Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KONFLIK DAN STRESS

No description
by

Meta Alfiah

on 7 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KONFLIK DAN STRESS

KONFLIK DAN STRESS
Pandangan terhadap Konflik
Pandangan konflik menurut Robbin:
a. Pandangan Tradisional (The Traditional View)
b. Pandangan Hubungan Manusia (The Human Relation View)
c. Pandangan Interaksionis (The Interactionist
View)

SEGI POSITIF DAN NEGATIF KONFLIK
Pandangan Tradisional (The Traditional View)

Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk. Sesuatu yang negative, merugikan, dan harus dihindari. Konflik ini merupakan suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan diantara orang-orang, dan kegagalan manajeruntuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.

Ciri-ciri konflik
a. Ada dua pihak yang terlibat dalam suatu interaksi yang saling bertentangan
b. Timbul pertentangan antara dua pihak dalam mencapai tujuan, memainkan peran, dan adanya nilai atau norma yang saling berlawanan
c. Munculnya interaksi yang ditandai oleh gejala-gejala perilaku yang direncanakan untuk saling meniadakan, mengurangi, dan menekan terhadap pihak lain agar dapat memperoleh keuntungan
d. Munculnya tindakan yang saling berhadap-hadapan sebagai akibat pertentangan yang berlarut-larut.
e. Munculnya ketidakseimbangan akibat dari usaha masing-masing pihak terkait dengan kedudukan, status social, dsb.

Tingkatan Konflik
Menurut Prof. Dr. J. Winardi, SE terdapat 4 tingkatan :

Konflik Intra Perorangan

Konflik Antar Keorganisasian

Konflik Antar Kelompok

Konflik Antar Perorangan

Pengertian Konflik
Bentuk pertentangan alamiah yang dihasilkan oleh individu atau kelompok karena mereka yang terlibat memiliki perbedaan sikap, kepercayaan, nilai atau kebutuhan.
Pandangan Hubungan Manusia
(The Human Relation View)

Pandangan Interaksionis
(The Interactionist View)
Pandangan ini cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, menurutr pandangan ini, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat, kritis-diri, dan kreatif.
Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar terjadi di dalam kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari karena di dalam kelompok atau organisasi pasti memiliki perbedaan pandangan antara anggota.. oleh arena itu, konflik harus dijadikan sebagai motivasi untu melakukan inovasi atau perubahan di dalam tubuh kelompok atau organisasi.
Segi Positif:


• Konflik bisa membawa perubahan radikal
• Konflik membuat kelompok lebih kohesif
• Konflik membaharui efektivitas kelompok dan organisasi
• Konflik membawa kita lebih jelas kepada masalah-belajar
bermasalah
• Munculnya pribadi yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai situasi konflik
• Munculnya kompromi antar pihak-pihak yang berkonflik

Segi Negatif :



• Menghambat kemajuan kerja
• Terjadi ancaman atas relasi yang menghancurkan kepercayaan dan keadilan
• Menyinggung pribadi, perasaan, dan menyebabkan sakit hati
• Adanya perubahan kepribadian seorang individu secara negative
• Individu dipaksa konformis dan dipaksa ikut keputusan
Dalam menghadapi konflik, terdapat hal-hal positif dan negatif sebagai akibatnya.
Konflik intra perorangan ini muncul dalam diri seorang individu dengan pemikirannya sendiri
Konflik juga bisa terjadi antara organisasi yang satu dengan yang lain
Konflik yang terjadi pada beberapa kelompok kerja yang terdiri dari banyak unit
Konflik antar perorangan terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih
Pengertian Stress
Suatu kondisi individu dimana seseorang mendapat tekanan dalam fisik maupun mental dari perubahan di sekitar lingkungannya yang menyebabkan seseorang tersebut merasa sakit, tegang, dan tidak nyaman dengan situasi yang dihadapi.
Ada dua jenis stres yaitu :

1. Eustress = stres positif
stres yang menyebabkan individu beradaptasi dan meningkatkan kemampuan adaptasi individu tersebut, serta menantang untuk hidup lebih baik lagi.

2. Distress = stres negatif
stres yang dapat mendatangkan penyakit, mengambil kebahagiaan individu, dan membuat hidup Individu menjadi semakin sulit.

Jenis Stress
Penyebab Stress ( Stressor )
Penyebab Stres dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari kondisi fisik, psikologis, maupun sosial dan juga muncul pada situasi kerja, dirumah, dalam kehidupan sosial, dan lingkungan luar lainnya. Oleh karenanya terdapat 3 potensi pemicu stress:

1. Faktor Lingkungan
2. Faktor Organisasi
3. Faktor Pribadi

Pengaruh Stress
Pengaruh stres dapat dikelompokkan dalam tiga kategori umum, yaitu :

1. Gejala Fisiologis
stres dapat menciptakan perubahan dalam metabolisme, meningkatkan detak jantung, dan tarikan napas, menaikkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala, dan memicu serangan jantung

3. Gejala Perilaku
Gejala – gejala stres yang berkaitan dengan perilaku meliputi perubahan dalam tingkat produktivitas, kemangkiran, dan perputaran karyawan, selain juga perubahan dalam kebiasaan makan, dll.
2. Faktor Organisasi
Tidak sedikit faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres. Tekanan untuk menghindari kesalahan atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang mepet, beban kerja yang berlebihan, atasan yang selalu menuntut, dan rekan kerja yang tidak menyenangkan

Penanganan Stress
Penerapan manajemen waktu
Penambahan waktu olahraga
Pelatihan Relaksasi
Perluasan jaringan dukungan sosial

Pendekatan Individual

Adanya penyeleksian personel dan penempatan kerja yang lebih baik
Pendesainan Ulang Pekerjaan
Penetapan tujuan yang realistis
Mengurangi konflik dan mengklarifikasi peran organisasional
Perbaikan dalam komunikasi organisasi
Membuat bimbingan konseling

Pendekatan Organisasional
Dua pendekatan dalam penanganan stress
Pemecahan Konflik
1. Penolakan (both lose all)

2. Kompetisi/pengendalian (I win you lose)

3. Kompromi (Both win some, lose some)

4. Akomodasi (I lose you win)

5. Kolaborasi/Pemecahan Masalah (I win
you win)
TERIMA KASIH
Full transcript