Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Tokoh Pengusaha Sukses di Luar Negeri

No description
by

Ichsan Luthfi

on 2 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Tokoh Pengusaha Sukses di Luar Negeri

Ichsan Luthfi
Tokoh Pengusaha Sukses di Luar Negeri
Akio Morita lahir pada tanggal 26 Januari 1921, di kota Nagoya, dari sebuah keluarga pembuat sake (bir khas jepang). Keluarga Morita telah menggeluti pembuatan bir sake selama hampir 400 tahun di kota Tokoname, dekat Nagoya. Di bawah asuhan ketat ayahnya, Kyuzaemon, Akio sedang dipersiapkan untuk menjadi pewaris bisnis keluarga. Sebagai mahasiswa, Akio sering duduk pada rapat perusahaan dengan ayahnya dan ia akan membantu bisnis keluarga bahkan pada liburan sekolah.

Keluarga yang Morita pada masa itu telah mengenal gaya hidup ala budaya Barat, seperti mobil dan fonograf listrik. Setiap kali ia dibebaskan dari tugas-tugas rumah tangga, Akio muda menjadi asyik membongkar gramofon dan menyusunnya kembali.

Dari usia dini, Akio gemar mengutak-atik peralatan elektronik, dan matematika dan fisika adalah mata pelajaran kesukaannya selama SD dan SMP hari. Setelah lulus dari Sekolah Tinggi, ia memasuki Departemen Fisika di Osaka Imperial University.

Selama waktu itu, Jepang berada di tengah-tengah Perang Pasifik. Pada tahun 1944, Akio, yang telah menjadi letnan Angkatan Laut setelah lulus dari universitas tahun itu, bertemu dengan Masaru Ibuka dalam Angkatan Laut Wartime Research Committee.

Ketika ia kembali ke rumah keluarga di Nagoya setelah perang, Morita diundang untuk bergabung dengan fakultas Tokyo Institute of Technology oleh salah satu profesor. Morita mengemasi barang-barangnya dan bersiap-siap berangkat ke Tokyo, ketika sebuah artikel tentang laboratorium penelitian didirikan oleh Ibuka muncul di sebuah kolom surat kabar Asahi disebut, "Blue Pensil." Dengan berakhirnya perang, Ibuka telah mendirikan Institut Penelitian Telekomunikasi Tokyo untuk memulai sebuah awal yang baru. Setelah membaca artikel ini, Morita mengunjungi Ibuka di Tokyo dan mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah perusahaan baru bersama-sama.

Pada tanggal 7 Mei 1946, Ibuka dan Morita mendirikan Tokyo Tsushin Kogyo KK (Tokyo Telecommunications Engineering Corporation) dengan sekitar 20 karyawan dan modal awal 190.000 ¥. Pada waktu itu, Ibuka telah berumur 38 tahun dan Morita 25 tahun.

Dorongan perusahaan untuk mengembangkan usahanya secara global terlihat dalam keputusan untuk mengubah nama perusahaan ke Sony pada tahun 1958, suatu keputusan yang tidak diterima dengan baik baik di dalam atau di luar perusahaan karena Tsushin Tokyo Kogyo sudah dikenal secara luas.
Pada tahun 1960, Sony Corporation of America didirikan di Amerika Serikat. Morita memutuskan untuk pindah ke AS bersama keluarganya dan
memimpin dalam menciptakan saluran penjualan baru untuk perusahaan. Dia percaya bahwa Sony harus mengembangkan saluran penjualan langsung sendiri, bukan mengandalkan dealer lokal.

penghargaan Morita yang pertama diberikan Jepang Albert Medal dari Kerajaan Inggris's Royal Society of Arts pada tahun 1982. Pada 1984, ia menerima Ordo Nasional Legiun Kehormatan (Ordre National de la Légion d'Honneur), yang tertinggi dan paling bergengsi di Prancis, dan pada tahun 1991, ia dianugerahi First Class Order of the Sacred Treasure dari HM yang Kaisar Jepang. Di samping itu, Morita menerima sejumlah penghargaan dari negara-negara seperti Austria, Belgia, Brasil, Jerman, Spanyol, Belanda, dan Amerika Serikat, yang menunjukkan sejauh mana pengakuan global-nya.
Akio Morita
Ray Kroc lahir pada tanggal 5 Oktober 1902 di Oak Park, Chicago, Illinois, Amerika Serikat, dengan nama asli Raymond Albert Kroc. Ayah dan ibunya merupakan imigran dari Republik Ceko. Kroc hidup pada masa yang sama dengan Henry Ford, William Durrant, dan Walt Disney.
Perang Dunia II menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan hidup Kroc. Dia mengorbankan sekolahnya agar bisa ikut dalam Perang Dunia II (1941 – 1045). Ketika umurnya masih 15 tahun, Kroc terdaftar sebagai sopir ambulans untuk Palang Merah.
Usai Perang Dunia II, Kroc kembali bekerja di sebuah perusahaan sebagai salesman gelas kertas yang masih merupakan barang baru waktu itu.
Menjadi salesman produk milkshake
Ray Kroc mengusulkan agar McDonald’s mengembangkan sistem waralaba atau franchise. Ada dua istilah yang biasa digunakan dalam sistem ini, yaitu franchisor (pemberi waralaba) atau pemilik resmi hak atas kekayaan intelektual, atau temuan khas seperti resep, jenis, dan bentuk produk McDonald’s.
Istilah kedua adalah franchisee (penerima waralaba) atau dapat juga disebut terwaralaba. Di sinilah Ray Kroc mengajukan diri menjadi terwaralaba bagi McDonald. Usulan ini disetujui Dick dan Mac McDonald’s.
Menjadi franchisee pertama McDonald’s dan terus berkembang
McDonald’s kini telah menjelma menjadi restoran cepat saji terbesar di dunia. Semuanya ini tak lain hasil kerja keras, melalui kristalisasi keringat dan fikiran cerdas Ray Kroc.
Kisah sukses Ray Kroc ini sangat inspiratif, di mana seseorang yang sudah tua pun masih bisa meraih kesuksesan, selama dia mau belajar dan terus menciptakan inovasi-inovasi baru.
Ray Kroc
William Henry Gates III atau lebih dikenal dengan nama Bill Gates dilahirkan pada 28 Oktober 1955, di Seattle, Washington. Bill Gates adalah adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya William Henry Gates adalah seorang pengacara perusahaan yang punya banyak relasi di kota. Sedangkan ibunya Mary Maxwell seorang pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell dan anggota Tingkat Nasional United Way.

Bill seorang anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mengalami kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan pada dirinya dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki. Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Bill Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu.

Dia dengan cepat menguasai BASIC, sebuah bahasa pemograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. “Dia adalah seorang eksentrik,” sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates julukan itu. Bill Gates menempuh kuliah di Harvard University di Cambridge mulai tahun 1975. Di sana ia bertemu dengan Paul Allen sewaktu sekolah bersama-sama. Bersama Paul Allen, Bill Gates terus mengembangkan talentanya di bidang pemograman komputer. Namun, Bill gates memutuskan keluar (drop out) untuk menyumbangkan wakunya ke Microsoft.
Bill Gates
Soichiro Honda dilahirkan di Hamamatsu, Shizuoka, Jepang, pada tanggal 17 November 1906. Ia adalah anak dari pemilik bengkel sederhana di Hamamatsu. Semasa kecil Honda sering menghabiskan waktunya membantu ayahnya di bengkel. Ia sangat antusias mempelajari tentang permesinan. Minatnya pada mesin begitu besar, ia sering mengayuh sepedanya sejauh 10 mil hanya ingin melihat pesawat terbang. Honda juga kuat berdiri berjam-jam melihat cara kerja mesin.

Saat berumur 12 tahun Honda telah berhasil menciptakan karyanya yang pertama yaitu sepeda angin dengan rem kaki. Pada umur 15 tahun Honda pidah ke kota. Ia kemudian bekerja di Hart Sokhai Company. Disana ia begitu cekatan menyelesaikan pekerjaannya. Bos nya yang bernama Saka Kibara sangat senang melihat prestasi Honda dalam bekerja.

Soichiro Honda sangatlah teliti. Ia sangat peka terhadap suara mesin. Setiap oli yang bocor tidak pernah luput dari pengamatannya. Selama enam tahun Honda mengabdi pada perusahaannya, akhirnya suatu hari bosnya memanggilnya dan menawarinya untuk membuka cabang di Hamamatsu daerah asal Soichiro Honda. Mendengar hal itu Honda sangat senang sekali dan langsung menerima tawarannya.Saat bekerja di cabang Hamamatsu, Honda selalu bisa menyelesaikan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan oleh orang lain. Prestasi kerjanya juga semakin membaik. Tak perduli walau ia harus bekerja dari pagi sampai larut malam. Ia tetap berkkonsentrasi dan menyelesaikan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya.

Suatu hari ia melihat bahwa rujji-ruji mobil yang saat itu terbuat dari kayu sangat sulit meredam goncangan. Akhirnya ia mengusulkan agar mengganti ruji kayu menjadi ruji besi. Honda kemudian menjual idenya itu dan ruji-ruji besinya laku keras bahkan hingga diekspor ke seluruh dunia. Saat itu usianya adalah 30 tahun dan ia menandatangani hak patennya yang pertama.
Perlu diketahui, Honda bukanlah anak yang beruntung disekolahnya. Nilai-nilai sekolahnya sangatlah buruk. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tuturnya. Honda juga selalu gagal menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Namun ia tetap optimis dan selalu membangun mimpi-mimpi suksesnya.
Fisik Soichiro Honda juga sangat lemah dan wajahnya tidak tampan bahkan termasuk jelek. Ia sering rendah diri dan menghindar dari pergaulan. Oleh karena itu ia sering menghabiskan waktunya untuk mempelajari mesin daripada bermain dengan temannya.
Setelah sukses dengan bisnis ruji besinya dan mendapat cukup modal, Honda memilih keluar dari pekerjaanya dan mulai mendirikan pabrik sendiri. Honda kemudian berfikir, kira-kira produk apa yang harus dihasilkannya. Honda akhirnya memutuskan membuat Ring Pinston.

Dua bulan Honda terpuruk namun kemudian ia bangkit lagi. Ia kemudian mengikuti kuliah lagi dan ingin mencari solusi dari ring pinstonnya. Pagi ia kuliah dan siang ia mempraktekkan hasil kuliahnya, namun akhirnya ia kecewa karena ternyata di perkuliahan bukannya langsung diberikan jawaban yang ia inginkan malah dijejali teori-teori yang ia tidak terlalu butuhkan. “Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” begitulah ia menyimpulkan hasil perkuliahannya. Ia kemudian mendatangi rektornya dan menyampaikan bahwa ia kuliah bukan mencari ijazah namun mencari ilmu dan jawaban atas persoalan yang sedang dihadapinya. Akan tetapi rektornya menganggap Honda sedang menghinanya, saat itu juga Honda sudah tidak mau lagi datang kuliah.

Kembali ke masalah pinston. Setelah melakukan eksperimen berulang-ulang akhirnya Honda berhasil memperbaiki rem pinstonnya dan akhirnya Toyota menerimanya. Saat Honda akan melakukan produksi besar-besaran, Honda mengalami kesulitan dana. Pihak bank pemerintah tidak bersedia memberikan dana karena saat itu pemerintah sedang fokus mendanai perang. Akhirnya Honda berhasil menghimpun dana dari sekelompok orang.

Ternyata keberuntungan belum dipihaknya. Pabrik yang didirikannya terbakar dua kali karena terkena perang. Honda tidak patah semangat. Dengan sisa-sisa bahan yang ada, Honda kemudian mengumpulkan karyawannya. Ia memerintahkan karyawannya untuk mengumpulkan sisa kaleng bensol yang dibuang kapal Amerika. Ia gunakan itu untuk mendirikan pabrik lagi.Sampai saat ini Honda adalah perusahaan otomotif yang sudah mendunia dan sellau memimpin pasar dan selalu terdepan dalam membuat inovasi-inovasi.
SOICHIRO HONDA
Lee Byung-chull adalah pendiri raksasa elektronik Korea Selatan Samsung. Lee berasal dari keluarga kaya lahir 12 Februari 1910 dan meninggal 19 November 1987 pada usia 77 tahun. Sebelum mendirikan Samsung electronic, Lee membuka usaha penggilingan padi namun tidak berkembang. Ia kemudian beralih membangun usaha eksportir ikan, sayuran dan buah-buahan ke Cina. Usahanya ini berkembang pesat hingga ia memindahkan kantornya ke Seoul tahun 1947.
Setelah perang Korea pecah, Ia meinggalkan Seoul dan membangun pabrik gula pertama di Korea Selatan di kota Busan yang diberi nama Cheil Jedang. Tahun 1954 pasca perang Korea, Ia berekspansi membangun perusahaan wol di daerah Chimsan-dong, Daegu. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi pabrik wol terbesar di Korea. Ekspansinya terus berlanjut dengan mendirikan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan, produksi bahan kimia, hingga pembuatan kapal. Samsung kemudian menggurita merambah bidang elektronik di akhir tahun 1960. Produk pertama Samsung saat itu adalah televisi hitam-putih. Pada tahun 1969, Samsung Electronics memproduksi apa yang paling dikenal dari Samsung Samsung saat ini yaitu Televisi, Mobile Phones (sepanjang 90-an), Radio, komponen Komputer dan perangkat elektronik lainnya untuk efektifitas produksi manajemen perusahaan kemudian dibagi menjadi beberapa divisi yang bertanggungjawab terhadap produk tertentu diantaranya Electronics Co Devices, Samsung Electro-Mekanika Co, Samsung Corning Co, dan Samsung Semiconductor & Telecommunications Co. Setelah Samsung diakuisisi Hanguk tongsin jeonja di Gumi tahun 1980, perusahaan ini kemudian mengembangkan produk dibidang telekomunikasi dengan produk awal switchboards. Produk ini kemudian berkembang dengan memproduksi telepon,faks, dan akhirnya berkembang menjadi Samsung's mobile phone manufacturing. Dari pabrik tersebut Samsung telah menghasilkan lebih dari 0,8 miliar ponsel sampai sekarang.
Pada dekade 1980-an Samsung telah menjadi perusahan manufaktur dan distributor berbagai peralatan dan produk elektronik di seluruh dunia. Awal tahun 1990 Samsung Electronics banyak melakukan investasi dan pengembangan usaha hingga menjadi perusahaan elektronik dengan skala internasional. Untuk merambah pasar di berbagai benua, Samsung membangun cabang produksi di Portugal, New York (Amerika Serikat), Inggris, Jerman, Thailand, Meksiko, Spanyol dan Cina sampai 1997.
Lee Byung Chull
Full transcript