Iis Safira Ariviana_NIm 172310101009_A2017

F
by Fira2 views·Updated Nov 12, 2018
Powered by AI

Need to present on this topic?

Create your own polished presentation in minutes. Just describe what you need.

Free to try, no credit card required

Slide outline

  1. Apa itu virus? — Definisi
  2. 1 — MACAM-MACAM BENTUK VIRUS
  3. REPRODUKSI VIRUS — 2
  4. KLASIFIKASI VIRUS — 3

Transcript

By : Iis Safira Ariviana

NIM 172310101009

VIRUS

1

Definisi

Apa itu virus?

virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis

S

W

Struktur Virus

struktur

O

T

KAPSID

KAPSID

Kapsid merupakan selubung protein yang berfungsi sebagai pemberi bentuk pada virus, melindungi asam nukleat virus dari kerusakan, misalnya oleh enzim pencernaan (nuklease) serta berfungsi untuk menyediakan protein enzim untuk menembus membran sel inang ketika melakukan infeksi.

LEHER

LEHER

Tidak semua jenis virus memiliki leher. Hanya virus yang berbentuk kompleks saja yang memiliki leher. Bagian leher virus terdiri atas leher dan juga kerah (collar), leher virus berfungsi sebagai tempat menyangga kepala virus.

SELUBUNG EKOR

Selubung ekor berfungsi untuk menginjeksi DNA virus ke dalam sel hospes dan juga tempat penghubung antara kepala virus dan lempeng dasar virus.

SELUBUNG EKOR

SERABUT EKOR

Serabut ekor berfungsi sebagai penerima rangsangan (reseptor) dan juga untuk menempel pada sel inang.

SERABUT EKOR

PAPAN DASAR

Papan dasar berfungsi sebagai tempat melekatnya serabut ekor dan jarum penusuk.

PAPAN DASAR

JARUM PENUSUK

jarum penusuk berfungsi untuk melubangi sel inang agar DNA virus dapat masuk ke sel inang.

JARUM PENUSUK

2

MACAM-MACAM BENTUK VIRUS

1

1

MACAM-MACAM BENTUK VIRUS

SPIRAL (HELICAL)

Virus berbentuk spiral atau batang dijumpai pada virus mosaik tembakau (TMV).

POLYHEDRAL

Virus berbentuk ikosahedron (poligon 20 sisi) atau polihedral dijumpai pada virus Adenovirus (penyebab demam). Virus terkecil biasanya berbentuk ikosahedron yang berukuran antara 18 – 20 nanometer.

BERPELINDUNG (ENVELOPED)

Virus berpelindung mempunyai pelindung (pembungkus) luar dari lipoprotein, glikoprotein atau kombinasi lipoprotein dan glikoprotein dan biasanya berbentuk bulat atau bola dengan diameter antara 60 – 300 nanometer. Disebut juga virus berbentuk bola contohnya adalah virus Influenza.

KOMPLEKS

Virus berbentuk kompleks ini memiliki struktur tubuh yang lengkap seperti kepala, leher, dan ekor. Virus kompleks sering juga disebut virus berbentuk huruf T contohnya adalah Bakteriofage (virus pemakan bakteri).

3

REPRODUKSI VIRUS

2

2

REPRODUKSI VIRUS

DAUR LITIK

DAUR LITIK

A. FASE ADSORPSI (PENEMPELAN)

ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim sehingga terbentuk lubang pada bakteri untuk memasukkan asam inti virus

B. FASE INJEKSI

setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan DNA ke dalam tubuh sel bakteri. jadi kapsid virus tetap berada pada luar tubuh sel bakteri dan berfungsi lagi

C. FASE SINTESIS (PEMBENTUKAN)

DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasikan bagian-bagian virus

D. FASE ASEMBLIN (PERAKITAN)

bagian-bagian virus yang telah terbentuk, oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna

E. FASE LITIK (PEMECAHAN SEL INANG)

virus akan menghancurkan bakteri dengan lisoenzim, kemudian virus akan mencari inang yang baru

DAUR LISOGENIK

DAUR LISOGENIK

1. Tahap adsorbsi

Virus akan menempel pada sel inang dan melubanginya dengan enzim lisozim.

2. Tahap injeksi

virus mulai memasukkan asam nukleat ke dalam sel inang dan melepaskan kapsid.

3. Tahap penggabungan

virus akan memutus ikatan asam nukleat yang dimiliki sel inang dan masuk kedalamnya untuk menghubungkan rantai itu lagi.

4. Tahap pembelahan

asam nukleat virus yang telah tergabung dengan DNA sel inang menjadi profage.

5. Tahap pemisahan (memasuki daur litik)

6. Tahap sintesis

DNA dan RNA dari sel inang kemudian digunakan untuk menggandakan asam nukleat virus sebanyak mungkin.

7. Tahap perakitan

virus akan mulai merakit tubuh mereka.

8. Tahap lisis

virus-virus mulai dibebaskan dari sel inangnya secara eksplosif dengan menggunakan enzim lisozim .

VIDEO

REPRODUKSI VIRUS

4

KLASIFIKASI VIRUS

3

3

KLASIFIKASI VIRUS

VIRUS DNA

VIRUS DNA

1. Adenovirus: Menginfeksi organ pencernaa (usus), organ respirasi, dan menyebabkan tumor pada manusia

2. Hepatitis B: penyebab penyakit hepatitis B

3. Herpes simplex: Menginfeksi mulut dan alat kelamin manusia

4. Papilloma: menyebabkan kanker

5. Papavovirus: Kutil pada manusia dan kanker pada hewan

6. Poliovirus: Penyakit polio

7. Paramyxovirus: menyebabkan pneumonia, penyakit gondong & campak

8. Coryza, rhinovirus: menyebabkan penyakit pilek (Flu)

9. Poxivirus: menyebabkan cacar

10. Human cytomegalovirus: penyebab kebutaan pada orang dengan sistem kekebalan rendah

11. Epstein-Barr virus: menyebabkan kelainan Burkitt's lymphoma dan penyakit Hodgkin

12. SV40: menyebabkan tumor pada primata

VIRUS RNA

VIRUS RNA

1. Orthomycovirus: menyebabkan influenza

2. Paramyxovirus: menyebabkan NCD (tetelo pada ayam)

3. Picornavirus: infeksi perut, meningitis, dan hepatitis

4. Dengue fever virus: menyebabkan demam berdarah

5. Rhabdovirus: Rabies

6. Reovirus: Muntah dan diare

7. Togo virus (Flavivirus): Demam berdarah, demam kuning

8. Tobacco Mosaic Virus (TMV): Penyakit mosaik pada daun tembakau

9. Myxovirus: menyebabkan influenza

10.Poliovirus: menyebabkan penyakit polio

11.Rhinoviruses: menyebabkan demam

12.Noroviruses: menyebabkan sakit perut

13.Coronaviruses: menyebabkan timbulnya SARS

14. Rubella: menyebabkan rubella (campak jerman)

15. Hepatitis A: menyebabkan hepatitis A

16. Hepatitis C: menyebabkan hepatitis C

17. HIV-1 dan HIV2: menyebabkan penyakit AIDS