Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PROPOSAL SKRIPSI

No description
by

robin akhmad

on 6 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PROPOSAL SKRIPSI

Latar Belakang Masalah
Latar Belakang Masalah
Latar Belakang Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian :
Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Intensitas Sosialisasi Terhadap Tingkat Keberhasilan Implementasi Pada Program BPJS di Kota Surabaya.
Manfaat Penelitian :
Manfaat Penelitian Secara Teoritis :
Untuk pengembangan ilmu pengetahuan tentang apakah ada Hubungan Intensitas Sosialisasi Terhadap Tingkat Keberhasilan Implementasi Pada Program BPJS di Kota Surabaya.
Sebagai rujukan penelitian lebih lanjut.
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.
Berdasarkan No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
Banyaknya kasus tentang kesehatan yang ada di Indonesia
Banyaknya Masyakarat kota Surabaya yang masih awam terhadap program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Dapat dilihat dari data Komisi Pelayanan Publik (KPP) Jawa Timur, per tanggal 2 - 15 Januari 2014 banyaknya Jumlah laporan keluhan terhadap minimnya sosialisasi program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Berdasarkan data dari Bappenas, program jaminan sosial nasional ini termasuk dalam matriks prioritas nasional, yang mana termasuk dalam kategori program koordinasi pengembangan kebijakan kesejahteraan rakyat.
Apakah ada hubungan antara Intensitas Sosialisasi Terhadap Tingkat Keberhasilan Implementasi Pada Program (BPJS) Kesehatan di Kota Surabaya.
Hubungan Intensitas Sosialisasi Terhadap Tingkat Keberhasilan Implementasi Pada Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kota Surabaya
PROPOSAL SKRIPSI
Nama : Akhmad Bagus Muqorrobin
NIM : 071111018

Pembangunan dilakukan oleh Negara dalam berbagai aspek, termasuk aspek kesehatan
Berdasarkan fungsi Negara menurut Miriam Budiarjo yakni mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya
Upaya nyata yang dilakukan yakni dengan mengimplementasikan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian Secara Praktis.
Menjadi acuan bagi Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk mengetahui Hub. Menjadi acuan bagi pelaksana teknis dari Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk mengetahui Hubungan Intensitas Sosialisasi Terhadap Tingkat Keberhasilan Implementasi Pada Program BPJS di Kota Surabaya.bungan Intensitas Sosialisasi Terhadap Tingkat Keberhasilan Implementasi Pada Program BPJS di Kota Surabaya.


KERANGKA KONSEPTUAL
KONSEP INTENSITAS
INDIKATOR INSTENSITAS
. Motivasi
Pengertian dasar motivasi adalah keadaan internal organisme (baik manusia maupun hewan) yang mendorongnya untiuk melakukan sesuatu. Disini motivasi berarti pemasok daya untuk berbuat atau bertingkah laku secara terarah. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah keadaan yang berasal dari dalam diri individu yang dapat melakukan tindakan, termasuk didalamnyan adalah perasaan menyukai materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang mendorong untuk melakukan tindakan karena adanya rangsangan dari luar individu, pujian dan hadiah atau peraturan, suri tauladan orang tua, dan seterusnya.
b. Durasi kegiatan
Durasi kegiatan yaitu berapa lamanya kemampuan penggunaan untuk melakukan kegiatan. Dari indikator ini dapat dipahami bahwa motivasi akan terlihat dari kemampuan seseorang menggunakan waktunya untuk melakukan kegiatan.
c. Frekuensi kegiatan
Frekuensi dapat diartikan dengan kekerapan atau kejarangan kerapnya, frekuensi yang dimaksud adalah seringnya kegiatan itu dilaksanakan dalam periode waktu tertentu.

Intensitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) adalah tingkatan atau ukuran intensnya suatu kegiatan atau aktivitas, sehingga intensitas merupakan tingkat kedalaman dalam pelaksanaan suatu kegiatan.
Sedangkan menurut Nurkholif Hazim (2005: 191), bahwa: “Intensitas adalah kebulatan tenaga yang dikerahkan untuk suatu usaha”. Jadi intensitas secara sederhana dapat dirumuskan sebagai usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan penuh semangat untuk mencapai tujuan. Perkataan intensitas sangat erat kaitannya dengan motivasi, antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Intensitas merupakan realitas dari motivasi dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan yaitu peningkatan prestasi, sebab seseorang melakukan usaha dengan penuh semangat karena adanya motivasi sebagai pendorong pencapaian prestasi
d. Presentasi
Presentasi yang dimaksud adalah gairah, keinginan atau harapan yang keras yaitu maksud, rencana, cita-cita atau sasaran, target yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan.
e. Arah sikap
Sikap sebagai suatu kesiapan pada diri seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal yang bersifat positif ataupun negatif. Dalam bentuknya yang negativ akan terdapat kecendrungan untuk menjauhi, menghindari, membenci, bahkan tidak menyukai objek tertentu. Sedangkan dalam bentuknya yang positif kecendrungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, dan mengharapkan objek tertentu.
f. Minat
Minat timbul apabila individu tertarik pada sesuatu karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasakan bahwa sesuatu yang akan digeluti memiliki makna bagi dirinya. Minat ini erat kaitannya dengan kepribadian dan selalu mengandung unsur afektif, kognitif, dan kemauan. Ini memberikan pengertian bahwa individu tertarik dan kecendrungan pada suatu objek secara terus menerus, hingga pengalaman psikisnya lainnya terabaikan.
KONSEP SOSIALISASI
Menurut Hurlock (1998), sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang memperoleh kemampuan sosial untuk dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Sosialisasi merupakan proses dimana seseorang memperoleh pengetahuan, kemampuan dan dasar yang membuat mereka mampu atau tidak mampu menjadi anggota dari suatu kelompok. Pengertian ini memandang sosialisasi sebagai suatu proses belajar dimana individu belajar dan mendapatkan nilai dari kelompok-kelompok yang dimasukinya. Sosialisasi juga dapat diartikan sebagai keseluruhan proses dimana individu mengembangkan, melalui proses transaksi dengan orang lain, bentuk-bentuk khusus dari perilaku dan pengalaman yang berhubungan dengan sosialnya. Pengertian ini menekankan pada hubungan dengan orang lain dalam pembentukan sosialisasi bukan hanya pada proses perkembangan saja. Sosialisasi merupakan suatu proses dari perkembangan individu yaitu disposisi perilaku dan hubungan dengan orang lain, bukan hanya keluarga tetapi juga semua orang yang bertransaksi dengan orang tersebut.
JENIS SOSIALISASI
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua : sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total.
TAHAP SOSIALISASI
Pengembangan diri manusia berlangsung melalui tahap-tahap sebagai berikut:
Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap Meniru (Play Stage)
Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalizing Stage)
TIPE SOSIALISASI
• Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
• Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.

AGEN SOSIALISASI
Keluarga
Teman Pergaulan
Media Massa
Lembaga pendidikan formal
KONSEP IMPLEMENTASI
Menurut Lester dan Stewart (2004:104) implementasi kebijakan dipandang dalam pengertian yang luas, merupakan tahapan dari proses kebijakan segera setelah penetapan undang-undang. Implementasi dipandang secara luas mempunyai makna pelaksanaan undang-undang dimana berbagai aktor, organisasi, prosedur, dan teknik bekerja bersama-sama untuk menjalankan kebijakan dalam upaya untuk meraih tujuan-tujuan kebijakan atau program-program.
Tahap implementasi kebijakan tidak akan dimulai sebelum tujuan dan sasaran ditetapkan terlebih dahulu yang dilakukan oleh formulasi kebijakan. Dengan demikian, tahap implementasi kebijakan terjadi hanya setelah undang-undang ditetapkan dan dana disediakan untuk membiayai implementasi kebijakan tersebut. Implementasi kebijakan merupakan tahap yang bersifat praktis dan berbeda dengan formulasi kebijakan sebagai tahap yang bersifat teoritis.
MODEL IMPLEMENTASI
Dalam pelaksanaan pengimplementasian kebijakan terdapat model-model yang dapat dipilih untuk diterapkan yang sesuai dengan kondisi tempat kebijakan tersebut diterapkan. Model-model tersebut yakni :
Model Van Meter and Vand horn
Model Mazmanian and Sabatier
Model Hoogwood and Gun
Model Goggin, Bowman, and James
Model Grindle
Model Elmore, Lipsky, and Hjern & O’Porter
Model George Edward
Model Nakamura & Smallwood
Model Jaringan
DEFINISI KONSEP
Konsep adalah salah satu unsur penelitian yang berisi tentang suatu ide yang dijalin ke dalam satu acuan dengan menggunakan satu istilah. Hal tersebut lebih pada abstraksi dari suatu fakta ataupun fenomena yang menjadi perhatian dalam penelitian. Meskipun fenomena yang dijumpai sama tetapi setiap orang akan berbeda dalam mengkonsepsikannya. Hal tersebut tergantung pada banyak faktor yang menyebabkannya. Menurut peneliti, konsep yang perlu didefinisikan antara lain:
Konsep Intensitas
Intensitas adalah keadaan tingkatan atau ukuran intensnya suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan penuh semangat untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Konsep Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses di mana kita belajar melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir, merasakan, dan bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif.
Konsep Implementasi
Implementasi adalah merupakan suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi dilakukan setelah perencanaaan sudah dianggap matang dan siap untuk diterapkan.

METODOLOGI PENELITIAN
Tipe penelitian ini adalah eksplanatif, yang bertujuan menjelaskan suatu fenomena sosial. Tipe penelitian eksplanatif dinilai tepat untuk permasalahan penelitian yang dipilih dalam penelitian ini karena peneliti memiliki cukup pengetahuan tentang permasalahan dan sudah ada studi terdahulu.
TIPE PENELITIAN
METODE PENELITIAN
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam artian metode penelitian merupakan seperangkat petunjuk atau pedoman yang menjadi strategi untuk menjawab suatu permasalahan ilmiah dengan tujuan memperoleh suatu pengetahuan yang berkebenaran ilmiah. Maka dari itu pada tahap ini, akan dikaji bagaimana masalah penelitian yang ada ditemukan jawabannya.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian survei atau kuantitatif. Dalam penelitian ini kuisioner berfungsi sebagai alat pengumpul data primer, namun tidak menutup kemungkinan terhadap informasi yang diperoleh diluar kuisioner (misalnya melalui data sekunder , atau hasil observasi) serta item-item pertanyaan dalam kuisioner penelitian ini sifatnya tertutup.
LOKASI PENELITIAN
Penelitian dilakukan di Kota Surabaya yang mana meliputi tempat dimana terjadinya permasalahan mengenai program BPJS di Surabaya dan juga di instansi-instansi yang terkait dalam kasus permasalahan implementasi program BPJS di Kota Surabaya. Alasan peneliti memilih lokasi penelitian di Surabaya karena Surabaya merupakan kota besar yang mana menjadi kota percontohan bagi kota yang lainnya, dimana Surabaya merupakan Kota dengan berbagai prestasi yang membanggakan, sehingga adanya permasalahan yang ada di Kota Surabaya sepantasnya untuk segera dicari penyelesaiannya dengan melalui berbagai macam cara, termasuk hasil penelitian ini diharapkan mampu untuk menjadi alternatif penyelesaian permasalahan ini.
POPULASI DAN TEKNIK PENGAMBILAN SAMPLING
Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan (Nazir, 2003: 271). Populasi dibedakan pula antara populasi sampling dan populasi sasaran (Singarimbun, 1989:152). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi sasaran adalah semua elemen warga Kota Surabaya.
Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proposional Sampling, prinsip terpenting dalam teknik ini adalah penggunaan perwakilan berimbang (Bungin, 2005:114). Dalam penelitian ini sampel diambil sebesar 40% dari total populasi warga Kota Surabaya

TEKNIK ANALISIS DATA
Analisa data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Dari data yang telah terkumpul melalui penyebaran kuesioner pada proses pengumpulan data, dilakukan proses pengolahan data kemudian dilakukan proses analisa data. Setelah data dianalisis, hasilnya kemudian diinterpretasikan untuk mencari makna yang lebih luas dari hasil penelitian.

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Regresi Linier Sederhana. Regresi linier sederhana digunakan untuk menentukan tingkat perubahan suatu variabel yang disebabkan oleh perubahan pada variabel lain. Setelah kita menentukan besarnya variabel tergantung, kita dapat meramal besarnya nilai dari pengamatan lain terhadap variabel tergantung cukup dengan mengetahui nilai variabel bebas.
Full transcript