Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

ADMIXTURE (bahan tambahan)

No description
by

Ahmad Naufal

on 23 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ADMIXTURE (bahan tambahan)

ADMIXTURE
(bahan tambahan)

Presented by
PENGERTIAN I
Latar belakang
Jenis-jenis Admixture
Water-Reducing Admixtures (Plasticizer)
Mekanisme adanya penambahan plasticizer dapat dijelaskan sebagai berikut:

Senyawa diserap oleh bidang muka antara air dengan zat padat. Partikel padat tersebut mengandung muatan sisa pada permukaannya dapat positif, negatif ataupun keduanya. Pada pasta semen, akibat perbedaan muatan tersebut,  partikel dengan muatan berbeda yang posisinya berdekatan menyebabkan gaya elektrostatik, selanjutnya partikel mengalami flokulasi/ penggumpalan Sejumlah air diikat oleh gumpalan tersebut dan diserap pada permukaan padat, sedang sedikit air yang tersisa mampu mengurangi viskositas/kekentalan pada pasta dan juga pada beton. Molekul pada plasticizer berfungsi menetralisir muatan pada permukaan atau membuat seluruh permukaan tersebut bermuatan seragam. Kemudian partikel tersebut saling tolak menolak (tidak lagi saling tarik menarik), sehingga semua partikel saling berpencar/dispersi dalam pasta. Hal ini membuat sebagian besar air mampu untuk mengurangi viskositas pada semen dan beton.  Interaksi pada permukaan ini hampir pasti diketahui terjadi pada partikel semen, dan dapat pula terjadi pada fraksi terhalus dari agregat halus.

Contoh Plasticizer
1. Plastiment NS

Produk ini dikeluarkan oleh Sika, dengan bahan dasar polimer padat. Plastiment NS memenuhi standar ASTM C-494 Tipe A dan AASHTO M-194 Tipe A. Plastiment NS direkomendasikan untuk digunakan pada aplikasi beton kualitas tinggi dengan peningkatan kuat tekan awal dan waktu ikatan normal. Produk ini dapat mengurangi air sampai dengan 10% untuk memperoleh beton yang mudah dikerjakan dengan kuat tekan dan kuat lentur yang lebih tinggi. Dosis yang digunakan adalah 130 – 265 ml untuk tiap 100 kg semen.

2. Plastocrete 161W

Merupakan produk Sika dengan bahan polimer dan telah memenuhi persyaratam ASTM C-494 Tipe A. Direkomendasikan untuk digunakan pada beton kualitas tinggi dengan workabilitas sangat baik dan waktu ikatan cepat. Plastocrete 161W memberikan hasil yang optimal apabila dikombinasikan dengan fly ash (abu terbang). Dosis yang digunakan adalah 195 – 650 ml/100 kg semen.

3. Plastocrete 169

Produk Sika dengan tujuan ganda, yaitu sebagai reducer dan retarder. Produk ini telah memenuhi syarat ASTM C-494 Tipe A. Digunakan untuk beton normal dan memerlukan retarder. Tujuan ganda Plastocrete 169 sebagai water reducer normal dan set retarder memberikan fleksibilitas yang tinggi pada penggunaannya dan dapat dikombinasikan untuk meningkatkan kualitas maupun nilai ekonomis. Apabila digunakan untuk reducer, digunakan dosis 261-391 ml/100 kg semen. Apabila digunakan sebagai set retarder, dosis 390-520 ml/100 kg berat semen.

4. Viscocrete 4100

Merupakan produk Sika yang digunakan sebagai high range water reducer dan superplasticizer. Produk ini telah memenuhi syarat ASTM C-494 Tipe A dan F. Bahan tambah ini dapat digunakan dengan dosis rendah untuk mengurangi air antara 10-15% dan apabila digunakan dengan dosis tinggi mampu mengurangi air hingga 40%. Produk ini dapat digunakan untuk Self Compacting Concrete (SCC) karena dapat memberikan workabilitas yang tinggi. Viscocrete 4100 tidak mengandung formaldehid dan kalsium klorida serta tidak menyebabkan korosi pada tulangan baja. Untuk tujuan umum dosis yang direkomendasikan sebanyak 195-520 ml/100 kg semen. Apabila diinginkan pengurangan air secara maksimum, dosisnya dapat mencapai 780 ml/100 kg semen.

II. Additive (bahan tambah mineral)
Umumnya material pozzolan ini lebih murah daripada semen portland sehingga biasanya digunakan sebagai pengganti sebagian semen. Persentase maksimum pengantian ini harus diperhatikan karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan beton.Kebutuhan air pada beton dapat meningkat untuk kelecakan yang sama karena ukuran partikel meterial pozzolan yang halus. Namun bentuk partikel material ini akan mempengaruhi kebutuhan akan airnya. Ukuran dan bentuk partikel material pozzolan/Dengan semakin banyaknya pemakaian beton di dalam industri konstrukstermasuk jalan beton maka semakin banyak pula usaha untuk membuatnya semakin canggih dan semakin ekonomis. Namun, seiring meningkatnya industri beton juga berdampak pada lingkungan karena meningkatnya pemakaian energi untuk produksi beton.

Fungsi dan Kegunaan Beberapa jenis bahan tambah untuk beton (admixture)
1. Air Entraining Agent.

Sesuai namanya, additif jenis ini akan memberikan kadar udara yang lebih banyak daripada beton normal. Pada beton konvensional, jumlah kandungan udara justru malah dibatasi karena semakin banyak kandungan udara di dalam beton maka strength nya akan semakin turun. Namun, dalam kasus tertentu, beton justru harus memiliki kandungan udara yang cukup agar dapat memuai dan menyusut dengan baik. Salah satu contoh penggunaan additif ini adalah untuk pengecoran pada negara yang memiliki 4 musim dan pada pengecoran landasan pesawat terbang
Fungsi (lanjutan)
1. Memperbaiki workability beton

2. Mengatur factor air semen pada beton segar.

3. Mengurangi penggunaan semen

4. Mencegah terjadinya segregasi dan bleeding

5. Mengatur waktu pengikatan aduk beton

6. Meningkatkan kekuatan beton keras.

7. Meningkatkan sifat kedap air pada beton keras.

8. Meningkatkan sifat tahan lama pada beton keras termasuk tahan terhadap zat-zat kimia, tahan terhadap gesekan

Teo Jasmanto
Rika
Tina
Naufal

Untuk keperluan tertentu terkadang campuran beton tersebut masih ditambahkan bahan tambah berupa  zat-zat kimia tambahan (chemical additive) dan mineral/material tambahan. Zat kimia tambahan tersebut biasanya berupa serbuk atau cairan yang secara kimiawi langsung mempengaruhi kondisi campuran beton. Sedangkan mineral/material tambahan berupa agregat yang mempunyai karakteristik tertentu. Penambahan zat-zat kimia atau mineral tambahan ini diharapkan dapat merubah performa dan sifat-sifat campuran beton sesuai dengan kondisi dan tujuan yang diinginkan, serta dapat pula sebagai bahan pengganti sebagian dari material utama penyusun beton.



Keterangan : Standar pemberian bahan tambahan beton ini sudah diatur dalam
SNI S-18-1990-03
tentang Spesifikasi Bahan Tambahan pada Beton.

Bahan tambahan (admixture) adalah suatu bahan berupa bubuk/cairan yang ditambahkan ke dalam campuran adukan beton selama pengadukan yang bertujuan mengubah sifat. Namun, tidak mengubah komposisi yang besar karena penggunaannya cenderung hanya berupa pengganti atau substitusi.



WHY ???
Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan, maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat-volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. Oleh sebab itu, kontrol terhadap bahan tambah perlu dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa pemberian bahan tambah pada beton tidak menimbulkan efek samping seperti kenaikan penyusutan kering, pengurangan elastisitas (L.J. Murdock dan K.M. Brook, 1991) 
Pengertian II
Bahan campuran tambahan (admixtures) adalah bahan yang bukan air, agregat maupun semen yang ditambahkan ke dalam campuran sesaat atau selama pencampuran berlangsung. Fungsi dari bahan ini adalah untuk mengubah sifat-sifat beton atau pasta semen agar menjadi cocok untuk pekerjaan tertentu, atau ekonomis untuk tujuan lain seperti menghemat energi (Nawy, 1996).

Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive).

I. Chemical admixtures (bahan tambah kimia)
Menurut standar ASTM , terdapat 7 jenis bahan tambah kimia, yaitu:

Tipe A, Water-Reducing Admixtures
Tipe B, Retarding Admixtures
Tipe C, Accelerating Admixtures
Tipe D, Water Reducing and Retarding Admixtures
Tipe E, Water Reducing and Accelerating Admixtures
Tipe F, Water Reducing, High Range Admixtures
Tipe G, Water Reducing,High Range Retarding Admixtures

Water-Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Bahan tambah ini biasa disebut water reducer atau plasticizer.
 
Plasticizer dapat digunakan dengan cara-cara sebagai berikut:
Kadar semen tetap, air dikurangi
Cara ini untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau faktor air semen (fas) yang rendah. Dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kuat tekan beton. Dengan penambahan plasticizer, walaupun fas rendah, beton tetap memiliki sifat workabilitas yang baik.

Kadar semen tetap, air tetap
Cara ini untuk memproduksi beton dengan slump yang lebih tinggi. Tingginya nilai slump akan memudahkan penuangan adukan.

Kadar semen dikurangi, faktor air semen tetap
Cara ini dilakukan untuk memperoleh beton dengan penggunaan semen yang lebih sedikit, sehingga mengurangi biaya.
Komposisi Plasticizer
Komposisi dari plasticizer diklasifikasikan secara umum menjadi 4 kelas:

1. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam
2. Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam
3. Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya
4. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya

Berdasarkan prosentase pengurangan jumlah air, plasticizer/water reducer dibedakan menjadi 3 macam:

Normal water reducer
: Penggunaan jenis ini mampu mengurangi air antara 5 – 10%.
Mid-range water reducer
: Penggunaan jenis ini mengurangi air antara 10 – 15%.
High-range water reducer
: Jenis ini biasa disebut superplasicizers, mampu mengurangi air antara 20 – 40%.


Reaksi pozzolanik ini berlangsung dengan lambat sehingga pengaruhnya lebih kepada kekuatan akhir dari beton. Panas hidrasi yang dihasilkan juga jauh lebih kecil daripada semen portland sehingga efektif untuk pengecoran pada cuaca panas atau beton masif.

Mineral pembantu yang digunakan umumnya mempunyai komponen aktif yang bersifat pozzolanik (disebut juga mineral pozzolan). Pozzolan adalah bahan alam atau buatan yang sebagaian besar terdiri dari unsur-unsur silikat dan aluminat yang reaktif (Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia, PUBI-1982). Pozzolan sendiri tidak memiliki sifat semen, tetapi dalam keadaan halus (lolos ayakan 0,21 mm) bereaksi dengan air dan kapur padam pada suhu normal 24-27oC menjadi suatu massa padat yang tidak larut dalam air. Pozzolan dapat dipakai sebagai bahan tambah atau pengganti sebagai semen portland. Bila pozzolan dipakai sebagai bahan tambah akan menjadikan beton lebih mudah diaduk, lebih rapat air, dan lebih tahan terhadap serangan kimia. Beberapa pozzolan dapat mengurangi pemuaian akibat proses reaksi alkali-agregat (reaksi alkali dalam semen dengan silika dalam agregat), dengan demikian mengurangi retak-retak beton akibat reaksi tersebut. Pada pembuatan beton massa pemakaian pozzolan sangat menguntungkan karena menghemat semen, dan mengurangi panas hidrasi (Kardiyono, 1996) 
2. Superplasticizer dan Hyperplasticizer.

Additif jenis ini memiliki nama lain yakni High Range Water Reducer. Seperti namanya, additif jenis ini akan menurunkan konsumsi air dan tetap mendapatkan slump yang sama. Workability merupakan masalah utama dalam industri beton. Beton yang memiliki work ability yang bagus, biasanya ditandai dengan nilai slump yang tinggi. Namun, nilai slump yang tinggi pasti akan membutuhkan konsumsi air yang semakin banyak. Dengan penggunaan additif jenis ini, maka konsumsi air dapat dikendalikan. Contoh:
 
TamCem 12R
3. Retarder

Additif jenis ini akan memperlambat penurunan slump dari beton segar. Bahan dasar retarder yang paling tradisional adalah glukosa/ gula. Dengan penambahan retarder pada dosis yang tepat, maka beton akan mampu bertahan untuk pengiriman transportasi jarak jauh. Namun, jika dosis retarder terlalu banyak, beton akan mengalami long setting/ tidak kering. Anda tidak perlu khawatir jika beton anda mengalami long setting karena mutu beton tidak akan turun justru akan cenderung naik. Hanya saja memang pekerjaan jadi terhambat. hehe. Contoh: 
TamCem 6R
4. Hidration control

Additif jenis ini mengendalikan panas hidrasi sehingga mortar tidak kehilangan workability nya selama proses transportasi. Additif jenis ini sangat dibutuhkan untuk pengecoran pada cuaca yang sangat panas.Additif jenis  ini juga banyak digunakan dalam industri shotcrete terutama untuk tunneling and underground mining. Dengan menggunakan additif ini, maka mortar dapat bertahan hingga 8 jam. Contoh:
 TamCem HCA

5. Foaming agent

Foaming agent adalah additif pembuat busa yang banyak digunakan dalam industri beton ringan atau bata ringan. Penggunaan additif jenis ini biasa dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1 banding 40. Foam yang baik adalah foam yang tidak mudah pecah dan bentuk bulatannya seragam. Contoh:
 
TamSoil 200CF
6. Mold Release Agent

Additif jenis ini membantu beton untuk terlepas dari bekisting dan tetap memiliki permukaan yang halus dan rata tanpa merusak bekisting. Contoh
 
TamCrete MRO
Full transcript