Loading presentation...
Prezi is an interactive zooming presentation

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Branch Provitability Analysis

No description
by

M Ibnu Habibie AF

on 27 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Branch Provitability Analysis

Apa itu Fund Transfer Pricing (FTP)??
BPA Contents
Neraca
Laba - Rugi
Pendapatan Bunga, hasil pendapatan dan provisi karena menyalurkan kredit

Biaya FTP, Seluruh biaya FTP dari portofolio yang dimiliki yang tercatat dalam sistem (sesuai BUC) yang harus dibayar ke pooling fund. Jumlahnya tergantung total volume kredit (average) dan rate FTP yang berlaku

Pendapatan FTP, Average balance DPK (per produk Tab, Giro & Dep) MRB (FI BPD,BB & CBC mirroring) x Tarif FTP (sesuai jangka waktu harian, bulanan, 3 bulanan)

Biaya Bunga, pemberian bunga kepada nasabah karena menempatkan dananya

Biaya FTP atas GWM, biaya tarif FTP atas GWM (0,28%) x total average dana
Distribution Network I Group
Vol XCIII, No. 311
BPA – Sarana Monitoring Kinerja Cabang
Branch Profitability Analysis
(BPA) merupakan salah satu output PMS, yang berisikan laporan kinerja cabang dalam perspektif cabang sebagai
business unit
dan cabang sebagai
distribution channel
Bank Mandiri.
Branch Profitability Analysis
Branch Profitability Analysis
mengukur kinerja keuangan dari seluruh portepel
Assets
,
Liabilities
dan
Fee Based
yang dikelola oleh cabang dalam periode tertentu
Hirarki kinerja keuangan unit dapat dinaikkan dari level paling rendah (
Cash Outlet
) sampai dengan level paling atas (Direktorat)
Metodologi utama yang digunakan adalah:

1.
Fund Transfer Pricing
(FTP)
2.
Service Transfer Pricing (STP)
1. Neraca
Meliputi asset (kredit mikro, Cons. Loan & Credit Card) dan liabilities (dana MRB, BB, BPD, CBC).
Berbeda dengan neraca cabang yang bisa dilihat pada BDS.
2. Laba Rugi
Perhitungan profitabilitas cabang dengan komponen :
Asset Spread (kredit mikro, Cons. Loan & Credit Card)
Liabilities Spread (dana MRB, BB, BPD, Commercial banking)
Fee Based Income
STP Indirect Responsibility
PPAP / CKPN
Premi Penjamnan
Overhead Cost
Allocated Cost
A. Average Balance kredit Micro, Cons. Loan & Credit Card
, digunakan untuk menghitung Beban FTP atas penggunaan untuk penyaluran kredit.

B. Average Balance Total Dana (MRB, BPD, BB, CBB)
, digunakan untuk menghitung pendapatan FTP (Avg Balance YTD x Tarif FTP).
Definisi
Suatu sistem perhitungan mengenai pembebanan biaya atas penggunaan dana dan atau pemberian pendapatan atas penghimpunan dana kepada unit kerja.
No.
Perihal
Tanggal
: 016/UMM/RMN.MRK/2007
: Surat Edaran
: 1 Oktober 2007
Prinsip
FTP merefleksikan cost penggunaan dana dan return penempatan dana dari dan ke pooling fund dengan rate yang paling efisien/ kompetitif
Penetapan FTP dilakukan oleh RCC dengan usulan dari Market Risk & Treasury.
Tujuan
Untuk lebih mengetahui darimana saja datangnya pendapatan
Untuk dapat mengetahui produk-produk dan bisnis apa saja yang menguntungkan
Untuk membantu dalam menetapkan pricing
Dengan berlakunya metodologi Fund Transfer Pricing diasumsikan masing-masing bisnis unit berdiri sendiri dan diharapkan dapat lebih meningkatkan pendapatannya
Nasabah
Bisnis Unit
Money Market/ Pool
Principal
Int. Expense
Principal
FTP Income
Principal
Principal
FTP Charge
Int. Income
Kredit
Dana
Bisnis unit sebagai penghimpun dana harus membayarkan kewajibannya berupa biaya bunga dan akan mendapatkan pendapatan berupa FTP income atas penempatan dananya di money market.
Sebaliknya, bisnis unit sebagai penyalur kredit akan mendapatkan pendapatan bunga dan harus memberikan kewajibannya berupa FTP charges atas peminjaman dananya dari money market.
FTP - Bucket dan Tarif FTP
Bucketing
Penetapan : Treasury Group
Benchmark : Interbank Call Money
Frekuensi perubahan : harian
Frekuensi perubahan :
sesuai perubahan benchmark
Rupiah : benchmark
USD : benchmark
adjusment
adjusment
Ditetapkan Oleh Working Group
1. Benchmark
Rupiah : yield curve berdasarkan SBI/Obligasi pemerintah

USD : LIBOR/SIBOR/US Treasury/Mid Swap

2. Adjustment
Penetapan adjustment a.l mempertimbangkan :

Price risk: mencerminkan risiko perubahan harga dipasar akibat pendanaan/penempatan oleh Bank dalam jumlah tertentu (sesuai dengan kondisi likuiditas bank)

Institutional/sovereign risk: mencerminkan besarnya risiko bagi investor untuk menanamkan dananya kepada Bank Mandiri dibandingkan dengan risk free instrument (berlaku untuk valuta asing).
Tarif FTP - Saat ini
1.
FTP Reguler
FTP atas produk-produk reguler yang sudah memiliki suku bunga fix.
FTP rate sesuai dengan bucket FTP dari treasury disesuaikan dengan produknya masing-masing, contoh:
Giro : FTP bucket 1 bulan
Tabungan : FTP bucket 1 bulan
Deposito : FTP bucket sesuai tenor
Kredit Mikro : FTP bucket 3 bulan

2.
FTP Khusus
Penyesuaian FTP rate atas produk-produk deposito dengan special rate.
FTP rate akan disesuaikan sedemikian rupa agar margin yang diperoleh adalah fix sebesar 0.1%.

Jenis - Jenis FTP
Laba - Rugi
1. Biaya premi penjaminan, 0,20% dari total average dana.
2. Biaya PPAP, Area dan cabang tidak ada (NIHIL)
Fee Based Income
MBG & EBG
Administrasi Deposit
Prov&Kom Kartu Debit
ATM Acquiring
MDR Acquiring
Payrol Package
Payment Point
Inkaso / Collection
Transfer CN
Kliring
RTGS
TT (SWIFT)
Referensi Bank
Standing Instruction
Demand Draft
Penyetoran Pajak
Sewa SDB
Token PIN
Materai
POL Lain-lain

Fee Based Income
WMG
Fee Based Income
Mirroring
Treasury
:
FX DU Transaksi
FX UKA Transaksi
Forex Cash
Revaluasi

CB, CBB, IB
:
Bank Garansi

IB
:
Bank Persepsi

Cons. Finance
:
Kartu Kredit
Rp Miliar
Pengelolaan FBI
Perhatian yang lebih perlu diberikan pada item-item FBI yang masuk kriteria top list (top 5, top 10, dst)

Top list FBI dari waktu ke waktu menunjukkan kecenderungan pertumbuhan yang sustain
Contoh Perkembangan Top List FBI di Direktorat MRB (Top list growth 16,7%)
Fee Based Income
MBG & EBG
Fee Based Income
Mirroring
WMG
Konsep Service Transfer Pricing
Service Transfer Pricing (STP)
Merupakan suatu metodologi yang digunakan untuk mengalokasikan biaya dari unit supporting ke bisnis unit berdasarkan atas service/aktivitas yang diberikan kepada SBU

Service Transfer Pricing adalah alokasi biaya yang dihitung berdasarkan volume kegiatan/transaksi dan satuan unit harga per kegiatan/transaksi atau disebut SUP (Service Unit Price)
Rumusan sederhananya : STP = Volume x SUP
SUP ditentukan diawal tahun dan merupakan estimasi perbandingan antara biaya yang dikeluarkan dengan volume kegiatan/transaksi yang dihasilkan
Mekanisme Service Transfer Pricing akan memberikan
:
Bagi Servicing Unit/ Shared Service akan membantu mengukur optimal capacity aktivitas unit mereka
Bagi SBU/Unit Bisnis mekanisme STP dapat dijadikan gambaran untuk mendapatkan kontribusi yang lebih riil
Perhitungan STP
Mengukur Optimal Capacity
Reksadana
Bancassurance
Surat Berharga
Online: www.bankmandiri.co.id
Layanan Pelanggan 14000
Service Transfer Pricing
2
Distribution Network I Group
Supporting Unit
Supporting Unit
Branch
Bisnis Unit
Bisnis Unit
1
2
2
2
2
3
3
Service Transfer Pricing menggunakan metode alokasi biaya berdasarkan prinsip cost accounting

Supporting unit akan mengalokasikan seluruh biaya yang timbul ke Bisnis unit sebagai pengguna service/jasa

Actual cost yang terjadi karena adanya serrvice tersebut dihitung berdasarkan harga standard unit price x actual volume

Besarnya nilai STP sesuai dengan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut dan tidak ada unsur penambahan margin atas service yang diberikan.
1
Supporting Unit Saling mengalokasikan biayanya atas service/jasa yang diberikan
2
Supporting Unit kemudian mengalokasikan biaya yang terjadi ke Bisnis unit
3
Branch sebagai bisnis unit, kemudian mengalokasikan biaya yang terjadi ke bisnis unit lain karena telah melakukan servicenya untuk kepentingan bisnis unit tersebut
Pengelolaan STP Income
Berbeda dengan Business Unit lain, cabang selaku servicing unit mendapatkan kompensasi atas service yang diberikan kepada nasabah all segment.

Untuk pengukuran profitabilitas (CM) cabang/Wilayah, STP Income diperhitungkan hanya yang berasal dari nasabah non KPI MRB (sesuai policy performance measurement tahun berjalan-bisa berubah-ubah), atau untuk contoh tahun 2013 ini, untuk profitabilitas cabang STP Incomenya dari transaksi nasabah selain Mass, Wealth, Micro, Business Banking, Commercial Banking dan BPD.

SUP bersifat uncontrollable, sedangkan volume transaksi memang tidak sepenuhnya bisa dicontrol, namun dapat diupayakan dengan peningkatan service (kecepatan, complaint handling, excellent service, pilihan lokasi outlet dll).

Manager unit agar memastikan bahwa transaksi pelayanan khusus kepada nasabah segmen non KPI telah dilaporkan ke DN I atau DN II dan telah terdaftar sbg STP khusus.
x
Volume Transaksi
=
Service Unit Price
STP Income
Uncontrollable
Not fully, but more controllable
Tarif Service Transfer Pricing
Service Unit Pricing (SUP) List
Jenis - jenis STP Income
STP Reguler
Jenis transaksi : Rutin yang dilakukan cabang.
Serviced Customer : Retail & Non-Retail.
Trigger transaksi : Kode Transaksi.

STP Khusus
Jenis transaksi : Non-Rutin / Pelayanan Khusus.
Serviced Customer : Non-Retail.
Trigger transaksi : Pengembalian biaya yang hilang atas jasa/pelayanan khusus pada nasabah non-retail.

STP Waiver
Jenis transaksi : Non-Rutin / Pelayanan Khusus.
Serviced Customer : Non-Retail.
Trigger transaksi : Pengembalian fee based yang hilang atas permintaan SBU (contoh: waive atas fee RTGS, kliring, TT Swift, dll)

STP Fee Pengelolaan
Kompensasi yang diberikan kepada cabang atas pencapaian average balance dana segmen Corporate, FICS (Non BPD), dan Institutional Banking.
Service Transfer Pricing Khusus
Untuk beberapa nilai aktivitas unit kerja dalam pelayanan “khusus” untuk nasabah bisnis unit lain, dapat diukur dengan menggunakan STP khusus.
Merupakan suatu metode pengalokasian biaya yang terjadi karena adanya pelayanan khusus terhadap nasabah

STP khusus hanya dapat diimplementasikan untuk kasus/aktivitas khusus antara unit kerja

Prinsip perhitungannya sama dengan SUP (service unit price), hanya saja pelayanan dan tarifnya tidak standard (disesuaikan sesuai hasil negosiasi)
Menerima setoran SPBU dan OPBS

Pengantaran Uang Nasabah

Pengambilan Uang Nasabah

Relationship nasabah Corporate
Dengan adanya perhitungan STP khusus ini, setiap unit kerja khususnya cabang, dapat lebih fokus dalam memberikan pelayanan dan relationship kepada nasabah.
Service Transfer Pricing Waiver
Untuk beberapa potensi fee based yang hilang akibat permintaan SBU, dapat diukur dengan menggunakan STP Waiver.
Merupakan suatu metode pengalokasian biaya yang terjadi karena adanya fee based yang dihapuskan (waive) atas permintaan SBU lain.

Prinsip perhitungannya adalah dengan mengganti fee based yang hilang dengan fee based yang seharusnya diterima.
Fee Waiver atas :
Admin Deposit
RTGS
Kliring
dll
Dengan adanya perhitungan STP Waiver ini, setiap unit kerja khususnya cabang, dapat lebih fokus dalam memberikan pelayanan dan relationship kepada nasabah.
Service Transfer Pricing Fee Pengelolaan
sebagai penambah STP Income dan masuk dalam perhitungan Contribution Margin Cabang.
Produk yang masuk dalam pehitungan STP Fee Pengelolaan adalah produk dana murah yaitu : Giro dan Tabungan (rupiah dan valas).

Rate STP Fee Pengelolaan berdasarkan atas perbandingan antara pertumbuhan dana di Cabang dengan petumbuhan biaya overhead di Cabang, yang akan di review setiap 6 bulan sekali.
Kompensasi atas pencapaian average balance dana segmen:
Corporate
FICS (Non BPD)
Institutional Banking.
Dengan adanya perhitungan STP Fee Pengelolaan ini, cabang lebih termotivasi untuk meningkatkan pencapaian average balance segmen Corporate, FICS (Non BPD), dan Institutional Banking
Rate STP Fee Pengelolaan
Formula Perhitungan STP Fee Pengelolaan
Average Balance X Rate STP Fee Pengelolaan
Catatan:
Rate STP Fee Pengelolaan akan dilakukan review setiap 6 bulan sekali.
STP Indirect Responsibility
meliputi:
1. STP Reguler untuk nasabah segmen lain selain MRB, BB dan BPD.
2. STP Khusus
3. STP Waiver
4. STP Fee kelolaan

Angka Rp 2.852 Juta merepresentasikan
Nilai STP atas transaksi reguler Nasabah non KPI MRB di Cabang (nasabah segmen lain selain MRB, BB, CBC dan BPD), termasuk STP transaksi khusus, STP waiver dan STP Fee Kelolaan.

STP Income indirect tersebut juga diperhitungkan sebagai revenue sama seperti FBI dalam kalkulasi rasio CER.
Pelaporan FTP & STP - Web PMS
Web Based Tools Performance Measurement System untuk
:

Otomasi proses pengajuan dan persetujuan untuk transakasi STP Waiver, STP Khusus dan FTP Spesial rate yang akan digunakan sebagai data dalam Performance Measurement setiap hari dan bulannya.

Meningkatkan kelengkapan pelaporan data dari cabang dan Unit Kerja yang akan dipergunakan untuk pengukuran kinerja .

Memonitor proses operasional di cabang atas pemberian STP Waiver, STP Khusus dan FTP Spesial.
Net Contribution Margin
Komponen Perhitungan
Net Contribution Margin
Allocated Cost - New
Group
Wilayah
Area
Cabang
Product Costs
Biaya Overhead Group MRB
(MBG, WMG) & EBG
Exc DN1 & DN 2
Network Supporting
Unit Costs
Biaya Overhead DN 1 & DN 2
Supporting Unit Costs
Biaya Overhead Group

Kantor Pusat (PFA, Accounting,dll)
IT Costs
Biaya Overhead IT
Berdasarkan Portofolio
Berdasarkan Portofolio
Berdasarkan Transaksi
100%
80%
80%
Portofolio Kanwil
Portofolio Cabang
Portofolio Area
Net Contribution Margin
Komponen Perhitungan
Net Contribution Margin
Allocated Cost - Existing
Group
Wilayah
Area
Cabang
Product Costs
Biaya Overhead Group MRB
(MBG, WMG) & EBG
Exc DN1 & DN 2
Network Supporting
Unit Costs
Biaya Overhead DN 1 & DN 2
Supporting Unit Costs
Biaya Overhead Group

Kantor Pusat (PFA, Accounting,dll)
IT Costs
Biaya Overhead IT
Berdasarkan Portofolio
Berdasarkan Portofolio
Berdasarkan Transaksi
Berdasarkan Portofolio
Branch Performance Quadrant (BPQ)
BPQ - Cost Recovery
Dengan adanya pengukuran menggunakan metodologi Service Transfer Pricing (STP), akan memberikan dampak bagi pengukuran kinerja cabang.
Cost recovery merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja cabang selain indikator Laba (Net Contribution).

Dimana di dalam cost recovery tersebut diperhitungkan semua nilai STP Income yang diperoleh dari aktivitas yang dilakukan.

Hubungan antara cost recovery dengan STP dapat digambarkan sebagai berikut:


STP Income (trn nsb all segmen)

Cost Recovery Rate
=

Direct Overhead Cost (BUA + BTK + BLL)

Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan nilai cost recovery, ada dua hal yang bisa dilakukan:
Peningkatan pelayanan untuk dapat meningkatkan volume transaksi

Pengendalian biaya (efektif dan efisien dalam pemakaian biaya)
Batasan nilai cost recovery sampai dengan saat ini adalah 83,52%
BPQ – Kuadran Klassifikasi Kinerja Cabang
Net Contribution
Cost Recovery
>=83.52%
<83.52%
<0
>=0
Effective Branches
Well-performing Branches
Under-performing Branches
Recovered Branches
Berdasarkan posisi kinerjanya outlet diklassifikasikan ke dalam empat kategori
(disebut Branch Performance Quadrant = BPQ) :
1. Well-performing Branch, adalah outlet yang telah menghasilkan laba (net contribution >= 0) dan memiliki cost recovery >= 83,52%.

2. Effective Branch, adalah outlet yang telah menghasilkan laba (net contribution >= 0) akan tetapi memiliki cost recovery < 83,52%.

3. Recovered Branch, adalah outlet yang masih rugi (net contribution < 0) akan tetapi memiliki cost recovery >= 83,52%.

4. Under-performing Branch, adalah outlet yang masih rugi (net contribution < 0) dan memiliki cost recovery < 83,52%.
Performance Ratio
BPA – Perhitungan Pendapatan Tabungan Rupiah
Contoh :
Average Balance (dalam setahun) atas penghimpunan Tabungan Rupiah sebesar Rp.100 juta, akan menghasilkan Margin sebesar :
FTP Rate yang berlaku
Cost of Fund
= 8,05%
= 1,65%
= 6,40%
= 0,28%
= 0,20%
= 5,92%
Margin
Spread
FTP GWM
Premi Penjaminan
x Rp 100.000.000,00
= Rp 5.920.000,00
BPA – Perhitungan Pendapatan Deposito Rupiah
Contoh :
Average Balance (dalam setahun) atas penghimpunan Deposito Rupiah 3 Bulan sebesar Rp.100 juta, akan menghasilkan Margin sebesar :
FTP Rate yang berlaku
Cost of Fund
= 8,35%
= 6,11%
= 2,24%
= 0,28%
= 0,20%
= 1,76%
Margin
Spread
FTP GWM
Premi Penjaminan
x Rp 100.000.000,00
= Rp 1.760.000,00
BPA – Perhitungan Pendapatan Deposito Rupiah
Contoh :
Average Balance (dalam setahun) atas penghimpunan Deposito Rupiah 1 Tahun sebesar Rp.100 juta, akan menghasilkan Margin sebesar :
FTP Rate yang berlaku
Cost of Fund
= 8,75%
= 5,75%
= 3,00%
= 0,28%
= 0,20%

= 2,52%
Margin
Spread
FTP GWM
Premi Penjaminan
x Rp 100.000.000,00
= Rp 2.520.000,00
Branch Performance Analysis
Jenis STP
Full transcript