Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Nilai Saintifik Pada Keajaiban Ciptaan Allah

No description
by

adisty novelio

on 16 September 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Nilai Saintifik Pada Keajaiban Ciptaan Allah

Asal Usul Manusia dalam Pandangan Islam
Manusia menurut pandangan Al-Quran, Al-Quran tidak menjelaskan asal-usul kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini, Al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja.
Proses Penciptaan Manusia Menurut Sains
Tahun 1944-1950 : masalah pertumbuhan embrio baru ditemukan, padahal di Al-Qur'an sudah tercantum sejak tahun ke-7 M
Tiga Tahap Kehidupan dalam Rahim
Nilai Saintifik Pada Keajaiban Ciptaan Allah
Oleh :
Helida Nora Ariska
Anissa Ittaqullah
Ayu Novitasari
Riyadlotus Sholichah
Dewi Ika A
Selva Putri Ariswana
Adeisty Eka Prasasty
Rien Recylia
Muthia Ayu Paramitha
Nurul Khusnia
Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna
Ada beberapa teori tentang penciptaan manusia
Teori menurut Al-Qur'an
Teori menurut Darwin
Apa pengertian manusia menurut Islam?
Bagaimana perspektif penciptaan manusia menurut Al-Qur’an?
Bagaimana proses pembentukan jasad manusia dalam rahim menurut Al- Qur’an ?
Apa fungsi dan peranan manusia dalam Islam?
Rumusan Masalah
Tujuan
Memahami hakikat manusia dalam Islam
Memahami konsep penciptaan manusia dalam Islam
Memahami proses pembentukan jasad manusia dalam rahim Al-Qur’an
Memahami fungsi dan peranan manusia dalam Islam

Manfaat
Menambah wawasan tentang nilai saintifik pada keajaiban ciptaan Allah yang menunjukkan kebesaran Allah dalam membentuk alam semesta beserta isinya, terutama penciptaan manusia di dalam rahim berdasarkan dalil Al Quran.
Pengertian Manusia
Pengertian Manusia menurut Sains
Bahasa : “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi.

Sains : makhluk yang utama dalam dunia, mempunyai esensi tersendiri, dan sebagai suatu penciptaan yang bersifat istimewa dan mulia
Pengertian Manusia menurut Islam
Ketika berbicara tentang manusia, Al-Qur’an menggunakan tiga istilah pokok. Pertama, menggunakan kata yang terdiri atas huruf alif, nun, dan sin, seperti kata insan, ins, naas, dan unaas. Kedua, menggunakan kata basyar. Ketiga, menggunakan kata Bani Adam dan dzurriyat Adam
Basyar : kata basyar dalam Al-Qur’an menunjuk pada dimensi material manusia yang suka makan, minum, tidur, dan jalan-jalan. Dari akar kata basyar lahir makna bahwa proses penciptaan manusia terjadi secara bertahap sehingga mencapai tahap kedewasaan.
Q.S Ar Ruum : 20
Kata insan terambil dari kata ins yang berarti jinak, harmonis, dan tampak. Kata insaan digunakan Al-Qur’an untuk menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga.
Bahkan, lebih jauh Bintusy Syathi’ menegaskan bahwa makna kata insaan inilah yang membawa manusia sampai pada derajat yang membuatnya pantas menjadi khalifah di muka bumi, menerima beban takliif dan amanat kekuasaan.
Dari dua kata ini, kami menyimpulkan bahwa definisi manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, yang diciptakan secara bertahap, yang terdiri atas dimensi jiwa dan raga, jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil Allah di muka bumi (khaliifah Allah fii al-ardl).
Hasil peneliti Alquran yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulannya bahwa manusia terdiri dari unsur-unsur: jasad, ruh,  nafs, qalb, fikr, dan aqal.
Asal Usul Manusia
Menurut Antropologi
Teori Darwin
Manusia sekarang ini adalah hasil yang paling sempurna dari perkembangan tersebut secara teratur oleh hukum-hukum mekanik seperti halnya tumbuhan dan hewan. Kemudian lahirlah suatu ajaran (pengertian) bahwa manusia berasal dari perkembangan makhluk sejenis kera yang sederhana kemudian berkembang menjadi hewan kera tingkat tinggi sampai akhirnya menjadi manusia.
(Darwin)
Teori Evolusi
Tahun 1994 : ditemukannya fosil dengan berat 55 kg dan tinggi 1,2 meter yang diberi nama ilmiah Ardipithecus ramidius (akar dari tanah kera)
Penemuan Ardipithecus ramidius lebih menguatkan pendapat bahwa simpanse dan manusia berevolusi dari nenek moyang yang sama. Tapi sepanjang perjalanannya, masing-masing berubah dan berevolusi secara terpisah.
Dengan demikian Al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah.
Williams P., penulis buku “Basic Human Embryology” menyebutkan bahwa kehidupan dalam Rahim memiliki tiga tahapan, yakni : pre-embrionik (dua setengah minggu pertama), embrionik (sampai akhir minggu kedelapan), dan janin (dari minggu kedelapan sampai kelahiran).
1. Tahap pre-embrionik
2. Tahap embrionik
3. Tahap Fetus
Proses Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur'an
Al-Qur’an menyatakan proses penciptaan manusia mempunyai dua tahapan yang berbeda, yaitu:
Primordial
Manusia pertama, Adam a.s. diciptakan dari al-tin (tanah), al-turob (tanah debu), min shal (tanah liat), min hamain masnun (tanah lumpur hitam yang busuk) yang dibentuk Allah dengan seindah-indahnya, kemudian Allah meniupkan ruh dari-Nya ke dalam diri (manusia) tersebut
Tahapan Biologi
Di dalam proses ini, manusia diciptakan dari inti sari tanah yang dijadikan air mani (nuthfah) yang tersimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian nuthfah itu dijadikan darah beku (‘alaqah) yang menggantung dalam rahim. Darah beku tersebut kemudian dijadikan-Nya segumpal daging (mudghah) dan kemudian dibalut dengan tulang belulang lalu kepadanya ditiupkan ruh. Hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim menyatakan bahwa ruh dihembuskan Allah swt. ke dalam janin setelah ia mengalami perkembangan 40 hari nuthfah, 40 hari ‘alaqah dan 40 hari mudghah.
Korelasi Penciptaan Manusia Menurut Sains Modern dan Islam
Penciptaan manusia berdasarkan konsep Islam dan Sains modern ternyata memiliki hubungan. Seperti pada firman Allah berikut :
TERIMA KASIH
Full transcript