Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Tugas Akhir

No description
by

Adhwi Fatah

on 5 July 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Tugas Akhir

Morgenstern & Eigenbroad (1974)
Dilakukan Penelitian
Studi Perilaku Durabilitas
Reconstituted
Sample Clay Shale
Di Laboratorium.
Tujuan & Manfaat
Rate of Slaking Test
Mengetahui proses pembuatan sample rekayasa tanah clay shale (reconstituted sample clay shale).
Mengetahui klasifikasi sample tanah clay shale.
Mendapatkan indeks durabilitas (Id2) pada sample tanah clay shale.
Mengetahui sifat durabilitas/ketahanan fisik tanah
clay shale
.
Hasil pengujian dapat digunakan sebagai referensi dalam mendesain stabilitas lereng dimana lapisan shale mendominasi daerah tersebut.
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pengayaan dalam pelajaran untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai material tanah
clay shale
.
Prosedur untuk pengujian klasifikasi ini menggunakan sample tanah
clay shale
dengan bentuk yang tidak teratur berukuran 1 inci dan dikeringkan sampai berat konstan pada suhu 105°C. Total berat kering sample tanah yang akan dilakukan pengujian adalah ± 20 gram. Kemudian sample tanah direndam dan air suling dibiarkan menetes. Setelah dibiarkan selama 2 (dua) jam, kadar air akhir perendaman ditentukan.
Geoteknik
7 Juli 2014
Putera Agung Maha Agung S.T, M.T, Ph.D
Gara-gara
Clay Shale
Cipularang Longsor Lagi
Index Properties
Asumsi yang diterima dari para peneliti di kawasan tersebut (Irsyam et al, 2006), salah satu penyebab longsornya jalan Tol Cipularang dikarenakan garis bidang gelincir (
sliding
)
clay shale
berada jauh di bawah dasar timbunan badan jalan.
Bencana longsor tidak bisa dilepaskan dari faktor material yang ditinjau secara geoteknik dan geologi. Salah satu jenis material adalah
clay shale
. Lapisan
clay shale
di seluruh dunia telah menjadi sumber masalah dalam perencanaan sistem pondasi bangunan/konstruksi dan juga terhadap masalah stabilitas lereng terkait.
Uji Kadar Air
Teknik Konstruksi Gedung
Jurusan Teknik Sipil

Adhwi Fatah
1111030026
Mario
1111030009
Proyek Akhir
Gamble (1971)
Slake-Durability Test
Pengujian slake-durability dalam mengklasifikasikan tanah
clay shale
sesuai dengan ASTM D 4644-04. Angka atau indeks durabilitas (Id2) didapat pada dua kali siklus kering dan basah dalam 200 kali putaran drum sampai terjadi proses kehancuran (
slaking
) sample tanah.
Franklin & Chandra (1972) menyatakan bahwa
slake–durability
sebagai suatu parameter kapasitas durabilitas batuan untuk menahan perubahan, merekah, atau terpecah – pecah seiring dengan waktu pada saat menerima aksi penghancuran akibat air, yang ditunjukkan oleh proses pemecahan atau disintegrasi menjadi bagian – bagian yang lebih kecil.
Pembatasan Masalah
Penelitian melibatkan sample rekayasa (
reconstituted sample
) dengan variasi angka OCR (
overconsolidated ratio
).
Sample-sample rekayasa dipersiapkan dengan menggunakan pengujian
chamber
sederhana yang dikonsolidasikan selama 2 bulan.
Sifat kimiawi
clay shale
pada penelitian ini tidak dibahas secara mendalam dan tidak diuji.
Pengujian
index properties
tanah melibatkan uji Atterberg limits kadar air, berat isi, berat jenis, dan analisa ukuran butir.
Pengujian r
ate of slaking
berdasarkan metode Morgenstern & Eigenbroad (1974).
Pengujian
slake-durability
berdasarkan metode Gamble (1971).
Clay Shale ?
Clay Shale
adalah lapisan batuan sedimen berbutir halus yang terbentuk dari lempung yang terkonsolidasi akibat tekanan atau tegangan besar yang bekerja di masa lampau.

Clay shale
memiliki perilaku yang bervariasi secara teknis, perilaku utama
clay shale
adalah kemampuannya untuk mengembang (
swelling
) dan terurai dalam waktu singkat akibat proses pembasahan yang berulang-ulang.

Secara luas diakui bahwa
clay shale
yang kering sebagian atau seluruhnya menunjukkan kecenderungan durabilitas dan kuat geser yang tinggi (Botts, 1986).

Potensi pengembangan (
swelling
)
clay shale
terjadi akibat kerusakan yang disebabkan erosi atau penggalian dan/atau genangan air (Brooker dan Peck, 1993, Wong, 1997).
Reconstituted Sample
Metode ini melibatkan pengadukan clay shale yang telah dihancurkan dengan air untuk membentuk bubur (
slurry
) pada kadar air yang mendekati atau bahkan melebihi batas cair (LL).

Kemudian
slurry
dikonsolidasi-1 (satu) dimensi menggunakan alat pengujian chamber sederhana, dengan memberikan tegangan vertikal hingga 100 kPa selama lebih kurang 8 minggu.

Selama
slurry
dikonsolidasi, tegangan vertikal harus tetap stabil untuk mendapatkan tekanan air pori ideal.

Metode ini dilakukan agar mendapatkan sample uji tanah
clay shale
yang kohesif.
Chamber Sederhana
Lokasi pengambilan sample
KM 97+000 dan
KM 97+200
Uji Berat Isi
Uji Berat Jenis
Analisa Ukuran Butir
Angka dalam prosen yang menunjukkan perbandingan antara berat air dengan berat butir kering dari suatu contoh tanah.
Perbandingan antara berat tanah dengan volume tanah. Berat isi lempung biasanya
1,2 – 1,8 gr/cm3 (Pairunan et al, 1985).
Angka perbandingan antara berat isi butir tanah dan berat isi air suling pada temperatur dan volume yang sama. Berat jenis tanah biasanya 2,6 - 2,7 gr/cm3.
Pengujian ini bertujuan untuk menentukan distribusi gradasi tanah dengan mengetahui nilai Cu dan nilai Cc.
Bersambung ke slide berikutnya
Batas Cair, Batas Plastis, Batas Susut
Atterberg Limits
Dari batas-batas Atterberg ini akan diperoleh suatu gambaran secara garis besar akan sifat-sifat tanah yang bersangkutan.

Beberapa hal yang penting dari uji Atterberg ini adalah Indeks Plastisitas (PI = LL – PL) yang menunjukkan sejumlah kadar air pada saat tanah dalam kondisi plastis, dan juga Indeks Cair (LI = [w – PL] / PI) yang menyatakan perbandingan dalam presentase antara kadar air tanah dikurangi batas plastis dengan indeks plastisitas.

Besaran Indeks Plastisitas dapat digunakan sebagai indikasi awal mengembang (
swelling
) pada tanah lempung.

Besaran Indeks Cair berpengaruh pada perhitungan kecepatan hancur pada tanah lempung.
Full transcript