Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Final Term Exam

Entrepreneur 5
by

Michael Gosal

on 9 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Final Term Exam

Case 2 Asumsi nilai buku bersih TSP adalah Rp55.693.000.000 dan MSI adalah Rp12.466.000.000, maka selisih harga pengalihan saham dengan nilai buku bersih anakperusahaan yang diakuisisi adalah (dalam juta):
Pendahuluan Hubungan dengan pihak-pihak berelasi merupakan suatu karakteristik normal dari perdagangan dan bisnis. Misalnya, entitas sering melaksanakan bagian kegiatannya melalui entitas anak, ventura bersama, dan entitas asosiasi. Dalam keadaan ini, entitas memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan keuangan dan operasi investee melalui keberadaan pengendalian, pengendalian bersama, atau pengaruh signifikan.

Suatu hubungan dengan pihak-pihak berelasi dapat berpengaruh terhadap laba rugi dan posisi keuangan entitas.Pihak-pihak berelasi dapat menyepakati transaksi di mana pihak-pihak yang tidak berelasi tidak dapat melakukannya. Misalnya, entitas yang menjual barang kepada entitas induknya pada harga perolehan, mungkin tidak menjual dengan persyaratan tersebut kepada pelanggan lain. Selain itu, transaksi antara pihak-pihak berelasi mungkin tidak dilakukan dalam jumlah yang sama, seperti dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

Karena alasan tersebut, pengetahuan mengenai transaksi, saldo, termasuk komitmen, dan hubungan entitas dengan pihak-pihak berelasi dapat mempengaruhi penilaian atas operasi entitas oleh pengguna laporan keuangan, termasuk penilaian risiko dan kesempatan yang dihadapi entitas.
Dengan besarnya pengaruh pihak berelasi memyebabkan pengukapan informasi pada pihak berelasi perlu disajikan pada laporan keuangan. Pengungkapan dilakukan untuk menghindari adanya hal opurtinistik yang dilakukan oleh pihak berelasi sehingga menyebabkan perusahaan tidak dapat beroperasi dengan optimal.
PSAK No 07 Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi Definisi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (dalam pernyataan ini dirujuk sebagai "entitas pelapor''). PSAK 40 Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/ Perusahaan Asosiasi Transaksi yang mengubah ekuitas anak perusahaan/perusahaan asosiasi antara lain: Pengungkapan Hubungan antara entitas induk dan entitas anak diungkapkan terlepas dari apakah telah terjadi transaksi antara mereka. Entitas mengungkapkan kompensasi personil manajemen kunci secara total dan untuk masing-masing kategori berikut:

imbalan kerja jangka pendek;

imbalan pascakerja;

imbalan kerja jangka panjang lainnya;

pesangon pemutusan kontrak kerja; dan

pembayaran berbasis saham. TRANSAKSI DENGAN PIHAK – PIHAK BERELASI & SELISIH RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI Oleh:
HARRY KURNIAWAN(2012200683)
RIZKY KURNIAWAN(2012200691)
TOMMY HARTONO(2012200694)
Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor,
Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor, atau
Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain
Kedua entitas tersebut adalah venturabersama dari pihak ketiga yang sama.
Satu entitas adalah venturabersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
Entitas tersehut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Dua entitas hanya karena mereka memiliki direktur atau personil manajemen kunci yang sama atau karena personil manajemen kunci dari satu entitas mempunyai pengaruh signifikan atas entitas lain.
Dua venturer hanya karena mereka mengendalikan bersama atas ventura bersama.
(i) penyandang dana,
(ii) serikat dagang,
(iii) entitas pelayanan publik, dan
(iv) departemen dan instansi pemerintah yang tidak mengendalikan, mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor, semata-mata dalam pelaksanaan urusan normal dengan entitas (meskipun pihak-pihak tersebut dapat membatasi kebebasan entitas atau ikut serta dalam proses pengambiIan keputusan).
pelanggan, pemasok, pemegang hak waralaba, distributor atau agen umum dengan siapa entitas mengadakan transaksi usaha dengan volume signifikan, semata-mata karena ketergantungan ekonomis yang diakibatkan oleh keadaan.
Contoh Entitas Asosiasi dan Entitas Anak Entitas Induk memiliki kepentingan pengendali atas Entitas Anak A, B dan C dan memiliki pengaruh signifikan atas Entitas Asosiasi I dan 2.Entitas Anak C memiliki pengaruh signifikan atas Entitas Asosiasi 3.
Contoh Personil Manajemen Kunci Si X memiliki investasi 100% dalam Entitas A dan merupakan personil manajemen kunci dari Entitas C. Entitas B memiliki investasi 100% dalam Entitas C.

Contoh Seseorang Sebagai Investor Si X memiliki investasi dalam Entitas A dan Entitas B. Si X adalah istri Y. Si X memiliki investasi dalam Entitas A dan Y memiliki investasi dalam Entitas B. Contoh Entitas dengan Pengendalian Bersama Entitas A memiliki pengendalian bersama atas Entitas B dan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas Entitas C.
Jika entitas memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi selama periode yang dicakup dalam laporan keuangan, maka entitas mengungkapkan sifat dari hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan keuangan. Sekurang-kurangnya, pengungkapan meliputi:

jumlah transaksi;

jumlah saldo, termasuk komitmen, dan:persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian; dan
rincian garansi yang diberikan atau diterima;

penyisihan piutang ragu-ragu terkait dengan jumlah saldo tersebut; dan

beban yang diakui selama periode dalam hal piutang ragu-ragu atau penghapusan piutang dari pihak-pihak berelasi.

Pengungkapan yang disyaratkan di atas dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut:
entitas induk;
entitas dengan pengendalian hersama atau pengaruh signifikan terhadap entitas;
entitas anak;
entitas asosiasi;
ventura bersama di mana entitas merupakan venturer;
personil manajemen kunci dari entitas atau entitas induknya; dan
pihak-pihak berelasi lainnya.
Berikut Merupakan contoh ilustrasi atas pengungkapan Pihak-pihak berelasi didalam laporan keuangan: PSAK No 38 Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Entitas sepengendali (Under common control) adalah pihak (perorangan, perusahaan, atau bentuk entitas lainnya) yang secara langsung atau tidak langsung (melalui satu atau lebih perantara), mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada di bawah pengendalian yang sama. Transaksi Restrukturisasi entitas sepengendali (restructuring transactions among under common control companies) merupakan transaksi pengalihan aktiva, kewajiban, saham atau bentuk instrumen kepemilikan lainnya antara pihak-pihak (perorangan, perusahaan, atau bentuk entitas lainnya) yang, secara langsung atau tidak langsung (melalui satu atau lebih perantara), mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada di bawah pengendalian yang sama.
Kriteria Terdapatnya Pengendalian Pengendalian dianggap ada apabila pihak pengendali (induk perusahaan) memiliki lebih dari 50% hak suara pada suatu perusahaan terkendali (anak perusahaan), balk secara langsung atau tidak langsung (melalui anak perusahaan lain).
Walaupun suatu perusahaan memiliki hak suara 50% atau kurang, pengendalian tetap dianggap ada apabila dapat dibuktikan adanya saiah satu kondisi berikut:
mempunyai hak suara lebih dari 50% berdasarkan perjanjian dengan investor lain;
mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasi perusahaan lain tersebut berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;
kekuasaan untuk mengangkat dan memberhentikan sebagian besar anggota pengurus perusahaan yang lain tersebut;
mampu menguasai suara mayoritas dalam rapat pengurus. Sifat Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali, berupa pengalihan aktiva, kewajiban, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi seluruh kelompok perusahaan ataupun bagi entitas individual dalam kelompok perusahaan tersebut. Contoh-contoh transaksi antara entitas sepengendali adalah sebagai berikut: Suatu induk perusahaan memindahkan sebagian aktiva bersih dari anak perusahaan yang dimiliki induk perusahaan tersebut menjadi aktiva induk perusahaan yang bersangkutan. Induk perusahaan mengalihkan sebagian hak pemilikannya dalam suatu anak perusahaan ke anak perusahaan lainnya yang dimiliki oleh induk perusahaan.
Suatu induk perusahaan menukar pemilikannya atas sebagian aktiva bersih dalam anak perusahaan yang dimiliki induk perusahaan tersebut dengan saham tambahan yang diterbitkan oleh anak perusahaan lainnya (yang tidak dimiliki 100%), sehingga pemilikan induk perusahaan dalam anak perusahaan lainnya tersebut bertambah, sedangkan persentase kepemilikan pemegang saham minoritas dalam anak perusahaan tersebut berkurang. Selisih antara Harga Pengalihan dan Nilai Buku Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku setiap transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali dibukukan dalam akun Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.Saldo akun tersebut selanjutnya disajikan sebagai unsur Ekuitas.Selisih harga pengalihan dengan nilai sehubungan dengan transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali bukan merupakan goodwill. Pengungkapan Untuk semua transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, pengungkapan berikut harus dibuat dalam laporan keuangan pada periode terjadinya restrukturisasi:
jenis, nilai buku dan harga pengalihan aktiva, kewajiban, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dialihkan;
tanggal transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali;
nama entitas terkait;
metode akuntansi yang digunakan. PSAK No 39 Akuntansi Kerjasama Operasi Kerja Sama Operasi (KSO) adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dimana masing-masing sepakat untuk melakukan suatu usaha bersama dengan menggunakan aset dan atau hak usaha yang dimiliki dan secara bersama menanggung risiko usaha tersebut.
Bentuk-bentuk KSO KSO dengan entitas hukum yang terpisah (separate legal entity) dari entitas hukum para partisipan KSO; dan KSO tanpa pembentukan entitas hukum yang terpisah. KSO yang pertama bisa berbentuk badan hukum atau persekutuan.Sedang KSO tanpa entitas hukum bisa berbentuk Pengendalian Bersama Operasi (PB0) dan Pengendalian Bersama Aset (PBA), atau KSO dimana hanya satu pihak saja dari partisipan KSO yang memiliki kendali yang signifikan atas aset dan operasi KSO. Pengungkapan Sehubungan dengan perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO), pengungkapan berikut ini harus dibuat:
pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian KSO;
hak dan kewajiban dari masing-masing partisipan KSO berkenaan dengan perjanjian KSO;
ketentuan tentang perubahan perjanjian KSO, bila ada. Sehubungan dengan pengungkapan yang lazim untuk aktiva tetap, pengungkapan berikut harus dibuat untuk aset Kerja Sama Operasi (KSO):
klasifikasi aktiva yang membentuk aset KSO;
penentuan biaya perolehan aset KSO;
penentuan depresiasi atau amortisasi aset KSO.
Sehubungan dengan perjanjian bagi pendapatan/hasil KSO, pengungkapan berikut ini harus dibuat:
penghitungan atau penentuan hak bagi pendapatan/hasil KSO;
penentuan amortisasi hak bagi pendapatan/hasil KSO;
penghitungan (tambahan) beban atau penghasilan KSO yang timbul dari pembayaran bagi pendapatan/hasil KSO.
Transaksi yang mengubah persentase kepemilikan investor pada anak perusahaan/ perusahaan asosiasi: Transaksi antara anak perusahaan/perusahaan asosiasi dengan investor:
Anak perusahaan/perusahaan asosiasi menjual saham tambahan kepada investor;
Anak perusahaan/perusahaan asosiasi memperoleh kembali saham beredar yang dimiliki oleh investor; Transaksi antara anak perusahaan/perusahaan asosiasi dengan pihak ketiga (selain investor):
Anak perusahaan/perusahaan asosiasi menjual saham tambahan kepada pihak ketiga;
Anak perusahaan/perusahaan asosiasi memperoleh kembali saham beredar yang dimiliki oleh pihak ketiga.
Transaksi yang tidak mengubah persentase kepemilikan investor pada anak perusahaan/perusahaan asosiasi:anak perusahaan/perusahaan asosiasi melakukan revaluasi aktiva tetap sehingga muncul akun "Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap". Pengakuan Apabila nilai ekuitas anak perusahaan/perusahaan asosiasi yang menjadi bagian perusahaan investor sesudah transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan/perusahaan asosiasi berbeda dengan nilai ekuitas anak perusahaan/perusahaan asosiasi yang menjadi bagian perusahaan investor sebelum transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan/ perusahaan asosiasi, maka perbedaan tersebut, oleh investor diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun "Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi”.
Pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan, jumlah selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan/ perusahaan asosiasi yang terkait diakui sebagai pendapatan atau beban dalam periode yang sama pada waktu keuntungan atau kerugian pelepasan diakui.
Unsur-unsur utama akun "Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/ Perusahaan Asosiasi/Anak Perusahaan"harus diungkapkan secara terpisah pada catatan atas laporan keuangan.
ISAK No 07 Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus Suatu entitas dapat didirikan untuk mencapai suatu tujuan khusus yang terbatas (misalnya untuk melakukan sewa, kegiatan riset dan pengembangan atau sekuritisasi aset keuangan). Suatu entitas bertujuan khusus (EBK) dapat berbentuk perusahaan, perserikatan, firma atau entitas yang tidak berbentuk badan hukum.
Sponsor (entitas yang diwakili EBK) sering kali mengalihkan atau menjual asetnya ke EBK, memperoleh hak pemakaian aset yang dikuasai oleh EBK, atau memberikan jasa untuk EBK, semen tara pihak lain ("penyedia modal") mungkin menyerahkan dana kepada EBK. Entitas yang bertransaksi dengan EBK (sering kali adalah pendiri atau sponsor) mungkin secara substansi mengendalikan EBK.
Hak (beneficial interest) dalam suatu EBK, misalnya, dapat berupa instrumen utang, instrumen ekuitas, hak partisipasi, hak residual, atau sewa. Beberapa hak, mungkin memberikan tingkat pengembalian yang tetap atau pasti kepada pemegangnya, sementara yang lain memberikan akses terhadap keuntungan ekonomi di masa depan dari kegiatan EBK.
Studi Kasus Studi Kasus Pertama
Sebelum tahun 2003, PT. Indosat Tbk yang saat itu masih bernama PT. Indonesian Satellite Corporation Tbk bersama dengan PT. Telkom Tbk adalah dua perusahaan plat merah yang menjalankan lini bisnis yang sejenis yaitu bidang telekomunikasi. Berdasarkan kebijakan pemerintah waktu itu (Presiden Megawati Sukar noputri) PT. Indosat Tbk pada akhir tahun 2002 diprivatisasi.Perusahaan ini dijual ke Temasek Holdings yang berbasis diSingapura.
Menjual 35% investasi perusahaan di PT Telekomunikasi Selular
Mengakuisisi 22,5% investasi Telkom di Satelindo
Mengakuisisi 37,21% investasi Telkom di Lintasarta
Q Pada saat transaksi, Indosat dan Telkom adalah entitas sepengendali oleh Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas kedua perusahaan.Transaksi dengan Telkom inidicatat dengan metode penyatuan kepemilikan. Bila selisih transaksi di atas adalah sebesarRp4.359.259, bagaimana cara pengungkapannya? Studi Kasus Kedua
Pada tahun 2006 PT Central Pertiwi (CP) dan PT Surya Hidup Satwa (SHS) sebagai pemegang kendali PT BISI International melakukan restrukturisasi dalam kelompokperusahaan. Hal ini untuk menjadikan perusahaan induk untuk usaha pembibitan benih. Transaksinya adalah:
Akuisisi PT Tanindo Subur Prima (TSP)
Desember 2006 PT BISI membeli dan membayar lunas 54,2% kepemilikan sahamatau sebanyak 49.864.000 saham di TSP dari CP dan SHS, dengan harga RP 1.009 per lembar saham atau total sebesar Rp 50,3 miliar.
Akuisisi PT Multi Sarana Indotani (MSI)
Desember 2006 PT BISI juga membeli dan melunasi 99,99% kepemilikan saham atau sebanyak 11.499.999 saham di MSI dari CP dan Jialipto, dengan har ga Rp1.042 per lembar sahamatau sebesar Rp 12 miliar.
? Akuisisi diatas dibiayai dari penerimaan atas penerbitan saham sebanyak 63.000.000 saham atau sebesar Rp 63 miliar pada Desember 2006.Bagaimana pengakuan transaksi ini?
Kasus Pertama
PT Indosat dan PT Telkom merupakan entitas sepengendali karena keduanya secara langsung atau tidak langsung (melalui satu atau lebih perantara), mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada di bawah pengendalian yang sama. Dalam hal ini mereka dikendalikan oleh Pemerintah selaku pemegang saham terbesar dan juga mengendalikan beberapa perusahaan yang dijual dan diakuisisi diatas.
Berdasarkan PSAK 38 revisi 2004 parg 7: Pengendalian dianggap ada apabila pihak pengendali (induk perusahaan) memiliki lebih dari 50% (lima puluh persen) hak suara pada suatu perusahaan terkendali (anak perusahaan), baik secara langsung atau tidak langsung (melalui anak perusahaan lain).
Kedua perusahaan tersebut melakukan transaksi restruktukrisasi entitas sepengendali dimana terdapat transaksi pengalihan asset, liabiltas, saham atau bentuk instrumen kepemilikan lainnya antara pihak-pihak (peroranganperusahaan atau bentuk entitas lainnya) yang, secara langsung atau tidak langsung;(melalui satu atau lebih perantara), mengendalikan atau dikendalikan oleh atauberada di bawah pengendalian yang sama.
Berdasarkan PSAK 38 Revisi 2004 parg 15: Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku setiap transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali dibukukan dalam akun Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Saldo akun tersebut selanjutnya disajikan sebagai unsur ekuitas.
Sehingga kasus diatas atas selisih restrukturisasi entitas sepengendali sebesar Rp 4.359.259 disajikan didalam ekuitas.Dan selisih harga pengalihan tersebut tersebut bukan merupakan goodwill karena merupakan transaksi restrukturisasi entitas sepengendali.
Selain itu, atas transaksi tersebut juga perlu dilakukan pengungkapan, sesuai PSAK 38 revisi 2004 parg 21: Untuk semua transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, pengungkapan berikut harus dibuat dalam laporan keuangan pada periode terjadinya restrukturisasi:
jenis, nilai buku, dan harga pengalihan aset, kewajiban, saham, atau instrument kepemilikan lainnya yang dialihkan;) tanggal transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali;
nama entitas terkait; dan metode akuntansi yang digunakan.
Sesuai dengan PSAK 38 selisih harga pengalihan saham dengan nilai buku bersih anakperusahaan yang diakuisisi sebesar Rp5.863.000 disajikan pada akun selisih nilai restrukturisasi entitas pengendali di bagian ekuitas.
Study Case
Full transcript