Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Masa-masa Daud setelah menjadi raja hingga akhir hidupnya

No description
by

William Gongestu

on 2 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Masa-masa Daud setelah menjadi raja hingga akhir hidupnya

Daud pada saat tua hingga kematian
Kematian Saul
Saul dibunuh oleh orang Filistin dalam peperangan dan mayatnya digantung di tembok kota. Berakhirlah kerajaan Saul.
Daud diurapi dan diangkat menjadi raja bangsa Israel
Daud diurapi oleh teman-teman sukunya pada usia 30 tahun dan menjadikan Hebron kota kedudukan raja. Ia memerintah Hebron selama 7½ tahun. Setelah kematian Esybaal (anak Saul) dan Abner (panglima Saul) , Daud diurapi menjadi raja atas ke-12 suku Israel di Hebron, dan dari sana segera ibukotanya dipindahkan ke Yerusalem.
Menjadi raja di Yerusalem
Mulailah masa paling gemilang dalam pemerintahan raja Daud yang berusia lama itu, yang masih akan berjalan selama 33 tahun lagi. Dalam diri Daud terpadu dengan baik sekali keberanian pribadi dengan keterampilan sebagai panglima dan dengan bakat ini ia memimpin bangsa Israel menundukkan musuh-musuhnya secara teratur.
Dosa Daud dan Hukuman Tuhan
Masa-masa Daud menjadi raja hingga akhir hidupnya
Peta wilayah kekuasan bangsa Israel
Kerajaan Saul
Kerajaan Daud
Pertobatan dan Kesetiaan Daud
Karena kesombongan atas keberhasilannya, Daud pun terjerumus dalam dosa. Kebohongannya menyebabkan kematian banyak orang (1 Sam. 21); Kemarahannya membahayakan penetapannya sebagai raja (1 Sam. 25); ketidakjujuran menyebabkan ia membunuh orang-orang sipil (1 Sam. 27); hawa nafsunya menjebaknya dalam komplotan pembunuhan (2 Sam. 11); ketidaksediaannya menjalani disiplin yang tegas menyebabkan terjadinya pertumpahan darah di dalam keluarganya (2 Sam. 13-14); kesombongannya mendatangkan wabah yang menghancurkan seluruh negeri (2 Sam. 24).
Meskipun Daud banyak melakukan dosa, Allah memilih Daud dan menegaskan bahwa ia berjalan sesuai dengan ketetapan-Nya. Daud tidak pernah bersikap negatif kepada orang-orang yang diutus Tuhan untuk menegur dosanya (Nabi Natan dan Nabi Gad), dan ia secara mendalam mengakui serta menyesali segala dosa yang telah dilakukannya (2 Sam. 12:13; 24:17).
Meskipun dosa Daud begitu besar, namun ia tidak pernah melakukan dosa untuk menyangkal imannya kepada Tuhan, melainkan ia mengakui segala dosanya dan mohon pengampunan dari Tuhan.
Daud berumur 30 tahun, pada waktu ia menjadi raja; 40 tahun lamanya ia memerintah; jadi Daud meninggal pada usia 70 tahun. Ia wafat pada waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan, Walaupun Daud seorang yang dipilih Tuhan, akan tetapi kematiannya hanya dicatat dalam satu ayat firman Tuhan “Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud” (1 Raj 2.10). Tidak ada upacara dan tidak ada perkabungan. Hanya satu ayat dan lewat begitu saja. Sebab kematian bukanlah titik akhir. Maka kemudian naik rajalah Salomo, anaknya, menggantikan dia.
William Gongestu |00000002950
Designed by:
Full transcript