Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

TINJAUAN YURIDIS TENTANG TANGGUNG JAWAB BANK BCA ATAS TERTAH

No description
by

rifan sukmantara

on 10 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of TINJAUAN YURIDIS TENTANG TANGGUNG JAWAB BANK BCA ATAS TERTAH

TINJAUAN YURIDIS TENTANG TANGGUNG JAWAB BANK BCA ATAS TERTAHANNYA KARTU ATM (Anjungan Tunai Mandiri) BANK BCA PASCA TERBENTUKNYA UNDANG-UNDANG OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11 TAHUN 2011
Dalam perkembangannya, Perbankan mengeluarkan banyak produk untuk memudahkan para nasabahnya menunjang kegiatan ekonominya, di antaranya adalah mesin Anjungan Tunai Mandiri
Latar Belakang
Tetapi, dalam praktiknya mesin ATM menimbulkan permasalahan
Pengalaman nasabah yang kartu ATM nya tertahan, pada saat komplain ke Bank BCA, karyawan Bank BCA menyebutkan bahwa untuk mengurus kartu ATM baru nasabah yang bersangkutan harus mengeluarkan biaya 15 ribu rupiah dengan jangka waktu pengurusan dua minggu.
Pengalaman penulis sebagai nasabah yang kartu ATM nya tertahan. Pada saat kartu ATM tertahan, nasabah kesulitan untuk mendapatkan informasi untuk mengurus penggantian atau informasi untuk mendapatkan kartu ATM yang tertahan, dan nasabah tidak mengetahui faktor apa yang mengakibatkan kartu ATM tertahan sehingga nasabah tidak dapat menggunakan fasilitas ATM tersebut
Pasal 4 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan
“(1) Pelaku Usaha Jasa Keuangan wajib menyediakan dan/atau menyampaikan informasi mengenai produk dan/atau layanan yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan"
Identifikasi Masalah
Tanggung Jawab bank atas tertahannya kartu ATM BCA pasca terbentuknya Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan ?
Upaya yang dapat dilakukan oleh Konsumen berdasarkan Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan ?
Pembahasan
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank BCA, maksud dan tujuan Bank adalah berusaha sebagai suatu bank umum
Pasal 1 angka 1 Peraturan OJK menyebutkan pelaku usaha jasa keuangan adalah bank umum .......
Pasal 4 (1) POJK menyebutkan Pelaku Usaha Jasa Keuangan wajib menyediakan dan/atau menyampaikan informasi mengenai produk dan/atau layanan yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan
Bank BCA harus bertanggung jawab untuk memberikan ganti rugi terhadap fasilitas pelayanan produk perbankan elektroniknya yang dalam hal ini adalah penggunaan mesin ATM
Pembahasan
Pasal 4 (c) Undang-Undang OJK, OJK menyebutkan mampu melindungi kepentingan Konsumen dan masyarakat.
Pasal 29 (c) Undang-Undang OJK disebutkan bahwa OJK melakukan pelayanan pengaduan Konsumen yang meliputi :

memfasilitasi penyelesaian pengaduan Konsumen yang dirugikan oleh pelaku di Lembaga Jasa Keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan
Bab III Peraturan OJK Pasal 40 sampai dengan Pasal 46 adalah tata cara pengaduan konsumen dan pemberian fasilitas penyelesaian pengaduan oleh OJK
Kesimpulan
Sampai saat ini, Indonesia belum memiliki peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur tentang layanan perbankan elektronik (ATM).

Dasar hukum penggunaan ATM ada dalam Pasal 6 huruf e dan n Undang-Undang Perbankan yaitu, memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah (huruf e) dan melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku (huruf n).
Kesimpulan
Pembentukan Undang-Undang OJK mempunyai tujuan melindungi kepentingan konsumen, tidak hanya aktif mencegah pelanggaran konsumen tetapi aktif pula memberikan perlindungan terhadap konsumen. Tercermin dalam Bab III pasal 4 huruf c Undang-Undang OJK
Tata cara pengaduan konsumen dan pemberian fasilitas penyelesaian pengaduan oleh OJK dalam Bab III Peraturan OJK Pasal 40 sampai dengan Pasal 46 POJK
Saran
Dari awal adanya perjanjian antara pihak Bank BCA dan nasabah, pihak Bank BCA menginformasikan bukan hanya produk yang di tawarkan, tetapi segala resiko atau yang dapat terjadi setelah nasabah menggunakan fasilitas ATM Bank BCA
Saran
OJK sebaiknya mempunyai aturan teknis dan pengawasan yang lebih ketat terhadap masalah-masalah perbankan yang dalam hal ini masalah tertahannya kartu ATM nasabah
Terima Kasih
Full transcript