakomodasi dengan mesin yang diperlukan, mereka bisa, ketika mereka dikerahkan sendiri, membuat di antaranya sekitar dua belas pon pin dalam seharin. Sepuluh orang, bisa membuat 48.000 pin lebih dalam sehari. Setiap orang, oleh karena itu, membuat sepersepuluh bagian dari 48.000 pin, mungkin dianggap membuat 4800 pin dalam sehari” (Book 1, Chapter 1)

Smith menganggap efek menguntungkan dari division of labor menghasilkan 3 keadaan: peningkatan hasil dalam kemampuan dan keterampilan pekerja; penghematan waktu, yang sebaliknya jika tidak adanya pembagian dari jenis pekerjaan ; penemuan mesin-mesin yang memfasilitasi dan dapat memangkas/menghemat tenaga kerja. Smith menggambarkan inovasi teknologi sebagian besar buatan pekerja yang telah menjadi spesialis pada bidang operasi tertentu, sebuah pandangan adanya kemajuan teknologi yang ditantang lebih awal dan tidak sesuai dengan fakta sejarah teknologi.
Pandangan Smith tentang division of labor yang lebih luas dari contohnya mengenai pembuatan peniti akan diindikasikan. Dalam pikirannya , spesialisasi tidak hanya terbatas di skill saja namun dalam konteks industri Smith juga merujuk pada apa yang disebut division of labor berdasarkan wilayah, dasar dari perdagangan antar regional dan perdagangan internasional.
Division of labor tidak mula-mula tumbuh dari kebijaksanaan manusia atau tinjauan ke masa depan tapi konsekuensi yang lambat dan berangsur-angsur dari kecenderungan untuk semua manusia, “kecenderungan untuk tukar menukar, barter, dan menukarkan barang yang satu dengan yang lain.” Perbedaan dalam kemampuan manusia seringkali bukan menjadi penyebab division of labor.
Titik pandang ini sama dengan pemikiran saat itu, yang menegaskan nurture daripada nature (sifat alami) sebagai factor yang menentukan dari perbedaan manusia dan menyebabkan Smith untuk mengabaikan perbedaan ini dalam penempatannya sebagai sebuah factor yang dapat menghasilkan spesialisasi.
Tidak seperti Republik Plato, divisions of labor dalam The Wealth of Nations tidak didapatkan dari perbedaan/ketidaksamaan manusia. Oleh sebab itu divisions of labor tidak menyajikan sebagaimana sebuah prinsip yang membutuhkan stratifikasi masyarakat, seperti dalam Republik Plato yang memiliki 3 kelas dalam masyarakat.

Smith menutup pembicaraannya mengenai divisions of labor dengan menyampaikan prinsip besar “bahwa divisions of labor dibatasi oleh luasnya pasar.” Ini adalah pernyataan yang terdengar hambar untuk jaman sekarang, tapi pada saat itu, prinsip ini mempunyai kesegaran dari sebuah pandangan baru. Hanya dengan memperluas pasar manfaat maksimal dari divisions of labor dapat direalisasikan. Founding Fathers dari Amerika Serikat merupakan yang pertama menerapkan apa yang Smith ajarkan ketika mereka mendesak penghapusan hambatan internal dari perdagangan dan menetapkan tarif internal dalam Konstitusi Amerka Serikat. 150 tahun kemudian Eropa mengikuti dengan menetapkan Common Market.
Oleh: Zira Brenda Wiranti
NIM: 296681
Productive
and
Unproductive
Labor

Walaupun terdapat beberapa kesalahan dengan penjelasan Smith mengenai division of labor, faktor determinasi keduanya mengenai pendapatan per kapita, yaitu proporsi di mana tenaga kerja produktif terhadap tenaga kerja tidak produktif, berdasarkan hal ini, pertanyaan mengenai perbedaan kedua hal ini, menjadi subjek kontroversi tidak lama setelah penerbitan buku The Wealth of Nations. Yang menguatkan perbedaan ini termasuk Malthus, Mills, dan Marx. Ricardo tidak mengikutsertakan dirinya, tapi Say, Lauderdare, McCulloch, dan terutama Senior mempertanyakan ini dengan serius. Hal ini disajikan sebagai fondasi dari arah pemikiran yang berlainan. Dalam bentuk yang diberikan Marx, perbedaan ini menjadi sebuah ajaran dari ekonomi sosialis dan mengawasi derivasi konsep dan ukuran dari pendapatan nasional Uni Sovyet. Di lain pihak,pemikiran bahwa kerja pemerintah adalah tidak produktif telah menginspirasi apa yang Keynes sebut pandangan Treasury, sebuah tradisi turun temurun cenderung kepada kekikiran dalam pemerintah karena pengambilan dana dari pembayar pajak menjadi tidak produktif di sisi pekerja pemerintahan (kebijakan fiskal tidak berpengaruh pada jumlah total aktivitas ekonomi dan pengangguran, bahkan selama masa resesi ekonomi). Di tahun yang sama, pandangan baru mengenai tenaga kerja produktif dan tidak produktif ditemukan
“Buruh kasar”, pejabat pemerintah, anggota militer ,pendeta, pengacara, tukang pos, pemain, pelawak, musisi, penyanyi opera, penari-opera, dll termasuk dalam kategori pekerjaan tidak produktif; Orang- orang tersebut, dan ini adalah alasan mengapa Smith mengklasifikasikan mereka sebagai tenaga kerja tidak produktif, adalah ketergantungan pada pendapatan orang lain, dan mereka gagal untuk mereproduksi pendapatan mereka, sedangkan tenaga kerja produktif “menambah nilai subjek yang diberikan” dan mereproduksi pendapatan mereka. Oleh karena itu,”seseorang menjadi kaya dengan memanfaatkan banyak perusahaan/usahayang ada, dan menjadi miskin bila bekerja sebagai buruh kasar.” Jadi, Dikatakan tenaga kerja tidak produktif bila pendapatannya tergantung pada orang lain, sehingga gagal untuk mereproduksi pendapatan. Dikatakan produktif jika dapat menghasilkan nilai lebih dari pendapatan.
Kemajuan besar ajaran ekonomi adalah saat Smith melakukan emansipasi terhadap kedua belenggu kaum merkantilis dan physiokrat. Selama 200 tahun para ekonom telah mencari sumber pokok dari kemakmuran. Merkantilis telah menemukannya dalam perdagangan internasional. Physiocrat telah menemukannya lebih jauh lagi dan menggeser keaslian kemakmuran dari lingkup pertukaran kepada produksi. Tapi mereka masih mengurung di dalam satu bentuk produksi, yaitu pertanian. Adam Smith, membangun fondasi dari Petty dan Cantillon, yang mengakibatkan revolusi final. Dengan tenaga kerja menjadi sumber dana yang mula-mula menyuplai setiap negara ‘dengan semua kebutuhan dan alat yang menyenangkan kehidupan yang dikonsumsi selama bertahun-tahun. Smith masih membicarakan kesejahteraan dalam kegunaan objek material, seperti apa yang dilakukan para pendahulu Inggris nya dulu, dengan membuat kesejahteraaan adalah hasil dari tenaga kerja secara umum, Smith mengarahkan pada penyelidikan sosial dibandingkan kemuculan secara teknis dari kesejahteraan. Kemakmuran suatu negara tergantung dua kondisi: pertama tingkat produktifitas tenaga kerja dan yang kedua jumlah tenaga kerja yang berguna, dapat dikatakan, tenaga kerja produktif, yang dipekerjakan.
Smith memulai analisisnya dengan division of labor karena Smith berharap dapat menemukan prinsip yang mentransformasikan fakta-fakta nyata dari kondisi tenaga kerja, yang memproduksi barang tertentu (use value), yang menjadi sumber kesejahteraan dalam intisari (exchange value). Division of labor menjadi prinsip bagi Smith karena dapat menyebabkan peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Dengan kemajuan division of labor, hanya sedikit keinginan orang yang dapat disediakan oleh pekerjanya sendiri. Malah, bagian terbesar dari keinginan itu disediakan oleh pertukaran (exchange). Namun ketika produk seseorang mungkin tidak cocok dengan keinginan orang lain, masyarakat komersial membutuhkan uang. Dengan memperkenalkan uang untuk dipakai sebagai media pertukaran, Smith juga mendiskusikan “the relative or exchangeable value” of goods. Dia menyebutkan value in use dan value in exchange. Value in use adalah nilai kegunaan barang tersebut sedangkan value in exchange adalah nilai tukar dari barang itu. Namun setelah menunjukkan pada apa yang sekarang disebut sebagai the paradox of value, barang mungkin memiliki high value in exchange dan low use value, dan vice versa. Contohnya air dan permata
The exchange value barang ditetapkan oleh jumlah pekerja dimana barang dapat memiliki kekuasaan di pasar. Dengan theory of value pada bentuk pekerja menimbulkan ‘real-cost’ theory of value. The ‘real’ atau ‘natural’ value dari semua komoditas exchangeable diukur dalam bentuk labor commanded, dengan prinsip tenaga kerja berkaitan dengan harga riil komoditas dan uang sebagai harga nominal komoditas.
“Setiap orang, kaya atau miskin tergantung dari derajat di mana ia dapat menikmati kebutuhan, alat pemuas kehidupan, dan hiburan. Tapi setelah adanya division of labor, hanya sedikit yang dapat terpenuhi oleh tenaga kerja miliknya sendiri. Seseorang kaya atau miskin tergantung seberapa banyak tenaga kerja yang dapat dipekerjakan , atau seberapa banyak yang dapat dihasilkan untuk membeli. untuk menukar komoditas dengan komodita yang lain, sama dengan jumlah tenaga kerja yang dapat dibeli atau dipekerjakan. Tenaga kerja adalah ukuran riil semua komoditi yang dapat dipertukarkan” (Book I, Chapter 5)

Nilai 'nyata' atau 'alami' dari semua komoditi yang ditukar diukur dari seberpa banyak tenaga kerja dipekerjakan.. Tenaga kerja, bagaimanapun, tidak homogen, karena untuk jenis berbeda dari tenaga kerja diukur dari berbagai tingkat kerja keras dan kepandaian. Oleh karena itu tenaga kerja bertentangan dengan pengukuran yang tepat dan tidak dapat berfungsi sebagai denominator umum di mana nilai barang umumnya diperkirakan. Tetapi, seiring masyarakat berkembang, terdapat komplikasi lebih lanjut karena Smith menyadari bahwa tenaga kerja kemudian tidak lagi menjadi satu-satunya penentu nilai dan harga barang yang diproduksi. Tetapi ada faktor lain selain tenaga kerja, yaitu tanah, dan modal

Setelah modal hadir untuk melengkapi pada proses produktif dan lahan telah menjadi milik pribadi, harga barang-barang pun ditentukan dari upah, laba, dan sewa. Theory of value Smith berubah menjadi cost-production theory. Ada hubungan besar antara dua hal yang bertentangan ini. Tanah dan modal muncul menjadi faktor yang diselaraskan dengan tenaga kerja. Di lain waktu, hasil tanah dan modal digambarkan sebagai pengambilan dari produk tenaga kerja, sebuah gagasan yang dimunculkan dengan penuh kekuatan dalam sistem Marx, seperti dugaan Smith mengenai tuan tanah dari Ricardo: mereka “menginginkan memperoleh hasil di mana mereka tidak menaburkan” dan meminta sewa walaupun tanah itu adalah produksi alamiah



The Labour Theory of Value
Theory
of
Capital
and
Distribution
The Natural Price
Smith berbicara tentang tingkat upah alamiah, profit, dan sewa, harga komoditi alamiah, dan harga pasar. Tingkat alamiah, [juga dikenal sebagai rata-rata] dikontrol oleh kekuatan sosial. Harga komoditi alamiah melingkupi tingkat upah alami, profit, dan sewa. Harga pasar, yang menjadi harga pasar, bisa saja menyimpang dari harga alamiah. Harga pasar ditentukan oleh jumlah yang ditawarkan dan permintaan efektif dari keinginan membayar dari harga alamiah. Jika permintaan efektif melebihi jumlah yang ditawarkan, harga pasar akan naik di atas harga alamiah, begitupun sebaliknya, harga akan turun. Ketika harga pasar melebihi harga alamiah, peningkatan dalam faktor pembayaran akan menarik faktor penawaran, jumlah produk yang ditawarkan akan meningkat, dan tingkat harga akan turun menuju tingkat alamiahnya., dan sebaliknya.
Natural price kemudian menjadi central price dimana harga semua komoditas secara berkelanjutan memiliki kecenderungan. Meskipun demikian, fluktuasi akan terjadi ketika supply tidak mengatur dirinya sendiri dengan mudah terhadap permintaan. Market price bisa berubah tidak hanya dengan frekuensi variasi yang kurang pada permintaan namun juga dengan variasi umum pada kuantitas yang ditawarkan. Lebih dari itu, kekuatan monopolistic, perselisihan, dan kekurangan informasi mungkin menyebabkan market price diatas natural price selama periode yang lama.

Harga alamiah ditentukan oleh kekuatan social. Harga pasar ditentukan oleh jumlah yang ditawarkan dan permintaan. Jika jumlah yang diminta melebihi jumlah yang diitawarkan, maka harga akan naik, jika jumlah yang ditawarkan melebihi jumlah yang diminta maka harga akan turun. Begitu seterusnya sampai harga sampai pada tingkat alamiahnya.
 
Harga alamiah mungkin berhubungan dengan tingkat output adalah pemikiran yang tidak dipikirkan oleh Smith. Asumsi implicit yang mendasari pendapatnya adalah biaya konstan dan koefisien produksi tetap. Dalam teorinya, tidak ada hasil menurun atau factor substitusi (diminishing returns or factor substitution). Bahkan harga alamiah secara fungsi hanya berhubungan dengan factor hasil (factor returns)

Seperti pandangan Smith, harga alamiah mengubah masing-masing komponen tingkat alamiah, yaitu upah, profit, dan sewa. Upah alamiah pekerja, menurut Smith, terdiri dari produk tenaga kerja, sebelum penyediaan tanah dan akumulasi kapital, termasuk keseluruhan pekerja. Dengan kenaikan kelas pemilik tanah atau majikan yang kapitalis, dia (pekerja) harus membagi produk nya dengan tuan tanah dan majikannya. Pekerja dan majikan mungkin membentuk kombinasi untuk menaikkan atau menurunkan upah. Majikan seringkali lebih berhasil dalam upaya tersebut dibanding pekerja, tapi kebutuhan pekerja dan keluarganya untuk nafkah di bawah tingkat upah tidak bisa turun untuk waktu yang sangat panjang. Bagaimanapun, permintaan tenaga kerja dapat meningkat hanya dalam proporsi untuk meningkatkan “ dana yang disiapkan untuk pembayaran upah”. Hal tersebut memunculkan dana upah, tersusun dari surplus pendapatan dan surplus modal dalam kelebihan keperluan pemilik pribadi. Peningkatan pendapatan dan peningkatan modal adalah prasyarat untuk kenaikan upah.
Upah yang rendah adalah gejala kondisi ekonomi yang stasioner (tak dapat berubah), dimana the wages-fund gagal untuk meningkat dan dengan demikian gagal untuk menstimulasi peningkatan pemintaan pekerja. Pada hubungan antara upah dan pertumbuhan populasi, Smith berpendapat bahwa kemiskinan tidak akan mengecilkan tingkat pernikahan dan kelahiran, namun itu tetap memiliki dampak yang tidak menguntungkan pada tingkat kematian bayi dan anak-anak.

Kenaikan upah adalah efek dari kenaikan kesejahteraan dan menyebabkan kenaikan populasi. Dalam ajaran Smith mengenai upah tinggi berhubungan lebih jauh dengan peningkatan produktifitas tenaga kerja. Ide kurva penawaran berslope terbalik tidak dengan tegas ditolak tapi dapat diaplikasikan hanya untuk minoritas masyarakat.
Walaupun Smith mendukung upah tinggi, dia tidak setuju dengan harga tinggi. Tidak seperti Physiokrat, Smith menyatukan ketetapan harga rendah dengan kecukupan dan kemakmuran; dan dengan harga tinggi dan kelangkaan dan kesukaran. Ketika peraturan itu mudah dan cukup tersedia, tenaga kerja mau memulai bisnis mereka sendiri dan pengusaha mau mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja, di mana permintaan tenaga kerja naik dan penawaran turun, harga tenaga kerja akan naik. Ketika kebijakan adalah mahal dan langka, akan terjadi sebaliknya
Profit and Interests
Sementara peningkatan akumulasi kapital meningkatkan permintaan tenaga kerja dan akibatnya meningkatkan tingkat upah, tetapi hal ini berakibat menurunnya tingkat keuntungan. Lebih jauh lagi lebih banyak modal yang terakumulasi, persaingan di antara pemilik modal untuk investasi yang menghasilkan profit menjadi lebih berat dan modal digerakkan ke dalam pekerjaan yang keuntungannya menurun. Untuk bunga, “ penggantian yang peminjam bayar kepada pemberi pinjaman, sebagai profit yang dananya yang memiliki biaya oportunitas dari penggunaan uang,” akan berbeda menurut profit.
Dalam hubungannya dengan upah dan profit, Smith mengembangkan prinsip dari keuntungan yang sama (equal advantages), berdasarkan hal ini, dalam perfect mobility, keseluruhan keuntungan dan kerugian dari perbedaan tenaga kerja akan cenderung seimbang. Hal yang sama juga akan menjadi nyata dari perbedaan pekerjaaan dari modal. Perbedaan dalam upah, contohnya, akan mengimbangi perbedaan-perbedaan dari keuntungan lainnya, seperti persetujuan pekerjaan, biaya untuk mempelajari ini, ketetapan dari pekerjaan, kesempatan dari pemberian bonus tinggi (high reward)-walaupun kesempatan ini kecil dalam hitung-hitungan matematika- yang tidak biasanya. Penerapan prinsip kesamaan keuntungan, hanya untuk sebuah prinsip pekerjaan seseorang. Jika masyarakat menghimpun pekerjaan yang disebut “moonlighting” [kerja sambilan], pekerjaan tambahan yang dijalankan pada upah yang lebih rendah daripada pekerjaan yang lain yang akan menyamakan total keuntungan. Smith percaya, kerja sambilan akan lebih sering ditemukan di negara miskin dibanding negara kaya.

Dalam teori sewa nya, Smith bimbang antara jumlah prinsip yang bersifat menjelaskan (eksplanatory principles) yang mendasari pembayaran sewa. Ini bagi Smith “harga monopoli alamiah”, sebuah rancangan yang dijelaskan melalui pengamatan bahwa “semua ini tidak dibentuk terhadap apa yang pemilik tanah lakukan untuk memperluas tanah, atau tehadap apa yang dapat dia [pemilik tanah] hasilkan untuk diambil; tapi terhadap apa yang petani dapat hasilkan untuk diberikan.” Ketika Smith membicarakan harga komoditas, dia memasukkan sewa tanah sebagai elemen biaya dan oleh karena itu barangkali sebagai determinan harga produk, Tinggi rendahnya sewa menentukan tinggi rendahnya harga produk.

Sewa selanjutnya diinterpretasikan sebagai diferensial kesuburan tanah dan lokasi. Untuk lokasi, kemajuan dalam transportasi akan cenderung menyamakan perbedaan lokasi seperti pada sewa.

Jadi, Tinggi rendahnya harga sewa akan menentukan tinggi rendahnya harga produk. Sewa termasuk dalam elemen biaya. Semakin subur suatu tanah semakin tinggi pula harga sewanya, termasuk factor lokasi, semakin strategis semakin mahal pula. Sewa masuk ke dalam biaya dalam produkis suatu produk, yang menjadi factor penentu harga suatu produk.

Rent
Dalam teori ekonomi pembangunan Smith, peningkatan pendapatan nasional diasosiasikan dengan peningkatan pembagian pendapatan sewa dari tuan tanah. Peningkatan pendapatan nasional, diprediksi oleh pembagian kerja. Peningkatan spesialisasi, karena itu, produktifitas di sektor manufaktur akan mengurangi biaya manufaktur dan meningkatkan nilai ril sewa. Peningkatan share dari kelas pemilik tanah dalam pendapatan nasional mencerminkan peningkatan terms of trade dari sector pertanian, di mana produktifitas naik lebih dari sector manufaktur. Dengan adanya pembagian kerja akan ada spesialisasi dan meningkatkan produktifitas dan meningkatkan nilai rill sewa dan meningkatkan pendapatan nasional.
Capital
Division of labor tidak dapat berjalan tanpa akumulasi modal sebelumnya, dan ketika ini berjalan, butuh lebih banyak modal yang harus diakumulasikan untuk mengakomodasi tenaga kerja, yang telah meningkat baik dalam jumlah maupun produktifitasnya dan dapat menangani jumlah bahan-bahan yang lebih banyak. Smith mengartikan modal, pada satu waktu sebagai pengelompokkan beberapa hal, dan di lain waktu sebagai sebuah dana investasi, dan akhirnya menyatukan konsep-konsep tersebut adalah ide, yang didapat dari Physiocrat, bahwa modal terdiri dari “kecepatan” yang dibuat oleh para majikan untuk membayar tenaga kerjanya.

Modal diakumulasikan sebagai hasil dari tindakan menabung terdahulu, yang berlawanan dengan pendapatan konsumsi. Oleh sebab itu,

"Penghematan, dan bukan industry, adalah penyebab langsung dari akumulasi capital. Industry, memang memberikan subjek yang mengakumulasi sifat hemat. Sehingga apa saja yang industry mungkin peroleh, jika penghematan tidak menabung dan menimbun , modal tidak akan pernah menjadi lebih banyak."


Seperti Turgot, Smith tidak memvisualisasikan bahwa tabungan mungkin gagal diinvestasikan atau mungkin ada ketertinggalan waktu antara menabung dan berinvestasi. Bahkan Smith mendapatkan bahwa bagian dari pendapatan yang disimpan “adalah dianggap seketika sebagai modal” Hal ini menjadi doktrin selama periode 150 tahun, walaupun kritik aliran dalam [undercurrents] segera muncul yang memberikan keraguan pada karakter keuntungan menabung tanpa kecuali. Menurut Smith, menabung tidak menggambarkan “kebocoran ” dari aliran pendapatan karena Smith mengajarkan bahwa apa yang disimpan juga dikonsumsi, tidak oleh penabung tapi oleh orang yang berbeda, yaitu pekerja dan pemilik perusahaan yang memproduksi dengan keuntungan dari konsumsi tahunan mereka. Smith menganggap kecil kemungkinan menimbun uang, dan baginya uang terutama adalah sebagai medium of exchange, di mana masyarakat mau memperoleh komoditas.
Domestic and Foreign Trade
Smith menganggap perdagangan dalam negeri lebih efektif dibandingkan perdagangan luar negeri, karena modal tenaga kerja dalam perdagangan domestik secara umum mendorong dan mendukung jumlah produktifitas tenaga kerja yang lebih besar di dalam negeri dan meningkatkan pendapatan nasional domestik, lebih daripada investasi yang sama dalam perdagangan di luar negeri. Walaupun demikian, perdagangan internasional memiliki peran penting untuk memenuhi [kebutuhan] karena membuka pasar barang untuk kelebihan produksi domestik yang dibutuhkan untuk kebutuhan domestik dan menyediakan kesempatan untuk menggunakan kelebihan akumulasi modal pada negara asal. Pada waktu itu eksport menjadi favorit dan mereka tidak memerlukan kebijakan publik. Serta tidak memerlukan intervensi pemerintah mengenai import dan menyediakan pasar domestik untuk produsen domestik. Doktrin Smith tentang free-trade atau perdagangan bebas merupakan pemikiran yang dikenal sebagai absolute advantage.


(Book IV Chapter II)
"Ini adalah pepatah dari setiap kepala keluarga yang bijaksana bahwa jangan pernah berupaya untuk membuat sendiri di rumah dengan biaya yang jauh lebih mahal dibandingkan jika membeli yang biayanya lebih murah. Penjahit tidak mencoba untuk membuat sepatunya sendiri, tapi membelinya dari tukang sepatu. Pembuat sepatu tidak membuat bajunya sendiri, tapi menyuruh tukang jahit untuk membat baju. Petani tidak mencoba untuk membuat keduanya [baju maupun sepatu], tapi meminta mengerjakannya pada orang lain yang lebih ahli. Semuanya mencari para ahli untuk kepentingan mereka untuk menggunakan keseluruhan industry mereka dalam sebuah cara di mana mereka memiliki beberapa kelebihan dibanding yang lain…

Apa yang bijaksana dalam mengatur setiap keluarga, kadangkala dapat menjadi kebodohan dalam sebuah kerajaan besar. Jika sebuah negara asing dapat menyuplai kita dengan sebuah komoditi yang lebih murah daripada jika kita membuatnya sendiri, lebih baik membeli nya dengan beberapa bagian dari produksi industry kita, di mana kita memiliki beberapa keuntungan. ..

Berdasarkan anggapan, bahwa komoditi dapat dibeli dari luar negeri lebih murah dibandingkan jika diproduksi sendiri di dalam negeri. Hal ini dapat dibeli hanya dengan bagian dari komoditas, atau, dengan hal yang sama, hanya dengan bagian dari harga komoditas, dimana industry menggunakan modal dalam jumlah yang sama dengan yang akan diproduksi di dalam negeri…"

Dengan adanya perdagangan bebas alokasi sumber daya produktif dinaikkan dalam rangka mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi daripada akan tumbuh di bawah perlindungan, dengan monopoli dari produsen domestik. Smith, oleh karena itu, bukan seorang doctrinaire (bersifat teoritis) yang menerangkan sebuah dogma yang kekal. Smith menolak argument industry yang baru lahir (infant industry) lebih dilindungi tapi membenarkan argument pertahanan, pertahanan selalu lebih penting dibandingkan kemewahan. Smith juga membolehkan penggunaan sekali-kali untuk pengenaan tarif, tetapi jika tarif suatu saat harus dihilangkan, maka harus diselesaikan secara bertahap bukan dengan langkah tunggal yang drastis yang akan merugikan bagi siapa saja yang telah menginvestasikan keahlian dan modal.
Tasks
of
Government

Smith tidak pernah mengembangkan sebuah teori utuh mengenai pemerintah dan diskusi nya mengenai fungsi pemerintah tidak dipengaruhi oleh prinsip-prinsip umum selain daripada laissez faire. Tapi walaupun dia mengesahkan laissez faire, sebuah pengujian hati-hati The Wealth of Nations menunujukkan bahwa Smith menetapkan pemerintah sebuah tugas yang substansial. Smith menentang pembatasan pemerintah pada operasi pasar bebas, sebagian besar merkantilis tapi tidak semuanya campur tangan pada perdagangan luar negeri, dengan kebebasan memasuki pekerjaan, dan permainan persaingan bebas. Tapi Smith secara eksplisit membenarkan 3 fungsi umum pemerintah untuk menyediakan perlidungan, keadilan, dan barang public tertentu. Lebih spesifik lagi, Smith mengesahkan peraturan perbankan uang kertas, perusahaan transportasi public, hak paten dan hak cipta, hukum riba, pendidikan public, dan subsidi untuk monopoli temporer untuk perusahaan dalam mencari perdagangan baru di daerah terpencil. Sebagai sebuah peraturan, meskipun begitu, criteria Smith mengenai pelanggaran perusahaan pemerintah adalah kemampuannya [pemerintah] untuk memperoleh laba.
Canons of Taxation
Kontribusi terbaik Smith yang terkenal untuk keuangan publik adalah enumerasinya tentang 4 peraturan perpajakan. Pajak, Smith meyakini, harus sama (equal), pasti (certain), tepat (convenient), dan hemat (economical). Kesamaan perpajakan bukan berarti sama secara resmi yang mungkin melanggar terpenuhinya keadilan. Malah, Smith memikirkan perpajakan sesuai dengan prinsip kemampuan untuk membayar, yang diukur dari pendapatan seseorang. Smith menyadari bahwa pajak yang diberikan mungkin tidak memenuhi 4 kriteria di atas tapi mungkin dapat mencapai masing-masing dari hal-hal tersebut dalam kadar yang berbeda. Smith menganggap ukuran substansial dari ketidasamaan yang dapat ditoleransi, tapi tidak untuk ukuran kecil dari ketidakpastian, yang akan menempatkan pembayar pajak pada kemurahan hati dari kewenangan pajak bersama dan membuka pintu untuk korupsi. Diskusi Smith dari persoalan ini menitikberatkan pada sebuah pandangan dari kepentingan umum yang lebih banyak. Tujuan dari kebijakan ekonomi biasanya divariasikan dan tidak selalu dapat dijalankan secara sempurna. Oleh karena itu pencapaian satu tujuan mungkin memerlukan biaya karena mengabaikan hal relative lainnya.
Influence of Smith's Thought
Buku Smith yang dengan seketika itu juga sukses dan melepaskan pengaruh dari pemikiranya yang dapat dirasakan banyak generasi. T. H. Buckle, sejarawan masyarakat Inggris, meyakini “The Wealth of Nations ini adalah buku yang paling penting dari semua buku yang pernah ditulis.”
Bahkan, Walter Bagehot,pengusaha Inggris, penulis esai, dan jurnalis yang menulis secara ekstensif tentang sastra, pemerintah, dan hubungan ekonomi menyatakan "Kehidupan dari hampir setiap orang di Inggris menjadi berbeda dan lebih baik karena terbitnya buku The Wealth of Nation.
Tiga belas tahun setelah buku ini diterbitkan, Revolusi Prancis dimulai, sebuah hal yang menggemparkan yang tidak membatasi Prancis. Pemikiran baru kini terlihat dengan banyaknya pencurigaan di mana-mana. Ini menjadi sebuah pelopor kehebohan politik.
Revolusi Perancis adalah masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789 dan 1799 di mana para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal.

Di Prancis, pesan Smith tentang kebebasan ekonomi menyentuh simpati perasaan beberapa filsuf liberal. Condercet, liberalist besar, yang idenya tentang tak terbatasnya kemajuan ummat manusia yang ditimbulkan oleh oposisi Malthus, mempelajari The Wealth of Nations dan menulis catatan yang ditambahkan dalam terjemahan bahasa Prancis dan dipublikasikan setelah tahun 1776. Madame de Groucy, janda Condercet, yang mempersiapkan terjemahan The Theory of Moral Sentiments.

Smith menetapkan nilai tukar dari komoditas ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi komoditas tersebut dikatakan untuk manjaga “masyarakat suatu Negara yang early dan primitive yang keduanya menerapkan akumulasi modal dan pemberian lahan. Contohnya pada saat pra-kapitalist. Contoh berang-berang dan rusa diberikan untuk menunjukkan bahwa dalam masyarakat yang memburu, komoditas akan dipertukarkan dalam perbandingan yang sama dengan tenaga kerja yang digunakan dalam produksi tenaga komoditas tersebut [semakin banyak tenaga kerja yang digunakan harganya akan semakin mahal].

Smith menolak ide bahwa profit mungkin hanya tipe khusus dari upah, upah untuk pekerja khusus, mereka tidak memikul hubungan dengan pemeriksaan dan pengawasan pekerja yang dikeluarkan atasan mereka, tapi hanya memikul besarnya saham. Laba, seperti dikatakan Smith, adalah unsur pokok tersendiri. Pekerja harus membagi produknya tidak hanya dengan pemilik saham tapi juga dengan pemilik lahan yang menyewakannya. Nilai riil dari semua komoditas wajib, oleh karena itu dipecah ke dalam 3 komponen: upah, laba, dan sewa.
Kesukaran Smith untuk menjelaskan keaslian dari pendapatan lain dari para pekerja. Smith melihat bahwa ketika ada modal dan kepemilikan pribadi pada tanah, pertukaran produk dilakukan oleh pemiliknya (seperti kapitalis) dan muncul surplus. Tidak seperti merkantilis atau Steuart, Smith tidak menganggap ini sebagai laba pemindahan hak milik (alienations). Smith tidak percaya surplus akan naik karena sebuah komoditi dijual di atas nilainya. Seperti phisiokrat, Smith meyakini adanya produit net (net product). Tetapi, tidak seperti phisiokrat, Smith menghormati hal ini sebagai nilai tambah dari pekerja terhadap material (bahan-bahan), seperti produk dari tenaga kerja, dan bukan sebagai pemberian dari alam.
Bagian dari teori of the revenues Smith tentang perbedaan kelas pada masyarakat sesuai dengan theory of value nya. Di sini Smith membedakannya ke dalam dua macam penerimaan: satu sebagai upah pekerja, dan satu lagi sebagai potongan, Smith menyebutnya, dari nilai produksi dari pekerja yang dialokasikan oleh pemilik tanah, atau pemegang saham, atau keduanya.
Smith menyimpulkan dengan mengatakan bahwa kemajuan pertanian dan pertumbuhan penduduk yang diikuti peningkatan dalam kesejahteraan masyarakat akan meningkatkan pembagian produk kepada tuan tanah dalam sewa. Peningkatan populasi akan meningkatkan permintaan, dan harga dari produksi pertanian; lebih banyak saham akan digunakan dalam pertanian; produksi akan meningkat, dan begitu pun sewa, karena, dengan peningkatan pengolahan, tenaga kerja lebih banyak diperlukan setelah harga naik dari sebelumnya.
Jadi, meningkatnya akumulasi capital akan meningkatkan permintaan akan tenaga kerja dan meningkatkan tingkat upah, profit menurun. Semakin banyak akumulasi modal semakin ketat persaingan dan semakin menurunnya profit. Bunga sebagai kompensasi bagi pemberi pinjaman atas biaya oportuinitas dari dananya. Seseorang akan bekerja sambilan untuk menambah penghsilannya, walupun upah yang diterima tidak sebesar pekerjaan utamanya, namun hal ini dapat menghasilkan kesamaan dalam hal total keuntungan.
Full transcript