Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENGAUDITAN II

No description
by

ebi herlina

on 10 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENGAUDITAN II

PENGAUDITAN II
Dasar pengujian substantif dapat dilihat dalam Pengujian Substantif untuk Asersi – asersi Piutang Usaha dalam prosedur awal. Beberapa pengujian bisa diterapkan pada lebih dari satu tujuan audit dan setiap tujuan dapat dicapai melalui beberapa kemungkinan pengujian
.

3. Prosedur Awal
Setiap pengujian audit selalu diawali dengan langkah-langkah untuk mendapatkan bisnis dan bidang usaha klien

TOPIK
3. Prosedur Awal
4. Prosedur Analitis
5. Pengujian Rincian Transaksi
6. Pengujian Rincian Saldo
7. Perbandingan Penyajian Laporan dengan GAAP
8. Jasa Bernilai Tambah
1. Penentuan Risiko Deteksi
2. Merancang Uji Substantif
Penetapan risiko pengendalian untuk asersi piutang usaha tergantung pada penetapan risiko pengendalian untuk kelompok transaksi tersebut.

Penetapan risiko pengendalian untuk asersi keberadaan atau keterjadian dan asersi kelengkapan untuk suatu kelompok transaksi yang menyebabkan berkurangnya saldo rekening berpengaruh terhadap penetapan untuk asersi – asersi rekening lawannya.

1.Penentuan Risiko Deteksi
Jika penetapan akhir berbeda dengan rencana awal, maka model risiko audit menggunakan data sesungguhnya sehingga bisa ditetapkan revisi tingkat risiko pengujian detil yang dapat diterima dan revisi tingkat pengujian substantif yang bersangkutan untuk setiap asersi.

2. Merancang Uji Substantif
Prosedur awal berupa pemeriksaan ketelitian daftar saldo dan penentuan kesesuaiannya dengan saldo di buku besar terutama berkaitan dengan komponen posting dan pembuatan ikhtisar pada asersi penilaian atau pengalokasian


1) Total buku pembantu piutang atau file induk yang menjadi dasar pembuatan daftar tersebut

2) Rekening kontrol piutang di buku besar

4. Prosedur Analitis
Sasaran yang ingin dicapai auditor dengan prosedur ini adalah untuk memperkirakan besarnya saldo piutang usaha, perbandingan antara piutang dengan penjualan, dan laba kotor perusahaan.

Pengujian Substantif untuk Prosedur Awal

Prosedur analitis dilaksanakan pada tahapan terakhir penyelesaian penugasan untuk mendapatkan keyakinan bahwa bukti yang dievaluasi dalam pengujian detil konsisten dengan gambaran menyeluruh yang dilaporkan dalam laporan keuangan

5. Pengujian Rincian Transaksi
Pengujian-pengujian detail tertentu bisa dilaksanakan pada periode interim yang dilakukan sambil auditor melakukan pengujian bertujuan ganda. Ini meliputi pengujian-pengujian yang akan diterangkan di bawah ini. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa pengujian saldo juga merupakan pengujian transaksi, dan bahwa transaksi-transaksi pendapatan yang tidak berhasil ditagih memiliki risiko salah saji yang lebih tinggi dari pada transaksi yang dapat ditagih.

1. Pencocokan Piutang di Pembukuan ke Dokumen Pendukungnya

Dalam melakukan pengujian ini, suatu sampel pendebetan ke rekening piutang (pelanggan) dicocokkan ke faktur penjualan dan ke dokumen-dokumen pendukung lainnya untuk mendapatkan bukti yang berkaitan dengan asersi keberadaan hak dan kewajiban, dan penilaian atau pengalokasian.

3. Pengujian Pisah Batas Penerimaan Kas
Pengujian ini dirancang dengan maksud untuk mendapatkan jaminan yang layak bahwa penerimaan kas telah dicatat pada periode akuntansi terjadinya penerimaan. Pengujian ini berkaitan dengan asersi keberadaan atau keterjadian baik untuk kas maupun piutang usaha
2. Pengujian Pisah Batas Penjualan dan Retur Penjualan
Pengujian pisah batas penjualan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bukti yang layak bahwa (1) penjualan dan piutang usaha dicatat pada periode akuntansi yang sesuai dengan periode terjadinya transaksi dan (2) ayat-ayat jurnal untuk persediaan dan harga pokok penjualan yang bersangkutan dibuat pada periode yang sama. Pengujian pisah batas penjualan menghasilkan bukti mengenai asersi keberadaan atau keterjadian dan kelengkapan untuk piutang usaha dan penjualan.
Pengujian pisah batas retur penjualan ditujukkan untuk mencermati kemungkinan terjadinya retur sebelum akhir tahun tetapi pencatatannya baru dilakukan pada tahun buku berikutnya sehingga terjadi lebih saji pada penjualan dan piutang.


6. PENGUJIAN DETAIL/RINCIAN SALDO

Pengujian substantif untuk piutang usaha yang termasuk dalam kategori ini terbagi menjadi dua hal, yaitu :


Konfirmasi piutang usaha dan prosedur-prosedur tindak lanjutnya.

Prosedur – prosedur untuk menilai kecukupan rekening cadangan kerugian piutang.

a. Konfirmasi Piutang
adalah komunikasi tertulis secara langsung antara masing-masing debitur dengan auditor.

Prosedur Audit Berlaku Umum
Bentuk Konfirmasi
Saat dan Banyaknya Permintaan Konfirmasi
Pengawasan atas Permintaan Konfirmasi
Penyelesaian Perbedaan
Prosedur Alternatif untuk Konfirmasi yang Tidak Dijawab
Memeriksa Penerimaan Kas pada Periode Berikutnya
Melakukan Pencocokkan ke Dokumen Pendukung untuk Saldo Akhir Piutang
Meringkas dan Mengevaluasi Hasil
Penerapan Bukti Konfirmasi Pada Asersi-Asersi
b. Mengevaluasi Kecukupan Cadangan Kerugian Piutang
Pengujian saldo meliputi
:
Penggunaan perangkat lunak audit digeneralisasi untuk menjumlah vertikal dan menjumlah horisontal daftar umur piutang dan mencocokkan jumlah totalnya dengan saldo buku besar.
Pengujian umur atas jumlah-jumlah yang tercantum pada kelompok umum dalam daftar umur piutang.
Pertimbangan bukti yang berkaitan dengan kolektibilitas untuk rekening yang telah lewat waktu.

Menetapkan kewajaran persentase yang digunakan untuk menghitung komponen cadangan yang diperlukan untuk setiap kelompok umur dan kecukupan cadangan sebagai keseluruhan.

Penilaian atas estimasi kerugian piutang pada waktu yang lalu dengan pengalaman kemudian dan manfaat dan pengalaman di masa lalu.

7. Perbandingan Penyajiaan Laporan dengan GAAP
Auditor harus memiliki pengetahuan tentang cara penyajian laporan dan persyaratan pengungkapan untuk piutang usaha dan penjualan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umumnya (GAAP). Persyaratan ini meliputu identifikasi dan klasifikasi yang tepat, serta pihak terkait lainnya. Piutang harus disajikan secara terpisah untuk piutang usaha, piutang wesel, piutang kepada pegawai, kepada direktur atau komisaris, kepada anak perusahaan dan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
a. Verifikasi Ketelitian Matematis
Dalam verifikasi ketelitian piutang maka biasanya daftar umur piutang diperoleh dari bagian personalia bagian piutang, dan auditor menjumlahkan kembali ke bawah dan ke kanan dan membandingkan saldo piutang masing-masing debitur dengan saldo menurut kartu piutangnya.

b. Konfirmasi Saldo Utang
Konfirmasi terhadap saldo piutang merupakan prosedur yang wajib dilakukan kecuali:

1. Saldo piutang sangat kecil

2. Penggunaan konfirmasi tidak akan efektif sebagai suatu prosedur audit atau konfirmasi tidak dapat dilaksanakan

3. Auditor menentukan risiko melekat dan risiko pengendalian sangat rendah


c. Pengujian Pisah Batas
Pengujian pisah batas meliputi pemeriksaan terhadap suatu sampel pencatatan penjualan yang dilakukan pada waktu atau pada waktu-waktu yang berdekatan dengan akhir tahun.

d. Review Kolektibilitas Piutang
Pemeriksaan atau penelitian umur piutang

Mendiskusikan dengan personalia bagian kredit

Me-review penerimaan piutang setelah tanggal neraca

Review korespondensi klien dengan debiturnya

Memeriksa kemampuan kredit debitur

e. Review Analitis
Mengidentifikasi akun yang nampak wajar, sehingga tidak memerlukan pengujian tambahan

Mengidentifikasi akun yang nampak tidak wajar yang memerlukan pengujian tambahan

Untuk penjualan dan piutang, auditor dapat menggunakan salah satu atau semua pengujian review analitis berikut:
1. Menghitung tingkat perputaran piutang

2. Membandingkan penjualan barang yang sama dengan presentase laba kotor bulanan dan tahunan

3. Membanding kelompk-kelompok umur piutang

4. Membandingkan penghapusan piutang yang sesungguhnya dengan kerugian piutang tahun sebelumnya

5. Tingkat pengendalian pada penjualan neto

6. Kerugian piutang dengan penjualan bersih

7. Kerugian piutang dengan penghapusan piutang


8. Jasa Bernilai Tambah
Dalam melaksanakan audit, auditor dapat membandingkan kinerja perusahaan dengan industri, dan auditor dapat menentukan apakah:

Efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aktivanya untuk menghasilkan penjualan yang didasarkan pada rasio penjualan dengan total aktivanya

Piutang tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan penjualan, merupakan penggunaan kas yang kurang menguntungkan

Perusahaan mencapai kesuksesan dalam pengenalan produk baru ke pasar dan menikmati pendapatan yang tinggi dari produk baru tersebut.
TERIMA KASIH
SEKIAN
SAMPAI JUMPA....
KELOMPOK 7....

Made Mega Ratnawati 1106305043 (15)
Ni Ketut Pebri Herlina Wati 1106305080 (22)
Ketut Sonya Adnyani 1106305092 (24)
Ni Wayan Surya Hanhayani 1106305102 (29)
Ni Luh Ayu Prima Dania 11063605180 (44)
Korelasi Komponen – komponen Risiko – Asersi
Piutang Usaha
CLOSING....
Full transcript