Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

INVESTASI PADA EFEK TERTENTU

No description
by

yuyu dila

on 7 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of INVESTASI PADA EFEK TERTENTU

Pemain Efek
1. Emiten : perusahaan yang melakukan penjualan surat-
surat berharga atau melakukan emisi di bursa
2. Investor : Pemodal yang akan membeli atau
menanamkan modalnya pada perusahaan yang
melakukan emisi
3. Lembaga penunjang : pendukung dalam beroperasinya
pasar modal sehingga mempermudah emiten maupun
investor
Instrumen Efek
1. Obligasi : surat utang jangka panjang yang diterbitkan
oleh suatu lembaga dengan tingkat bunga dan waktu
jatuh tempo tertentu. Obligasi dapat dibeli dengan nilai
nominal atau nilai kurs.
2. Saham biasa : adalah suatu sertifikat atau piagam yang
memiliki fungsi sebagai bukti pemilikan suatu
perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi
perusahaan.
3. Saham preferen : saham yang pemiliknya akan memiliki
hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa.

Efek dimiliki hingga jatuh tempo (Held to Maturity-HTM) 
Apabila entitas memiliki investasi utang HTM dan berniat memiliki hingga jatuh tempo, maka investasi dalam efek utang tersebut harus diklasifikasikan dalam kelompok investasi dalam utang dan disajikan dalam neraca sebesar biaya perolehan setelah amortisasi premi/diskonto. Premi/diskonto diamortisasikan dengan effective-interest method, kecuali straight-line-method menunjukkan hasil yang sama.
Penjualan Atau Transfer Investasi Utang Tidak Dianggap Sebagai Perubahan Dalam Tujuan HTM
Disebabkan sebagai berikut.
1. Terdapat bukti mengenai penurunan
mengenai signifikan risiko kredit
entitas penerbit efek.
2.Terjadi perubahan peraturan
perpajakan yang menghapus atau
menaikkan tarif pajak final

Holding gain or losses adalah perubahan neto antara nilai wajar dari satu periode ke periode lainnya, tidak termasuk dividen maupun bunga yang telah diakui tetapi belum diterima.

INVESTASI PADA EFEK TERTENTU
AKUNTANSI
Definisi
Efek atau dalam istilah bahasa inggris disebut security merupakan suatu surat berharga yang bernilai serta dapat diperdagangkan.
Menurut IAI (2009 ; 43) dalam SAK-ETAP, Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi, kontrak berjangka atas efek, dan setiap kontrak drivatif dari efek.


3. Terjadi penggabungan usaha atau
penjualan dalam jumlah besar.
4. Terjadi perubahan dalam persyaratan atau
peraturan perundangan yang secara
signifikan mengubah difinisi investasi yang
diizinkan.
5. Terjadi perubahan peraturan pemerintah
mengenai modal minimal industri tertentu
6. Terjadi perubahan dalam peraturan
pemerintah yang mengakibatkan
bertambahnya bobot risiko atau investasi
utang.

Efek “Diperdagangkan” (Trading)
Menurut Kieso, Weygand, dan Warfield (2007: 846, 850) Surat berharga dalam bentuk utang ataupun saham yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali dalam periode singkat (kurang dari 3 bulan atau mungkin diukur dalam hitung hari).

“ Perusahaan melaporkan efek “trading” pada fair value, dengan unrealized holding gain or losses sebagai bagian dari laba neto.”

Menurut IAI dalam SAK-ETAP (2009:46-47) investasi utang yang dikelompokkan dalam kelompok “trading” diukur sebesar nilai wajarnya dalam neraca. Efek yang dibeli dan dijual kembali dalam waktu dekat, harus diklasifikasikan dalam kelompok “trading”.
Tujuan dari investasi utang ini dimiliki adalah untuk menghasilkan laba dari perbedaan harga jangka pendek. Laba/rugi yang belum terealisasi atas investasi utang “trading” harus diakui sebagai penghasilan.

Efek “Tersedia untuk Dijual” (Available for Sale- AFS)
Menurut Keiso, Weygand, dan Warfield (2007: 842-845, 848-850) investasi dalam bentuk utang maupun ekuitas yang termasuk dalam kategori AFS dilaporkan sebesar fair value dalam neraca.
Keuntungan/kerugian yang belum direalisasi terkait dengan perubahan fair value akan dicatat dalam akun unrealized gain or losses (bagian dari Laporan Laba Rugi → dilaporkan dalam ekuitas).
Perubahan fair value tidak akan dilaporkan sebagai bagian dari net income sampai investasi tersebut dijual.

Perubahan Kelompok Investasi
Menurut IAI dalam SAK ETAP (2009; 47-48) pemindahan efek antar kelompok dicatat sebesar nilai wajarnya. Pada tanggal perubahan kelompok, laba/rugi yang belum direalisasi harus dicatat sebagai berikut.
Untuk efek yang dipindahkan dari kelompok “trading”, maka laba/rugi yang belum direalisasi pada tanggal transfer telah tercatat sebagai penghasilan dan oleh karena itu tidak boleh dihapus;
Untuk Efek yang dipindahkan ke kelompok “trading” maka laba/rugi yang belum direalisasi pada tanggal pemindahan diakui sebagai penghasilan pada saat tersebut ;

Untuk Efek utang yang dipindahkan ke kelompok AFS dari kelompok HTM, maka laba/rugi yang belum direalisasi diakui dalam kelompok ekuitas secara terpisah pada tanggal pemindahan kelompok;
Untuk Efek utang yang ditransfer dari kelompok AFS ke kelompok HTM, maka laba/rugi yang belum direalisasi pada tanggal transfer harus tetap dilaporkan dalam komponen ekuitas secara terpisah, namun harus diamortisasi selama masa manfaat efek dengan cara yang konsisten dengan amortisasi premi/diskonto
Penyajian dan Pengungkapan Investasi Pada Efek Tertentu
Pengungkapan untuk Efek dalam kelompok AFS dan kelompok HTM, informasi berikut ini harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk setiap kelompok utama Efek, yaitu:
nilai wajar agregat
laba yang belum direalisasi dari pemilikan efek
rugi belum direalisasi dari pemilikan efek
biaya perolehan, termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum diamortisasi.

Penialaian investasi pada Efek tertentu menurut perpajakan didasarkan pada nilai perolehannya sesuai dengan penjelasan UU PPh Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 10 ayat (6) ditentukan bahwa penilaian sekuritas hanya boleh menggunakan harga perolehan. Sedangkan keuntungan atau kerugian karena penjualan/pengalihan saham hendaknya berpegang kepada ketentuan UU PPh Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 4 ayat (1), yaitu sebesar selisih antara harga jual dengan harga perolehan. Investasi surat berharga dalam valuta asing, sesuai dengan ketentuan perpajakan, harus dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tanggal neraca atau kurs tetap yang dilakukan secara taat asas.

Penghasilan berupa diskonto SPN sesuai dengan PP 27 Tahun 2008 jo. PMK-63/PMK.03/2008 yang mulai berlaku 4 April 2008.
SPN berjangka waktu paling lama 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto. Diskonto SPN meruapakan selisih lebih antara
Nilai nominal pada saat jatuh tempo dengan harga perolehan di Pasar Perdana/ di Pasar Sekunder; atau
Harga jual di Pasar Sekunder dengan harga perolehan di Pasar Perdana/Pasar Sekunder
Besarnya PPh adalah 20% dari diskonto SPN bagi WP dalam negeri dan BUT;atau sesuai tarif ketentuan P3B yang berlaku bagi WP luar negeri.

B. Perpajakan
Obligasi merupakan surat peminjaman uang yang akan dilunasi setelah jangka waktu tertentu. Umumnya obligasi memberikan penghasilan bunga dengan jumlah tetap kepada investor.
Jika dalam pembelian obligasi termasuk unsur bunga berjalan, maka bunga tersebut harus diperhitungkan sebagai penghasilan. PPh yang dipungut atas bunga obligasi yang tidak dijual di Bursa Efek tidak boleh dikapitalisasi, tetapi harus dicatat sebagai pajak yang dibayar di muka (PPh 23dengan tarif 15% x penghasilan bruto). Sementara itu, bunga obligasi di bursa efek dikenakan PPh final (PPh Pasal 4 ayat 2) sesuai dengan peraturan pemerintah (PP).

Surat Utang Negara
Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berharga berupa surat pengakuan utang baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara RI sesuai dengan masa berlakunya, yang terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara.
Penghasilan dari transaksi bunga obligasi sesuai dengan PP 16 Tahun 2009 jo. PMK-85/PMK.03/2011 tentang PPh atas penghasilan berupa bunga obligasi, yang mulai berlaku 1 Januari 2009.
Besarnya PPh adalah sebagai berikut.
Bunga dari obligasi dengan kupon (interest bearing debt securities) sebesar
15% bagi WP dalam negeri dan BUT;dan
20% atau sesuai dengan tarif P3B bagi WP luar negeri selain BUT;
Dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan (holding period) obligasi.

Penghasilan berupa diskonto SPN sesuai dengan PP 27 Tahun 2008 jo. PMK-63/PMK.03/2008 yang mulai berlaku 4 April 2008.
SPN berjangka waktu paling lama 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto. Diskonto SPN meruapakan selisih lebih antara
Nilai nominal pada saat jatuh tempo dengan harga perolehan di Pasar Perdana/ di Pasar Sekunder; atau
Harga jual di Pasar Sekunder dengan harga perolehan di Pasar Perdana/Pasar Sekunder

Besarnya PPh adalah 20% dari diskonto SPN bagi WP dalam negeri dan BUT;atau sesuai tarif ketentuan P3B yang berlaku bagi WP luar negeri.

Diskonto dari obligasi dengan kupon ( interet bearing debt securities) sebesar;
15% bagi WP dalam negeri dan BUT; dan
20% atau sesuai tarif P3B bagi WP luar negeri selain BUT;
Dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest).
Diskonto obligasi tanpa bunga (non-interest debt securties) sebesar:
15% bagi WP dalam negeri dan BUT;dan
20% atau sesuai dengan P3B bagi WP luar negeri selain BUT;
Dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi.

Bunga dan / diskonto dari obligasi yang diterima dan / diperoleh WP reksadana yang terdaftar pada Bapepam dan Lembaga Keuangan sebesar:
0% untuk tahun 2009 sampai dengan tahun 2010;
5% untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2013; dan
15% untuk tahun 2014 dan seterusnya.
Atas penghasilan yang diterima dan/atau diperoleh WP berupa bunga obligasi dikenai pemotongan PPh yang bersifat final, kecuali bagi WP tertentu, yaitu:
Dana pensiun yang pendirian/pembentukannya disahkan oleh Menteri Keuangan;dan
Bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia


terimakasih
Full transcript