Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Cerita Fiksi dalam Novel

No description
by

Jake Nugroho

on 21 October 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Cerita Fiksi dalam Novel

Kelas 11 UN
Cerita Fiksi dalam Novel
Cerita Fiksi
tokoh-tokoh cerita fiksi juga merupakan tokoh rekaan. Artinya, mereka bukan merupakan tokoh yang secara imajinatif, dalam arti tokoh yang di ciptakan lewat kekuatan imajinasi pengarang.

Tokoh Rekaan

Tokoh Hitam dan Tokoh Putih
1. Tokoh
2. Alur
3. Latar
4.Tema
5. Amanat
6. Sudut Pandang
7. Nada dan Stile
Unsur-unsur Cerita Fiksi
1. Hakikat Tokoh
2. Jenis Tokoh
3. Tehnik Penghadiran Tokoh

Tokoh
Hakikat Tokoh
Hakikat cerita fiksi adalah menunjuk pada sebuah cerita yang kebenarannya tidak menunjuk pada kebenaran sejarah, kebenaran empirik-faktual.
Hakikat Cerita Fiksi
Jadi apa yang di kisahkan dalam teks fiksi adalah segala sesuatu khususnya untuk tokoh dan peristiwa yang bersifat imajinatif.
Jenis Tokoh
Cerita Fiksi dalam Novel
11 UN
1. Hakikat Cerita Fiksi
2. Unsur Cerita Fiksi
3. Macam-Macam Cerita Fiksi
Di samping untuk memberikan bacaan yang sehat dan menaril, buku cerita fiksi dimaksudkan untuk memberikan 'pendidikan' moral tertentu melalui cerita.

Tokoh cerita adalah sarana strategis untuk memberikan tujuan pendidikan yang dimaksud
Tokoh rekaan
Tokoh statis dan tokoh berkembang
Tokoh Datar
Dan
Tokoh Bulat

Tokoh Putih
dan
Tokoh Hitam

Tokoh protagonis dan antagonis

Istilah tokoh putih dan tokoh hitam dimaksudkan untuk menyebut tokoh yang berkarakter baik dan buruk.

Tokoh protagonis yang adalah tokoh hero yang dikategorikan sebagai tokoh putih, yaitu tokoh yang berkarakter baik dan sekaligus membawakan dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.

Sebaliknya, tokoh antagonis yang berkarakter jahat dan sebagai pemicu konflik dan pertentangan dikategorikan sebagai tokoh hitam.


Tehnik Penghadiran Tokoh
Tehnik Aksi

Komentar Pengarang
Tehnik Komentar Orang lain
Tehnik Penampilan
Tehnik Kata-Kata
Tehnik Aksi
Teknik aksi dimaksudkan sebagai teknik penghadiran tokoh lewat aksi, tindakan, dan tingkah laku yang ditunjukkan oleh tokoh yang bersangkutan.
Tehnik Kata-Kata
Jika teknik tingkah laku menunjukkan karakter tokoh cerita lewat aksi dan tingkah laku nonverbal, teknik kata-kata dapat dipahami sebagai cara menunjukkan karakter tokoh lewat tingkah laku verbal, lewat kata-kata yang diucapkan.
Tehnik Penampilan
Tehnik penampilan ini pada hakikatnya merupakan sesuatu yang dapat diamati pada seorang tokoh baik yang menyangkut aspek fisik maupun nonfisik dalam sekali kesempatan yang secara keseluruhan mencerminkan gambaran tentang sikap dan karakter seseorang.
Tehnik Komentar Orang Lain
Komentar tokoh lain merupakan salah satu cara yang biasa dipergunakan untuk melukiskan karakter seorang tokoh baik untuk menunjukkan sikap dan karakter yang belum di ungkap dengan teknik lain maupun untuk memperkuat teknik lain yang sudah dipergunakan, baik yang menyangkut sikap dan karakter yang berkualifikasi positif maupun negatif.
Tehnik Komentar Pengarang
Teknik komentar pengarang merupakan teknik uraian yang bersifat langsung dari kata-kata pengarang. Artinya, jati diri seorang tokoh itu sengaja ditunjukkan langsung oleh si empunya cerita lewat narasi. Hal-hal yang di ucapkan secara langsung dapat menyangkut sesuatu yang bersifat fisik seperti bentuk perawakan atau nonfiksi seperti sikap dan tingkah laku.
Tokoh berkarakter datar adalah tokoh yang hanya memiliki karakter yang “itu-itu” saja, karakter yang tertentu dan sudah pasti mirip dengan formula. sedangkan Tokoh berkarakter bulat adalah tokoh yang memiliki banyak karakter dan adakalanya bersifat tidak terduga, maka karakternya pun tidak dapat dirumuskan sebagaimana tokoh datar

Tokoh Datar dan Tokoh Bulat
Tokoh Statis dan Tokoh Berkembang
Tokoh statis (static character) dimaksudkan sebagai tokoh yang secara esensial karakternya tidak mengalami perkembangan. Artinya karakter yang bersifat konstan.

Tokoh berkembang (developing character) sering juga disebut sebagai tokoh yang dinamis (dynamic character), di pihak lain, dapat dipahami sebagai tokoh yang mengalami perubahan dan perkembangan karakter sejalan dengan alur cerita
.

Hakikat Alur Cerita

Konflik Pengembangan Alur Cerita

Pola Alur Cerita
Alur Cerita
Dalam kaitannya dengan sebuah teks cerita, alur berhubungan dengan berbagai hal seperti peristiwa, konflik yang terjadi, dan akhirnya mencapai klimaks, serta bagaimana kisah itu diselesaikan
Hakikat Alur Cerita
Alur berkaitan dengan masalah bagaimana peristiwa, tokoh, dan segala sesuatu itu digerakkan, dikisahkan sehingga menjadi sebuah rangkaian cerita yang padu dan menarik.
Konflik dalam Pengembangan Alur Cerita
Konflik seseorang dengan diri sendiri
konflik seseorang dengan orang lain
konflik seseorang dengan masyarakat
konflik seseorang dengan alam
Konflik seseorang dengan diri sendiri
konflik dapat terjadi di dalam batin seseorang dengan diri sendiri. Di dalam batin seseorang baisa tejadi tarik menarik antara beberapa kepentingan yang bersebrangan yang sama-sama menuntut untuk dipilih.
Konflik seorang dengan orang lain
Konflik yang terjadi di antara tokoh-tokoh cerita dapat digolongkan sebagai konflik eksternal, konflik antara seseorang dengan orang lain diluar diri sendiri. Konflik ini lazimnya terjadi antara tokoh protagonis dan antagois, namun juga dapat terjadi antara sesama tokoh protagonis dan antagonis.

Konflik seseorang dengan masyarakat
Konflik jenis ini juga tergolong konflik eksternal yang terjadi antara seseorang dengan sesuatu yang di luar drinya. Istilah masyarakat antara lain adalah kehidupan sosial-budaya masyarakat yang memiliki berbagai system dan konvensi yang berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain.
Alam haruslah dipahami dalam pengertian yang lebih luas yang meliputi berbagai kondisi lingkungan kehidupan termasuk di dalamnya flora dan fauna. Kondisi alam yang disebut antagonistic force, yang tingkatan intensitasnya mulai dari sederhana dan keseharian sampai yang tergolong serius dan dramatik.
Konflik seseorang dengan alam
Full transcript