Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api

Trial
by

deryll reminton

on 17 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api

SAJAK SEORANG TUA MENGENAI BANDUNG LAUTAN API
OLEH: W.S. RENDRA Mengenai W.S. Rendra Wilibrodus Surendra Broto Rendra Bagaimana mungkin kita bernegara
Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya
Bagaimana mungkin kita berbangsa
Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup
bersama ?
Itulah sebabnya
Kami tidak ikhlas
menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris
dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu
sehingga menjadi lautan api
Kini batinku kembali mengenang
udara panas yang bergetar dan menggelombang,
bau asap, bau keringat
suara ledakan dipantulkan mega yang jingga, dan kaki
langit berwarna kesumba Kami berlaga
memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia.
Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata
yang bisa dialami dengan nyata
Mana mungkin itu bisa terjadi
di dalam penindasan dan penjajahan
Manusia mana
Akan membiarkan keturunannya hidup
tanpa jaminan kepastian ?

Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah
Hidup yang diperkembangkan
dan hidup yang dipertahankan
Itulah sebabnya kami melawan penindasan
Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan
bangsa tetap terjaga Kami berlaga
memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia.
Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata
yang bisa dialami dengan nyata
Mana mungkin itu bisa terjadi
di dalam penindasan dan penjajahan
Manusia mana
Akan membiarkan keturunannya hidup
tanpa jaminan kepastian ?

Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah
Hidup yang diperkembangkan
dan hidup yang dipertahankan
Itulah sebabnya kami melawan penindasan
Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan
bangsa tetap terjaga Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu,Apakah kita masih sama-sama setiaMembela keadilan hidup bersamaManusia dari setiap angkatan bangsaAkan mengalami saat tiba-tiba terjagaTersentak dalam kesendirian malam yang sunyiDan menghadapi pertanyaan zaman :Apakah yang terjadi ?Apakah yang telah kamu lakukan ?Apakah yang sedang kamu lakukan ?Dan, ya, hidup kita yang fana akan mempunyai maknaDari jawaban yang kita berikan. Tema Puisi Dalam prespektif “veteran perang” pada Bandung Lautan api “Kini aku sudah tua”-bait ke 4 baris pertama
“Kami berlaga”-bait ke 2 baris pertama
Mengenang kejadian dan jasa pahlawan pada kejadian Bandung Lautan Api
“menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris
dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu”-bait 1 baris ke-8 and 9 Deskripsi kejadian Bandung Lautan api ” udara panas yang bergetar dan menggelombang, bau asap, bau keringat, suara ledakan dipantulkan mega yang jingga, dan kaki” bait 1 baris 10-12 Lalu di pertanyakan apakah perjuangan itu berharga untuk Indonesia masa kini yang bisa dikatakan “amburadul” “Apakah yang terjadi ? Apakah yang telah kamu lakukan ? Apakah yang sedang kamu lakukan ?”-bait 9 baris 5-6 Kenangan para veteran perang tentang Bandung Lautan Api dan pernyataan bahwa apa perjuangan itu berguna apa hanya semata mencincang air Kekuatan
Penulisan Majas Retorik “Gemuruh apakah yang aku dengar ini ?” bait ke-6 baris pertama
“Manusia manaAkan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian ?” bait 2 baris 9-11 Pengimajian kejadian Bandung Lautan Api “udara panas yang bergetar dan menggelombang, bau asap, bau keringat suara ledakan dipantulkan mega yang jingga, dan kaki langit berwarna kesumba”-bait 1 baris 15-20 Apakah ini merupakan Satra serius? TIDAK Puisi ini memang tidak lekat dengan waktu karena perkembangan negara itu tidak akan berhenti Dengan sifat interinsik fisik yang berkualitas, unsur batinpun menjadi kuat Tema yang di ankat sangat kuat Perasaan patriotisme pembaca yakin meningkat Dan amanat yang dapat di petikpun berguna bahwa negara ini harus meningkat pesatDengan sifat interinsik fisik yang berkualitas, unsur batinpun menjadi kuat Layak dipelajari kejadian Bandung Lautan Api yang dideskripsikan dalam puisi ini Juga cara penulisanyapun bisa di pelajari dan di tiru NAMUN TIDAK UNIVERSAL Ini dikarenakan puisi ini hanya bisa diintepretasikan dalam konteks Indonesia saja Lahir di Solo 7 Nopember 1935 SMA St. Yosef, Solo Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1957) Anugerah Seni dari Departemen P & K (1969) Hadiah Seni dari Akademi Jakarta (1975) Hubungan Dengan Masyarakat Pada masa Itu Ditulis Pada Tahun 1980 (Era Suharto) Pada tepatnya pada hari kebangkitan nasional
Pada kembangkitan nasional banyak orang mengenang jasa pahlawan
Banyak kalimat yang menggambarkan bahwa sang “veteran perang” dalam pusi ini menanyakan kemerdekaan
“Gemuruh apakah yang aku dengar ini ?, Apakah ini deru perjuangan masa silam di tanah periangan ? Ataukah gaduh hidup yang rusuh karena dikhianati dewa keadilan. Aku terkesiap. Sukmaku gagap. Apakah aku dibangunkan oleh mimpi ? Apakah aku tersentak Oleh satu isyarat kehidupan ? Di dalam kesunyian malam Aku menyeru-nyeru kamu, putera-puteriku! Apakah yang terjadi ?” bait ke-6
Pertanyaan veteran perang ini seolah-olah menjadi pertanyaan masyarakat pada negara ini. Indonesia hingga kini sudah sampai mana
Puisi ini di tulis dalam ranka hari kembangkitan nasional
Full transcript