Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

PPT PROPOSAL NIA

No description
by

Nia Nurdin

on 24 September 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PPT PROPOSAL NIA

Metode Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu mulai bulan Agustus – November 2015 di Laboratorium Jurusan Biologi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Rancangan
Penelitian
Percobaan disusun dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor:
INDUKSI KALUS RUMPUT MUTIARA (
Hedyotis corymbosa
(L.) Lamk.) SEBAGAI STARTER KULTUR SUSPENSI SEL DENGAN PENAMBAHAN 2,4-DIKLOROFENOKSI ASETAT DAN KINETIN

Latar Belakang
http://forum.idws.id/
Hipotesis
Pemberian variasi konsentrasi 2,4-D dan kinetin akan memberikan pengaruh terhadap induksi kalus rumput mutiara.

Pemberian variasi konsentrasi 2,4-D dan kinetin akan memberikan pengaruh terhadap kultur suspensi sel rumput mutiara
Nia Rakhmayanti Nurdin
M0411045

Pembimbing I : Ari Pitoyo, M.Sc
Pembimbing II : Siti Lusi Arum Sari, M.Biotech.

Rencana Penelitian Skripsi
Bagaimana pengaruh pemberian variasi konsentrasi 2,4-D dan kinetin terhadap induksi kalus rumput mutiara?

Bagaimana pengaruh pemberian variasi konsentrasi 2,4-D dan kinetin terhadap kultur suspensi sel rumput mutiara?

Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh pemberian variasi konsentrasi 2,4-D dan kinetin terhadap induksi kalus rumput mutiara.

Mengetahui pengaruh pemberian variasi konsentrasi 2,4-D dan kinetin terhadap kultur suspensi sel rumput mutiara
Manfaat Penelitian
Melalui penelitian Induksi Kalus Rumput Mutiara (
Hedyotis corymbosa
(l.) Lamk.) Sebagai Starter Kultur Suspensi Sel dengan Penambahan 2,4-Diklorofenoksi Asetat dan Kinetin, diharapkan menjadi salah satu alternatif teknik perbanyakan tumbuhan herbal yang digunakan sebagai bahan baku obat yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai salah satu dasar penelitian-penelitian selanjutnya untuk diaplikasikan dengan variasi perlakuan yang tepat.

Alat & Bahan
Alat Penelitian
botol kultur
autoclave
oven
Laminar Air Flow Cabinet
(LAFC)
neraca analitik
spatula
gelas beker 1 L
gelas beker 250 ml
pipet tetes
inkubator
pH meter
hot plate
gelas ukur
rak kultur
alumunium foil
plastic wrap
tabung erlenmeyer
stirrer
pinset
skalpel
cawan petri
bunsen buchner
korek api
rotary shaker
hemasitometer.
Bahan Penelitian
Sumber Tanaman
Daun Rumput Mutiara (
Hedyotis corymbosa
(L.) Lamk.) ke-2 atau ke-3 dari pucuk

Media
Murashige-Skoog (MS) (MERCK) dalam bentuk serbuk dengan tambahan sukrosa, aquades dan agar

Zat pengatur tumbuh
2,4-Diklorofenoksi asetat dan kinetin

Kemikalia
Fungisida (merk Benlate), deterjen cair (merk Sunlight), alkohol 70% dan Clorox 5% (merk Bayclean)

Hedyotis corymbosa (L.) Lamk. berpotensi sebagai bahan baku obat
Produksi metabolit sekunder sulit diperoleh
secara konvensional
Teknik Kultur Jaringan
Variasi Konsentrasi 2,4-D dan Kinetin
Induksi eksplan menjadi kalus
Pembentukan kalus friabel
Perlakuan Kultur Suspensi Sel
Pertumbuhan massa sel
Potensi produksi secara massal sebagai
pemenuhan kebutuhan produksi metabolit sekunder
KERANGKA
PEMIKIRAN
Cara Kerja Penelitian
sterilisasi
Pembuatan media dasar :
Media MS 4,43gr + sukrosa 30gr (1 L)
Stok ZPT :
2,4-D 20 mg/l >> 20 mg 2,4-D alkohol + aquades 1 L
Kinetin 20 mg/l >> 20 mg kinetin + alkohol + aquades 1L
Media Perlakuan :
Sterilisasi eksplan
Penanaman eksplan
Fungisida 10'
dibilas air mengalir
deterjen cair 10'
dibilas aquades
alkohol 70% 5'
dibilas aquades
clorox 5% 6'
direndam aquades
aseptis di dalam LAFC
daun yang steril dimasukkan kedalam botol kultur + alumunium foil + plastic wrap
Penanaman kalus
aseptis di dalam LAFC
dimasukkan ke dalam erlenmeyer 500 ml +
alumunium foil
+
plastic wrap
Pemeliharaan
inkubasi di
rotary shaker
150 rpm - suhu 30o C selama 6 minggu
Pengukuran
Morfologi kalus : warna & tekstur kalus diamati 5 hari sekali dan 6 minggu setelah perlakuan
Berat basah : menimbang kalus setelah 6 minggu
Berat kering : mengeringkan kalus setelah 6 minggu pada suhu 38oC di oven selama 12 jam hingga beratnya konstan kemudian ditimbang
Laju Pertumbuhan Kalus :
Jumlah sel : ditetapkan dengan menggunakan hemositometer
pH media : dilakukan pada awal perlakuan dan setelah 6 minggu. Dari kedua data tersebut akan dilihat selisih pH media selama berlangsungnya perlakuan.
Analisis Data
Data kualitatif berupa morfologi kalus dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif berupa berat basah, berat kering, jumlah sel dan pH media dianalisis dengan Analisis Varians (ANAVA), jika ada beda nyata antar kelompok perlakuan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf uji 5%.
Klasifikasi
Rumput mutiara
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus :
Hedyotis
Spesies :
Hedyotis corymbosa
(L.) Lamk.

(Hutchinson, 1959).
Tinjauan Pustaka
Rumput mutiara tumbuh rindang berserak dengan tinggi 15-50 cm. Batang rumput mutiara bersegi dengan daun berhadapan bersilang.

Tanaman yang berpotensi sebagai antikanker (Mishra et al., 2009) memiliki kandungan senyawa
oleanolic acid
dan
ursolic acid
yang diketahui dapat menurunkan proliferasi sel kanker payudara (Mutiara et al., 2008) dan dapat menghambat pertumbuhan tumor yang sudah ditransplantasikan subkutan dan sel hepatoma secara
in vitro
dan
in vivo
(Hsu, 1998).
Kultur Jaringan
suatu metode untuk mengisolasi bagian tumbuhan menumbuhkannya menjadi tumbuhan lengkap kembali secara aseptik (Wattimena dkk, 1992). Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kultur yaitu:
Kalus
Kalus merupakan sekumpulan massa sel amorf yang tumbuh secara cepat dari sel-sel yang aktif membelah (Dodds dan Robert, 1983).

Laju pertumbuhan kalus memiliki kurva pertumbuhan sigmoid dengan 3 fase pertumbuhan yaitu:
fase logaritmik >> belum terjadi pertumbuhan
fase eksponensial >> terjadi pertambahan bobot sintesis metabolit primer
fase stasioner >> pertumbuhan kalus menurun

(Ramawat, 1999).
Suspensi Sel
Pertumbuhan dalam metode kultur suspensi sel lebih cepat daripada kultur kalus dan juga lebih mudah dikontrol dengan pergantian maupun penambahan media (Hutami, 2009). Penggunaan kultur suspensi sel juga lebih efektif untuk meningkatkan kandungan senyawa metabolit sekunder (Wardani et al., 2004).
http://cvagribiotech.blogspot.co.id/
Kalus mengandung sel-sel dengan tingkat perkembangan berbeda-beda
Kultur suspensi sel
Penambahan ZPT 2,4-D dan Kinetin
pemilihan karakter kalus friabel
alternatif peningkatan produksi metabolit sekunder skala bioreaktor.
Eksplan : calon tunas yang mengalami proses pelengkapan tanaman yang dipengaruhi oleh ZPT, komposisi media, bagian dan umur eksplan (Gunawan, 1988).
Media : media yang mengandung unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg dan S) dan mikro (Fe, Cu, Mn, Zn, B, Mo dan Co) (Suryowinoto, 1996).
ZPT : auksin digunakan untuk pemanjangan dan pembelahan sel. Dan juga meningkatkan embriogenesis pada kultur suspensi sel & meransang pertumbuhan kalus (Pierik, 1997). Sitokinin digunakan untuk pembelahan sel dan morfogenesis (Gunawan, 1988).
kultur kalus (agar utk pemadat)
kultur suspensi sel
Full transcript