Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

MENGHARGAI KERJA SAMA DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG BERM

No description
by

irma rahmania

on 24 February 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of MENGHARGAI KERJA SAMA DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG BERM

ARIFIN FIRDAUS (03)
DERBY PRAYOGO (06)
IRMA RAHMANIA M (18)
LILIS HIDAYATUS S (19)
SIGIT SETYA W (32)
KELOMPOK
MENGHARGAI KERJA SAMA DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG BERMANFAAT BAGI INDONESIA
Menurut Subjeknya
Perjanjian antar negara yang dilakukan oleh banyak negara yang merupakan subjek hukum internasional
Perjanjian internasional antarnegara dan subjek hukum internasional lainnya, seperti antara organisasi internasional Takhta Suci (Vatican) dengan organisasi Uni Eropa
Perjanjian antarsesama subjek hukum internasional selain negara,seperti antara suatu organisasi internasional dengan organisasi internasional lainnya. Contoh: kerja sama ASEAN dan Uni Eropa

Menurut Isinya
Segi politis, seperti Pakta Pertahanan dan Pakta Perdamaian. Contoh: NATO, ANZUS dan SEATO
Segi ekonomi, seperti bantuan ekonomi dan bentuan keuangan. Contoh: CGI, IMF, IBRD, dan sebagainya
Segi hukum, seperti status kewarganegaraan (Indonesia-RRC), ekstradisi, dan sebagainya
Segi batas wilayah, seperti laut teritorial, batas alam daratan, dan sebagainya
Segi kesehatan, seperti masalah karantina, penanggulangan wabah penyakit AIDS, dan sebagainya

Menurut Proses/Tahapan Pembentukannya
Perjanjian bersifat penting yang dibuat melalui proses perundingan, penandatanganan, dan ratifikasi
Perjanjian bersifat sederhana yang dibuat melalui dua tahap, yaitu perundingan dan penandatanganan (biasanya digunakan) kata persetujuan (agreement)

Menurut Fungsinya
Perjanjian yang membentuk hukum (law making treaties), yaitu suatu perjanjian yang melakukan ketentuan-ketentuan hukum bagi masyarakat internasional secara keseluruhan (multilateral). Perjanjian ini bersifat terbuka bagi pihak ketiga. Contoh: Konferensi Wina, Konvensi Montenegro
Perjanjian yang bersifat khusus (treaty contract), yaitu perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi negara-negara yang mengadakan perjanjian saja (bilateral). Contoh: perjanjian antara RI-RRC mengenai dwikewarganegaraan

Bentuk Kerja Sama Indonesia dengan Negara Lain
Menjelaskan Manfaat Kerja Sama Antarbangsa
Bidang Ideologi
Akan saling menghormati meskipun terjadi perbedaan landasan/falsafah negara
Bidang Ekonomi
Adanya kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan kesejahteraan, terjadinya hubungan perdagangan ekspor-impor. Selain itu kerja sama antarbangsa sangat berdampak positif, terutama di sekitar ekonomi untuk meningkatkan perekonomian suatu negara, menjalin hubungan baik antarbangsa, dapat memperkenalkan suatu produk ke negara lain

Bidang politik
Sama-sama berorientasi pada kepentingan nasional
Bidang Sosial Budaya
Saling melengkapi namun tetap berpedoman pada kepribadian bangsa masing-masing
Bidang Pertahanan dan Keamanan
Adanya latihan perang bersama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan
Indonesia dengan RRC (Republik Rakyat Cina) (1955) tentang “dwikewarganegaraan”

Indonesia dengan Muangthai tentang “Garis Batas Laut Andaman” (1971)
Perjanjian “ekstradisi” antara Republik Indonesia dan Malaysia pada tahun 1974

Indonesia dan Australia tentang pertahanan dan keamanan wilayah kedua negara (16 Desember 1995)

Konvensi Jenewa, tahun 1949 tentang “Perlindungan Korban Perang”
Konvensi Wina, tahun 1961, tentang “Hubungan Diplomatik”
Contoh Perjanjian yang Menguntungkan
Indonesia dengan Malaysia : landas kontinen Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, Kuala Lumpur 27 Oktober 1969, berlaku mulai 7 November 1969
Indonesia dengan Thailand : landas kontinen Selat Malaka bagian Utara dan Laut Andaman, Bangkok tanggal 17 Desember 1971, berlaku mulai 7 April 1972
Indonesia dengan Malaysia dan Thailand : landas kontinen Selat Malaka bagian Utara, Kuala Lumpur, 21 Desember 1971 dan berlaku mulai 16 Juli 1973
Indonesia dengan Australia : penetapan garis batas dasar laut tertentu, Canberra,18 Mei 1971, berlaku mulai 18 November 1973
Indonesia dengan Singapura : penetapan garis batas laut territorial, Jakarta 25 Mei 1973, berlaku mulai 30 Agustus 1974
Indonesia dengan India : penetapan garis batas dan landas kontinen Laut Andaman, Jakarta 8 Agustus 1974
Kerja Sama ASEAN 
Para menteri ekonomi ASEAN sejak KTT Bali tahun 1976 melaiui Deklarasi Kesepakatan ASEAN berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antarnegara-negara anggota. _Kerja sama ekonomi yang dimaksud di antaranya adalah kerja sama di bidang pariwisata dengan mengadakan ASEAN Trade Fair yang bertempat di negara anggota secara bergiliran. Di bidang industri yaitu pendirian sebuah proyek industri ASEAN yang bertempat di tiap-tiap anggota seperti proyek mesin diesel di Singapura dan proyek Abu Sodadi Thailand. 

Kerja Sama UNICEF dan Indonesia
Sejak tahun 1950 sampai sekarang kerja sama UNICEF-Indonesia masih berlangsung. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan keiangsungan hidup dan pengembangan anak-anak dengan perhatian khusus pada percepatan penurunan tingkat kesakitan dan kematian bayi, anak dan wanita. Bentuk kegiatan kerja sama tersebut yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu),  pengembangan program imunisasi BCG, DPT, polio, dan campak. Penanggulangan penyakit diare, dan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) dan sebagainya.


KTT Bumi dan Organisasi Internasional bidang Hak Cipta
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi atau Earth Summit di Rio de Janeiro beriangsung pada tanggal 3-14 Juni 1992, menghasilkan banyak hal penting. Di antaranya adalah penekanan terhadap masalah Iingkungan di mana setiap negara di dunia turut memikui tanggung jawab atas terpeliharanya
Iingkungan hidup. Dukungan Indonesia tersebut ditunjukkan dengan dibuatnya undang-undang Iingkungan hidup.

Full transcript