Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Darah dan Cairan Tubuh

Bismillah.. :)
by

Rakhafi Firdausi

on 8 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Darah dan Cairan Tubuh

Darah dan Cairan Tubuh Fitria Nusa E.P. 160110120112
Rahmania K.F. 160110120113
Shafira Medina 160110120122 Homeostatis adalah keadaan seimbang di dalam lingkungan internal tubuh karena interaksi konstan dari proses-proses regulasi tubuh
Aspek penting dari homeostatis adalah mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh
Di dalam tubuh manusia, cairan dibagi ke dalam 2 kompartemen utama, yaitu
Cairan intraselular (ICF)
Cairan ekstrasellular (ECF) Cairan Tubuh Cairan intraseluler terdiri dari 40% dari berat badan orang dewasa atau 70% total dari cairan tubuh
2/3 bagian dari cairan tubuh berada di dalam sel (cairan intrasel/ICF)
Di dalam cairan intrasel, terdapat
ion-ion seperti K+,Mg+,dan PO4. Cairan Intraseluler (ICF) Cairan ekstraseluler terdiri dari 20% dari berat badan orang dewasa atau 30% dari total dari cairan tubuh
CES dibagi menjadi cairan intravaskuler atau plasma darah yang meliputi 20% CES atau 5% dari total berat badan; dan cairan intersisial yang mencapai 80% CES atau 15% dari total berat badan. Cairan Ekstraseluler (ECF) Distribusi Cairan Tubuh 2000 2012 1. Air
2. Solut (terlarut)
Selain air, cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut) elektrolit dan non-elektrolit.
Elektrolit :
- Satuan : miliekuivalen/liter atau mEq/L atau dengan berat molekul dalam garam (mmol/liter) (mol/L)
Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). Komposisi Cairan Tubuh Sumber: (Verbalis JG: Body water osmolality. In Wilkinson B, Jamison R [eds]: Textbook of Nephrology. London, Chapman & Hall, 1997, pp 89–94. Perhitungan dalam mEq/L Unsur Utama Kompartemen Cairan Tubuh 1. Asupan (intake) cairan harus seimbang dengan keluaran (output) cairan
A. Sumber asupan cairan
Makanan dan minuman
Proses metabolisme (karbohidrat)
B. Sumber keluaran cairan
Penguapan melalui paru (pernapasan)
Penguapan melalui kulit
Feces
Produksi urin

2. Pengaturan keseimbangan air
Produksi urine banyak dan encer jika asupan air meningkat
Produksi urine sedikit dan kental jika banyak kehilangan cairan

3. Pengaturan Reabsorpsi Air & Elektrolit
Pengaturan utama : hormon-hormon
-Antidiuretic hormone (ADH) : mencegah peningkatan kehilangan air pada urine
-Aldosterone : mengatur ion Natrium pada cairan extracellular Keseimbangan Cairan Tubuh Peran cairan tubuh untuk metabolisme, suhu, pernafasan, pencernaan, dan eksresi Mengatur suhu tubuh
Melancarkan peredaran darah
Membuang racun dan sisa makanan
Kesehatan kulit Fungsi cairan tubuh antara lain :  Pencernaan
Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar. Pernafasan
Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca. Sendi dan otot
Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan. Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang. Dehidrasi dan Odem Definisi : Berkurangnya cairan tubuh total
3 macam dehidrasi :
- dehidrasi hipertonik : hilangnya air lebih banyak dari natrium
- dehidrasi isotonik : hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama
- dehidrasi hipotonik : hilangnya natrium yang lebih banyak dari pada air Dehidrasi Dehidrasi hipertonik
- Kadar natrium serum ( > 145 mmol/liter)
- Osmolalitas efektif serum ( > 285 mosmol/liter)
Dehidrasi isotonik
- Kadar natrium serum (135-145 mmol/liter)
- Osmolalitas efektif serum (270-285 mosmol/liter).
Dehidrasi hipotonik
- Kadar natrium serum ( < 135 mmol/liter)
- Osmolalitas efektif serum ( < 270 mosmol/liter) Perubahan fisiologi pada usia lanjut :
- Terjadi penurunan kemampuan homeostatik
- Terjadi penurunan respons rasa haus terhadap kondisi hipovolemik dan hiperosmolaritas
- Terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus, kemampuan fungsi konsentrasi ginjal, renin, aldosteron
- Penurunan respons ginjal terhadap vasopresin. 1. Dehidrasi Ringan – Saat tubuh kita kehilangan cairan < 5% dari total masa tubuh kita
2. Dehidrasi Sedang – Saat tubuh kita mengalami kekurangan cairan dari 5% - 10% dari total berat tubuh kita
3. Dehidrasi berat – Saat tubuh kita kehilangan > 10% cairan tubuh
- Efek samping dehidrasi berat :
Koma, Kematian jika tidak dirawat secara serius, hal ini biasa terjadi pada daerah yang bercuaca panas ( di gurun pasir misalnya ) Dehidrasi dibagi menjadi 3 tingkat - Diare
- Muntah
- Mengeluarkan banyak keringat
- Mengidap penyakit diabetes
- Adanya luka bakar di sekujur tubuh Penyebab dehidrasi : Cepatnya degup jantung
Rasa haus yang berlebihan
Mulut dan bibir menjadi kering
Volume urine yang terlalu sedikit, bau dan berwarna pekat. Normalnya, kencing berwarna kuning. Gejala dehidrasi : Jaga kadar cairan dan elektrolit dalam tubuh, dengan meminum air putih min. 8 gelas sehari, makan kaldu sup yang kaya akan sodium, makan buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung banyak air dan potassium.
Jika sudah merasa haus, pusing, dan lemas, segera hindari tempat yang panas dan berteduhlah.
Sebelum melakukan aktivitas outdoor, minumlah banyak air terlebih dahulu dan jangan sampai menunggu haus. Cara mengatasi dehidrasi : Sembap atau edema (oedema) berarti meningkatnya volume cairan di luar sel (ekstraseluler) dan di luar pembuluh darah (ekstravaskular) disertai dengan penimbunan di jaringan serosa.
Cairan edema diberi istilah transudat:
- Memiliki berat jenis dan kadar protein rendah
- Jernih tidak berwarna atau jernih kekuningan
- Merupakan cairan yang encer atau mirip gelatin bila mengandung di dalamnya sejumlah fibrinogen plasma. Odem Definisi : terjadi pengumpulan cairan di satu tempat.
Penyebabnya :
- obstruksi vena atau saluran limfe
- peningkatan permeabilitas vaskular
Contohnya :
- Di dalam rongga perut (hydroperitoneum atau ascites)
- Rongga dada (hydrothorax)
- Di bawah kulit (edema subkutis atau hidops anasarca)
- Pericardium jantung (hydropericardium)
- Di dalam paru-paru (edema pulmonum) Edema setempat (lokal) Definisi : terjadinya pengumpulan cairan edema di banyak tempat.
Penyebabnya :
- gagal jantung
- penyakit ginjal Edema umum (general) Berkurangnya konsentrasi protein plasma
Meningkatnya permeabilitas dinding kapiler
Meningkatanya tekanan vena
Sumbatan pembuluh limfe Penyebab Edema : Proses di mana elemen-elemen darah yang terbentuk berkembang disebut homopoiesis atau hematopoiesis
Sebelum lahir, homopoiesis pertama terjadi di yolk sac dari embrio dan kemudian di hati, limpa, timus dan kelenjar getah bening janin
Red bone marrow kemudian menjadi tempat utama homopoiesis di 3 bulan terkahir sebelum melahirkan, dan selanjutnya menjadi sumber sel darah setelah lahir dan sampai seumur hidup Proses Pembentukkan Darah Sewaktu lahir, semua sumsum tulang adalah sumsum merah
Seiring dengan pertumbuhan, semakin banyak yang berubah menjadi sumsum kuning. Orang dewasa memiliki rata-rata 2,6 kg sumsum tulang yang sekitar setengahnya adalah sumsum merah.
Sumsum merah ditemukan terutama pada tulang pipih seperti tulang pinggul, tulang dada,tengkorak, tulang rusuk, tulang punggung, tulang belikat, dan pada bagian proksimal epifisis tulang panjang femur dan humerus.
Sumsum kuning ditemukan pada rongga interior bagian tengah tulang panjang. Sekitar 0.05-0.1% sel sumsum tulang merah dibentuk dari mesenkim yang disebut sel batang pluripotent atau hemositoblas
Dalam membentuk sel darah, hemositoblas di sum-sum tulang merah memproduksi dua tipe sel batang, yaitu sel batang myeloid dan sel batang lymphoid Sel batang myeloid memulai perkembangannya di sum-sum tulang merah dan membentuk sel darah merah, platelet, monosit, neutrofil, eusinofil, dan basofil
Sel batang limfoid memulai perkembangannya di sum-sum tulang merah kemudian disempurnakan di jaringan limfotik. Sel batang limfoid membentuk limfosit Saat hemopoiesis, beberapa sel batang myeloid berdiferensiasi menjadi sel progenitor.
Sel Progenitor tidak dapat mereproduksi dirinya sendiri dan membentuk elemen spesifik darah
Beberapa sel progenitor dikenal sebagai Coloni-forming unit (CFU) CFU adalah singkatan yang mengindikasi elemen yang telah matang dalam darah yang diproduksi nantinya Generasi selanjutnya, yaitu sel prekursor (blasts)
Setelah terjadi pembelahan sel kemudian kan berkembang menjadi elemen darah yang sebenarnya
Contoh : Monoblast -> Monosit
Eusinofilik myeloblast -> Eusinofil Proses Pembentukkan Darah Jenis Sel Darah Eritrosit Minggu 1 embrio : dibentuk dalam kantung kuning telur
Minggu ke-14 : dibentuk oleh hati, limfa, dan kelenjar getah bening
Umur 5 tahun : dibentuk di sumsum tulang
Diatas 20 tahun : dihasilkan oleh sumsum tulang membranosa (vertebra, sternum, iga, pelvis)
Pengaturannya oleh eritropoetin (hormon glikoprotein yang dibentuk ginjal) Pembentukan : Berbentuk cakram bikonkaf tanpa inti (untuk mamalia), dengan diameter 7,5 µm, tebal di bagian tepi 2,6 µm, dan tebal di pusat 0,8 µm.
Eritrosit dengan diameter > 9 µm, disebut makrosit
Eritrosit dengan diameter < 6 µm, disebut mikrosit
Banyaknya eritrosit dengan berbagai ukuran, disebut anisositosis
Jumlah : eritrosit normal dalam darah kira-kira 3,9 - 5,5 juta/µl pada wanita dan 4,1 – 6 juta/µl pada pria.
Komposisi : lipoprotein, hemoglobin, garam-garam dan elektrolit, dan vitamin B12. Karakteristik : Dipenuhi oleh sekitar 300 juta protein Hemoglobin pembawa O2 yang menyebabkan eritrosit bersifat asidofilik Dilapisi oleh membran plasma yang bersifat semipermiable yang berfungsi mencegah agar koloid yang dikandungnya tetap didalam.
Komposisi membran =
40% lipid (mis. fosfolipid, kolesterol, glikolipid)
50% protein
10% karbohidrat
Satu protein pada permukaan membran eritrosit adalah spektrin sitoskelet
Spektrin sitokelet memungkinkan adanya fleksibilitas membran, yang diperlukan untuk perubahan bentuk eritrosit saat melewati kapiler.
Sumber energinya, glukosa yang didegradasi menjadi laktat secara anaerob.
Semakin kecil sel darah merah, semakin besar luas permukaan membran plasmanya. Mengankut oksigen dari paru-paru ke jaringan
Mengangkut karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru Fungsi : Eritrosit dapat bertahan dalam sirkulasi kurang lebih 120 hari.
Globin, terdegradasi menjadi asam amino.
Hem, diubah menjadi biliverdin, bilirubin, dan dilepas ke plasma.
Sebagian zat besi yang dilepas Hem, akan diperbarui untuk proses sintesis HgA selanjutnya. Destruksi Eritrosit Leukosit Trombosit Sebagian dalam sumsum tulang (granulosit, monosit, beberapa limfosit)
Sebagian dalam kelenjar getah bening (limfosit, sel plasma)
Limfa
Thymus
Tonsil
Getah bening di usus Pembentukan : Melindungi tubuh dari benda asing, termasuk virus dan bakteri
Sangat berperan dalam sistem imunitas tubuh Fungsi : Fungsi utama trombosit adalah pembentukan sumbat mekanik selama respon hemostasis normal terhadap cedera vascular. Tanpa trombosit, dapat terjadi kebocoran darah spontan melalui pembuluh darah kecil. Reaksi trombosit berupa adhesi, sekresi, agregasi dan fusi serta aktivitas prokagulannya sangat penting untuk fungsinya. Fungsi Trombosit Eritrosit : pada umumnya kekurangan sel darah merah dalam tubuh menyebabkan anemia
Hemoglobin : Thalasemia (genetik)
Leukosit : sering disebut leukemia yang terdiri dari leukemia granulositik kronik, granulopenia, neutropenia, granulomatosa kronik (defisiensi enzim lisosom -> fagositosis)
Trombosit : Hemofilia (darah sukar membeku), purpura (perdarahan di bawah kulit atau mukosa yang merupakan abnormalitas keping darah), hipotrombinemia (depresi prontrombin di dalam darah yang menyebabkan kerusakan hati dan malabsorpsi vitamin K) Kelainan Jaringan pengikat yang dasarnya merupakan jaringan retikuler.
Merupakan jaringan hematopoiteik berbentuk sebagai anyaman 3 dimensional serabut-serabut retikuler, pembuluh darah, sinusoid dan sel-sel retikuler dan celah-celahnya berisi sel bebas.
Terbagi 2 :
- sumsum merah (mengandung eritrosit)
- sumsum kuning. (mengandung sel lemak) Jaringan Myeloid (sumsum tulang) Fase meoblas : terbentuk pulau-pulau darah dari sel mesenkim pada saccus vitellinus yang akan menghasilkan eritrosit berinti sebagai eritosit primitif.
Fase hepatik : Tumbuh hepar sehingga mengambil alih fungsi saccus vitellinus dan eritroblas sudah mirip dengan eritroblas dewasa. Pada fase ini janin menghasilkan sel-sel darah jenis lain.
Fase mieloid : ketika kerangka tulang telah terbentuk, fungsi hematopoietik dilakukan dalam sumsum tulang. Perkembangan Jaringan Hematopoiteik Perdarahan adalah suatu kejadian dimana terdapatnya saluran pembuluh darah yang putus atau pecah (arteri,vena ataupun kapiler) Perdarahan Jenis-Jenis Perdarahan Perdarahan Primer
Terjadi pada saat perdarahan berlangsung
Perdarahan Intermediet
Terjadi 24 jam setelah penyebab berlangsung
Perdarahan sekunder
- Terjadi lebih dari 24 jam setelah penyebab berlangsung Jenis Perdarahan menurut waktu terjadinya Jenis Pendarahan menurut tempat terjadinya Darah yang keluar berwarna merah terang
Darah yang keluar memancar sesuai irama jantung
Biasanya perdarahan sukar dihentikan Perdarahan Arteri Perdarahan tidak hebat
Darah keluar perlahan berupa rembesan
Umumnya tidak perlu penanganan khusus karena biasanya perdarahan berhenti sendiri Perdarahan Kapiler Darah yang keluar berwarna gelap
Darah mengalir secara tetap
Pancaran darah tidak begitu hebat dibanding perdarahan arteri sehingga lebih mudah untuk dihentikan Perdarahan Vena Perdarahan Menurut Pembuluh Darah yang Rusak Hemostatis (pembekuan darah) : proses terjadinya bekuan darah pada dinding pembuluh yang rusak untuk menghentikan aliran darah, berupa ikatan fibril berbentuk jala yang mempunyai komposisi fibrin dan terbentuk dari polimerisasi molekul-molekul fibrinogen. Mekanisme Pembekuan Darah Antigen (aglutinogen) : ditemukan pada permukaan eritrosit
Antibodi (aglutinin) : terdapat dalam plasma (serum yang sifatnya dapat menghancurkan antigen)





Alat : Kaca Obyek
Bahan : darah, reagen anti A,B dan AB Letakan satu tetes reagen anti A disebelah kiri dan satu tetes reagen anti B disebelah kanan
Teteskan sedikit darah pada kedua reagen tersebut dan dicampur dengan ujung lidi
Perhatikan adanya Aglutinasi (penggumpalan)
Penafsiran Hasil Cara Kerja Rhesus + (Rh positif) adalah seseorang yang mempunyai Rh-antigen pada eritrositnya
Rhesus - (Rh negatif) adalah seseorang yang tidak mempunyai Rh-antigen pada eritrositnya.
Antigen pada manusia tersebut dinamakan antigen-D, dan merupakan antigen yang berperan penting dalam transfusi.
sistem Rhesus membentuk antibodi hampir selalu oleh suatu eksposure apakah itu dari transfusi atau kehamilan. Golongan Darah Rh Alat
Kaca Obyek
Bahan
darah dan anti-D
Cara Kerja
- Darah + anti-D = tdk menggumpal gol Rh-
- Darah + anti-D = aglutinasi gol Rh+ Cara Kerja Golongan Darah ABO
Full transcript