Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kelompok 7 :

No description
by

Shelfi Rahmawati II

on 19 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kelompok 7 :

Results
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
3. Dampak Industri dan Teknologi Terhadap Lingkungan
Pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi dalam suatu negara, dalam hal ini pesatnya penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran dalam kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa. Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia, kiranya selalu dapat ditarik benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa manusia “survival” yaitu karena teknologi. Teknologi juga dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi manusia akibat mampu menyediakan berbagai kebutuhan manusia. Bahkan akibat teknologi diera cybernatrika yang mengglobal dapat dikonsumsi oleh negara miskin sekalipun karena kemampuan komputer sebagai instrumen informasi yang tidak memiliki batas ruang. Dalam hal ini jaringan internet yang dapat di akses dengan biaya yang tidak mahal menghilangkan titik pemisah yang diakibatkan oleh jarak yang saling berjauhan. Kemajuan teknologi cybernetika seperti ini meyakinkan para ekonom bahwa kemajuan yang telah dicapai oleh negara maju akan dapat disusul oleh negara-negara berkembang, terutama oleh menyatunya negara maju dengan negara berkembang dalam blok perdagangan. Sebagai salah satu negara berkembang yang membutuhkan dana bagi pembiayaan pembangunan, maka indonesia seringkali dicurigai melakukan eksploitasi sumber daya alamnya secara besar-besaran, karena dukungan teknologi dan pesatnya tingkat kebutuhan industri-industri yang berkambang pesat secara kuantitatif dan berskala besar.
Ada dua dampak yaitu :
A. Dampak Tidak Langsung
B. Dampak tidak langsung
BAB 2] MENILAI JENIS DAN PERANAN IPTEK DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
1. Merencanakan Penggunaan Iptek Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
Perencanaan dan pengelolaan lingkungan hidup meliputi aneka ragam bidang dan keahlian, tetapi harus menjadi bagian penting dari perencanaan dan pengelolaan nasional apabila berhasil. Lingkungan hidup dan masalah-masalah lingkungan hidup seharusnya tidak dianggap terpisah dari fungsi-fungsi pemerintahan, tetapi seharusnya dianggap sebagai masalah pokok. Ada lima komponen dari proses yang dinamis dan interaktif untuk pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan hidup, yaitu inventarisasi; evaluasi; perencanaan, pengelolaan dan pemantauan. Lima komponen tersebut akan dibahas dalam suatu kerangka prinsip-prinsip pokok dan pelaksanaan secara praktis.
Membangun masyarakat yang berkelanjutan memerlukan perhatian pada tiga masalah pokok:
1. Kelangsungan ekonomi
2. Keadilan sosial
3. Lingkungan hidup yang berkelanjutan

[BAB 1]
MENGEMBANGKAN JENIS DAN PERANAN IPTEK DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

1. Pengertian Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan. Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda,daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhikelangsungan perikehidupan dan kesejahteraanmanusia serta makhluk hidup lain.

Kelompok 7 :
Diana Klemi Mayasari
Linda Sukmawati
Rika Melinda
Shelfi Rahmawati

2. Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan,pemeliharaan, pemulihan, pengawasan danpengendalian lingkungan hidup.Pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia menjadi masalah serius yang harus segera dilaksanakan mengingat besarnya tingkat kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Upaya–upaya tersebut berkaitan erat dengan kegiatan-kegiatan manusia yang selama ini dianggap dapat mengancam kelestarian dan kestabilan lingkungan. Dengan dilakukannya upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi bahkan menghilangkan kerusakan lingkungan. Salah satu hal yang harus menjadi perhatian adalah tingginya tingkat pencemaran lingkungan, seperti pencemaran tanah yang diakibatkan oleh pembuangan sampah yang sembarangan. Pencemaran tersebut mempunyai dampak yang sangat luas dan sangat merugikan manusia. Oleh karena itu, harus diupayakan pengurangan pencemaran lingkungan bila perlu meniadakan sama sekali.
Untuk mengatasi tingkat kerusakan lingkungan berbagai upaya yang telah dilakukan guna meminimalisir dampak kerusakan tersebut, antara lain:
1) Membuat AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)
2) Melaksanakan Pembangunan Yang Berwawasan Lingkungan
3) Menerapkan Prinsip Pemeliharaan Daya Dukung Lingkungan Dalam Pengelolaan Sumber Daya alam
4) Menerapkan Pengelolaan Limbah Secara Benar.

Tujuan dari pengelolaan lingkungan hidup yaitu:
1. Tercapainya keselarasan antara hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya
2. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana
3. Terwujudnya manusia indonesia sebagai pembina lingkungan hidup
4. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang
5. Terlindunginya negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

A. Dampak Tidak Langsung
Dampak tidak langsung umumnya berhubungandengan masalah sosial masyarakat yang disebutsebagaidampak psikososioekonomi, dampak tersebutantara lain yaitu Urbanisasi, Perilaku, Kriminalitas, Sosial Budaya.
contoh:

URBANISASI
PERILAKU
 KRIMINALITAS
 SOSIAL BUDAYA


B. DAMPAK LANGSUNG
Dampak langsung yang bersifatnegatif akibat kegiatan indutri dan teknologi yaitu Pencemaran udara, Pencemaran air, Pencemaran bahan padat dan daratan.
PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP (UUPLH NO.23 THN 1997), masuk atau dimasukkannya mahkluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia, sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

4. Menyikapi Pencemaran Lingkungan
Konferensi PBB tentang lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1972, telah menetapkan tanggal 5 Juni setiap tahunnya untuk diperingati sebagai Hari lingkungan Hidup Sedunia. Kesepakatan ini berlangsung didorong oleh kerisauan akibat tingkat kerusakan lingkungan yang sudah sangat memprihatinkan.
Di Indonesia perhatian tentang lingkungan hidup telah dilakukan sejak tahun 1960-an. Tonggak pertama sejarah tentang permasalahan lingkungan hidup dipancangkan melalui seminar tentang Pengelolaan lingkungan Hidup dan Pembangunan Nasional yang diselenggarakan di Universitas Padjajaran pada tanggal 15 – 18 Mei 1972. Hasil yang dapat diperoleh dari pertemuan itu yaitu terkonsepnya pengertian umum permasalahan lingkungan hidup di Indonesia. Dalam hal ini, perhatian terhadap perubahan iklim, kejadian geologi yang bersifat mengancam kepunahan makhluk hidup dapat digunakan sebagai petunjuk munculnya permasalahan lingkungan hidup.
Pada saat itu, pencemaran oleh industri dan limbah rumah tangga belumlah dipermasalahkan secara khusus kecuali di kota-kota besar. Saat ini, masalah lingkungan hidup tidak hanya berhubungan dengan gejala-gejala perubahan alam yang sifatnya evolusioner
1. IPTEK DI BIDANG ENERGI DAN SUMBER DAYA ALAM
IPTEK dalam Bidang Energi
Ilmu Pengetahuan atau dalam kata lainnya adalah sains merupakan sesuatu yang mendasar dalam memahami keilmuan dari bidang yang paling mendasar sampai bidang berkerumitan tinggi. Ilmu pengatahuan harus dihormati dan ditaati dengan baik secara sadar sehingga keilmuan yang hakiki dapat dihormati dengan etika originalitas dan keabsahan yang benar. Bila ilmu pengetahuan ini telah diperoleh maka ilmu pengetahuan harus dibuat suatu rekayasa keteknikannya. Keteknikan yang baik diperoleh melalui pengalaman yang sistematis dan sinambung. Dengan menghormati segala rancangan keteknikan yang baik, maka evolusi keteknikan akan berlangsung dengan sendirinya. Inilah yang memunculkan suatu pemikiran keteknikan yang inovatif. Akhirnya, perwujudan dari keteknikan ini yang memunculkan pengertian teknologi. Sejalan dengan berjalannya waktu dan pengembangan teknologi yang sudah berlangsung lama, saat ini teknologi telah berada pada era modernisasi segala bidang aktivitas manusia.

IPTEK DALAM BIDANG INDUSTRI
Industri bidang penerbangan (IPTN) Industri Pesawat Terbang Nusantara telah mampu mengembangkan IPTEK yang menghasilkan pesawat terbang N250, yang pernah mengangkat Indonesia. Meskipun pada awal tahap permulaan, keberhasilan yang pernah diraih telah diakui Negara lain, paling tidak Negara-negara ASEAN. Beberapa Negara pernah membeli jenis pesawat N250 ini.
IPTEK DALAM BIDANG ENERGI DAN INDUSTRI
Briket batubara sebagai alternatif pengganti minyak tanah. Sebetulnya di Indonesia telah mengembangkan briket batubara sejak tahun 1994 namun tidak dapat berkembang dengan baik memngingat minyak tanah masih disubsidi sehingga harganya masih sangat murah, sehingga masyarakat juga lebih memilih minyak tanah untuk bahan bakar sehari-hari. Namun dengan kenaikan BBM pada 1 oktober 2005, mau tidak mau masyarakat harus berpaling pada bahan bakar alternatif yang lebih murah seperti briket batubara.

2.
IPTEK DI BIDANG PERTANIAN
Dalam mengembangkan IPTEK, khususnya pada pertanian sangat baik untuk dikembangkan di negara- negara agraris, terutama di Indonesia. Untuk mengembangkannya di perlukan beberapa teknik yang bertujuan untuk membantu dalam pemgembangan IPTEK, khususnya di bidang pertanian.
Teknik pertanian adalah salah satu kegiatan dengan melakukan pendekatan teknik pertanian secara luas dalam bidang pertanian yang sangat dibutuhkan untuk melakukan transformasi sumberdaya alam secara efisien dan efektif. Teknik pertanian yang pernah dikembangkan oleh Indonesia adalah Terminologi pertanian Agricultural Engineering pada tahun 1990 yang diadopsi dariAgricultural Mechanization, bersamaan dengan penggunaannya mnesin traktor.
contoh:
1.1 Bioteknologi
1.2 Rekayasa Genetika

3. IPTEK DI BIDANG INDUSTRI
Manusia tidak dapat dipisahkan dari teknologi. Teknologi terkandung didalam dirinya dan didalam cara-cara hidupnya dalam masyarakat. Sebaliknya teknologi tidak dapat terlepas dari manusia, teknologi itu hanya ada karena diciptakan oleh manusia. Kemampuan berpikir manusia yang sistimatis, analitis, mendalam dan berjangka panjang menghasilkan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan melahirkan teknologi, yaitu cara-cara berdasar ilmu untuk menghasilkan barang atau jasa. Manusia memanfaatkan teknologi untuk menyempurnakan proses-proses nilai tambah yaitu proses-proses merubah bahan mentah dan barang-barang setengah jadi menjadi barang-barang jadi yang memiliki nilai yang lebih tinggi. Teknologi penting karena merupakan penggerak utama proses nilai tambah tersebut. Sedangkan proses nilai tambah itu sendiri merupakan proses kompleks yang berjalan terus menerus dan hanya dapat dikatakan berhasil jika pemanfaatan mesin-mesin, ketrampilan manusia, dan material sepenuhnya dapat diintegrasi oleh teknologi sehingga menghasilkan produk barang dan jasa yang bernilai lebih tinggi dari nilai material dan masukkan lainnya.
Beberapa contoh pemanfaatan iptek dalam bidang industri :
-Transportasi: IPTEK sebagai alat ukur besar dan lebar jalan serta seberapa jauh sebuah jalan harus di buat... masalah jalan bukan hal kecil, karena perlu pengukuran yang detail dan kerja lapangan yang benar, belum lagi sarana yang di gunakan sebagai alat bantu pembuatan jalan tersebut.. seperti traktor, aspal dan batu kerikil sebagai media.
-Kesehatan: IPTEK dalam bidang kesehatan untuk sarana pembantu dokter, biasanya berupa mesin operasi teknologi canggih laser,x-ray,dll/alat bantu pengobatan lainnya yang memerlukan teknologi canggih.
-Ekonomi: IPTEK dalam hal ekonomi sangat membantu di bidang penataan sitem produksi dan keuangan, seperti pabrik yang selalu mengadakan tes uji untuk sebuah produk yang di jualnya.. lalu proses pembuatan barang yang memerlukan alat berat berteknologi tinggi agar dapat membuat proses produksi masal.
-Kebudayaan: IPTEK di dalam kebudayaan artinya menjaga suatu budaya dengan kemampuan pembelajaran seni, dalam hal melestarikan suatu budaya agar tidak hilang/diklaim oleh negara lain, regenerasi dalam hal ini sangat penting karena budaya turun temurun hanya di ajarkan melalui kerabat seperti halnya warisan.
-Industri: IPTEK dalam hal industri tidak jauh berbeda dengan IPTEK dalam bidang ekonomi, dalam hal industri, iptek terdapat dalam proses pembuatan suatu produk industri agar menjadi nilai uang.
-Hankam: IPTEK dalam hal hukum yaitu dimana badan hukum dapat berjalan sesuai aturan undang-undang yang berlaku.
-Politik: IPTEK dalam bidang politik berlaku untuk mengatur jalannya pemerintahan di negara, tanpa adanya iptek, suatu negara tidak akan berkembang. alias berjalan di tempat.



4. IPTEK DI BIDANG KESEHATAN

Bentuk Perkembangan IPTEK Bidang Kesehatan
Pengetahuan bidang kedokteran berkembang pesat pada abad ke-20, khususnya setelah selesainya Perang Dunia II. Salah satu bentuk dari perkembangan itu yakni dengan ditemukannya beberapa peralatan medis. Hal ini merupakan awal dari teknologi yang semakin canggih hingga saat ini.
Seorang insinyur Amerika Wilson Greatbatch sedang mengerjakan sebuah alat yang merekam detak jantung yang tak beraturan, ketika memasukkan jenis resistor yang salah ke dalam temuannya. Sirkuit tersebut berdenyut, lalu diam, lalu berdenyut lagi, yang mengarahkan Greatbatch untuk membandingkannya dengan denyut jantung manusia dan jadilah dia menemukan alat pacu jantung pertama di dunia yang bisa ditanamkan dalam tubuh pasien. Sebelum versi yang bisa ditanam digunakan pada manusia dari tahun 1960 dan seterusnya, alat pacu jantung bersifat eksternal yang ditemukan oleh Paul Zoll pada tahun 1952. Ukurannya kurang lebih sama dengan sebuah televisi dan mengirimkan aliran listrik ke dalam tubuh pasien yang sering membuat kulit terbakar. Greatbatch juga meneruskan membuat baterai lithium-iodide untuk menjalankan alat pacu jantung buatannya. Meskipun demikian, menurut data resmi WTO penyakit jantung masih menempati peringkat pertama penyebab kematian di dunia.

[BAB 3] MENERAPKAN IPTEK DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Full transcript