Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Analisis Dampak Penerapan IAS 41 Di Indonesia (Studi Kasus:

No description
by

fenny farida

on 21 June 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Analisis Dampak Penerapan IAS 41 Di Indonesia (Studi Kasus:

Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
SIDE A
SIDE B
SARAN
Analisis Dampak Penerapan IAS 41 Di Indonesia (Studi Kasus: PT. Perkebunan Nusantara VIII dan United Plantations Berhad)
THANK YOU!
Oleh: Fenny Farida (1501190805)
Pembimbing: Rosinta Ria Panggabean, S.S., S.E., M.Ak
Bagaimana standar akuntansi untuk aset biologis pada tanaman perkebunan selama masa pertumbuhan, degenerasi, produksi dan prokreasi serta pengakuan awal produksi agrikultural pada saat panen menurut standar IAS 41: Agriculture, Pedoman Akuntansi BUMN dan MFRS 141?
Bagaimana perlakuan akuntansi pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan aset biologis pada tanaman perkebunan yang diterapkan PT. Perkebunan Nusantara VIII di Indonesia dan United Plantations Berhad di Malaysia?
Apakah dampak yang terjadi sebagai akibat dari implementasi IAS 41: Agriculture bagi perusahaan di Indonesia ?
Untuk mengetahui dan memahami standar akuntansi untuk aset biologispada tanaman perkebunan selama masa pertumbuhan, degenerasi, produksi dan prokreasiserta pengakuan awal produksi agrikultural pada saat panen menurut standar IAS 41:Agriculture.Pedoman Akuntansi BUMN, dan MFRS 141
Untuk mengetahui perlakuan akuntansi pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan aset biologis pada tanaman perkebunan yang diterapkan PT. Perkebunan Nusantara VIII di Indonesia dan United Plantations Berhaddi Malaysia

Untuk mengetahui dampak yang terjadi sebagai akibat dari implementasi IAS 41: Agriculture bagi perusahaan di Indonesia
Latar Belakang
Metode Penelitian
Penelitian ini bersifat kualitatif
Dimensi waktu melibatkan urutan waktu
Risetnya melibatkan dua objek
Metode pengumpulan datanya adalah kontak langsung dengan wawancara, dan tidak langsung data arsip dan observasi
Unit analisisnya yaitu, PT. Perkebunan Nusantara VII dan United Plantations Berhad
Dalam Pedoman Akuntansi BUMN, MFRS 141 dan IAS 41 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengakuan, penyajian dan pengungkapan aset biologis. Akan tetapi terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengukuran atas aset biologis
Penerapan IAS 41-Agriculture di Indonesia akan menghasilkan perbedaan material yang signifikan terhadap laporan keuangan perusahaan.
SIMPULAN
terdapat perbedaan perlakuan akuntansi yang signifkan yaitu dalam hal pengukuran, United Plantations Berhad mengukur aset biologis nya berdasarkan nilai wajar, sedangkan PT. Perkebunan Nusantara mencatat aset biologis berdasarkan model biaya.
Bagi perusahaan agrikultur di Indonesia terutama perusahaan BUMN sebagai perusahaan yang dipersyaratkan oleh regulasi untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan standar, diharapkan dapat memahami IAS 41 sehingga dapat mengetahui dampak yang timbul atas penerapan IAS 41. Karena penggunaan IAS 41 membuat laporan keuangan lebih terukur.
Bagi peneliti yang ingin mengambil topik yang sama, sebaikan menggunakan objek penelitian perusahaan yang bergerak di sektor peternakan, karena seperti telah dijelaskan dalam bab sebelumnya bahwa IAS 41 merupakan standar yang berlaku bagi perusahaan yang bergerak di sektor pertanian dan peternakan.
Banyaknya industri perkebunan di Indonesia
Aset biologis merupakan aset yang unik dalam industri perkebunan, karena mengalami transformasi mulai dari pertumbuhan sampai dengan menghasilkan output, maka dari itu diperlukan perlakuan akuntansi yang mencakup pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan
Diterbitkannya Intrenational Accounting Standard 41 - Agriculture oleh IASB sebagai acuan bagi manajemen entitas perkebunan dalam menyusun laporan keuangannya berdasarkan nilai wajar
Malaysia telah terlebih dahulu melakukan pengukuran aset biologis berdasarkan IAS 41 - Agriculture, sedangkan Indonesia yang juga melakukan konvergensi IFRS belum melakukan perhitungan aser biologis berdasarkan IAS 41- Agriculture dan melakukan perhitngan berdasarkan model biaya
Full transcript