The Internet belongs to everyone. Let’s keep it that way.

Protect Net Neutrality
Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Psikologi Kepribadian Hans Eysenck kel 4

No description
by

rezti fanhy

on 3 November 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Psikologi Kepribadian Hans Eysenck kel 4

Struktur Kepribadian
design by Dóri Sirály for Prezi
Hirarki Tinggi (Tipe)

Hirarki Kedua (Trait)

Hirarki Ketiga (Kebiasaan
tingkahlaku atau berfikir)

Hirarki terendah (Respon spesifik)
Biografi
Psikologi Abnormal
Struktur
Ke
pri
ba
di
an
Eysenck menemukan tiga dimensi tipe, yakni ekstraversi (E), neurotisme (N), dan psikotisme (P), masing-masing dimensi saling asing sehingga dapat berlangsung kombinasi antar dimensi secara bebas. Masing-masing tipe merupakan kumpulan dari 9 trait, sehingga semuanya ada 27 trait.

Neurotisme dan psikotisme itu bukan sifat patologis, walaupun tentu individu yang mengalami gangguan akan memperoleh skor yang ekstrim. Tiga dimensi itu adalah bagian normal dar struktur kepribadian. Semuanya bersifat bipolar; ekstraversi lawannya introbersi, neurotisme lawannya stabilita, dan psikotisme lawannya fungsi superego. Semua orang berada dalam rentangan bipolar itu mengikuti kurva normal, artinya sebagian besar orang berada ditengah-tengah polarisasi, dan semakin mendekati titik ekstrim, jumlahnya semakin sedikit.
DINAMIKA KEPRIBADIAN
Kelompok 5 :
Rezti Fany Dwi Putri
Vivi Ilda Damayanti
Wahyuni Yunus
Agmin Sarda
Biografi
Hans Eysenck lahir di Jerman pada 4 Maret 1916 dan meninggal pada tanggal 4 September 1997 di usia 81 tahun. Orangtuanya aktor. Dia dibesarkan oleh neneknya. Dia telah meninggalkan Jerman dan datang ke Inggris karena tidak suka kepada pemerintah Nazi contempory.

Dia adalah mahasiswa psikolog pendidikan Inggris Cyril L.Burt. Dia adalah pendiri dari departemen psikologi di universitas London Institute of Psychiatry dan bekerja di sana selama lebih dari 47 tahun (sampai kematiannya). Dia juga pendiri "Journal of Personality and Individual Differences" pada tahun 1980. Pada saat kematiannya, ia hidup sebagai seorang psikolog yang paling sering disebut dalam ilmu jurnal. Dia telah menulis sekitar 80 buku dan 1600 artikel dalam jurnal yang berbeda. Kontribusinya untuk psikiatri dan psikologi tak terlupakan. Selama hidupnya, ia sangat dipuji serta sangat dikritik dalam masalah yang berbeda.

TEORI
TEORI
Eysenck berpendapat dasar umum sifat-sifat kepribadian berasal dari keturunan, dalam bentuk tipe dan trait. Namun dia juga berpendapat bahwa semua tingkahlaku dipelajari dari lingkungan. Menurutnya kepribadian adalah keseluruhan pola tingkahlaku actual maupun potensial dari organisme, sebagaimana ditentukan oleh keturunan dan lingkungan. Pola tingkah laku itu berasal dan dikembangkan melalui interaksi fungsional dari empat sektor utama yang mengorganisir tingkahlaku; sektor kognitif (intelligence), sektor konatif (character), sektor afektif (temperament) dan sektor somatik (constitution).
ekstraversi adalah orang yang pandangannya objektif dan tak pribadi, sedangkan introversi adalah orang yang pandangannya subjektif dan individualis.

Neurotisme-stabiliti mempunyai komponen hereditas yang kuat. Eysenck melaporkan beberapa penelitian yang menemukan bukti dasar genetic dari trait neurotic, seperti gangguan kecemasan, hysteria, dan obsesif-kompulsif. Orang yang skor neurotiknya tinggi sering mempunyai kecenderungan reaksi emosional yang berlebihan dan sulit kembali normal sesudah emosinya meningkat. Mereka sering mengeluh dengan simpton fisik, seperti sakit kepala, sakit pinggang, dan permasalah psikologi yang kabur seperti khawatir dan cemas.
Konsep Eysenck mengenai ekstraversi mempunyai sembilan sifat dan introversi adalah kebalikan dari trait ekstraversi, yakni: tidak sosial, pendiam, pasif, ragu, banyak fikiran, sedih, penurut, pesimis, penakut.
Eysenck yakin bahwa penyebab utama perbedaan antara ekstraversi dan introversi adalah tingkat keterangsangan korteks (CAL = Cortical Arausal Level), kondisi fisiologis yang sebagian besar bersifat keturunan. CAL adalah gambaran bagaimana korteks mereaksi stimulasi indrawi. CAL tingkat rendah artinya korteks tidak peka, reaksinya lemah. Sebaliknya CAL tinggi, korteks mudah terangsang untuk bereaksi. Orang yang ekstraversion CAL-nya rendah, sehingga dia banyak membutuhkan rangsangan indrawi untuk mengaktifkan korteksnya. Sebaliknya introvers CAL-nya tinggi, dia hanya membutuhkan rangsangan sedikit untuk mengaktifkan korteksnya. Sehingga orang yang introvers menarik diri, menghindar dari riuh-rendah situasi disekelilingnya yang dapat membuatnya kelebihan rangsangan.
#Ekstraversi
#Ekstraversi
Dasar biologis dari neurotisisme adalah kepekaan reaksi sistem syaraf otonom (ANS=Automatic Nervous Reactivity). Orang yang kepekaan ANS-nya tinggi, pada kondisi lingkungan wajar sekalipun sudah merespon secara emosional sehingga mudah mengembangkan gangguan neurotik.
Subjek
A
B
C
D
Dimensi

Ekstravers-Stabilitas
Ekstraver-Neurotik

Introver-Stabilita
Introver-Neurotik
CAL
ANS
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Rendah
Rendah
Tinggi
Rendah
Rendah
Simpton
Gangguan psikis tingkat pertama
Normal introvers
Normal ekstravers
Gangguan psikis tingkat kedua
Seperti ekstraversion dan neuroticism, psychoticism mempunyai unsur genetik yang besar. Secara keseluruhan tiga dimensi kepribadian itu 75% bersifat herediter, dan hanya 25% yang menjadi fungsi lingkungan. Dan pria memilki skor yang leboh besar dibanding wanita dalam dimensi psikotisme karena hormon progesteron pria lebih besar daripada wanita.
Orang yang skor psikotisisme-nya tinggi memiliki trait agresif, dingin, egosentrik, tak pribadi, impulsif, antisosial, tak empatik, keatif, keras hati. Sebaliknya orang yang skor psikotisismenya rendah memiliki trait merawat/baik hati, hangat, penuh perhatian, akrab, tenang, sangat sosial,empatik, kooperatif, dan sabar.
Fitur Eysenck
adalah pandangannya yang berhubungan dengan Hipocrates dan Gallen yang mengetengahkan empat tipe kepribadian dasar : Melankonis, Plegmatis, Koleris, dan Sanguis.


Tinggi N dan Rendah E = tipe melankolis

Tinggi N dan Tinggi E = tipe koleris

Rendah N dan Tinggi E = tipe sanguinis

Rendah N dan Rendah E = tipe plegmatis
Teori kepribadian Eysenck menekankan peran herediter sebagai faktor penentu dalam perolehan trait ekstraversi, neurotisme, dan psikotisisme (juga kecerdasan). Sebagian didasarkan pada bukti hubungan korelasional antara aspek-aspek biologis, seperti CAL dan ANS dengan dimensi-dimensi kepribadian.

Namun Eysenck juga berpendapat, bahwa semua tingkahlaku yang tampak-tingkahlaku pada hirarki kebiasaan dan respon spesifik-semuanya (termasuk tingkahlaku neurosis) dipelajari dari lingkungan. Eysenck berpendapat inti fenomena neurotis adalah reaksi takut yang dipelajari (terkondisikan). Hal itu terjadi manakala satu atau dua stimulus netral diikuti dengan perasaan sakit/nyeri fisik maupun psikologis. Kalau traumanya sangat keras, dan mengenal seseorang yang faktor hereditasnya rentan menjadi neurosis, maka bisa jadi cukup satu peristiwa traumatis untuk membuat orang itu mengembangan reaksi kecemasan dengan kekuatan yang besar dan sukar berubah (diatesis stress model). Sekali kondisioning ketakutan atau kecemasan terjadi, pemicunya akan berkembang bukan hanya terbatas kepada objek atau peristiwa asli, tetapi ketakutan/kecemasan itu juga dipicu oleh stimulus lain yang mirip dengan stimulus asli atau stimulus yang dianggap berkaitan dengan stimulus asli.

Perkembangan Kepribadian
Pandangan Teori eysenck ttg kepribadian sehat
Eyenck memperkenalkan konsep ekstroversi (introversi-ekstraversi) dan neurotisme (neurotik-stabil) sebagai dua dimensi dasar kepribadian. Dia percaya bahwa karakteristik kepribadian dapat diuraikan berdasarkan dua dimensi tersebut, yang disebutnya dengan “Supertraits”. Tiga dimensi kepribadian Eysenck adalah Ekstraversi (E), Neurotisme (N), dan Psikotik (P).
Kes
Ke
Kesimpulan
Kesimpulan
NEUROTISME
P S I K O T ISM
Hans

Eysenck

Seperti ekstraversion dan neuroticism, psychoticism mempunyai unsur genetik yang besar. Secara keseluruhan tiga dimensi kepribadian itu 75% bersifat herediter, dan hanya 25% yang menjadi fungsi lingkungan. Seperti pada neurotisisme, psikotisisme juga mengikuti model stres-diatesis (diathesis-stress model). Orang yang variabel psikotismenya tinggi tidak harus psikotik, tetapi mereka mempunyai predisposisi untuk mengidap stress dan mengembangkan gangguan psikotik. Pada masa orang hanya mengalami stress yang rendah, skor P yang tinggi mungkin masih bisa berfungsi normal, tetapi ketika mengalami stress yang berat, orang menjadi psikotik yang ketika stress yang berat itu sudah lewat fungsi normal kepribadian sulit untuk diraih kembali. Jadi kepribadian yang baik apabila seseorang memiliki skor psychoticism yang rendah.
T
E
O
R
I
Full transcript