Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Group 1

No description
by

Yonarisa Prahesti

on 17 February 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Group 1


MARKETING BATTLE REVIEW
Line

VS
KakaoTalk

Group 1
TIARA HARIN PADMANA 330586
HARISENAL SETIASTOMO 330590
YONARISA PRAHESTI 330668
DEWI KHARISMA PUTRI 330672
HABBY MAULANA EFFENDY 330679
The company profile
Kakao Talk dirilis pada 18 Maret 2010 oleh Kakao Corp, perusahaan asal Korea Selatan. Pada Juli 2011, Kakao Corp mendirikan cabang di Jepang yang dinamakan Kakao Japan. Kakao Talk pun menuai popularitas di Negara Sakura saat musibah gempa terjadi karena jaringan komunikasi rusak. Kakao Talk yang menawarkan komunikasi menggunakan layanan data pun menjadi banyak digunakan. Kakao Talk terus mengepakkan sayap bisnisnya di mancanegara, antara lain dengan menerjemahkan layanannya ke berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
Management
Profile
KakaoTalk
Product
Portfolio
KakaoTalk
Selain KakaoTalk, Kakao juga memiliki sejumlah produk berupa aplikasi yang juga dapat diunduh secara langsung di AppStore, PlayStore, maupun langsung dari website Kakao. Aplikasi tersebut antara lain KakaoPlace, KakaoGame, KakaoStory, KakaoAlbum, KakaoAccount, KakaoMusic, KakaoPage, KakaoLink, KakaoGroup, KakaoStyle, KakaoHome, dan KakaoAgit.
LINE
LINE memiliki family brand yang terdiri atas LINE Camera, LINE Brush, LINE PLAY, LINE BAND, LINE Card, LINE Tools, LINE Antivirus. Yang dimaksud dengan family brand adalah produk yang sama sama diciptakan oleh LINE Corporation dan memiliki nama LINE agar mempermudah untuk mengenali produk tersebut.
BUSINESS
PERFORMANCE
The marketing strategy of each
player
Segmentasi pasar merupakan proses membagi sebuah pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen, dimana pasar yang homogen tersebut memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, lingkup geografi, perilaku pembelian, maupun gaya hidup. Segmen pasar yang hendak diambil oleh LINE dapat dibagi menjadi 4 identifikasi, yaitu dari sisi geografis, demografis, psikografis, dan perilaku.
Dari sisi Geografis :
LINE mengincar Indonesia sebagai pasarnya karena Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna internet aktif yang tertinggi di dunia.
Dari sisi Demografis :
Indonesia memiliki jumlah penduduk dengan kriteria usia 15-22 tahun yang cukup mendominasi.
Dari sisi psikografis dan perilaku :
Dari rentang umur tersebut didapati bahwa mereka memiliki kecenderungan untuk mencoba hal baru dan mengikuti perkembangan hidup yang modern, hal ini seiringan dengan penggunaan iPhone dan smartphone berbasis Android yang meningkat sehingga pasar mulai meninggalkan penggunaan BlackBerry sehingga pasar mencari instant messaging baru (yang tidak berbayar) yang dapat menghubungkan pengguna iOS dan Android.
SEGMENTASI
Targeting merupakan sebuah proses memilih sasaran pasar yang tepat bagi produk. LINE memilih para pengguna iPhone dan smartphone berbasis Android yang mencari instant messaging baru (yang tidak berbayar) dan menawarkan fitur yang berbeda. Fitur tersebut merupakan stickers yang fungsinya lebih dari sekedar emotikon biasa.
TARGETING
Positioning merupakan citra yang ingin diposisikan kepada konsumen. LINE mengusung tagline ‘BRINGS YOU CLOSER’. Hal ini dimaksudkan bahwa dengan menggunakan LINE konsumen dapat melakukan pembicaraan dengan siapa saja, dimana saja, dan tidak melihat waktu.
POSITIONING
Produk dari LINE itu sendiri merupakan aplikasi instant messaging tidak berbayar. Namun, di dalam LINE itu sendiri menawarkan fitur sticker yang bisa didapatkan secara gratis dan juga ada yang berbayar. LINE identik dengan warna hijau. LINE memiliki karakter yang merepresentasikan yaitu Brown and Cony. LINE telah mengembangkan platformnya, tidak hanya berbasis iOS dan Android sekarang LINE juga dapat digunakan di PC baik untuk pengguna Windows maupun Mac.
PRODUCT
Aplikasi dari LINE itu sendiri gratis. Namun, jika ingin memiliki stiker beraneka ragam maka pengguna LINE harus membayar sebesar Rp19.000 per paket stiker. Awal mulanya pembelian sticker LINE hanya dapat menggunakan kartu kredit, hal ini tidak sesuai dengan segmen pasar LINE dimana mayoritas penggunanya tidak memiliki kartu kredit. Hal ini memunculkan fenomena baru yaitu berjualan stiker LINE. Para reseller stiker LINE ini mematok harga stiker sedikit lebih tinggi dari harga normal. Melihat hal ini, LINE bekerjasama dengan Telkomsel memunculkan inovasi baru yang memungkinkan pengguna LINE membeli stiker menggunakan pulsa Telkomsel. Harga yang ditawarkan pun menjadi lebih murah yaitu Rp18.700
PRICE
LINE dapat diunduh melalui AppStore bagi pengguna iOS , PlayStore bagi pengguna Android, dan juga dari websitenya www.line.en bagi pengguna PC.
PLACE
PROMOTION
Media yang digunakan LINE sebagai tempat beriklan merupakan televisi. LINE menciptakan iklan yang memperkenalkan karakter mereka yaitu Brown, Cony, James, dan Sally. Tak hanya itu, LINE juga menggandeng Agnes Monica dan Nidji sebagai brand ambassadornya. Hal ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada pasar bahwa pengguna LINE merupakan orang muda yang fun dan kreatif. Iklan LINE mengusung berbagai macam tema, mulai dari Ramadhan, mudik, Natal, Tahun Baru, Harlem Shake, biasanya pada tiap iklannya LINE memperlihatkan varian stiker baru yang dapat segera diunduh oleh para penggunanya.
KakaoTalk

Segmen pasar yang hendak dijadikan sasaran oleh KakaoTalk dapat dianalisis menjadi 4 bagian yaitu geografis, demografis, psikografis, dan perilaku.
Dari sisi geografis :
Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna internet aktif tertinggi di dunia.
Dari sisi demografis:
Indonesia memiliki cukup banyak penduduk yang dapat dikategorikan muda sehingga paham akan perkembangan teknologi dan dunia pop.
Dari sisi psikografis dan perilaku :
Kakao Talk hadir di Indonesia seiringan dengan merebaknya virus K-Pop. Hal ini memunculkan keinginan para penyuka K-Pop untuk memiliki segala sesuatu yang berhubungan dengan K-Pop.

SEGMENTASI
KakaoTalk memfokuskan bidikan pasarnya kepada para pecinta K-Pop, hal ini karena pecinta K-Pop memiliki basis fans yang banyak dan memiliki fanatisme tinggi.
TARGETING
POSITIONING
KakaoTalk mengusung tagline ‘Free Talk, KakaoTalk’, hal ini mengindikasikan bahwa untuk dapat melakukan komunikasi menggunakan KakaoTalk tidak harus membayar. Selain itu KakaoTalk juga mengusung artis Korea sebagai brand ambassadornya, sehingga image Koreanya semakin kental.
KakaoTalk merupakan instant messaging gratis, di dalamnya ditawarkan dua fitur yaitu Emoticon dan Theme. KakaoTalk identik dengan warna kuning. KakaoTalk tidak hanya bisa digunakan di platform iOS dan Android, namun juga sudah merambah ke PC dan dapat digunakan baik pengguna Windows dan MAC. KakaoTalk menawarkan berbagai macam layanan bagi penggunanya, antara lain :
a. Free call multimedia
Memungkinkan untuk berbagi foto antar pengguna KakaoTalk
b. Schedule and Vote
Digunakan untuk merencanakan suatu acara, menentukan tanggalnya, lalu anggota group chat dapat mem-vote apakah mereka setuju
c. Digital Items

Terdiri dari emoticon, animated emoticon, sehingga chatting dapat semakin berwarna
d. PlusFriend
Memungkinkan pengguna KakaoTalk untuk berteman dengan artis dan merek favorit mereka sehingga dapat mengakses info terbaru dan juga mendapatkan penawaran khusus. PlusFriend merupakan hal lain yang menjadi nilai tambah bagi KakaoTalk, PlusFriend menawarkan pengguna KakaoTalk untuk berteman dengan artis ternama ataupun dengan merek terkenal. Dengan berteman, pengguna KakaoTalk dapat mendapatkan info terbaru tentang artis dan merek favorit mereka. Ada juga penawaran yang sangat sayang untuk dilewatkan jika berteman dengan merek tertentu.
e. Free Group Chat
Memungkinkan pengguna KakaoTalk untuk melakukan percakapan dengan lebih dari dua orang
f. Free Group Call
Memungkinkan pengguna KakaoTalk untuk melakukan telepon dengan lebih dari dua orang). Free group call merupakan salah satu yang ditonjolkan oleh KakaoTalk, hal ini dikarenakan belum ada instant messaging lain yang menawarkan hal ini.

PRODUCT
PRICE
Aplikasi dari KakaoTalk sendiri gratis, namun jika kita ingin membeli Emoticon atau Theme dapat dilakukan di Item Store. Harga yang ditawarkan untuk satu paket Emoticon adalah $1.99 .
PLACE
KakaoTalk dapat diunduh secara gratis melalui AppStore bagi pengguna iOS, PlayStore bagi pengguna Android, dapat juga mengunduh langsung dari websitenya yaitu www.kakao.com bagi pengguna PC.
PROMOTION
Media iklan yang digunakan oleh KakaoTalk merupakan televisi. Dalam iklannya, KakaoTalk menggandeng artis Korea BigBang. Hal ini bertujuan untuk mengambil pasar Indonesia yang sedang digilai dengan K-Pop. Selain itu dalam iklannya yang terakhir, KakaoTalk menonjolkan PlusFriend nya yang menawarkan berbagai keuntungan diskon untuk pembelian beberapa macam merek.
The Consumer Behavior Profile
wHO ARE THEY?
Para pengguna LINE dan KakaoTalk merupakan manusia yang aktif menggunakan internet sebagai alat komunikasinya. Lebih spesifiknya lagi, pengguna LINE merupakan konsumen yang menginginkan kreativitas dan kebebasan dalam chatting sehingga mereka menggunakan sticker yang beraneka ragam untuk mengeskpresikannya. Sedangkan pengguna KakaoTalk merupakan konsumen yang tergila-gila dengan K-Pop atau orang yang mengejar tawaran yang diberikan oleh PlusFriend.
WHY DO THEY BUY?
Pada dasarnya, mereka menggunakan LINE dan KakaoTalk untuk dapat melakukan chatting antar platform smartphone. Hal ini dikarenakan LINE dan KakaoTalk dapat digunakan di BlackBerry, iOS, Android, dan juga PC. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terdapat perbedaan menonjol yang menjadikan faktor pendorong konsumen menggunakan LINE atau KakaoTalk. Pada LINE faktor pendorongnya adalah kebutuhan untuk dapat chatting secara berwarna, hal ini dapat dipenuhi dengan mengunduh sticker LINE yang sangat beragam dan mudah dibeli. Faktor pendorong pengguna KakaoTalk ada dua yaitu dikarenakan penyuka K-Pop (KakaoTalk mengasosiasikan produknya sebagai produk Korea dan terinfluence Korean Wave) atau mengejar hot deals yang ditawarkan oleh PlusFriend.
WHAT DO THEY BUY?
Pada LINE yang dapat dibeli merupakan beragam varian stiker yang ditawarkan di Sticker Shop. Sedangkan pada KakaoTalk yang dapat dibeli adalah Emoticon dan Theme. Namun pembelian yang sebenarnya cenderung terjadi pada LINE, hal ini dikarenakan pembelian di LINE cenderung lebih mudah dan juga sticker ditawarkan dengan mata uang Rupiah
Pembelian sticker di LINE dapat dilakukan kapan saja, namun kecenderungan untuk membeli sticker ketika sedang ada promo pembelian sticker gratis atau ketika ada sticker baru yang ditawarkan. LINE biasanya menawarkan sticker baru jika sedang ada moment khusus yang sedang berlangsung, contohnya ketika bulan Ramadhan, Natal, Tahun Baru dan Valentine. Pembelian emoticon di KakaoTalk pun serupa dengan LINE, biasanya terjadi ketika KakaoTalk sedang menawarkan emoticon baru, terutama jika emoticon tersebut bekerjasama dengan artis ternama.
WHEN DO THEY BUY?
Untuk pembelian aplikasi dari LINE dan KakaoTalk sendiri dapat dilakukan melalui AppStore bagi pengguna iOS, PlayStore bagi pengguna Android, langsung dari website masing-masing bagi pengguna PC. Pembelian sticker LINE dapat dilakukan secara langsung melalui Sticker Shop (menu pilihan yang terdapat di dalam LINE), sedangkan untuk pembelian emoticon dan theme KakaoTalk dapat dilakukan melalui Item Store (menu pilihan yang terdapat di dalam KakaoTalk). Terdapat fenomena baru yang terjadi pada pembelian sticker LINE, karena pada awalnya tidak semua dapat membeli sticker LINE (karena tidak semua pengguna memiliki kartu kredit) muncul lah berbagai penjual yang menawarkan sticker LINE. Maka dari itu, selain dapat membeli langsung di Sticker Shop, pengguna LINE dapat membelinya melalui reseller sticker LINE.
WHERE DO THEY BUY?
HOW DO THEY BUY?
Marketing Attack
Report
Berdasarkan hasil wawancara yang kami lakukan, disimpulkan bahwa pengguna Line lebih banyak karena Line lebih awal memasuki pasar Indonesia sehingga LINE lebih dikenal di Indonesia.
Namun jika dilihat dari segi iklan, KakaoTalk lebih menarik menurut pendapat mereka, akan tetapi karena pengguna Line lebih banyak daripada KakaoTalk, maka Line lebih sering digunakan daripada KakaoTalk.

1. Customers

Reseller yang kami wawancarai adalah MowMowShop. Dari proses wawancara tersebut, alasan awal mengapa penjual menjual sticker karena banyak teman yang menanyakan bagaimana sticker tersebut diperoleh, akhirnya dengan melihat kesempatan itu, penjual memulai bisnis dengan menjual sticker LINE.
Kemudian seiring berjalannya waktu, penjual juga menjual sticker KakaoTalk. Namun, peminatnya tidak sebanyak sticker Line.
Omset penjualan per hari rata-rata 8-150 set sticker. Omset tersebut jauh dibawah omset penjualan ketika kurs rupiah masih di angka 10 ribuan yang mencapai hingga 300 set/hari.
Penjual mengetahui bahwa LINE dan KakaoTalk melakukan persaingan yang gencar di pasar Indonesia apabila dilihat dari iklannya. Namun, menurut pendapat pribadi penjual, penjual cenderung memilih menggunakan LINE.

2. Reseller
HISTORY
Line adalah aplikasi instant messaging yang dibuat oleh perusahaan NHN Corporation asal Korea Selatan. Line diluncurkan pada 23 Juni 2011 oleh NHN cabang Jepang setelah terjadinya gempa bumi di Jepang. NHN Jepang menyadari kerusakan besar di sistem komunikasi dan menemukan bahwa layanan data akan bekerja lebih efisien. Maka mereka memutuskan membuat aplikasi yang bisa diakses melalui smartphone, tablet dan desktop untuk melakukan instant messaging secara gratis.
Asal nama Line terinspirasi dari antrean banyak orang di telepon publik setelah gempa terjadi di jepang. Line awalnya didesain untuk Android dan iOS, kemudian berekspansi ke Windows Phone dan komputer desktop. Versi untuk BlackBerry dirilis pada Oktober 2012 dan untuk Nokia Asha pada akhir Maret 2013.


KakaoTalk merupakan produk yang dikembangkan oleh Kakao Corporation, Kakao Corporation berdiri pada tahun 2006 dan merilis KakaoTalk pada 18 Maret 2010. Kakao Corporation merupakan suatu perusahaan yang berkomitmen dalam memenuhi kebutuhan komunikasi dunia. Kakao Corporation memiliki kantor pusat yang terletak di Korea Selatan. CEO dari Kakao Talk adalah JB Lee, sedangkan Sirgoo Lee merupakan Co-CEOs dari Kakao Corporation
LINE
LINE Corporation didirkan pada 4 September 2000. LINE Corporation pada awalnya bernama Hangame Japan Corporation, lalu pada tanggal 28 Agustus 2003 merubah nama dagangnya menjadi NHN Japan Corporation. Lalu pada 1 April 2013 kembali merubah namanya menjadi LINE Corporation. LINE Corporation berkantor pusat di Shibuya Office, Tokyo. Menurut websitenya, kini LINE Corporation mempekerjakan sebanyak 673 karyawan terhitung sejak 10 October 2013. CEO dari LINE Corporation adalah Morikawa Akira. LINE Corporation memiliki empat anak perusahaan yaitu LINE PLUS Corporation, LINE Business Corporation, LINE Fukuoka Corporation, dan DataHotel.


Business performance management membantu sebuah perusahaan dalam menyusun rencana atau strategi perusahaannya. Business performance management digunakan sebagai alat untuk memonitor performa dari rencana-rencana yang telah disusun. Selain itu, business performance juga digunakan untuk menganalisis perbedaan antara hasil aktual yang diperoleh perusahaan dengan strategi awal. Indonesia merupakan pasar terbesar kedua bagi Kakao Corporation setelah Korea. KakaoTalk mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari segi pengguna sebesar 15 juta di Indonesia.
Pada tahun 2013 KakaoTalk meraup keuntungan sebesar US $200juta, keuntungan ini lima kali lipat lebih besar dibandingkan keuntungan tahun lalu yang hanya sebesar US $42juta. Pada awal tahun ini KakaoTalk mendapatkan penghargaan sebagai aplikasi mobile yang paling inovatif menurut Global Mobile Award. KakaoTalk menempati urutan ke 51 di AppStore Indonesia sebagai aplikasi tidak berbayar yang paling sering diunduh. Sedangkan LINE menempati posisi ke 3 di AppStore sebagai aplikasi tidak berbayar yang paling sering diunduh. Perbedaan ranking ini berdampak pada jumlah pengguna LINE di Indonesia yang jumlahnya mencapai 20juta pengguna. Total pengguna LINE diseluruh dunia mencapai 300juta. Pengguna LINE di Indonesia merupakan pasar ketiga terbesar setelah Jepang dan Thailand. Selama bulan Juli-September 2013, pendapatan LINE naik sebesar 48% dari kuartal sebelumnya yaitu sebesar US $194juta.
F. Marketing Insight

Dari battle ini kita dapat mempelajari bagaimana cara mengambil pasar yang memiliki banyak kompetitor dengan cara memposisikan produk sespesifik mungkin untuk tiap segmen pasar yang memungkinkan untuk dikuasai. Persaingan ini memicu keduanya untuk selalu menawarkan inovasi terbaru kepada penggunanya.
Hal lain yang bisa dipelajari dari battle ini adalah pentingnya menguasai pasar terlebih dahulu.
Dalam proses memutuskan untuk mengunduh dan menggunakan LINE atau KakaoTalk, konsumen tidak lepas dari berbagai tahap yang harus dilalui. Para calon pengguna LINE atau KakaoTalk menyadari bahwa mereka membutuhkan instant messaging yang dapat menghubungkan berbagai platform smartphone dan juga PC.
Setelah menyadari akan kebutuhan tersebut, calon konsumen akan mencari informasi semaksimal mungkin tentang LINE atau KakaoTalk, hal ini dapat dilakukan melalui AppStore, PlayStore, dan website resmi. Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan maka calon konsumen akan mempertimbangkan aplikasi mana yang lebih sesuai dengan kebutuhannya. Pengguna LINE memiliki kecenderungan memahami dirinya sebagai orang yang menginginkan chatting secara bewarna. Sedangkan pengguna KakaoTalk memahami bahwa mereka membutuhkan layanan semacam free group call yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.


Setelah itu konsumen akan melakukan keputusan untuk mengunduh aplikasi tersebut. Setelah mengunduh dan merasakan kegunaan aplikasi tersebut, konsumen akan memahami apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan aplikasi. Ketika kekurangan layanan tersebut berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan konsumen, maka konsumen memiliki kecenderungan untuk mengunduh aplikasi lain untuk memenuhinya. Seperti contoh, penyuka KakaoTalk yang tetap menggunakan LINE dikesehariannya dikarenakan mayoritas temannya menggunakan LINE.
Full transcript