Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Bisnis Real Vs Bisnis Spekulatif

No description
by

Richard Harsono

on 25 September 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Bisnis Real Vs Bisnis Spekulatif

Bisnis Spekulatif
Sekarang ini banyak sekali bisnis yang dapat merugikan kita hingga berjuta-juta, dan banyak sekali yang juga tertarik dengan bisnis instant ini. Bisnis tersebut dapat dikatakan sebagai bisnis Spekulatif yang dapat diartikan sebagai bisnis yang tidak pasti, para pelaku bisnis ini harus berspekulasi untuk melakukan bisnisnya dan dapat meraup untung sebesar-besarnya dengan membodohi orang yang ingin mempunyai usaha dan menghasilkan uang banyak.
Ciri-cirinya adalah :
Didasarkan motif ingin cepat kaya
Mengedepankan cara-cara instant
Membesar-besarkan “passive income”
Tidak perduli kerugian pihak lain, yang penting, “saya untung”.
Contoh
Dual Currency Deposit

Dual Currency Deposit (DCD) merupakan deposito jangka pendek yang di dalamnya terdapat kemungkinan terjadi konversi antara valuta asing dengan mata uang rupiah, yang bunganya dihubungkan dengan pergerakan kurs dari dua mata uang tersebut. Pada saat jatuh tempo, nasabah akan menerima pokok dan bunga dalam mata uang penempatan deposito atau dalam mata uang pasangannya, tergantung mana yang lebih lemah dibandingkan dengan kurs konversi yang disetujui.

• Jumlah deposito: Rp 1 miliar
• Mata uang deposito: Rupiah
• Mata uang pasangan: US$
• Tenor: 1 bulan
• Bunga: 15 persen/annual
• Strike level: 11.000

Pada saat jatuh tempo, Nasabah akan menerima pokok dan bunga dalam mata
uang yang lebih lemah.

Skenario 1: Jika Kurs spot < strike: 11.000
Kurs Spot: 10.000
Mata uang yang diterima: US$
Jumlah yang diterima: Rp 1 miliar + (Rp 1 miliar * 15% * 30/360) = Rp 1.0125 miliar/12000 = US$ 101.250

Skenario 2: jika kurs spot > strike: 11.000
Kurs spot: 12.000
Mata uang yang diterima: Rp
Jumlah yang diterima: Rp 1 miliar + (Rp 1 miliar * 15% * 30/360) = Rp 1.0125 miliar.

Bank yang menawarkan produk ini dan menjadi favorit nasabahnya adalah HSBC.

Bukti
Bisnis Real
Bisnis Real dapat dikatakan bisnis yang sudah pasti, bisnis yang dapat menghasilkan laba setiap tahunnya selama prosesnya berjalan
Ciri-ciri Bisnis Real adalah :
Didasarkan motif untuk melayani dan memperoleh kemandirian
Dengan ketulusan
Kerja keras dan inovasi
Bukan jalan pintas
Membangun secara bertahap
Menjaga nama baik
Membangun reputasi
Bukan sekedar Passive Income,tetapi riil.
Contoh
Alfamart adalah usaha minimarket di Indonesia yang sekarang ini terkenal dan banyak peminatnya, alfamart ini terdapat di mana-mana, mudah untuk di cari dan selalu ada di jalan-jalan.

Mengapa ini kita katakana sebagai bisnis real karena bisnis ini sudah dibuka selama kurang lebih 14 tahun, dan usaha ini berkembang di setiap tahunnya. Bisnis alfamart ini bukan bisnis yang instant melainkan kita harus dapat bekerja keras agar dapat memberikan yang pelayanan terbaik untuk konsumen alfamart itu sendiri, bisnis ini juga tidak memberikan kerugian bagi pihak yang ingin membuka usaha ini, melainkan usaha ini memberikan kepuasaan untuk orang yang ini membuka dan konsumen yang akan membeli produk di alfamart.

Waralaba Alfamart adalah usaha minimarket yang dimiliki dan dioperasikan berdasarkan kesepakatan waralaba dari PT. SumberAlfariaTrijaya Tbk, selaku pemegang merek Alfamart.
Bukti
Bisnis Real
Bisnis Spekulatif
Bisnis Real
Vs
Bisnis Spelkulatif

Kewirausahaan
THANK YOU FOR ATTENTION
Joshua R 3203012025
Andreas B 3203012113
Richard H 3203012127
Melinda H 3203012265
Nathania S 3203012273
VIVAnews - Hong Kong and Shanghai Bangking Corporation (HSBC) menghentikan penjualan produk dual currency deposit denominasi US$-rupiah. Bank Indonesia melarang pembelian dolar untuk pembelian produk tersebut karena berbau spekulatif.

Larangan yang tertuang dalam Surat Edaran BI Nomor 10/41/DPD tentang pembelian valuta asing terhadap rupiah kepada bank ini diterbitkan untuk menjaga agar tidak terjadi aksi borong dolar di pasar yang akhirnya berimbas pada nilai tukar rupiah. Rupiah sejak beberapa waktu lalu terus melemah, bahkan sempat mendekati level 13.000/US$. Selain dual deposit currency, BI juga melarang pembelian dolar untuk transaksi callable forward.

"Karena nggak boleh, ya harus nurut. Kan masih banyak alternatif produk," kata Head of Personal Banking HSBC Rusli Sutanto kepada VIVAnews, Senin 1 Desember 2008.

Rusli mengakui produk deposito duel currency kombinasi US$-rupiah merupakan produk favorit nasabah HSBC. Dengan larangan Bank Indonesia, maka tidak ada lagi produk yang difavoritkan nasabah. Karena yang ada tinggal deposito biasa atau deposito kombinasi mata uang lain, selain rupiah.

"Kita masih tawarkan produk-produk dual lain yang tidak melibatkan rupiah, seperti yen, dolar Australia atau mata uang lainnya," kata Rusli.

Pihaknya mengambil sisi positif larangan Bank Indonesia yang membatasi pembelian dolar AS sebagai langkah mengontrol nilai tukar. "Tapi sebetulnya sebelum ada larangan ini, pembelian dolar untuk produk itu sudah susut jauh," katanya seraya menegaskan, pihaknya akan menyiapkan produk kombinasi lain untuk menggantikan deposito kombinasi US$-rupiah.

Penjelasan : Bisnis ini termasuk bisnis spekulatif karena bisnis ini bergantung mana yang lebih lemah dibandingkan dengan kurs konversi yang disetujui. Jadi, memiliki unsur ketidakpastian . apabila kurs spot lebih rendah daripada strike maka pada saat jatuh tempo, nasabah akan menerima pokok dan bunga dalam mata uang yang lebih lemah.
Full transcript