Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

BERAPRESIASI SENI RUPA

No description
by

on 19 January 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of BERAPRESIASI SENI RUPA

APRESIASI SENI RUPA : Aktivitas mengindra karya seni rupa, merasakan, menikmati, menghayati, dan menghargai nilai-nilai keindahan dalam karya seni serta menghormati keberagaman konsep dan variasi konvensi artistik eksitensi dunia seni rupa.

Menutur Brent G. Wilson dalam buku Evaluation of Learning in Art Education, apresiasi memiliki 3 domain, yaitu :

B. Pengembangan Sikap Empati kepada Profesi Seniman dan Budayawan
Apresiasi seni budaya, termasuk seni rupa, sebagai bagian dari estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas kemampuan mengapresiasi keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi. Sehingga peserta didik menjadi kagum akan prestasi dan jasa-jasa para seniman atau budayawan berdasarkan kualitas karya seni mereka.


C. Mengamalkan Perilaku Manusia Berbudaya dalam Kehidupan Bermasyarakat
Kata budaya berasal dari bahasa sanskerta, buddayah yang berarti akal atau nalar. Jadi kata kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang berhubungan dengan budi, akal, dan nalar. Kebudayaan memiliki 3 wujud, yaitu :
1. Kebudayaan sebagai konsep
2. Kebudayaan sebegai aktivitas
3. Kebudayaan sebagai artefak
Dengan mengenal, memahami, dan menghargai budayanya sendiri, para siswa dapat mengembangkan potensi perilaku yang baik bergaul dengan masyarakat seni dan lingkungan sosial sebagai insan yang berbudaya.

D. Interaksi dan Komunikasi Efektif dengan Lingkungan Seni Budaya
Dari pengalaman belajar apresiasi seni, diharapkan berkembang sikap demokratis, etis, toleransi, dan sikap positif lainnya. Sikap demokratis adalah perilaku yang tidak bias gender. Sikap toleran akan tercermin ketika siswa dapat menerima perbedaan pendapat dalam aktivitas mengapresiasi seni, karena dari kajian yang dilakukannya dalam menafsirkan data pengamatan perbedaan respin estetik adalah sesuatu yang wajar
E&F. Rangkuman & Refleksi
Apresiasi seni rupa adalah aktivitas mengindra karya seni rupa, menghargai nilai-nilai keindahan, keberagaman, dan kaidah artistic eksistensi dunia seni rupa. Sikap apresiatif ini terbentuk atas kesadaran akan kontribusi para seniman bagi bangsa dan negara, atau bagi nilai-nilai kemanusiaan pada umumnya.

Setiap manusia dianugerahi oleh Tuhan akan perasaan keindahan. Dalam aktivitas kesenirupaan, baik dalam proses penciptaan, pengkajian, dan penyajiannya senantiasa dipandu oleh rasa keindahan yang sifatnya essensial dalam seni yang memberikan kebahagiaan spiritual bagi manusia. Oleh sebab itu, sudah selayaknya manusia mensyukuri anugerah Tuhan itu, dan memuliakan namanya.
A. Pengembangan Sikap Apresiatif Seni Rupa
Pada hakikatnya semua manusia dianugerahi oleh Tuhan apa yang disebut “sense of beauty” yaitu rasa keindahan. Setiap orang ukurannya tentu tidak sama, jelas setiap manusia sadar atau tidak menerapkan rasa keindahan ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kita ingin memilih pakaian, warna sepatu, tata rias, memilih perabotan rumah tangga, motif ornament, tari-tarian, busana, tata rias, music, dan lain lain
BERAPRESIASI SENI RUPA
1. Perasaan (feeling), terkait dengan perasaan keindahan
2. Penilaian (valuing), terkait dengan nilai seni
3. Empati (emphatizing), terkait dengan sikap hormat kepada dunia serupa, termasuk kepada profesi perupa (pelukis, pepatung, pegrafis, pekeramik, perkria, dll.
Full transcript