Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PERANCANGAN SISTEM SIMULASI ANTRIAN KENDARAAN BERMOTOR PADA

No description
by

Ryan Hidayat

on 25 May 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PERANCANGAN SISTEM SIMULASI ANTRIAN KENDARAAN BERMOTOR PADA

PERANCANGAN SISTEM SIMULASI ANTRIAN KENDARAAN BERMOTOR PADA STASIUN PENGISIAN BAHAN-BAKAR UMUM (SPBU) DI SUNSET ROAD
Teori Antrian
Antrian timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian. Tetapi memberikan pelayanan tambahan akan menimbulkan pengurangan keuntungan mungkin sampai di bawah tingkat yang dapat diterima. Sebaliknya, sering timbulnya antrian yang panjang akan mengakibatkan hilangnya pelanggan/nasabah.
1. Pelanggan berubah-ubah.
2. Kedatangan pelanggan adalah acak dan berfluktuasi terhadap waktu.
3. Keputusan sumber daya biasanya kompleks.
4. Fluktuasi sumber daya.
5. Waktu proses berubah-ubah.

Tujuan utama dari sistem jasa adalah memaksimalkan keuntungan dan memaksimalkan kepuasan pelanggan. Namun bagaimanapun juga ukuran adalah hal yang dipertimbangkan menjadi kriteria penampilan internal, karena ukuran-ukuran tersebut tidak ditentukan oleh beberapa aktifitas tunggal. Model simulasi dan analisis sangat membantu mengevaluasi ukuran-ukuran yang berhubungan dengan kriteria penampilan internal.

Komponen Dasar Antrian
Komponen dasar proses antrian adalah :
a. Kedatangan
Setiap masalah antrian melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil, panggilan telepon untuk dilayani, dan lain-lain. Unsur ini sering dinamakan proses input. Proses input meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan calling population, dan cara terjadinya kedatangan yang umumnya merupakan variabel acak. Menurut Levin, dkk (2002), variabel acak adalah suatu variabel yang nilainya bisa berapa saja sebagai hasil dari percobaan acak. Variabel acak dapat berupa diskrit atau kontiniu. Bila variabel acak hanya dimungkinkan memiliki beberapa nilai saja, maka dia merupakan variabel acak diskrit. Sebaliknya bila nilainya dimungkinkan bervariasi pada rentang tertentu, dia dikenal sebagai variabel acak kontiniu.
b. Pelayan
Pelayan atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau satu atau lebih fasilitas pelayanan. Tiap-tiap fasilitas pelayanan kadang-kadang disebut sebagai saluran (channel) (Schroeder, 1997). Contohnya, jalan tol dapat memiliki beberapa pintu tol. Mekanisme pelayanan dapat hanya terdiri dari satu pelayan dalam satu fasilitas pelayanan yang ditemui pada loket seperti pada penjualan tiket di gedung bioskop.
c. Antrian
Inti dari analisa antrian adalah antrian itu sendiri. Timbulnya antrian terutamatergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Jika tak ada antrian berarti terdapat pelayan yang menganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan (Mulyono, 1991).

Sebuah sistem pemrosesan dimana di dalamnya disediakan satu atau lebih jasa bagi pelanggan. Pihak yang membutuhkan jasa (pelanggan, pasien, dan lain-lain) melewati serangkaian proses di mana sumber daya memiliki karakter unik yang tidak ditemui pada sistem manufaktur. Manusia lebih kompleks dan sulit diprediksi tingkah lakunya dibandingkan benda atau mesin. Dengan karakter khusus ini, implikasinya pada model menurut Arifin (2009) adalah sebagai berikut :
Penentu antrian lain yang penting adalah disiplin antrian. Disiplin antrian adalah aturan keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri. Menurut Siagian (1987), ada 4 bentuk disiplin pelayanan yang biasa digunakan, yaitu :
a. First-In First-Out (FIFO) artinya, lebihdulu datang (sampai), lebih dulu dilayani (keluar). Misalnya, antrian pada loket pembelian tiket bioskop.
b. Last-In First-Out (LIFO) artinya, yang tibaterakhir yang lebih dulu keluar. Misalnya, sistem antrian dalam elevator untuk lantai yang sama.
c. Service In Random Order (SIRO) artinya, panggilan didasarkan pada peluangsecara random, tidak soal siapa yang lebih dulu tiba siapa yang terakhir.
d. Priority Service (PS) artinya, prioritas pelayanan diberikan kepada pelangganyang mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan pelanggan yang mempunyai prioritas lebih rendah, meskipun yang terakhir ini kemungkinan sudah lebih dahulu tiba dalam garis tunggu. Kejadian seperti ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seseorang yang dalam keadaan penyakit lebih berat dibanding dengan orang lain dalam suatu tempat praktek dokter.

Disiplin Antrian
Model Simulasi
Pembuatan model simulasi sistem layanan SPBU ini menggunakan sistem diskrit. Sistem diskrit diterapkan berdasarkan bahwa status variabel sistem berubah pada saat-saat tertentu atau dalam waktu yang diskrit. Dari model simulasi tersebut dilakukan verifikasi dan validasi. Setelah diverifikasi dan dinyatakan valid kemudian dilakukan skenarioisasi terhadap model simulasi. Jenis skenario yang diterapkan adalah skenario struktur, yaitu skenario yang dilakukan dengan jalan mengubah struktur dari model.
Kelebihan dan Kekurangan Model Simulasi.
Ada beberapa kelebihan simulasi dibanding model lain, yaitu:
a. Konsep Random.
Model simulasi dapat dengan mudah memodelkan peristiwa random (acak)sehingga dapat memberikan gambaran kemungkinan-kemungkinan apa yang dapat terjadi.
b. Return on Investment.
Dengan menggunakan model simulasi komputer, faktor biaya akan denganmudah ditutup karena dengan simulasi kita dapat meningkatkan efisiensi, seperti penghematan operation cost, inventory, dan pengurangan jumlah orang.
c. Antisipasi.
Dengan menggunakan simulasi maka kita dapat menghindari risiko yangmungkin terjadi karena penerapan sistem baru.


d. Meningkatkan Komunikasi.
Adanya user interface yang baik pada program simulasi yang juga dilengkapi dengan kemampuan animasi, hal itu akan sangat membantu dan mengkomunikasikan sistem baru kepada semua pihak.
e. Pemilihan Peralatan dan Estimasi Biaya.
Pembelian peralatan baru seringkali berkaitan dengan sistem yang lama.Dengan menggunakan simulasi maka akan dapat dilihat performansi sistem secara keseluruhan dan dilakukan analisis cost benefit sebelum pembelian peralatan dilaksanakan.
f. Continous Improvement Program.
Model simulasi komputer memberikan evaluasi strategi improvement danmengevaluasi alternatif-alternatif yang ada.
Selain mempunyai kelebihan, model simulasi juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:
a. Untuk mensimulasikan sistem yang kompleks diperlukan biaya yang sangatbesar untuk pengembangan dan pengumpulan data awal ataupun observasi sistem yang membutuhkan eksperimen awal.
b. Simulasi bukanlah presisi dan juga bukan suatu proses optimisasi. Simulasi tidak menghasilkan solusi, tetapi ia menghasilkan cara untuk menilai solusi termasuk solusi optimal.
c. Tidak semua situasi dapat dinilai melalui simulasi kecuali situasi yang memuat ketidakpastian.

Metodologi Penelitian
Penelitian simulasi sistem ini menggunakan teknik pengambilan data langsung. Ada beberapa langkah dalam penelitian ini, antara lain :
Langkah pertama yang dilakukan adalah menganalisis aliran aktifitas yang terjadi pada SPBU di Sunset Road. Setelah itu, penulis melakukan pengumpulan data ke lapangan dengan mengamati sampel data berupa waktu antar kedatangan kendaraan dan waktu lama pelayanan setiap kendaraan pada waktu tertentu yaitu terdiri dari waktu pagi (pukul 09.00-10.00)
Langkah kedua, data yang telah dikumpulkan, direkapitulasi dengan bantuan Ms.excel. Dilakukan pengolahan data dengan menghitung waktu antar kedatangan dari kendaraan roda empat ke atas dan waktu pelayanan dari masing-masing server. Setelah itu dilakukan penentuan jenis distribusi untuk waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan untuk server 1, 2 , 3.

Langkah ketiga adalah perancangan model logika sesuai dengan keadaan sistem nyata yang telah dimodelkan sebelumnya. Perancangan model dengan software Microsoft Visual Basic 6.0 dilakukan dengan input data dari distribusi masing-masing beserta parameter yang digunakan. Lalu model dijalankan, dengan verifikasi dan validasi supaya model yang dibuat bisa diterima dan benar-benar valid atau sesuai dengan sistem yang sebenarnya terjadi.
Langkah keempat adalah melaksanakan perbaikan terhadap sistem dengan mengintegrasikan model-model baru berdasarkan dengan ukuran performansi yang digunakan.
Peralatan yang digunkan dalam pengumpulan data ini adalah berupa jam digital, stopwatch, serta alat tulis. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer pada umumnya. Data diambil pada tanggal 20 Januari 2012 dan berikut adalah hasil datanya :

Kesimpulan
• Waktu tunggu rata-rata si Costumer berada dalam antrian adalah 55/38 = 1.4 menit
• Waktu rata-rata si Costumer berada dalam sistem adalah 111/38 = 2.9 menit
• Waktu idle rata-rata bagi si Operator adalah 6/38 = 0.15 menit
• Berdasarkan penilitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya tiga buah server pada SPBU Sunset Road dapat mengurangi jumlah antrian yang terjadi apabila dibandingkan dengan dua maupun satu server [telah diperhitungkan dan dibandingkan]. Hal ini diambil berdasarkan pada perbandingan waktu kedatangan konsumen baru dengan waktu konsumen sebelunya dilayani.
• Nilai random [waktu kedatangan dan waktu antar kedatangan] mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penambahan dan pengurangan jumlah server. semakin kecil selisih waktu kedatangan [waktu antar kedatangan] kemungkinan penambahan server semakin besar.


Created by :
Adhe Kurniawan
Daud Ramadhan
Rani Rahayu Chairul
Ririn Falmarina
Ryan Hidayat
The End
Full transcript