Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

masa kependudukan jepang

No description
by

nafila zahra

on 26 February 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of masa kependudukan jepang

Tirani Matahari Terbit
Singaparna
Aceh
Perang Melawan Tirani Jepang
Menganalisis Pengerahan dan Penindasan Versus Perlawanan
Kekejaman Jepang
Kebijakan lainnya, diantaranya:
Padi berada langsung dibawah pengawasan pemerintah Jepang. Hanya Jepang yang berhak Mengatur produksi, penyaluran, dan penetapan harganya. Dalam hal ini dibentuk Shokuryo Konri Zimusyo (Kantor Pengelolaan Pangan)
Penggiling dan pedagang padi tidak boleh beroperasi sendiri, harus diatur oleh kantor pengelolaan pangan.
Para petani harus menjual hasil produksi padinya kepada pemerintah dengan kuota dan harga yang telah ditentukan. Dari keseluruhan produksi, petani berhak 40%, lalu 30% bagian lainnya disetor kepada pemerintah melalui penggilingan yang telah ditunjuk, dan sisa 30%nya untuk persiapan bibt dengan disetor ke lumbung desa.
Pengendalian di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
Pembatasan kegiatan pendidikan dan penutupan sekolah yang dilakukan oleh pemerintah Jepang membuat kemunduran bagi pendidikan Indonesia. Jumlah murid sekolah dasar merosot 30% dan jumlah siswa sekolah lanjutan merosot 90%. Bahkan perguruan tinggi pun terhenti. Kurikulum dibatasi dan bahasa Jepang dijadikan pelajaran wajib disekolah. Penderita buta huruf semakin meningkat.

Para pelajar banyak dituntut untuk menghormati kebudayaan Jepang seperti menyanyikan lagu
kimigayo
, menghormati bendera
hinomaru
, dan melakukan gerak badan
taiso & seikerei
Ekonomi Perang
Pengerahan Romusha
Romusha merupakan kerja paksa yang dilakukan Jepang terhadap rakyat Indonesia tanpa digaji sepeserpun. Rakyat yang dipilih dalam romusha umumnya adalah rakyat yang bertenaga dan pekerja serabutan. Untuk menutupi kekejaman romusha, Jepang menyebut para pekerjanya dengan sebutan "prajurit ekonomi" atau "pahlawan kerja". Tak jarang banyak pekerja yang sakit hingga mati di tempat kerja.

Banyak para gadis dari desa-desa yang dijadikan wanita penghibur (
juku nianfu
) bag para tentara Jepang. Para gelandangan yang tumbuh subur, serta pasar gelap yang merajalela. Penyakit bertebaran. Pakaian dan obat-obatan sulit didapatkan. Begitulah kondisi rakyat Indonesia atas kebijakan yang diterapkan Jepang tersebut.
Kalimantan
Blitar
Pemberontakan PETA yang dipimpin oleh Supriyadi pada 29 Februari 1945 berlangsung menegangkan. Semangat dan keuletan pasukan bumiputera melawan jebakan-jebakan licik Jepang. Meskipun pada akhirnya perlawanan tersebut dapat dipadamkan dan para tokoh pemberontakan dihukum mati.
Indramayu
Irian
KELOMPOK 3
Ahfasy K
Christoporus A
Ester N
Nafila Zahra
Rety S
Rizky Putra

Jepang membuat kebijakan
self help
, yaitu kebijakan dimana hasil perekonomian Indonesia dijadikan modal untuk mencukupi kebutuhan pemerintah Jepang yang sedang berkuasa di Indonesia. Adapun kebijakan lainnya, yaitu:
Perlawanan yang terjadi di Cot Plieng oleh rakyat Aceh terhadap kebijakan Jepang yang semena-mena dipimpin oleh Abdul Jalil. Hal yang semakin menyulut kemarahan di Cot Plieng adalah dimana santri-santri mereka ditembaki pada saat melaksanakan shalat subuh dan tentara jepang juga membakar habis masjd masjid.
Perlawanan rakyat Singaparna yang dipimpin oleh Zainal Mustafa karena banyaknya kebijakan yang tidak sesuai Islam. Zainal Mustafa menentang keras seikerei.
Pada Februari 1944 perang dimulai, dan pada Oktober 1944 pasukan Zainal Mustafa kalah.
Perlawanan dengan semboyan "lebih baik mati melawan Jepang daripada mati kelaparan" terjadi di distrik Karangampel pada April 1944. Para rakyat Indramayu rela mati walaupun harus melawan peralatan lengkap Jepang.
Penindasan yang berat menyebabkan Pang Suma, seorang kepala suku Dayak turut melakukan perlawanan terhadap Jepang dengan taktik gerilya. Akan tetapi karena banyaknya mata mata, bahkan orang Indonesia sendiri menyebabkan kegagalan dalam perang ini.
Banyaknya penganiyayaan membuat gerakan perlawanan Papua di Biak yang disebut "Gerakan Koreri" yang dipimpin oleh L. Rumkorem maju. Jepang sukses dipukul mundur dari Pulau Biak.
Di Yapen Selatan hal terjadi serupa dibawah pimpinan Silas Papare.
Pengerahan pekerja untuk ekonomi perang Jepang
Banyaknya sekolah yang ditutup dan anak anak usia sekolah yang harus masuk militer menyebabkan banyak anak meninggalkan bangku sekolah.
Supriyadi
Kelompok 6: Riesca M. Sandriaty, M. Farid, Stefany Kompas, Nur Fitriyanih, NIdya Dwi, Alvinsyah G
Full transcript