Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Sejarah Kedatangan Proto Melayu Dan Deutro Melayu

No description
by

Stefanus Kristianto

on 21 March 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sejarah Kedatangan Proto Melayu Dan Deutro Melayu

Sejarah Kedatangan Proto Melayu Dan Deutro Melayu
Teori dari Sarasin bersaudara (Paul dan Fritz Sarasin) menyebutkan bahwa populasi asli Indonesia adalah ras berkulit gelap serta bertubuh kecil dan keturunan dari ras asli ini disebut orang Vedda.
Ras ini awalnya mendiami wilayah Asia bagian tenggara yang saat itu masih bersatu sebagai satu daratan di dalam periode Glasial (zaman es). Di akhir periode Glasial, es mencair dan mengakibatkan permukaan laut naik. Hasil lelehan es ini menciptakan Laut Cina Selatan dan Laut Jawa. Kedua laut ini memisahkan pegunungan vulkanik Indonesia dari daratan utama Asia. Penduduk asli (yang berkulit gelap tadi) tinggal di wilayah pedalaman, sementara wilayah pesisir dihuni oleh kaum pendatang.
Koentjaraningrat menyebut orang Vedda memiliki persamaan dengan penduduk asli Australia (Aborigin) sehingga menyebutnya sebagai Austro-Melanosoid. Penamaan Vedda diambil dari salah satu suku yang terkenal di Srilanka. Termasuk ke dalam ras ini adalah suku Hieng di Kamboja, Miao-tse dan Yao-jen di Cina, Senoi di Semenanjung Malaya, Kubu, Lubu, dan Mamak di Sumatera, serta Toala di Sulawesi.
Dimana
mereka tinggal ?
Orang Vedda atau Austro-Melanosoid ini kemudian menyebar ke Timur dan mendiami Papua, Sulawesi Selatan, Kai, Flores Barat, Timor Barat, Seram sebelum es periode Glasial mencair dan terus ke timur dan mendiami Kepulauan Melanesia. Sebagian dari mereka menyebar ke Barat dan menghuni pulau Sumatera. Di Sumatera ini mereka mengembangkan perkakas berupa kapak genggam. Mereka juga suka memakan kerang yang dibuktikan lewat tumpukan fosil kulit kerang di dekat Medan Sumatera Utara, dekat Langsa (Aceh), Perak, Kedah, dan Pahang di wilayah Semenanjung Malaysia.
Setelah itu,
apa yang mereka
lakukan ?
Bagaimana dengan
Deutro Melayu ?
Proto-Melayu dipercaya sebagai moyang dari penduduk yang menghuni kawasan kepulauan dari Madagaskar hingga pulau-pulau paling timur di Pasifik. Mereka ini datang dari Cina bagian selatan, tepatnya wilayah Yunnan. Mereka bermigrasi dalam jumlah besar, pertama menuju Indochina, Siam, dan terakhir ke Kepulauan Indonesia. Taksiran waktunya adalah 11.000 - 2000 sM.

Perkakas mereka berasal dari periode neolitik. Selain dari Yunnan, Koentjaraningrat juga menyebut kemungkinan Proto-Melayu ini datang dari Kepulauan Ryukyu Jepang, Taiwan, Filipina, Sangir, dan masuk ke Sulawesi Selatan yang dibuktikan dengan adanya Suku Toala Proto-Melayu. Mereka ini sudah mengembangkan budaya berburu dengan busur dan panah.

Apa yang terjadi
dengan Proto
Melayu ?
Bangsa Melayu Muda memasuki kawasan Indonesia sekitar 500 SM secara bergelombang. Mereka masuk melalui jalur barat, yaitu melalui daerah Semenanjung Melayu terus ke Sumatera dan tersebar ke wilayah Indonesia yang lain. Kebudayaan mereka lebih maju daripada bangsa Proto Melayu. Mereka telah pandai membuat benda-benda logam (perunggu).


Kepandaian ini lalu berkembang menjadi membuat besi. Kebudayaan Melayu Muda ini sering disebut kebudayaan Dong Son. Nama Dong Son ini disesuaikan dengan nama daerah di sekitar Teluk Tonkin (Vietnam) yang banyak ditemukan benda-benda peninggalan dari logam. Daerah Dong Son ini ditafsir sebagai tempat asal bangsa Melayu Muda sebelum pergi menuju Indonesia. Hasil-hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia di antaranya adalah kapak corong (kapak sepatu), nekara, dan bejana perunggu.
Pada perkembangannya, Proto-Melayu dan Deutero-Melayu membaur secara bebas sehingga sulit dibedakan. Sebagai taksiran, dapat disebut Suku Gayo dan Alas di Sumatera bagian utara serta Toraja di Sulawesi sebagai representasi Proto-Melayu. Setelah itu, hampir seluruh suku lain (kecuali Papua) dimasukkan ke dalam kategori Deutero-Melayu. Kendati demikian, sesungguhnya dapat dikatakan bahwa moyang dari penduduk di wilayah kepulauan Indonesia adalah serumpun yaitu turunan dari penduduk asli (orang Vedda) dan dua gelombang migrasi dari utara.
Apa itu teori Sarasin ?
Ya, Kaum pendatang datang melalui 2 gelombang. Gelombang pertama disebut Proto-Melayu dan gelombang kedua disebut Deutero-Melayu
Apakah terdapat penduduk
lain ?
Full transcript