Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Mikromet

presentasi
by

Tri Atmaja Sutoro

on 5 January 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Mikromet

Phase 2 Results Core Intersepsi

Intersepsi radiasi surya oleh tanaman adalah besarnya radiasi datang yang tertahan oleh kanopi tanaman dan tidak sampai ke permukaan tanah atau ke lapisan tertentu dalam kanopi tegakan tanaman.
tanaman jati yang menggugurkan daun pada musim kemarau menyebabkan intersepsi radiasi surya pada musim kemarau lebih kecil dan meningkat pada musim hujan.
Energi radiasi yang mengenai kanopi tanaman akan mengalami pengurangan dalam perjalanannya menuju permukaan tanah.
Jumlah radiasi yang diintersepsi oleh tanaman :
selisih antara besaran radiasi yang diterima oleh puncak kanopi tanaman dengan jumlah radiasi yang diterima di atas permukaan tanah atau pada ketinggian tertentu dalam kanopi tanaman PERBANDINGAN DISTRIBUSI RADIASI
DI DALAM KANOPI TANAMAN
JATI SAAT MUSIM KEMARAU
DAN MUSIM HUJAN LAI (Leaf Area Index)

* Indeks luas daun adalah rasio luas daun tanaman terhadap luas permukaan tanah
tempat tanaman tersebut tumbuh.
* Semakin banyak daun suatu tanaman
semakain besar nilai LAI tanaman tersebut.
* Pada musim kemarau, lingkungan tanaman
jati memiliki curah hujan rendah dan suhu
tinggi, sesuai sifatnya tanaman jati akan menggugurkan daunnya. semakin banyak
jumlah daun yang digugurkan oleh Jati maka
LAI-nya akan semakin kecil PERBANDINGAN DISTRIBUSI RADIASI DI DALAM KANOPI TANAMAN JATI SAAT MUSIM KEMARAU DAN MUSIM HUJAN

DisusunOleh :
1.Tri Atmaja (G24100005)
2.Muhammad Thaisir (G24100010)
3.GivoAlsepan (G24100012)
4.Margareta Puspasari (G24100018)
5.M.Rizal Izzati (G24100029)
6.Enggar Yustisi Arini (G24100033)
7.Murni Ngestu Nur Utami (G24100035)
8.Fikriyatul Falashifah (G24100036)

DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012 I. PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang














Kerapatan kanopi menjadi faktor utama pendistribusian radiasi. Bagi kanopi tanaman yang tidak tetap rapatan tajuknya sepanjang waktu menjadi hal yang lebih menarik untuk dibahas. Contohnya adalah tanaman jati.
1.2 Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan sebagai pemenuhan tugas kelompok mata kuliah Mikrometeorologi serta untuk memahami perbandingan distribusi radiasi pada kanopi tanaman jati saat musim kemarau dan musim hujan. Distribusi Radiasi Surya
pada Kanopi Pohon Jati saat Musim Kemarau dan
Penghujan

* Jati dikenal sebagai tanaman yang menggugurkan daunnya saat musim kemarau untuk mengurangi penguapan, karena itu terdapat perbedaan radiasi di kanopi tanaman jati saat musim kemarau dan musim penghujan.
* Radiasi surya sebelum sampai ke permukaan melalui proses penyerapan, pemantulan, dan pemencaran.
* Proses pemantulan dan penyerapan didukung dengan banyak sedikitnya daun pada suatu tanaman.
* Pada musim kemarau, radiasi di kanopi tanaman jati semakin tinggi karena proses penyerapan dan pemantulan berkurang bahkan kadang tidak ada jika semua daun tanaman jati meranggas saat kemarau sehingga banyak radiasi yang diteruskan.
* Sebaliknya pada musim penghujan, daun-daun tanaman jati menyebabkan pemantulan dan penyerapan radiasi surya meningkat sehingga radiasi yang diteruskan sedikit. Struktur Tajuk
Tanaman Jati (Tectona grandis) Transmisi Radiasi pada Kanopi Pohon Jati

merupakan proses penerusan cahaya yang
sampai di atas kanopi kemudian ditransmisikan
melalui bagian bawah kanopi kemudian diteruskan
ke vegetasi yang ada di bawahnya.


Musim kemarau : radiasi yang ditransmisikan relatif besar.
gelombang pendek sebagian kecil akan terhambat atau tertahan
di bagian atas kanopi
hutan jati terlihat gersang tanpa tajuk sehingga radiasi sebagian besar
langsung menuju permukaan lantai hutan

Musim hujan : daya tangkap cahaya relatif lebih besar. radiasi yang
datang lebih sedikit ditransmisikan.
ditribusi transmisi cahaya tersebar merata.

Distribusi radiasi di dalam kanopi akan menentukan bagian
radiasi yang diserap oleh kanopi dan bagian yang
ditransmisi ke permukaan tanah.
Jati memiliki ciri pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m.
Jati memiliki daun berbentuk elips yang lebar. Daun pada anakan pohon berukuran besar, sekitar 60-70 cm × 80-100 cm; sedangkan pada pohon tua menyusut menjadi sekitar 15 × 20 cm. namun saat dewasa daun berkisar 30 – 60 cm.
Tajuk pohon Jati berwarna hijau, tidak rapat, tidak beraturan, berbentuk kubah dan agak lebar.
umumnya pohon jati menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk proses adaptasi Tabel 1.1 Rata-rata Ukuran Tajuk dan Presentase Penutupan Tajuk pada Tanaman Jati

Umur (tahun) Rata-rata Panjang Tajuk (m) Rata-rata Lebar Tajuk (m) Presentase Penutupan Tajuk (%)
3 2,06 1,28 31,86
6 2,72 1,88 58,36
12 2,56 1,77 57,71

Sumber : Jurnal Silvikultur Tropika Radiasi merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan dan keberlangsungan hidup tanaman, khususnya tanaman Jati (Tectona grandis). Kerapatan kanopi menjadi faktor utama pendistribusian radiasi tanaman Jati. Karakteristik tanaman Jati dengan mekanisme adaptasi berupa pengguguran daun pada saat musim kemarau secara langsung mempengaruhi distribusi radiasi tanaman tersebut. Terdapat perbedaan distribusi terhadap beberapa komponen radiasi pada saat musim kemarau dan musim penghujan yang disebabkan karena mekanisme adaptasi tersebut, diantaranya pengaruh terhadap dinamika penerimaan radiasi, penutupan tajuk, transmisi, intersepsi, koefisien pemadaman dan Leaf Area Index (LAI) tanaman Jati. KESIMPULAN THANK YOU Tabel 4. Perbandingan Antar Komponen Distribusi Radiasi Matahari Saat Musim Kemarau dan Penghujan

Komponen Musim Kemarau Musim Hujan

Penerimaan Radiasi Tinggi Rendah

Penutupan Tajuk Rendah (daun-daun gugur) Tinggi

Transmisi Besar dan tidak merata Distribusi merata

Intersepsi Menurun Meningkat

Koefisien Pemadaman Menurun Meningkat

Leaf Area Index (LAI) Menurun Meningkat Koefisien pemadaman tajuk (k)

menggambarkan besar kemampuan tajuk dalam mengintersepsi radiasi yang melewati tajuk tanaman dari puncak tajuk menuju permukaan tanah (Boer dan Las 1994).
Berdasarkan pernyataan Saeki (1960) dan Squire et al. (1984) dalam Boer dan Las (1994) nilai koefisien pemadaman tanaman tidak hanya bergantung pada LAI. Namun, bertambahnya LAI tidak selalu diikuti dengan menurunnya koefisien pemadaman sebab koefisien pemadaman juga dipengaruhi oleh perbandingan Qt / Qo dan sudut daun. Menurut Jurnal yang diterbitkan oleh I. Handoko, Titik Kodarsih dan A. Ariyani dalam penelitiannya menyatakan bahwa semakin besar nilai LAI maka nilai k juga meningkat.
persamaan nilai k (koefisien pemadaman tajuk) yang diturunkan dari Hukum Beer :
K = - ln (Qt/Q0)/LAI
Qt = Radiasi yang ditransmisikan
Qo = Radiasi Datang
LAI = Leaf Area Index lanjutan...

Pada musim kemarau pohon jati melakukan pengguguran daun. Hal itu menyebabkan penurunan koefisien pemadaman karena terjadinya penurunan LAI oleh tanaman sehingga menyebabkan peningkatan masuknya radiasi ke bawah tajuk.

Pada musim penghujan dimana daun-daun melebar menyebabkan semakin besar LAI dan sudut daun kecil (daun horizontal) sehingga sebagian besar radiasi dapat diintersepsi oleh tajuk bagian atas (Monteith 1976) hal itu menyebabkan nilai k semakin kecil pada musim penghujan.
Full transcript