Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kerajaan sunda pajajaran

No description
by

Irma Ardiyanti

on 26 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kerajaan sunda pajajaran

KERAJAAN SUNDA
PAJAJARAN

design by Dóri Sirály for Prezi
Kehidupan sosial
Hidup dari pertanian terutama perladangan. Bukti tentang masyarakat peladang itu ditemukan di kitab sastra.
Kitab sastra zaman Pajajaran menunjukkan kuatnya pengaruh Hindu yang berkembang dikerajaan itu. Hal itu sudah tertanam sejak masa kerjaan Tarumanegara pada awal abad ke-5 yang dibuktikan dari ditemukannya arca dari daerah Cibuaya yang diperkirakan berasal dari abad ke-8 dan ke-9 M.
Nama kelompok :
1. Alyza kemala Danisa
2. Irma Ardiyanti
3. Rifqy Novara Pradana

Setelah runtuhnya Kerajaan Tarumanegara,
di Jawa barat tidak menujukka adanya kegiatan politik atau aktivitas sebuah kerajaan yang berdiri. Namun setelah ditemukan berita-berita pendukung, diketahui bahwa di daerah Jawa barat pernah berdiri sebuah kerajaan yang bernama pajajaran.
Pusat Kerajaan Pajajaran awalnya terletak di daerah Galuh, Jawa Barat.
Sumber sejarah
Dalam negeri

1. Prasasti Horren berasal dari Kerajaan Majapahit menyebutkan bahwa penduduk kampung Horren sering mendapat gangguan dari kerajaan Pajajaran.
2. Prasasti Citasih berangka tahun 1030.
3. Kitab Sundayana
4. Kitab Carita Parahyangan
Luar negeri
1. Berita Tome Pires (merupakan penulis dan bendahara Portugis. Karya terbesarnya, Suma Oriental (Dunia Timur), menceritakan penjelajahan pedagang Portugis hingga menguasai anak benua India dan Kesultanan Melaka pada tahun 1511. memberikan banyak informasi berharga mengenai keadaan Nusantara pada abad ke-16.)
2. Berita Portugis
6. prasasti Astanagede
Berita portugis
Menurut cerita Portugis, pada tahun 1512 dan 1521 raja Samiam dari kerajaan Sunnda (Pajajaran) telah memimpin perutusan ke Malaka untuk minta bantuan Portugis. Pada tahun 1522 seorang utusan Portugis bernama Hendrik de Leme telah berkunjung ke Sunda. Pada masa pemerintahan raja Samiam, atau prabu Surawisesa (1521-1535), sunda kelapa, pelabuhan terbesar kerajaan sunda jatuh ketangan kerajaan Islam pada 1527. Peristiwa ini menyebabkan terputusnya hubungan antara kerajaan Sunda dengan Portugissehingga melemahkan pertahanan kerajaan Sunda.
Ditemukan dalam catatan Sundayana yang menyebut raja bernama Sri Baduga Maharaja. Raja inilah yang kemudian terlibat dalam perang bubat dengan kerajaan Majapahit pada tahun 1357M yang berakhir dengan kematian Sri Baduga dan putrinya, Dyah Ayu Pitaloka beserta para pengiringnya.
7. catatan sundayana
Kehidupan politik
raja-raja yang pernah memerintah :
1. Jayabhupati (pusat pajajaran diperkirakan berada di Pakuan Pajajaran dan kemudian pindah ke Kawali)
2. Rahyang Niskala Wastu Kencana (pusat kerajaan berada di Kawali, Ciamis dan istananya bernama Surawisesa)
3. Rahyang Dewa Niskala
4. Sri Baduga maharaja (pertempuran bubat tahun 1357)
5. Hyang wuni Sora
6. Ratu samian (1512-1521 ke malaka meminta bantuan portugis untuk menghadapi kerajaan demak)
7. Prabu ratu dewata (terjadi serangan dari kerajaan banten yang berusaha merebut ibu kota pajajaran seperti yang terjadi pada tahun 1579, dan mengakibatkan runtuhnya kerajaan pajajaran di Jawa Barat)
Stratifikasi sosial masyarakat kerajaan Pajajaran :
1. Golongan seniman (pemain gamelan, pemain wayang, penari badut)
2. Golongan petani
3. Golongan pedagang
Golongan penjahit
Kehidupan Ekonomi
bersumber dari kegiatan perdagangan dan pertanian. pada umumnya masyarakat yang hidup di pedalaman hidup dalam kegiatan pertanian. sedangkan didaerah pantai hidup dengan berdagang. Mereka sudah menjalin hubungan perdagangan keluar daerah bahkan luar negeri, yaitu dengan para pedagang yang berasal dan Asia Tenggara dan India (Kambay). dan barang-barang yang didagangkan antara lain :
1. lada
2. bahan makanan
3. bahan pakaian
mereka sudah mengenal mata uang sebagai pembayaran yaitu mata uang cina.
Pelabuhan penting
1. Banten (pusat ekspor beras, lada dan bahan makanan)
2. Pontang (hampir sama dengan banten)
3. Cigede (wilayah dagangnya meliputi Pariaman, Andalas, Tulang Bawang dan sekampang)
4. Tamgara
5. Sunda Kelapa (pelabuhan terpenting dan terbesar)
6. Cimanuk (paling timur dan pedagangnya sudah banyak yang masuk islam, walaupun syahbandarnya masih beragama HIndu atau animisme)
Kebudayaan
kebudayaan yang berkembang di kerajaan pajajaran hampir mirip dengan kebudayaan Tarumanegara. Hasil kebudayaan yang ditinggalkan tidak banyak diketahui, kemungkinan kebudayaan material lebih berkembang, seperti sistem ekonomi karena berhubungan dengan para pedagang asing
.
Ada pula hasil budaya yang berupa karya sastra, seperti :
1. kitab Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16 yang merupakana sal satu sumber sejarah kerjaan pajajaran.
2. kitab siksakanda yang berasal dari tahun 1518, mengungkapkan tentang sistem pemerintahan di kerajaan pajajaran.
Prasasti Astanagede ditemukan di Kawali, Ciamis, Jawa Barat. Prasasti ini memuat informasi perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran dari Pakuan ke Kawali.

Prasasti pangambot ditemukan di Bogor, berangka tahun 923, berbahasa Jawa Kuno bercampur dengan bahasa Melayu. Prasasti ini membuat pengembalian kekuasaan Raja Pajajaran yang diduga pernah dikuasai Kerajaan Sriwijaya.

5. Prasasti pangambot

8. Prasasti canggal
Berita tentang Jawa Barat sedikit tersingkap dengan adanya temuan prasasti Canggal di Gunung Wukir, Jawa Tengah yang berangka tahun 734M. Prasati itu dibuat atas perintah Sanjaya sebagai peringatan atas kemenangannya. Prasati ini menyebutkan bahwa Sanjaya adalah anak dari Sanaha saudara perempuan dari raja Sanna.
Tahun 952 saka (1030 M). Ditemukan di Pancalikan dan Bantarmuncang, di tepi sungai Citatih (Cibadak, Sukabumi). memakai tulisan huruf Kawi dan bahasa Jawa Kuno.
Isi prasasti :
a. Kerajaan diperintah oleh Maharaja Sri Jayabupati yang berkuasa.
b. Berdasarkan gelar Wisnumurti, raja Jayabhupati diduga memeluk agama Hindu aliran Wisnu.
c. Pusat kerajaan di Pakuwan Pajajaran dipindahkan ke Kawali (dekat Cirebon).
9. Prasasti SangHyang Tapak
Kevin (Kel 6)
Full transcript