Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Dampak Pembakaran Bahan Bakar

No description
by

Jessica Audrelia

on 29 September 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Dampak Pembakaran Bahan Bakar

Pemicu Hipertensi

Gas karbon monoksida akan berikatan dengan hemoglobin sehingga mengganggu fungsi hemoglobin dalam mengikat oksigen. Akibatnya, pada kadar tertentu dapat menyebabkan kematian. Sementara itu, jelaga merupakan serbuk halus dari karbon (C) yang jika terhidrup dapat merusak alat pernafasan.

Dampak Negatif
dari
Gas Sisa Pembakaran
Cara Mengurangi Dampak Negatif Pembakaran Bahan Bakar Fosil
Pembakaran Bahan Bakar Fosil
Jenis-Jenis Gas Hasil
Pembakaran Bahan Bakar Fosil

Sumber Bahan Pencemaran
Dampak Pembakaran Bahan Bakar
Pembakaran sempurna
akan menghasilkan CO2 dan H2O

H2O = tidak menimbulkan persoalan karna bukan zat pencemar
CO2= secara normal CO2 bukan pencemar udara karena tidak bersifat racun. Dengan jumlah tertentu dapat diserap kembali oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis.

Reaksi yang dihasilkan adalah:
2 C8H18 (l) + 25 O2 (g) 16 CO2 (g) + 18 H2O (g)

Karbon Monoksida (CO)

Gas karbon monoksida (CO) adalah gas yang dihasilkan dari proses oksidasi bahan bakar yang tidak sempurna.

Gas ini bersifat tidak berwarna, tidak berbau, tidak menyebabkan iritasi, tidak berasa. CO diproduksi dari pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna, seperti bensin, minyak dan kayu bakar.

Pembakaran Tidak Sempurna

Pada pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan dihasilkan karbon hidroksida dan uap air. Akan tetapi, jika udara masuk untuk pembakaran tidak mencukupi, maka pembakaran akan berlangsung tidak sempurna dan menghasilkan karbon monoksida disamping karbon dioksida. Jika udara sangat kurang pembakaran juga dapat menghasilkan jelaga.
Pengotor Dalam Bahan Bakar

Bahan bakar fosil, khususnya batu bara, biasanya mengandung sedikit belerang. Ketika bahan bakar, belerang akan terlepas sebagai belerang dioksida. Batu bara juga mengandung berbagai senyawa logam sebagai pengotor. Oleh karena itu, pembakaran batu bara akan meninggalkan abu.

Bahan Aditif Dalam Bahan Bakar

Bensin ditambahkan bahan aditif untuk meningkatkan oktannya. Salah satu diantaranya yaitu TEL. Pembakaran TEL akan menghasilkan timbal (II) oksida yang dapat menempel pada mesin kendaraan. Oleh karena itu ke dalam bensin bertimbal ditambahkan juga etilen bromide, yang berfungsi sebagai scavenger. Senyawa ini akan mengubah timbal (II) oksida jadi timbal (II) bromide yang mudah menguap dan keluar bersama dengan asap kendaraan.

Pembakaran tidak sempurna
menghasilkan CO, C, H2O.

CO: merupakan gas racun yang tidak berwarna, tidak berbau tapi dapat mematikan, karena daya ikat CO2 terhadap hemoglobin lebih kuat daripada daya ikat O2 terhadap hemoglobin.
C: karbon/arang yang dihasilkan berupa asap hitam dan dapat mengganggu pernapasan.

Reaksi yang dihasilkan:
2 C8H18 (l) + 21 O2 (g) 8 CO (g) + 8 CO2 (g) + 18 H2O (g)
atau
2 C8H18 (l) + 15 O2 (g) 8 C (s) + 4 CO (g) + 4 CO2 (g) + 18 H2O (g)

Nitrogen Oksida (NO)

Nitrogen oksida adalah kelompok gas yang terdapat di atmosfir yang terdiri dari nitrogen oksida dan dinitrogen oksida.

Nitrogen monoksida merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau tajam.

Sulfur Oksida (SO2)

Pencemaran oleh sulfur oksida disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu SO2 dan SO3.

Sulfur dioksida mempunyai karakteristik bau yang tajam dan tidak mudah terbakar diudara. Sulfur dioksida berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batubara) dan peleburan logam.

Karbon dioksida (CO2)

Karbon dioksida adalah gas yang secara alamiah berada di atmosfer Bumi, berasal dari emisi gunung berapi dan aktivitas mikroba di tanah dan lautan.

Tetapi akibat aktivitas manusia konsentrasi global CO2 semakin meningkat. Karbon dioksida juga dapat menyebabkan hujan asam karena akan larut di dalam air hujan dan membentuk asam karbonat, menyebabkan air hujan bersifat lebih asam bila dibandingkan dengan air tawar. Hujan asam dapat menyebabkan kerusakan hutan, kematian biota laut dan kerusakan bangunan.

Hidrokarbon

Hidrokarbon merupakan uap bensin yang tidak terbakar dan produk samping dari pembakaran tak sempurna.

Jenis-jenis hidrokarbon lain, yang sebagian menyebabkan leukemia, kanker, atau penyakit-penyakit serius lain, berbentuk cairan untuk cuci-kering pakaian sampai zat penghilang lemak untuk industri.

Timbal

Timbal hitam merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu keperakkan. Timbal adalah logam yang sangat toksik dan menyebabkan berbagai dampak kesehatan terutama pada anak-anak kecil. Timbal dapat menyebabkan kerusakan sistem syaraf merusak kecerdasan dan menghambat pertumbuhan.

Penyebab Iritasi Mata

Pada suhu tinggi, di dalam mesin kendaraan bermotor dapaat terjadi reaksi antara nitrogen dan oksigen.

N2(g) + O2(g) → NOx(g)

Gas oksida nitrogen dalam kadar tinggi dapat menyebabkan iritasi pada mata sehingga menyebabkan mata perih dan merah.

Hujan Asam

Ketika di udara gas SO2 ini dapat teroksidasi mejadi gas SO3.

SO2(g) + O2(g) → SO3(g)

Gas SO3 ini sangat mudah bereaksi dengan air menghasilkan asam sulfat, sehingga gas SO3 ini dapat menyebabkan hujan asam.

Pemanasan Global

Dampak pembakaran bahan bakar yang menghasilkan gas oksida nitrogen merupakan salah satu gas penyebab terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang berdampak pada pemanasan global (peningkatan suhu bumi).

• Membuat ruang terbuka hijau

• Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan

• Reboisasi.

• Melarang dan mengurangi pemgunaan bensin yang mengandung timbal (Pb).

• Pemeliharaan alat pembakar.

• Memperhatikan kualitas bahan bakar.
• Menggalakkan penggunaan kendaraan dengan bahan bakar gas alam.

• Memperbaiki mutu kendaraan bermotor.

• Menggunakan tenaga baterai.

• Penggunaan turbin putar gabungan.

• Memanfaatkan turbin angin dan sel tenaga matahari dengan itingkat pencemaran nol.

• Melakukan penghematan berdasarkan pasar.

• Mengganti bahan bakar dengan bahan bakar alternative nonpetroleum.

• Mengoksidasi bahan bakar dengan menambahkan alcohol membentuk gasohol (bensin dan alkohol).

• Menurunkan kadar sulfur.

• Mengadakan bahan bakar alternatif yang membakar lebih bersih dari bensin dan minyak diesel.

• Menerapkan zona larangan atau peraturan adanya ”Hari Tanpa Mengemudi” dan membudayakan pemakaian sepeda karena tidak memakai bahan bakar.

• Produksi bensin yang ramah lingkungan.

• Penggunaan EFI [Electronic Fuel Injection].

• Penggunaan converter katalitik pada sistem buangan kendaraan.

• Penghijauan atau pembuatan taman dalam kota.

• Penggunaan bahan bakar alternative yang dapat diperbarui dan yang lebih ramah lingkungan.
Full transcript