Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Al-Imran ( ayat 159,190,191)

No description
by

gal yst

on 9 August 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Al-Imran ( ayat 159,190,191)

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya".
(Q.S. Ali-Imran: 159)
1. Allah SWT memerintahkan pada Rasulullah untuk memaafkan mereka (orang yang berpaling dalam perang Uhud) atas kesalahan mereka. Lalu memintakan ampun bagi mereka dan mengajak mereka untuk bermusyawarah.

2. Perintah untuk bermusyawarah dalam hal yang tidak dijelaskan dalam wahyu Allah serta dalam merencanakan taktik perang.

3. Orang yang diajak bermusyawarah adalah orang yang berilmu, bersungguh-sungguh dalam memberikan pendapat serta

4. Dalam mengambil keputusan, pendapat yang yang paling mendekati kitabullah dan Sunnah yang

5. Bertawakal pada Allah SWT setelah mengambil keputusan.
Al-Imran ayat 159
Al-Imran ayat 190
Al-Imran ayat 191
3 hal dalam musyawarah
1. Bersikap lemah lembut. Orang yang keras kepala dan berkata kasar tidak akan disenangi oleh mitranya.

2. Memberi maaf dan membuka diri.

3. Memohon ampun pada Allah SWT dan bertawakal atas keputusan yang diambil.
Dwi Bhakti // Ersa Shasqia // Galuh Yustisia // Nadya Rizky
Al-Imran ( ayat 159,190,191)
Arti
Kandungan
Dalam ayat ini, musyawarah yang diharapkan adalah mufakat untuk kebenaran. Ayat ini juga menceritakan tentang akhlak mulia Rasulullah yang senantiasa lemah lembut dan pemaaf. Terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik :

1. Kasih sayang yang diberikan adalah hadiah Allah SWT pada para pemimpin agama. Siapa yang ingin menasehati orang lainnya hendaknya dilakukan dengan kasih sayang.

2. Setelah bermusyawarah hendaknya kita bertawakal pada Allah SWT karena hanya kepada-Nya lah kita memohon dan mendapat pertolongan.
Arti
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,".
(Q.S. Ali-Imran: 190)
Tafsiran
Allah Swt pada ayat 190 surah Ali Imran mengajak manusia untuk berpikir dan merenungi tentang penciptaan langit-langit dan bumi.

Langit dan bumi dijadikan oleh Al-Khaliq tersusun dengan sangat tertib.Bukan hanya semata dijadikan, tetapi setiap saat nampak hidup. Semua bergerak menurut aturan.

Semua ini menjadi tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah bagi orang yang berpikir.Bahwa tidaklah semuanya terjadi dengan sendirinya.Pasti ada yang menciptakan yaitu Allah SWT.
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.”
(Q.W. Ali-Imran: 191)
Arti
Tafsiran
Pada ayat 191 mendefinisikan orang-orang yang mendalam pemahamannya dan berpikir tajam (Ulul Albab), yaitu orang yang berakal, orang-orang yang mau menggunakan pikirannya, mengambil faedah, hidayah, dan menggambarkan keagungan Allah.Ia selalu mengingat Allah (berdzikir) di setiap waktu dan keadaan, baik di waktu ia beridiri, duduk atau berbaring. Jadi dijelaskan dalam ayat ini bahwa ulul albab yaitu orang-orang baik lelaki maupun perempuan yang terus menerus mengingat Allah dengan ucapan atau hati dalam seluruh situasi dan kondisi.
Pada QS. Ali-Imran ayat 190-191 di dalamnya memiliki kandungan hukum  yaitu Allah mewajibkan kepada umatnya untuk menuntu ilmu dan memerintahkan untuk mempergunakan pikiran kita untuk merenungkan alam, langit dan bumi (yakni memahami ketetapan-ketetapan yang menunjukkan kepada kebesaran Al-Khaliq, pengetahuan) serta pergantian siang dan malam. Yang demkian ini menjadi tanda-tanda bagi orang yang berpikir, bahwa semua ini tidaklah terjadi dengan sendirinya. Kemudian dari hasil berpikir tersebut, manusia hendaknya merenungkan dan menganalisa semua yang ada di alam semesta ini, sehingga akan tercipta ilmu pengetahuan.
Kandungan Hukum
Full transcript