Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Untitled Prezi

No description
by

intan kusuma wardani

on 5 March 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

GAMBARAN UMUM BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI International Conference on Fire Safety in High-Rise Buildings mengartikan bangunan tinggi sebagai "struktur apapun dimana tinggi dapat memiliki dampak besar terhadap evakuasi" HIGHRISE BUILDING PENGERTIAN UMUM

Bangunan dengan fungsi pendidikan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatan, seperti memelihara dan memberi latihan atau mendidik. TIPOLOGI BANGUNAN DENGAN FUNGSI PENDIDIKAN UNTUK KEBUTUHAN PERGURUAN TINGGI KRITERIA BANGUNAN DENGAN FUNGSI PENDIDIKAN LAHAN terhindar dari potensi bahaya,
kemiringan lahan rata-rata kurang dari 15%,
lahan terhindar dari: pencemaran air dan udara, serta kebisingan,
mendapat izin pemanfaatan tanah dari Pemerintah Daerah setempat,
memiliki status hak atas tanah. B A N G U N A N
Memenuhi ketentuan rasio minimum luas lantai terhadap peserta didik seperti tercantum pada lampiran PP No 24 tahun 2007.
Bangunan gedung memenuhi ketentuan tata bangunan
Bangunan gedung memenuhi persyaratan keselamatan,keamanan dan kenyamanan
Bangunan gedung menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman, dan nyaman termasuk bagi penyandang cacat.
Bangunan gedung dilengkapi sistem keamanan
Bangunan gedung dilengkapi instalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt.
Pembangunan gedung atau ruang baru harus dirancang, dilaksanakan, dan diawasi secara profesional
Kualitas bangunan gedung minimum permanen kelas B, sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 45, dan mengacu pada Standar PU
Dapat bertahan minimum 20 tahun
Bangunan gedung dilengkapi izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan SUMBER
(Permendiknas no.24 th.2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan) dan (PP no.19 th.2005 tentang Standar Pendidikan Nasional) CREDIT TO:
(Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka)
(Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, Bab 1, Pasal 1, Ayat 1) Pengertian Umum Highrise Building New Shorter Oxford English Dictionary mengartikan bangunan tinggi sebagai "bangunan yang memiliki banyak tingkat" Banyak insinyur, inspektur, arsitek bangunan dan profesi sejenisnya mengartikan bangunan tinggi sebagai bangunan yang memiliki tinggi setidaknya 75 feet (23 m). Highrise Building atau bangunan bertingkat tinggi adalah bangunan yang memiliki ketinggian antara 35 sampai 100 meter atau lebih. Sebuah stuktur dapat dikatakan bangunan bertingkat tinggi apabila memiliki minimal 12 lantai. Maka jika bangunan memiliki 40 lantai maka dapat diklasifikasikan sebagai bangunan bertingkat tinggi. Kritertia Highrise Building Secara ARSITEKTURAL, bangunan highrise building memiliki bentuk yang arsitektural. Hal ini disebabkan bahwa gedung high rise building menjadi icon lambang prestise sehingga diperlukan design arsitektur yang cantik. STRUKTURAL
Ketentuan yang perlu diperhatikan dalam bangunan tinggi adalah perbandingan antara tinggi dengan lebar bangunan. Hal ini dimaksudkan agar bangunan aman terhadap gaya lateral dan proporsional.
Bahan yang digunakan untuk struktural bangunan bertingkat banyak adalah beton kuat dan besi. Beton dari segi mutu yaitu Beton mutu biasa dan Beton mutu tinggi.
Besi atau tulangan juga dipakai untuk memikul gaya tekan terutama pada tempat-tempat dimana diinginkan adanya pengurangan dimensi struktur tekan, seperti pada kolom-kolom lantai bawah pada bangunan bertingkat banyak. Banyak pencakar langit bergaya Amerika memiliki bingkai besi, sementara blok menara penghunian dibangun tanpa beton. UTILITAS
Elevator (lift),
Sistem Pembuangan Sampah, untuk bangunan-bangunan yang bertingkat perlu dipersiapkan boks-boks untuk tempat pembuangan yang terletak ditempat-tempat bagian service di setiap lantai dan Boks penampungan di bagian paling bawah berupa ruangan/gudang dengan dilengkapi kereta-kereta bak sampah. Gudang sampah harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas :
a.Kran air untuk pembersihan
b.Sprinkler untuk mencegah kebakaran.
c.Lampu sebagai penerangan, dan
d.Alat pendingin untuk sampah basah supaya tidak terjadi pembusukan. contoh tema:
SANTIAGO CALATRAVA Turning Torso TURNING TORSO
(TWISTING TORSO)

Arsitek : Santiago Calatrava
Kontraktor Utama : NCC
(Nordic Construction Company)
Lokasi : Malmo, Swedia
Konstruksi : 2001 – 2005
Luas/lantai: 400 m2
Type : Mixed Use
Biaya : US$ 235.000.000 Deskripsi :
Tinggi 190 m (623 kaki)
Terdiri dari 9 kotak (cube) dengan total 56 lantai
Terdapat 2 lantai basement
Kotak 1-2 merupakan area komersial
Kotak 3-9 merupakan area residensial.

Sudut Perputaran :
Setiap kotak, 10 derajat.
Setiap lantai, 1,6 derajat. KAJIAN ARSITEKTURAL STRUCTURAL EXPRESSIONISM

Dirancang agar terlihat seperti manusia yang sedang membalikkan badan.

Berupa 9 kubus yang ditumpuk dan berputar 90 derajat dari bawah ke atas.

Rusuk baja bergerak menyerupai tulang rusuk manusia. KONSEP Kaca lengkung ganda dan aluminium.

2.800 panel lengkung dan 2.250 jendela kaca.

Untuk mengikuti perputaran bangunan, jendela condong sekitar 0-7 derajat ke dalam dan ke luar pada fasad bagian barat maupun bagian timur. FACADE MATERIAL :
Core-Shear Walls Beton
Slab Beton
Rusuk Baja MATERIAL COMMERCIAL AREA Merancang interior turning torso merupakan tantangan besar karena tidak banyak dinding datar pada bangunan INTERIOR KAJIAN STRUKTURAL CONCRETE FLOOR SLAB
CONCRETE TUBE CORE
CONCRETE PERIMETER COLUMN
STEEL SPINE Lempeng baja setebal 1 kaki dipasang disekitar core.

Slab struktural berbentuk segitiga, dan bersama membentuk lantai.

Setiap slab diputar pada sudut 1,6 derajat untuk menciptakan efek ‘twist’ yang merupakan karakter bangunan. CONCRETE SLAB Struktur utama penopang beban.

Pipa beton dengan diameter 35 ft ≈ 10,7 m.

Dinding pada bagian bawah setebal 8 ft (2,4m) dan bertahap berubah sehingga pada bagian atas hanya setebal 1 ft (30cm).

Lift dan Tangga diletakkan didalam core. CONCRETE TUBE CORE Bersifat sebagai exoskeleton bangunan.

Bertindak untuk mengatasi tekanan angin dan menyalurkan gaya geser ke concrete core.

Terdiri atas rusuk utama yang terletak di sudut dan didukung dengan 20 batang horizontal dan 18 batang diagonal. SPINE (rusuk baja) Kedalaman Pondasi mencapai 49 ft atau 14,9 meter.

Merupakan pondasi rakit tiang pancang yang dipasang pada titik-titik tertentu.

Bekerja sama dengan bracing mengurangi resiko goyangan. FOUNDATION Titik pondasi tiang pancang FOUNDATION INTI CORE CANTILEVER FLOOR SLABS PERIMETER WALLS STEEL SPINE PENYALURAN BEBAN KAJIAN UTILITAS Memaksimalkan pencahayaan alami dengan banyaknya bukaan.

Untuk interior dan exterior menggunakan Golden Dragon LED dari Osram dengan menggunakan sensor gerak.

Penggunaan LED digunakan agar lebih “environmentally friendly” PENCAHAYAAN Instalasi Listrik, Penghawaan, dan Air menggunakan meteran berbeda pada setiap apartemen.
Menggunakan sistem energi yang 100% dapat diperbaharui. POWER UTILITY Sistem Pembuangan pada Turning Torso memungkinkan untuk sampah dan pembuangan lainnya di daur ulang untuk kepentingan lain, terutama energi.

Sampah organik dari bangunan turun ke unit pembuangan sampah dapur kemudian dipindahkan dengan pipa terpisah untuk proses dekomposisi dan produksi biogas untuk sistem insinerator dan pemanas bangunan. PEMBUANGAN Sistem pemipaan air bersih dan air kotor pada bangunan dibagi dalam beberapa area berbeda.

Masing-masing area memiliki sumber air bersih dan saluran air kotor yang berbeda. AIR KAJIAN TEMA HIGH-TECH ARCHITECTURE Bangunan dengan gaya seperti ini mengutamakan penekanan visual pada penampakan struktur baja dan tulang beton baik interior maupun exterior.

Dan penggunaan teknologi tinggi pada sistem utilitas bangunan. STRUCTURAL EXPRESSIONISM Santiago Calatrava selalu menggunakan benda-benda organik sebagai inspirasinya, kali ini dia menggunakan perumpamaan tulang belakang manusia saat melakukan pergerakan memutar. THE ‘TWISTING’ TORSO kesimpulan... TURNING TORSO Pasal 6
Studi kelayakan mencakup :
a. Latar belakang dan tujuan pendirian perguruan tinggi;
b. Bentuk dan nama perguruan tinggi;
c. Lembaga penunjang kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, administrasi dan perangkat teknis lainnya seperti laboratorium dan perpustakaan;
d. Dosen dan tenaga kependidikan lain serta pengembangannya;
e. Tenaga administrasi dan rencana pengembangannya;
f. Sumber dana kegiatan akademik;
g. Tanah yang dimiliki/dikuasai untuk pembangunan kampus;
h. Bidang ilmu yang akan diselenggarakan;
i. Daya tampung mahasiswa dalam lima tahun mendatang;
j. Kebutuhan masyarakat akan tenaga ahli yang akan dihasilkan;
k. Prospek minat mahasiswa;
l. Fasilitas fisik yang ada seperti ruang kuliah, ruang dosen, ruang laboratorium, studio, ruang unit pelaksana teknis, ruang instalasi dan ruang kantor serta rencana pengembangannya;
m. Pembiayaan selama lima tahun yang meliputi biaya investasi, penyelenggaraan dan proyeksi aliran dana;
n. Kesimpulan studi kelayakan yang meliputi analisis akademik dan administratif, analisis keuangan dan analisis pemenuhan kepentingan masyarakat dan pembangunan. KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 234/U/2000
TENTANG
PEDOMAN PENDIRIAN PERGURUAN TINGGI Pasal 12
(1) Tanah tempat mendirikan perguruan tinggi dimiliki dengan bukti sertifikat sendiri atau disewa/kontrak untuk sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) tahun dengan hak opsi, yang dinyatakan dalam perjanjian.
(2) Sarana dan prasarana lainnya dimiliki sendiri atau disewa/kontrak untuk sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun yang dibuktikan dengan sertifikat atau perjanjian meliputi fasilitas fisik pendidikan dengan ketentuan minimal:
a. Ruang kuliah : 0.5 m2 per mahasiswa;
b. Ruang dosen tetap : 4 m2 per orang
c. Ruang administrasi dan kantor 4 m2 per orang;
d. Ruang perpustakaan dengan buku pustaka:
1. Program Diploma dan Program S1
a. buku mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) 1 judul. per-mata kuliah;
b. buku mata kuliah ketrampilan dan keahlian (MKK) 2 judul per-mata kuliah;
c. jumlah buku sekurang-kurangnya 10% dari jumlah mahasiswa dengan memperhatikan komposisi jenis judul;
d. berlangganan jurnal ilmiah sekurang-kurangnya 1 judul untuk setiap program studi;
2. Program S2 untuk setiap program studi : 500 judul buku dan berlangganan minimal dua jurnal ilmiah yang terakreditasi pada bidang studi yang relevan;
e. Ruang laboratorium dan unit komputer serta sarana untuk praktikum dan/atau penelitian sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Direktur Jenderal;
(3) Sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sekurangkurangnya
memenuhi persyaratan minimal yang tercantum dalam
Lampiran angka 4 Keputusan ini. KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 234/U/2000
TENTANG
PEDOMAN PENDIRIAN PERGURUAN TINGGI STRUKTURAL
Tipe Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi
1. Braced Frame,
2. Rigid Frame Structure
3. Infilled Frame Structure
4. Flat Plate and Flat Slab Structure
5. Shear wall structure
6. Coupled wall structure
7. Wall-frame structure
8. Framed tube structure
9. The trussed tube
10. Tube in tube or Hull core structure
11. Bundled tube structure
12. Core and Outriggers system
13. Hybrid structure Contoh Bangunan : Contoh Bangunan : prinsipnya tujuan dari green building adalah :
Meminimalkan/ mengurangi penggunaan sumber daya alam
Meminimalkan/ mengurangi dampak lingkungan
Meningkatkan kualitas udara ruangan menjadi lebih sehat ... bangunan dimana dalam perancangan, pembangunan, pengoperasian, serta dalam pemeliharaannya memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan berdasarkan kaidah pembangunan berkelanjutan ... Green Building, suatu bangunan dapat disebut bangunan hijau apabila sudah memenuhi syarat-syarat atau kriteria seperti :

Efisiensi energi dan konservasi
Sebagian besar energi yang tersedia saat ini merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui dan pada tahap produksi maupun pemanfaatannya menghasilkan CO2 yang cukup besar. Dengan menerapkan efisiensi dan konservasi energi otomatis bangunan tersebut dapat menghemat emisi karbon yang dihasilkan.
Tata guna lahan
- meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi,
mendukung penggunaan sepeda melalui penyediaan area parkir khusus sepeda,
adanya area landscape yang salah satu fungsinya menyerap karbon.
Sumber dan siklus material
Pemilihan material yang ramah lingkungan juga terkait erat dengan jejak karbon baik dari segi pembuatan material tersebut maupun asal material (terkait dengan trasportasi).
Manajemen lingkungan bangunan
Kriteria ini mensyaratkan pemeliharaan dan operasional seluruh sarana prasarana bangunan termasuk pengelolaan limbah mengacu pada prinsip-prinsip ramah lingkungan dan sustainability (berkelanjutan), agar bangunan tersebut dapat tetap berpredikat green mulai dari dibangun sampai operasional dan pemeliharaannya.
Konservasi air
Kualitas udara dan kenyamanan ruangan Sumber :
Materi BEM Training GA, Hadjar Seti Adji Penelitian yang dilakukan oleh Green Building Council Amerika (USGBC) rata-rata penghematan yang dapat dicapai oleh suatu bangunan hijau antara lain :
Penghematan energi = 24 - 50%
Penghematan karbon = 33 - 39%
Penghematan air = 40%
Penghematan biaya limbah = 70% PEDOMAN PERENCANAAN BERDASARKAN UNGKAPAN HIGH TECH

1. Fungsi dan Representasi – Antara Teknik dan Style (langgam) 2. Produksi Massal. 3. Struktur dan Servis – Kebanggaan atas Teknologi. 4. Ruang dan Fleksibilitas 5. Penyambungan (plug-in pod) – Sebuah Strategi Praktis 6. Tipologi High Tech ... Dalam bukunya “Arsitektur Modern Akhir Abad XIX dan Abad XX”, Yulianto Sumalyo menyebut arsitektur high tech sebagai arsitektur techno-arthistic, rancangan dengan teknologi pabrikasi lebih besar dan lebih maju dengan konstruksi utama metal atau logam.... High Tec Building 1. Fungsi dan Representasi – Antara Teknik dan Style (langgam)
• Arsitektur high tech sebagai pengejewantahan dan simbolisasi dari sebuah teknologi bukan merupakan sebuah solusi yang efisien, karena teknologi bukanlah suatu hal yang murah jika dibandingkan dengan bangunan yang menerapkan tembok biasa (konvensional).

• Dalam high tech simbolisasi dan representasi memiliki peranan penting. Eksposed suatu struktur atau elemen merupakan karakter dalam arsitektur high tech, namun hal itu semua bukan merupakan solusi yang masuk kategori ekonomis.

• Arsitektur high tech tidaklah murni fungsional namun juga tidak representatif, bahkan ada sebuah artikel yang memuat tentang high tech bahwa setiap desain yang diputuskan haruslah memiliki nilai fungsional. 2. Produksi Massal
• Material sintetis yang memberikan karakter tertentu pada arsitektur high tech seperti logam, kaca dan plastik merupakan material yang diproduksi secara massal, bangunannya mungkin tidak tetapi komponen-komponennya merupakan mass product.

• The Mass Production Problem. Merupakan hambatan yang dihadapi Arsitektur manakala mencoba mengadaptasi metode-metode dan produk dari industri manufaktur.

• Kolaborasi antara Arsitek dan Desainer produk menentukan dalam perancangan. seperti contoh kasus pada pembangunan Hongkong Bank Headquarters – Norman Foster, dimana semua elemen utama bangunan di desain, dikembangkan serta diuji bersama oleh Arsitek dan pembuat (manufacturer). Norman Foster menyebutnya “Design Development”. 3. Struktur dan Servis – Kebanggaan atas Teknologi
• Exposed struktur dan servis merupakan dua hal yang paling kentara menjadi keistimewaan pada arsitektur high tech, walaupun tidak semua Arsitek melakukan hal itu dalam rancangannya.

• Struktur baja dalam arsitektur high tech menjadi power of structure yang ekspresif, baja merupakan salah satu material bangunan yang memiliki daya tegang yang kuat, mampu memberikan kesan dramatis pada elemen-elemen bangunan. 4. Ruang dan Fleksibilitas
• Bermacam-macam elemen pada bangunan high tech seperti rangka struktur baja, the smooth, imperious skin, exposed pipa dan duct telah memberikan ekspresi yang kuat berdasarkan fungsi teknisnya.

• Penciptaan ruang dalam high tech tidak pernah menjadi isu (masalah) yang berarti, namun lebih ditekankan pada teknis penciptaan ruang yang fleksibel. Sehingga seakan-akan dalam rancangannya Arsitek hanya menyediakan hamparan plat “omniplatz”.

• Ruang tidak bisa hanya memiliki satu fungsi karena keseluruhan desain dirancang untuk sebuah ke-fleksibilitas-an. Filosofi high tech meletakkan fleksibilitas satu tahap lebih dalam. 5. Penyambungan (plug-in pod) – Sebuah Strategi Praktis
• Merupakan peralatan dalam high tech yang mampu memadukan fleksibilitas, demountability, daya tahan dan produksi massal.

• Plug-in pod (penyambungan pod) atau lebih tepat pemasangan dalam hal ini adalah pemasangan kotak atau ruang yang merupakan produk manufaktur ke dalam bangunan, biasanya merupakan kotak toilet. Jadi toilet tersebut bukan merupakan bagian dari bangunan karena dapat di bongkar pasang.

• 3 keuntungan dengan menggunakan sistem ini. Pertama, mempercepat pelaksanaan proyek. Kedua, dapat menjaga kualitas produk. Ketiga, karena MEE telah ditanam atau diletakkan di bawah tanah dengan jalur ke semua arah, sehingga mudah untuk dirubah. 6. Tipologi High Tech
• Tipikal bangunan high tech adalah menyerupai bangunan pabrik, sehingga muncul anggapan, bangunan dengan tipikal pabrik adalah arsitektur high tech. Univeristas ini didirikan pada 1750 dan diklaim sebagai universitas tertua di Rusia. Pada 2004, universitas ini mempunyai sekitar 4.000 staf pengajar, 31.000 mahasiswa dan 7.000 mahasiswa pasca-sarjana.

Pada 1940, universitas ini diubah namanya untuk menghormati pendirinya, Mikhail Lomonosov.

Bangunan Pendidikan Moscow State University Rusia Moscow dengan ketinggian 240 m (787 ft). Lomonosov Moscow State University LANTAI 18 OFFICE/COMMERCIAL AREA LANTAI 43 GUEST BEDROOM, GYM, JACUZZI, PANORAMA ROOM TIPE APARTEMEN pada TURNING TORSO Sementara inti bangunan dapat membawa beban angin tanpa exoskeleton ini, truss aktif di beberapa arah angin, sehingga mengurangi perpindahan dari menara itu sendiri. Setelah dilakukan uji terowongan angin di University of Western Ontario, Kanada, desainer memprediksi bahwa dalam badai dengan kekuatan angin dari 44m / s bangunan itu akan bergerak hanya 30cm pada puncaknya dalam gerakan lambat. Ini gerakan kecil tidak mungkin terlihat. Namun, meskipun geometri rumit nya, angin di lokasi pesisir telah mengeluh kontraktor 'terbesar. BEBAN ANGIN Beban angin tegantung kepada kecepatan angin, kepada bentuk, ketinggian, letak geografis dan kualitas permukaan bangunan serta kepada kekakuan dari struktur. Efek turbulensi angin pada bangunan menimbulkan tekanan positif dan tekanan negatif (isap) pada bangunan. BEBAN ANGIN Embusan telah menyebabkan penundaan dari 150 hari dalam kedua pekerjaan beton dan ereksi dari exoskeleton baja. Malmö adalah tempat yang sangat berangin, terutama selama musim dingin.
Untuk struktur horizontal, ada sembilan lempeng kerucut, satu untuk masing-masing kubus, di mana setengah dari keliling setiap cantilevers slab dari inti. Bagian segitiga sisa didukung oleh kolom puncak dan inti pusat. Pada masing-masing kubus, lima lempengan yang lebih tinggi didukung oleh kolom baja di ujung-ujungnya yang mentransfer beban ke dalam slab kerucut di bawah. Reaksi bangunan terhadap gempa BEBAN GEMPA Kecuali harus dapat memikul beban gravitasi/beban vertikal struktur bangunan tinggi harus dapat memikul beban gempa sebesar yang ditentukan oleh Peraturan Perancangan Bangunan Tahan gempa dengan ketentuan bahwa pada tahap pertama yang harus memberi ketahanan gedung terhadap penumbangan/overtuning adalah beban mati gedung dalam bentuk momen penahan tumbang/counteracting moment.
Beban gempa bangunan yang dapat menyebabkan bangunan bergeser ditahan oleh grazing –grazing dan core yang mempu mempertahankan bangunan agar dapat tetap berdiri.
Dari gambar, terlihat bangunan yang bergeser apabila mendapati gaya gempa dan bagian core yang menahan katetapan banguna serta grazing yang menikat setiap lantai Reaksi bangunan terhadap gempa BEBAN GEMPA Kecuali harus dapat memikul beban gravitasi/beban vertikal struktur bangunan tinggi harus dapat memikul beban gempa sebesar yang ditentukan oleh Peraturan Perancangan Bangunan Tahan gempa dengan ketentuan bahwa pada tahap pertama yang harus memberi ketahanan gedung terhadap penumbangan/overtuning adalah beban mati gedung dalam bentuk momen penahan tumbang/counteracting moment.
Beban gempa bangunan yang dapat menyebabkan bangunan bergeser ditahan oleh grazing –grazing dan core yang mempu mempertahankan bangunan agar dapat tetap berdiri.
Dari gambar, terlihat bangunan yang bergeser apabila mendapati gaya gempa dan bagian core yang menahan katetapan banguna serta grazing yang menikat setiap lantai
Turning Torso twists new life into cubism, Elias, Helen -The Architects' Journal; Sep 2, 2004; 220, 8; ProQuest
Kjell Tryggestad & Susse Georg (2011): How objects shape logics in construction, Culture and Organization, 17:3, 181-197
Spirito, Gianpaola, and Antonino Terranova. New Urban Giants: the Ultimate Skyscrapers. Vercelli, Italy: White Star, 2008. Print.
"Santiago Calatrava: Turning Torso Tower." Architecture and Urbanism 420 (2009): 26-33. Print.
http://www.peri.in/ww/en/projects.cfm/fuseaction/diashow/reference_ID/458/currentimage/6/referencecategory_ID/6.cfm
http://www.flickr.com/photos/dahlstroms/930478070/in/photostream/
http://www.hsb.se/malmo/turningtorso/in-english
http://rustamkhairi.fotopages.com/?&page=12
http://danmorrissey.wordpress.com/
http://www.scribd.com/doc/61614381/The-Shape-From-Behind-to-Beyond
http://www.e-architect.co.uk/sweden/turning_torso_malmo.htm
Introduction DAFTAR PUSTAKA KELOMPOK BIMBINGAN : M. FAJRI ROMDHONI - KHUSNUL HIDAYAT ST.MT
Full transcript