Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Teori Pengambilan keputusan : Tujuan, Asumsi dan Konsep

No description
by

karto tuying

on 9 April 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Teori Pengambilan keputusan : Tujuan, Asumsi dan Konsep

Teori Pengambilan keputusan : Tujuan, Asumsi dan Konsep
Budi Santoso B11.2012.02631
Azmi Abdillah B11.2012.02642
Wida Apriana M B11.2012.02661

Risiko (Risk)
Istilah ini memiliki sejumlah penjelasan. Namun bila dikaitkan dengan kajian pengambilan keputusan, maka terdapat tiga penjelasan yang dapat diajukan, yaitu:
1. Risiko merupakan gap atau kesenjangan antara peristiwa yang diharapkan akan terjadi dengan peristiwa yang terealisasi.
2. Dalam bahasa matematis, risiko merupakan sebuah konsep peristiwa ketidakpastian dimana nilai distribusi probabilitasnya diketahui.
3. Risiko menurut istilah ini adalah pengaruh dari suatu tindakan, atau yang lebih dikenal sebagai konsekuensi atas pilihan.

Hambatan/Rintangan/Batasan (Constraint)
Batasan merupakan sejumlah variabel atau elemen sebuah peristiwa yang berasal dari lingkungan eksternal dan internal diri manusia, yang menghalangi seseorang melaksanakan tindakan atau mewujudkan keputusan. Konsep ini juga memberikan gambaran bahwa beberapa tujuan yang hendak dicapai tidak akan dapat terlaksana.
Terdapat dua batasan yang dikaitkan dengan jangka waktu :
batasan berjangka waktu pendek (short-run)
batasan berjangka waktu panjang (long-run).

Tujuan dan Asumsi

Adapun tujuan dari dibangunnya teori pengambilan keputusan adalah membantu terwujudnya kondisi pemaksimuman harapan (maximizing expectations).
Tujuan ini dapat pula dimasukkan sebagai salah satu asumsi dari bangun teori pengambilan keputusan.
Harapan atas setiap keputusan ditentukan oleh setiap hasil yang potensial (potential outcome) dari seluruh nilai yang merupakan bagian dari setiap konsekuensi logis atau konsekuensi yang mungkin terjadi (possible consequence) dari tindakan tertentu.
Teori pengambilan keputusan berusaha meminimalkan risiko yang akan muncul, yang kelak akan dihadapi oleh pembuat keputusan.

Asumsi-asumsi yang terdapat pada teori pengambilan keputusan disebutkan sebagai berikut :
1.Keputusan diambil secara rasional
2.Keputusan diambil untuk memaksimumkan hasil
3.Keputusan berangkat dari pendefinisian dan pengenalan masalah
4.Pengambilan keputusan menformulasikan sebuah tujuan yang komplit
5.Pengambilan keputusan mencari informasi yang relevan dan bernilai/berkualitas untuk menghasilkan sejumlah kriteria
6.Kriteria yang dihasilkan dipakai untuk menghasilkan sejumlah alternatif solusi
7.Pengambilan keputusan menilai kesesuaian setiap kriteria dengan setiap alternatif solusi yang berbeda
8.Penilaian menghasilkan skor dari setiap alternatif
9.Seleksi dilakukan dengan memilih alternatif solusi yang memiliki skor tertinggi
10.Keputusan diambil melalui langkah sistematis penilaian setiap alternatif

Konsep-konsep
 
 Pengambil Keputusan (Decision Maker/Taker)
decision-making dan decision maker adalah pembuatan keputusan dan pembuat keputusan. Sinonim dari dua kata tersebut di atas adalah decision taking dan decision taker.
Alih bahasanya adalah pengambilan keputusan dan pengambil keputusan.
 
Pengambil keputusan merupakan seseorang atau kelompok yang berwenang untuk membuat pilihan akhir, atau keputusan memilih, satu diantara beberapa alternatif solusi terhadap masalah atau pencapaian tujuan.
 

Tujuan (Objective)
tujuan merupakan sesuatu yang hendak diraih atau diselesaikan oleh pembuat keputusan. Bila keputusan dikaitkan dengan masalah, maka tujuannya adalah mencari penyelesaian masalah.
 
Sedang bila visi dan misi yang hendak diwujudkan, maka tujuannya adalah peraihan atau pencapaian visi dan misi tersebut. Namun, pencapaian tujuan, bagaimanapun juga, merupakan kasus masalah. Karena untuk mencapai tujuan kita dihadapkan pada beragam peristiwa yang rumit.

Ketidakpastian (Uncertainty)
ketidakpastian adalah situasi, kondisi atau peristiwa. Namun bila istilah tersebut dikaji dari pandangan matematis, pandangan analisis sistem kausal, maka ketidakpastian merupakan fluktuasi dari sejumlah peluang peristiwa pembentuk hubungan kausal tindakan dan konsekuensi.
Ketidakpastian menghasilkan peristiwa;
1. menguntungkan,
2. membawa manfaat,
3. merugikan
Nilai Manfaat (Utility)
Nilai manfaat dikenal dalam ilmu ekonomi sebagai kemampuan dari barang dan jasa untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

Optimisasi (Optimization)
Tujuan dari kegiatan bisnis pada hakekatnya adalah pemaksimumam kesejahteraan individual
Alternatif (Alternative)
Alternatif merupakan suatu rangkaian tindakan yang bersifat saling menggantikan (mutually exclusive) dikaitkan terhadap pencapaian tujuan.

Konsekuensi (Consequences)
Konsekuensi merupakan hasil atau dampak dari sejumlah tindakan yang diambil oleh pembuat keputusan.

Kriterin (Criterion)
Suatu kriteria merupakan aturan standar pemeringkatan alternatif solusi mengikuti tingkat preferensi pengambil keputusan
Model (Model)
Model merupakan satu kumpulan proposisi atau rumus yang memberikan gambaran sederhana beberapa aspek atau elemen peristiwa dalam kehidupan kita. Terdapat beberapa model dalam ilmu sosial yang dapat digunakan untuk membantu proses penentuan alternatif pilihan :
1. Model formal (formal model).
2. Model penilaian (judgemental model).
3. Model kausal (causal model).
4. Model korelasional (correlational model).
5. Model Stokastik (stochastic model).
6. Model dinamis (dynamic model).
7. Model statis-analisis (static analytic model).
8. Model permainan peran atau model manusia-mesin (roleplaying model or man-machine model).
9. Model peramalan (estimation model).


Nilai (Value)
Istilah nilai selalu dikaitkan dengan sesuatu. Nilai dapat dikategorikan bersifat obyektif atau subyektif. Nilai yang memiliki sifat subyektif terkait dengan nilai kepentingan.

Kesimpulan
Dalam teori pengambilan keputusan terdapat tiga hal yang menjadi landasan pengambilan keputusan yaitu tujuan, asumsi dan konsep. Ketiganya sangat mendukung seorang manajer dalam manajemen untuk mengambil suatu keputusan sehingga resiko dapat di perkecil.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH
Full transcript