Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

EVALUASI PEMUNGUTAN CUKAI HASIL TEMBAKAU DI KANTOR WILAYAH D

No description
by

Ollyvia Andarika

on 11 August 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of EVALUASI PEMUNGUTAN CUKAI HASIL TEMBAKAU DI KANTOR WILAYAH D

EVALUASI PEMUNGUTAN CUKAI HASIL TEMBAKAU
DI KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI JAWA TIMUR II

Latar Belakang
Pungutan Cukai di Indonesia terdapat 3 jenis (HT, EA, MMEA)


Penerimaan cukai Kanwil DJBC di dominasi oleh sektor CHT


Metode yang digunakan untuk evaluasi implementasi adalah metode Van Meter Van Horn


Kanwil DJBC melakukan evaluasi implementasi atas pemungutan CHT


“EVALUASI PEMUNGUTAN CUKAI HASIL TEMBAKAU DI KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI JAWA TIMUR II”
PENGERTIAN CUKAI
Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu.
PEMBAHASAN
CHT berkontribusi paling besar terhadap penerimaan cukai secara keseluruhan.
Tarif cukai di Indonesia mengalami kenaikan di setiap perubahannya.
Dari 6 model teori dari Van Meter dan Van Horn, Kanwil DJBC Jawa Timur II cukup melaksanakan tugasnya dengan benar.
Dalam hambatan dan upaya pemungutan CHT, Kanwil DJBC selalu tanggap dalam melakukan strategi dan bertindak tegas untuk memaksimalkan pemungutan cukai.
IDENTIFIKASI MASALAH
Bagaimana evaluasi implementasi pemungutan cukai hasil tembakau ditinjau dari teori Van Meter dan Van Horn?
Bagaimana hambatan serta upaya dalam mengatasi pelaksanaan pemungutan cukai hasil tembakau tersebut?
TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui dan menganalisis implementasi pemungutan cukai hasil tembakau yang ditinjau dari teori Van Meter dan Van Horn.
Mengetahui dan mengevaluasi pungutan CHT serta kendala-kendala dan upaya apa saja yang dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur II.
PENGERTIAN CUKAI HASIL TEMBAKAU

UU Cukai mendefinisikan bahwa hasil tembakau, yang meliputi sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau lainnya, dengan tidak mengindahkan bahan yang digunakan atau bahan pengganti atau bahan pembantu dalam pembuatannya.


METODE VAN METER VAN HORN
Metode Van Meter Van Horn terdiri dari 6 model antara lain :
Ukuran dan Tujuan Kebijakan
Sumber Daya
Karakteristik Organisasi Pelaksana
Sikap para Pelaksana
Komunikasi antar Organisasi Terkait dan Kegiatan-Kegiatan Pelaksana
Lingkungan Ekonomi, Sosial, dan Budaya
IMPLEMENTASI PEMUNGUTAN CUKAI HASIL TEMBAKAU DI KANWIL DJBC JAWA TIMUR II
Batasan Jumlah Produksi Pabrik
Evaluasi Pemungutan CHT berdasarkan Model Van Meter dan Van Horn
Batasan Harga Jual Eceran Per Batang Dalam Negeri
Batasan Harga Jual Eceran Per Batang Impor
Hambatan dalam Pelaksanaan Pemungutan Cukai Hasil Tembakau di Kanwil DJBC Jawa Timur II
Faktor Internal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan pemungutan CHT adalah Tarif dan Sistem.
Faktor Eksternal penghambat bagi para pelaksana pemungutan CHT adalah perusahaan rokok yang melakukan pelanggaran
Upaya dalam Mengatasi Hambatan Pemungutan CHT di Kanwil DJBC Jawa Timur II
Faktor Internal : - Pengkajian Ulang atas Kenaikan Tarif CHT.
- Memperbaiki Sistem dan Jaringan.

Faktor Eksternal : - Tidak Memberikan Ijin Pendirian Perusahaan Rokok
Apabila Tidak Memenuhi Persyaratan tentang
Minimal Luas Tanah Pelanggaran
- Memberikan Sanksi yang Lebih Berat dari Sanksi
Sebelumnya

KESIMPULAN
Saran
Sebaiknya menambah SDM di Seksi Intelijen dan Penindakan untuk melakukan pengawasan.
Meningkatkan mutu pelayanan dan pengawasan, dengan memperbarui sistem online.
Sebaiknya menindak lebih maksimal oknum-oknum yang sengaja mengedarkan atau menjual rokok ilegal.
Mengedukasi masyarakat untuk tidak mengkonsumsi rokok ilegal.
Selalu melakukan kampanye akan bahayanya rokok.
Perubahan Sistem Tarif CHT di Indonesia
Full transcript