Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Seminar Proposal Industri Nadya Anwar (22/11/2012)

Analisis Kelayakan Peningkatan Kapasitas Produksi DLGO Unit 1300 Hydrodesulphurizer di PT. Pertamina RU IV Cilacap dari semula 2300 Ton/Hari menjadi 2350 Ton/Hari
by

Nadya Anwar

on 22 November 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Seminar Proposal Industri Nadya Anwar (22/11/2012)

Disusun oleh :
Nadya Anwar (091424018)
TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG ANALISIS KELAYAKAN PENINGKATAN PRODUKSI DLGO UNIT 1300 HYDRODESULPHURIZATION DI PT. PERTAMINA RU IV CILACAP DARI SEMULA 2300 TON/HARI MENJADI 2350 TON/HARI PT. PERTAMINA RU IV CILACAP UNIT 1300 HYDRODESULPHURIZATION
FUEL OIL COMPLEX I Pembimbing I : Dr. Ir. Ahmad Rifandi, MSc.
Pembimbing II : Ir. Heriyanto, MT
Pembimbing Lapangan : Sujud Mulyadi BAB I
PENDAHULUAN Latar Belakang : Refinery Unit IV Cilacap merupakan salah satu unit kilang minyak PT Pertamina (persero) yang memiliki kapasitas terbesar dan terlengkap fasilitasnya di Indonesia. Kapasitas terpasang kilang ini sebesar 348.000 barrel/hari dengan luas area kilang dan perkantoran 226,39 Ha. Kilang minyak di Cilacap ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat Pulau Jawa, mengingat secara geografis posisi kilang Cilacap terletak disentral pulau Jawa atau dekat dengan konsumen terpadat penduduknya di Indonesia.

Salah satu bahan bakar yang dihasilkan di kilang ini adalah minyak solar 48 atau biasa disebut juga Automotive Diesel Oil (ADO) atau High Speed Diesel (HSD). Kebutuhan akan minyak solar di Indonesia termasuk yang sangat besar terlebih di pulau Jawa, sehingga Refinery Unit IV Cilacap selalu berusaha mencari cara untuk menaikkan kuantitas minyak solar yang di hasilkannya dengan spesifikasi yang tetap terpenuhi. Minyak solar dari RU IV dibuat dari campuran beberapa komponen baik dari komponen yang dihasilkan di FOC (Fuel Oil Complex) I, FOC (Fuel Oil Complex) II, KPC (Kilang Paraxylene Cilacap), maupun LOC (Lube Oil Complex) I. Dari unit FOC I dihasilkan dua komponen bahan pencampur solar yaitu DLGO (Desulphurized Light Gas Oil) dan HGO (High Gas Oil). DLGO memiliki nilai sulphur content yang cukup rendah dibandingkan dengan komponen bahan pencampur lainnya yakni antara 0.06 sampai ±0.11 %wt. Apabila DLGO yang dihasilkan di FOC I bisa ditambahkan kuantitasnya maka komponen bahan pencampur solar yang lain yang memiliki nilai sulphur content tinggi dapat di tambahkan pula kuantitasnya sampai memenuhi spesifikasi minyak solar yang telah ditetapkan.
Untuk memenuhi kebutuhan minyak solar yang semakin meningkat, PT Pertamina RU IV Cilacap merencanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi DLGO dari semula 2300 ton/hari menjadi 2350 ton/hari. Untuk kebutuhan tersebut maka diperlukan suatu evaluasi kelayakan kinerja peralatan-peralatan proses pada unit tersebut dan juga menghitung besarnya kebutuhan injeksi hydrogen pada Reactor Section. Tujuan : 1. Menghitung kebutuhan injeksi hidrogen pada unit 1300 Hydrodesulphurizer untuk peningkatan produksi DLGO dari 2300 ton/hari menjadi 2350 ton/hari.
2. Mengevaluasi kinerja peralatan-perlatan yang ada di Unit 1300 Hydrodesulphurizer untuk peningkatan produksi DLGO dari 2300 ton/hari menjadi 2350 ton/hari.
3. Menghitung komposisi blending solar untuk dicampur dengan DLGO sebanyak 2350 ton/hari.
4. Menghitung keuntungan yang didapatkan PT. Pertamina RU IV Cilacap setelah produksi solar ditingkatkan. Ruang Lingkup Penelitian : 1. Produk DLGO yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan PT. Pertamina RU IV Cilacap;

2. Solar yang dihasilkan berasal dari campuran DLGO, HGO, LDO, HDO, Treated Gas Oil, Heavy Aromat dan VGO yang merupakan produk dari kilang RU IV Cilacap;

3. Penelitian dilakukan di PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap; BAB II
TINJAUAN PUSTAKA Minyak Solar 48 Minyak solar 48 merupakan bahan bakar jenis distilat berwarna kuning kecoklatan yang jernih dengan cetane index tidak kurang dari 48. Penggunaan minyak solar 48 ini pada umumnya adalah untuk bahan bakar pada semua jenis mesin diesel dengan putaran tinggi (di atas 1.000 RPM). Minyak solar 48 ini biasa disebut juga Automotive DieselOil (ADO) atau High Speed Diesel (HSD). Proses pembuatan minyak solar 48 di RU IV Cilacap

Minyak solar dari RU IV dibuat dari campuran beberapa komponen baik FOC I, FOC II,KPC maupun LOC I. Pencampuran dilakukan sebelum masuk ke tangki (in line blending). Berikut adalah diagram pembuatan minyak solar di RU IV Cilacap. Sekilas Mengenai Kilang Fuel Oil Complex I (FOC I) Deskripsi Proses
Unit 1300 Hydrodesulphurizer Prinsip proses Unit 13 adalah proses reaksi hydrogenasi senyawa sulphur dalam minyak gasoil dengan bantuan katalis. Katalis yang digunakan dalam reactor adalah metal aktif Cobalt Molibdenun (Co-Mo) on alumina (Al2O3).
Feed yang digunakan dalam unit HDS adalah Light Gas Oil (LGO) dan Heavy Gas Oil (HGO). Proses di reactor didesain pada tekanan 53 – 55 kg/cm2 dan temperatur 360o C. Aliran Proses pada Unit 1300 :
Reactor Section
- Reactor & Heater Unit 1300 (1)
Separator Section
- Hot Hi/Lo Pressure Separator Unit 1300 (2)
- Cold Hi/Lo Pressure Separator Unit 1300 (3)
Compressor section
- H2 Fresh Gas Stage Compressor 13K1A/B (4)
- H2 Recycle Gas Stage Compressor 13K1A/B (5)
Stripping & Drying Section
- DLGO Stripper/Dryer Column Unit 1300 (6)
- Stripped Overhead Accumulator Unit 1300 (7)
- Vacuum System Unit 1300 (8) Reaksi utama yang terjadi di reactor unit HDS adalah : Penghilangan sulfur (desulphurization)
Feed HDS (LGO) mengandung 0,73 % wt sulphur dan sesuai spesifikasi maka produk HDS harus mengandung maksimal 0,07 % wt sulphur. Kandungan sulphur dalam produk dapat menimbulkan pencemaran dan berperan dalam pembentukan carbon dan SO2. SO2 jika bereaksi dengan air dapat menjadi larutan asam kuat yang menimbulkan korosi pada peralatan.

Tipikal reaksi penghilangan sulfur :

(Mercaptan) R – SH + H2 RH + H2S
(Sulphida) R – S – R’ + 2 H2 RH + H2S + R’H
(Cyclic sulphida)
CH2
/ \
CH2 CH – R
| | + 2 H2 C5H11 - R + H2S
CH2 CH2
\ /
S 2. Penjenuhan Olefin Pada reaksi ini akan terbentuk panas reaksi eksotermis. Dengan reaksi ini maka olefin yang bersifat tidak stabil dijenuhkan menjadi rantai jenuh yang bersifat stabil. Proses penjenuhan perlu dilakukan karena olefin memiliki kecenderungan membentuk gum selama penyimpanan, sehingga dapat menimbulkan kebuntuan pada peralatan. Tipikal reaksi penjenuhan olefin :
CH3 – CH2 – CH = CH – CH3 + H2  CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 3. Hydrogenasi Aromat Senyawa aromat bereaksi dengan hydrogen menjadi rantai karbon yang lebih stabil. Dengan menjadi rantai karbon yang lebih stabil maka kemungkinan timbulnya reaksi yang tidak diharapkan selama dalam masa penyimpanan dapat diminimalkan, selain itu dalam hydrocarbon dengan kandungan aromat tinggi dapat menimbulkan asap yang banyak.
R – C6H5 + 3H2 R – C6H11 (Naphtene) 4. Hydrocracking Proses hydrocracking yaitu perengkahan hydrocarbon menjadi dua komponen yang lebih kecil. Peristiwa hydrocracking menghasilkan formasi produk baru yang lebih ringan, sehingga meningkatkan yield loss dan juga menurunkan tekanan partial hydrogen dalam system. Selain itu juga bisa mempercepat deaktivasi katalis dengan timbulnya coke pada katalis. Oleh karena itu perlu dijaga temperatur inlet reactor sesuai dengan persyaratan yang direncanakan. BAB III
METODOLOGI PENELITIAN METODOLOGI PENELITIAN Jadwal Kerja Penelitian Industri Dasar Perhitungan Kebutuhan Hidrogen 1. Feed
Kebutuhan gas hydrogen untuk proses diperoleh dari 2 sumber yaitu fresh gas dan recycle gas. Fresh gas (sebagai make up) disuplai dari Unit 1400 Platformer dan FOC II dengan kompresor 14K-1. Pada temperatur 50 – 60o C dan tekanan 19 kg/cm2. Tingkat kemurnian (purity) fresh gas mencapai 71,4% mol. Sedangkan recycle gas diperoleh dari Unit 13 HDS itu sendiri, diperoleh dari hasil pemisahan di separator 13V-5.

2. Dasar Reaksi
Pada penelitian ini akan dihitung kebutuhan hidrogen untuk reaksi penghilangan sulphur, penjenuhan olefin, hydrogenasi aromat dan hydrocracking. Dasar Perhitungan Blending Solar 1. Feed
Minyak solar dari RU IV dibuat dari campuran beberapa komponen baik dari komponen yang dihasilkan di FOC (Fuel Oil Complex) I yakni HGO dan DLGO, FOC (Fuel Oil Complex) II yakni LDO, HDO dan Treated Gas Oil, KPC (Kilang Paraxylene Cilacap) yakni Heavy Aromat, maupun LOC (Lube Oil Complex) I yakni VGO.Pencampuran dilakukan sebelum masuk ke tangki (in line blending). 2. Produk
Produk yang dihasilkan adalah Minyak Solar 48 dengan spesifikasi sbb : Setelah feed DLGO ditingkatkan dan dilakukan evaluasi pencampuran solar yang tepat akan diketahui berapa kuantitas solar yang bertambah perharinya dari data selisih kuantitas solar sebelum dan sesudah feed DLGO dinaikkan. Kuantitas tambahan itu dikalikan dengan harga jual solar perliternya.Setelah itu dikurangi dengan biaya produksi.
 
Perhitungan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
- Menghitung biaya investasi yang diperlukan
- Menghitung biaya produksi
- Menghitung pendapatan tambahan dari peningkatan jumlah solar yang diproduksi
- Menganalisis kelayakan proyek
  Sekian
&
Terima Kasih
Full transcript